Putri Berharga Dari Masa Depan

Putri Berharga Dari Masa Depan
ke akademi


__ADS_3

semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan anastasya. namun ketika mendengar cerita anastasya secara keseluruhan, mereka turut merasa bahagia ketika mengetahui salah satu kesayangan mereka telah bahagia walau dalam dimensi yang berbeda.


kaisar lee yang masih merasakan panik tak kunjung melepas pelukannya pada permaisurinya. ia cukup panik ketika wei mengatakan jika anastasya terus saja memaksakan masuk kedalam dimensi itu, maka mereka semua akan kehilangan anastasya selamanya. dan tentu saja kaisar lee sangat takut akan hal itu. bahkan memikirkan dirinya hidup tanpa anastasya dirinya saja tak mampu.


''jangan membuat kami semua takut''


bisik kaisar lee di telinga anastasya.


anastasya tersenyum tipis mendengar itu,ia memejamkan matanya sembari menikmati pelukan hangat dari kaisar lee.


bulan perlahan bergeser dari tempatnya. di gantikan dengan matahari yang kini mulai nampak memperlihatkan sinarnya.


dikamar sang kembar, kenzi di buat pusing dengan tingkah sang adik yang tak kunjung bangkit dari tempat tidurnya.


''kaila,bangun''


seru kenzi untuk kesekian kalinya


''kak ken, kau tau aku sangat malas untuk pergi ke akademi"


gerutu kaila, yang kini mulai bangkit dari tempat tidurnya.


''hoamm''


''kakak tau''


''jika aku pergi, aku akan bertemu dengan wanita dempul itu''


''lagi pula, kenapa aku harus mengambil kelas beladiri, sedangkan aku bisa belajar di istana''


oceh kaila kembali


''kurasa baru kemarin kau berjanji akan menjadi wanita kuat, kenapa sekarang beda lagi''


sinis kenzi, yang membuat kaila kehilangan kata katanya.


dengan penuh kemalasan ia membawa langkahnya ke kamar mandi untuk segera bersiap siap.


seperti biasa, tidak ada yang berbeda sejak dulu. ketika akan berangkat ke akademi, ia akan duduk menunggu sang adik yang butuh waktu lama untuk bersiap siap.


hanya saja, jika biasanya dia menunggu bersama keina, kini dirinya hanya seorang diri. meski telah beberapa bulan berlalu, nyatanya kenzi belum terbiasa dengan ketidak hadiran keina.


''ayo kakak, aku sudah siap''


ucap kaila yang muncul dari ambang pintu, ia terlihat begitu cantik dengan hanfu biru muda dengan rambut ia biarkan di gerai dengan sedikit aksesoris di menghiasi kepalanya.


kenzi hanya mengangguk, kemudian segera berangkat bersama sang adik. pagi ini dirinya tidak di temani sang ibunda, karna menurut bibi wei Mereka, bunda mereka butuh waktu istirahat untuk memulihkan kondisinya yang hampir terkuras di malam tadi.


''kakak, bagaimana jika aku ke istana matahari saja''


ucap kaila yang mana saat ini mereka telah berada di kereta yang kini berjalan menuju akademi.


kenzi yang mendengar itu hanya menghela nafasnya pelan. ia memilih diam tanpa menaggapi ucapan kaila yang menurutnya di luar nalar.


di acuhkan sang kakak membuat, kaila memilih mengeluarkan cermin miliknya, ia memandangi wajah cantiknya itu.


''apa aku gemukan?''


''tapi kurasa, aku tidak makan yang cukup kenapa berat badanku bisa naik''

__ADS_1


jika kaila sibuk bermonolog dengan dirinya sendiri, maka kenzi lebih memilih memejamkan matanya. tak ada yang tau apa yang saat ini ia fikirkan.


tidak memakan waktu yang cukup lama, hingga kini mereka telah sampai di tempat yang akan mereka tuju.


kenzi keluar dari kereta lebih dulu, kemudian mengulurkan tangannya membantu sang adik untuk turun.


seperti biasa, para gadis yang melihat kedatangan mereka terlihat berbisik dengan memandang kagum kearah kenzi. dan terlihat sedikit jelas memandang kaila dengan penuh rasa iri.


kaila tau, tapi memilih mengacuhkannya. bahkan selama masuk dalam keakademi ini, ia tidak memiliki sahabat yang dekat dengannya. hanya teman itupun kaila tau dengan jelas, mereka semua yang dekat dengannya itu hanya tertarik dengan kecantikan dan derajat dari kekaisarannya. maka tak heran jika para Putri berlomba untuk berteman dengan kaila.


