
"dimana ayah dan kakekku" batin anastasya ia kemudian menyapu pandangannya kesemua orang yang ada di sana
hingga matanya melihat pria tua yang tengah tersenyum lembut menatapnya
anastasya bergerak dari posisinya ia kemudian berjalan mendekati ayahnya namun saat hendak melangkah kaisar ziu menghentikannya
"permaisuri kau mau kemana sebentar lagi kekaisaran lain akan tiba" tanya kaisar ziu lembut
"aku ingin duduk bersama ayahku" jawab anastasya
"itu tidak di izin kan permaisuri kau harus duduk di tempatmu" tegas kaisar ziu
anastasya mengerutkan alisnya tanda tidak suka
"aku tak perlu izinmu untuk duduk bersama ayahku" katanya ketus lalu berjalan menuju jendral jinhu tanpa memperdulikan kaisar ziu
kaisar ziu hanya mendesah pasrah baru saja permaisurinya itu bersikap manis sekarang sikap ketusnya kembali lagi,ia harus memikirkan cara lain agar permaisuri akan luluh padanya,begitu pikir kaisar ziu
sedangkan bawahan anastasya dengan sigap mengikuti junjungan mereka
"nak tak enak jika kau duduk bersama ayah di sini apa kata orang lain" kata jendral jinhu meskipun sebenarnya ia senang jika bersama anastasya
"ayah kau menolakku" kata anastasya dengan nada sedih matanya berkaca kaca
"tidak nak bukan seperti itu baiklah duduk bersama ayah kau duduk di tempat ayah biar ayah yang berdiri di dekatmu" sahut jendral jinhu lembut
"tak perlu jendral kami selalu menyiapkan kursi untuk permaisuri kami" kata bay dingin
jika ansu yang sikapnya banyak bicara berbeda dengan bay diantara prajurit yang mengikuti anastasya dia yang paling pendiam namun jangan remehkan dia karna di antara yang lain otaknya yang paling cepat tanggap dan kemampuan bela dirinya patut di ancungi jempol
bay dengan sigap meletakkan kursi lipat yang selalu ia bawa untuk jaga jaga ketika permaisurinya itu lelah,kursi itu di drsain sendiri oleh anastasya dan di buat langsung siapa lagi kalau bukan tuang hong
kira kira seperti itulah kursi lipat yang digunakan anastasya di sesuain aja yah hehehehe
ketika bay sedang menyiapkan kursi untuk anastasya semua orang yang melihat benda itu heran mereka tak pernah melihat kursi seperti itu sebelumnya terlihat aneh begitu pikir mereka
tanpa memperdulikan orang lain anastasya duduk di kursi yang telah di siapkan bay
"ahhh kursiku lebih nyaman dari pada kursi permaisuri sangat keras apa mereka tidak bisa membuat kursi yang nyaman untuk digunakan" batin anastasya
__ADS_1
"nak kursi apa ini ayah belum pernah melihatnya sangat bagus dan sangat nyaman sepertinya" kata jendral jinhu kagum dengan benda itu meskipun terlihat aneh
"ini kursi lipat ayah tentu saja ayah dan orang lain tidak pernah melihatnya karna aku yang merancang sendiri kursi ini dan di buat langsung oleh orang ku tenang saja aku akan meminta orangku untuk membuatkan ayah dan kakek kursi seperti ini" sahut anastasya menjelaskan
"benarkah? aku tak menyangka jika putriku benar benar pandai membuat benda yang istimewa" kagum jendral jinhu sambil mengelus rambut anastasya
"aku kan Putri ayah putri jendral perang jinhu jadi aku harus hebat untuk menjadi anak ayah" timpal anastasya dengan senyum sombongnya
jendral jinhu terkekeh melihat tingkah putrinya yang terlihat begitu mengemaskan
"kau tak perlu hebat,ayah selalu berjuang agar menjadi hebat untuk melindungimu kau hanya perlu menjadi putriku yang selalu bahagia" kata jendral jinhu tersenyum tulus
"ayahhhh aku menyayangimu" rengek anastasya manja ia benar benar terharu mendengar penuturan ayahnya itu
