
sasa jelas terkejut dengan serangan kaila yang begitu cepat.
badannya sempat mundur beberapa langkah kebelakang sebelum terhempas karna serangan selendang milik kaila.
sasa semakin jelas terkejut melihat ekspresi kaila yang saat ini terlihat begitu serius. sangat berbeda saat memulai pertarungan tadi.
namun, tak lama sasa bangkit dari posisinya. mempererat pegangannya pada pedang yang saat ia genggam.
''lest play''
ucap kaila yang kemudian menyunggingkan bibir tipisnya.
tak tak tak.
wusshhh
tapakan kaki kaila ketika berlari terdengar begitu jelas, ia kemudian meleparkan selendang miliknya
wusshhh
arrghhhh
''apa apaan ini''
sasa jelas tak terima saat pedang kesayangannya dililit oleh selendang milik kaila. tentu sasa tak akan melepaskannya.
melihat itu, kaila semakin melebarkan senyumnya.
tak tak tak
wusshhhh
tapakan kaila yang kini berlari menuju sasa yang nampak kesulitan melepaskan selendang miliknya kini kembali terkejut saat kaila menarik selendangnya.
wushhh
buggg
brakkkkk
jelas hantaman yang diberikan kaila pada dada sasa tidaklah pelan. namun tak berhenti sampai disitu,saat tubuh sasa terpelanting kaila dengan cepat menjulurkan selendang miliknya. kemudian menarik kembali tubuh sasa
bugggg bugggg
tendangan bertubi tubi di perut sasa membuat semua orang menahan nafas mereka. memandang ngeri apa yang mereka lihat
Brakkkk
tubuh sasa terpelanting cukup jauh dari arena pertandingan.
tak ada gerakan dari tubuh yang saat ini bersimbah darah itu. membuat para guru yang memiliki keahlian alkemis segera membawa sasa dari sana untuk di beri penanganan.
kini pandangan senua orang tertuju pada kaila yang saat ini berdiri di atas arena pertandingan,yang nampak sibuk merapikan rambutnya yang tadi sempat bergerak tak karuan saat bertanding.
kaila mengacuhkan semua tatapan orang saat ini memandang kagum dirinya.
bagaimana tidak.
dia mengalahkan gurunya dengan tangan kosong mengandalkan selendang miliknya. jelas saja itu tidak masuk di akal bagi semua orang karna mereka tau, pedang yang digunakan sasa bukanlah sembarangan pedang.
dengan langkah santai ia turun dari tempatnya. meleparkan senyumnya pada sang kakak yang terus menemaninya saat tadi.
''bagaimana aku hebat bukan?''
tanyanya pada kenzi yang sejak tadi menatapnya
''sedikit ada kemajuan''
jawabnya singkat
namun perkataannya berhasil membuat semua orang tercegang tak percaya.
sedikit ada kemajuan?
mereka benar benar tidak berfikir lagi bagaimana batas dari kemampuan bela diri bagi kekaisaran utara. bahkan kemampuan bertarung kaila tadi benar benar mengagumkan. namun sang putra mahkota hanya mengatakan jika itu hanyalah sedikit kemajuan?
mereka benar benar kehilangan kata kata mereka
''kak ken, aku ingin memperbaiki penampilanku dulu''
ucap kaila ketika berada tepat dihadapan kenzi
''baiklah, pastikan untuk kembali''
timpal kenzi, bukan hal yang membingunkan jika kaila berkata seperti itu. bukankah gadis itu menganggap penampilan adalah yang pertama.
__ADS_1
''pastikan adikmu untuk tidak menggaruk tubuhnya ketika sadar, karna luka akibat garukan tubuhnya akan meninggalkan bekas dan itu akan terlihat jelek''
ucap kaila pada ziwei yang sejak tadi menatapnya.
kaila kemudian berlalu meninggalkan sang kakak yang diikuti oleh pelayan pribadinya.
''nona kita akan kemana?''
tanya lier, pelayan kepercayaannya.
tentu saja lier merasa heran, karna ini bukan jalan mengarah ke kamar mandi.
''bukankah putri berkata ingin memperbaiki penampilannya? tapi''
lier hanya bermonolog dalam hatinya.
namun ia dikejutkan dengan jeritan nona mudanya yang hampir terjatuh dihadapannya.
untung saja lier dengan sigap menahan tubuh kaila.
Brughhhh
''nona''
panik lier, yang kemudian segera memeriksa keadaan nonanya, meski tak terjatuh sekalipun.
menurutnya bisa berbahaya jika putri dari kekaisaran utara ini pulang dalam keadaan lecet sedikitpun.
tentu dengan kepergian salah satu putri dari kekaisaran utara. menjadikan orang orang di istana begitu protektif terhadap kaila.