''ohh ya dewa, kuharap hariku tidak buruk''


ucap kaila yang bergelayut manja di lengan sang kakak, dan dengan langkah pelan mulai mengikuti langkah kenzi.


dan tibalah mereka di suatu tempat, saat ini mereka tengah ada di sebuah lapangan yang mana tempat dimana kelas akan dimulai. terlihat ada banyak siswa baik itu para putri maupun para pangeran.


kelas beladiri ini, merupakan kelas yang memiliki siswa paling banyak. karna bagi orang orang, ilmu beladiri wajib dikuasai baik itu untuk laki laki maupun perempuan


Dan seperti dengan tebakan kaila, sasa yang sejak awal melihat kedatangannya tersenyum miring.


''mungkin dia berfikir bisa mengerjaiku''


''ckck pemikiran yang bodoh''


batin kaila berdecih malas.


dan saat sasa menatapnya, kaila menatap wanita itu balik. kemudian merotasi bola matanya. dan tindakannya itu berhasil membuat wanita itu meredam kembali kemarahannya.


"awas kau"


batin sasa geram


hingga beberapa menit mulai berlalu, dan sasa telah memulai apa yang sejak tadi ada difikirannya.


''kau, kemari''


sahutnya, sembari jari telunjuknya mengarah pada kaila yang terlihat mengantuk sejak tadi.


bagi kaila, tak ada yang bisa memaksanya belajar kecuali kenzi dan mendiang kakaknya keina.


dengan gerakan malas ia berdiri dari posisinya. kemudian membawa langkahnya ke samping dimana sasa berdiri.


''kulihat dari tadi kau tidak memperhatikan apa yang kami jelaskan''


sasa menatap kaila dengan tajam, sedangkan yang ditatap terlihat biasa saja


''tatapan apa itu?''


''apa dirinya berfikir jika tatapannya itu membuatku takut haha''


batin kaila meledek


menurut kaila, selama ini belum ada tatapan yang mengerikan yang mengalahkan tatapan bunda dan kakaknya keina.


"lalu apa dia fikir dia bisa menakutiku"


"ckck lucu sekali bibi dempul ini"


''lalu?''

__ADS_1


kaila tampak menaikkan kipas di tangannya, menutupi setengah mulutnya yang saat ini sedang menguap.


tindakannya itu berhasil membuat teman temannya tidak bisa berkata kata. mereka semua tau betul jika sasa adalah salah satu guru di academi yang begitu menyeramkan dan tak main main memberi hukuman kepada muridnya.


''jangan berfikir jika kau putri dari kekaisaran terbesar dibenua ini sehingga kau bisa berlaku seenaknya''


''dari mana diriku berlaku seenaknya?''


sela kaila yang memotong perkataan sasa, ia tampak mengerutkan keningnya.


''dan kau jangan berfikir, jika karna kau putri dari pemilik akademi ini sehingga kau bisa berlaku seenaknya''


''jika kau bisa melakukannya pada murid lain, maka jangan berfikir kau bisa melakukan itu pada ku''


lanjut kaila santai.


setelah perkataaan kaila, bisa dilihat bagaimana ramainya bisik bisik para murid dalam kelas tersebut.


mereka banyak membenarkan perkataan kaila. tindakan sasa selama ini yang terlihat begitu semena mena pada murid yang lain, terutama pada putri putri yang derajatnya tidak tinggi. mungkin karna posisinya sebagai salah satu guru di academi ini, dan juga merupakan putri dari pemilik academi ini sehingga berfikir bisa berlaku seenaknya.


kedua guru yang ditugaskan bersama sasa untuk mengajar dikelas tersebut hanya diam membisu. tak membela salah satu diantaranya.


bisa dilihat bagaimana geramnya sasa ketika melihat kondisi kelasnya saat ini. tatapan semua murid tertuju padanya.


tangannya terkepal kuat, memandang kaila dengan penuh kemarahan.


''kau jaga bicaramu''


teriak sasa, dengan jari telunjuknya mengarah pada kaila


pukk


dengan santai kaila memukul tangan sasa dengan Kipas miliknya.


''jaga bagaimana?''


''bukankah yang kukatakan sebuah kebenaran''


''kakak kenzi, aku benar bukan?''


ya, seperti biasa. kaila selalu membawa kakaknya dalam hal apapun. namun kenzi terlihat biasa biasa saja.


''ya kau benar''


hanya jawaban singkat dari sang kakak, namun mampu membuat senyum indah kaila terukir di bibir seksinya.


dan berhasil membuat murid laki laki yang ikut dalam kelas tersebut terpesona.


''lalu bagaimana jika kau mempraktekkan apa yang tadi aku jelaskan''


tantang sasa dengan rasa penuh percaya diri.


''aku tidak mau, kecuali jika aku memiliki lawan''


''dan aku ingin kau menjadi lawanku''


jawab kaila dengan malas, namun dengan cepat di iyakan oleh sasa


''dengan senang hati''

__ADS_1


l


__ADS_2