dengan manja anastasya bersandar di pundak jendral jinhu tanpa mempedulikan tatapan orang lain yang iri melihat keharmonisan ayah dan anak itu
"heii kau minggirlah aku ingin duduk bersama cucuku" kata yu zuo pada mentri zi da yu yang duduk tepat di samping anastasya
yu zuo yang sejak tadi memperhatikan cucu dan anaknya itu cemburu ia juga ingin duduk bersama cucu kesayangannya itu,tanpa pikir panjang ia berjalan mendekat dan memerintahkan mentri zi da yu untuk bertukar tempat dengannya
bukan meminta lebih tepatnya memerintah hehehe
berbeda di dalam hatinya yang tengah mengeram marah ketika melihat tingkah yu zuo yang dengan sombongnya memerintah dirinya
"dasar tua bangka mentang mentang dia memiliki tingkat yang tinggi jadi dia bertindak seenaknya sungguh kakek dan cucu sama sama menyebalkan" batin zi da yu marah
"aku tak peduli aku ingin duduk bersama cucu kesayanganku" kekeh yu zuo
sedangkan zi da yu tak punya pilihan lain selain menyerah selain yu zuo memiliki pangkat yang tinggi bahkan kaisar sendiri menaru hormat padanya,tingkat kultivasi yu zuo berada di atas dirinya
zi da yu kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat yu zuo sebelumnya dengan tangan terkepal kuat.
yu zuo tau jika zi da yu tengah mengumpatnya di dalam hati tapi ia tak peduli itu ia kemudian duduk di tempat yang sebelumnya di tempati oleh zi da yu
"cucuku benda apa yang kau duduki ini kakek juga menginginkannya itu terlihat nyaman" puji yu zuo
"kursi lipat kakek,kakek tenang saja nanti aku akan meminta orangku untuk membuatkannya untuk kakek dan ayah" kata anastasya
"benarkah?" sahut yu zuo gembira
"iya kakek" timpal anastasya sambil tersenyum
__ADS_1
"kau lihat benda yang di duduki permaisuri terlihat sangat mengagumkan apa tadi namanya kursi lipat woh benda itu sangatlah bagus"
"ia kau benar aku belum pernah melihat kursi seperti itu sangat bagus"
"dan apa kalian tadi mendengar jika permaisuri sendiri yang merancang dan orang orangnya yang membuatnya,woh aku sungguh tak percaya kemampuan permaisuri dan orangnya tak perlu di ragukan lagi"
"ya kau benar memang pantas jika permaisuri anastasya yang mendapatkan posisi itu"
"kau benar kaisar ziu benar benar beruntung memiliki permaisuri"
kira kira seperti itulah kasak kusuk para rakyat yang mengagumi kursi yang di duduki anastasya,padahal kursi itu biasa saja baginya
kaisar ziu yang tak sengaja mendengar ungkapan ungkapan rakyatnya merasa senang
" yah aku benar benar beruntung memiliki permaisuri seperti anastasya dan aku tak akan melepaskannya sampai kapan pun Karna dia hanya boleh menjadi milikku" batin kaisar ziu
sedangkan di sisi lain perempuan dengan perut buncitnya itu mengeram marah ia benar benar tidak bisa menerima ayahnya di rendahkan begitu saja oleh kakek saingannya itu
"jalang sialan kakek dan cucu sama saja tunggu pembalasanku" batin selir lingfei dengan tangan terkepal kuat karna marah,terlebih ia mendengar jika para rakyat memuji anastasya yang memang pantas menduduki posisi permaisuri di istana bulan
"sayang sekali aku tak akan membiarkan jalang itu menduduki posisi permaisuri lebih lama lagi" batin selir lingfei
hai hai hai
jangan lupa dukung author terus yah
tolong tinggalkan jejak
like like like like like like like like like like like like
comment comment comment comment comment
vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote
dan rate bintang lima hehehe atau bintang apa aja seikhlasnya kalian aja
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni
__ADS_1