''ouuhhhhh''
gadis yang kiranya memiliki umur dibawah kaila itu seketika meringis, ketika dirinya terjatuh ditanah
''nona''
pelayan milik gadis itu nampak berteriak panik ketika melihat junjungannya, terduduk di tanah.
''baoyu, tak apa''
ucap gadis itu menenangkan pelayan miliknya. ia kemudian berdiri sembari tersenyum menatap pelayannya seolah mengartikan jika dirinya baik baik saja.
''ohh maafkan saya putri, saya tidak sengaja''
''ah ya, tidak apa apa''
kaila mengibaskan tangannya sembari tersenyum manis
''siapa namamu?''
tanya kaila
''anchii, putri''
jawab gadis itu sopan
kaila terus saja menatap gadis dihadapannya dengan teliti.
''kulit seputih susu, mata yang bulat, wajah yang kecil,bibir yang seksi''
''uhhh, ternyata ada juga kecantikan diluar kekaisaran utara''
batin kaila kagum
''tapi tanganku sakit, karna tadi kau menyenggolku agak keras''
Ucap kaila dengan memasang ekspresinya yang seolah tengah kesakitan.
''putri kumohoh maafkan aku''
sesal anchi, mata bulat miliknya nampak berkaca kaca
''ahh tidak, tidak tidak, jangan menangis''
panik kaila
''bagaimana jika sebagai permintaan maafmu, kau mengantarku pulang, sepertinya aku akan kesulitan pulang dalam kondisi seperti ini''
lanjutnya
''baiklah''
yang tentu saja dengan cepat disetujui oleh anchi, bagi dirinya. dia yang membuat kesalahan dan tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak.
selang beberapa saat, ditempat yang berbeda,di istana kekaisaran utara.
__ADS_1
prajurit prajurit yang memang di tugaskan di gerbang istana seketika waspada.
ketika melihat sebuah kereta yang tak mereka kenal kini berhenti tepat dihadapan mereka.
''paman, cepat buka gerbangnya''
''ini aku''
teriak kaila yang kemudian menyebulkan kepalanya dari dalam kereta yang mereka pakai
jelas saja para prajurit tersebut terkejut. salah satu dari mereka kemudian segera menghampiri dengan tergesa gesa
''hormat hamba putri''
prajurit tersebut segera membungkukkan badannya
''kenapa anda memakai kereta yang berbeda, apa kereta anda rusak?''
prajurit itu bertanya dengan cemas
''ahh tidak paman, bisa tolong bukakan gerbangnya lebih dulu''
''aku butuh kamar mandi''
jawab kaila cepat
''ahhh iya, maafkan saya putri''
prajurit itupun tergesa gesa melakukan apa yang diminta oleh kaila
didalam kereta, anchi masih terdiam dalam lamunannya. namun dikejutkan kaila yang menepuk punggungnya
''ada apa?''
''ahh tidak, hanya saja aku kagum dengan istanamu yang begitu indah''
''sangat berbeda dengan istana istana kekaisaran lain yang pernah aku datangi''
jawabnya jujur
mendengar itu kaila pun tersenyum, bukan hanya anchi semua orang yang pertama kali datang ke istana langit pasti akan mengatakan hal yang sama.
''ayo turun''
''ahh baiklah''
dan saat mereka turun, kaila dikejutkan dengan kedatangan bundanya yang begitu tiba tiba.
''bagaimana dengan hasilnya?''
tanya anastasya langsung
''tentu aku pemenangnya''
sahut kaila,ia menepuk dadanya dengan bangga
saat hendak menimpali ucapan putrinya, anastasya segera tersadar jika putrinya tidak sendiri. matanya menangkap sosok gadis yang mungil dan menurutnya sangat sangat mengemaskan.
''ohh astaga, kita kedatangan tamu rupanya''
''wei, siapkan jamuan untuk gadis cantik ini''
perintah anastasya yang begitu antusias, yang segera di angguki oleh wei.
''hormat hamba permaisuri''
ucap anchi yang kemudian membungkukkan badannya.
''ohh sayang, tidak perlu seperti itu''
anastasya suka gadis mungil itu
''ayo sayang kita masuk''
anchi jelas terkejut saat anastasya merangkulnya hangat, ia tersenyum manis, kemudian mengikuti langkah anastasya yang membawanya masuk kedalam istana.
anastasya memainkan alisnya, yang tentu saja dibalas oleh kaila.
seolah berkata
''apa ini calon yang kau temukan?''
dan tentu saja jawaban kaila.
''ya, seperti yang ada dipikiran bunda''
__ADS_1