Putri Berharga Dari Masa Depan

Putri Berharga Dari Masa Depan
rasa yang aneh


__ADS_3

usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah


tolong hargain usaha author


salam sayang buat kalian


komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update


kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe


happy reading


di istana langit,semua orang tengah sibuk mempersiapkan sebuah acara yang akan di adakan, meski acara ulang tahun ketiga berlian itu masih ada seminggu. namun mereka tetap mempersiapkannya jauh jauh hari agar acara itu di gelar begitu meriah, bahkan lebih meriah dari tahun sebelumnya


semua orang terlihat semangat,bahkan orang orang pentingpun turut membantu mempersiapkan acara itu. entahlah mereka semua juga tidak mengerti seoalah ada hal yang lain. namun kembali mereka tepis perasaan aneh itu


jika semua orang tengah sibuk mempersiapkan acara tersebut, maka lain halnya dengan kembar tiga yang saat ini tengah berlatih meski matahari hampir terbenam.namun tak membuat ketiga kembar itu untuk berhenti.


ahh salah, lebih tepatnya keina yang memutuskan kapan latihan itu akan berakhir. keina seakan menulikan pendengarannya saat kaila yang sedari tadi tak henti hentinya untuk merengek karna lelah. keina tak peduli itu fikirannya diliputi rasa cemas sehingga ia terkesan menuntut keluarganya untuk menjadi lebih kuat


''kakak kenapa aku harus repot repot berlatih, kan ada kakak kenzi, kakak keina, ayah bunda,kakek dan nenek yang melindungiku'' kaila mengajukan protes untuk kesekain kalinya


sedangkan keina dan kenzi tak seolah tak mendengar apa yang dikatakan gadis centil itu, meski kenzi merasa lelah namun ia tidak berhenti untuk berlatih.


selain tak ingin di anggap lemah,kenzi juga merasa yakin adiknya keina tak akan melakukan apapun yang sia sia, dan semua yang dia lakukan telah dipikirkan matang matang. ia telah menghafal betul adik dinginnya itu.maka dari itu ia memilih untuk mengikuti keinginan keina


''kakak kau ingin membunuhku ha'' teriak kaila panik ketika keina menyerangnya membabi buta, namun nyatanya keina hanya bermain main,ia bosan mendengar adiknya yang terus saja mengeluh


''diam atau lawan, hanya itu pilihanmu'' ucap keina dingin kemudian kembali menyerang adiknya


kaila terlihat lebih serius dari sebelumnya, tentu saja ia tak akan membiarkan kulitnya yang sudah ia rawat dengan baik tergores pedang milik sang kakak


ken yang melihat itu tersenyum tipis,adiknya keina benar benar tau apa yang harus ia lakukan untuk mengatasi gadis malas itu


tak terasa waktu telah berlalu, namun kaila dan keina belum saja berhenti dalam aksinya. kaila mulai merasa lelah bahkan ia telah mundur beberapa langkah.

__ADS_1


otaknya terus berputar mencari ide agar bisa lolos dari serangan sang kakak, karna ia sadar ia tak akan mampu mengalahkan kakaknya yang dingin itu. jangankan dia, bahkan jika di bandingkan dengan kakaknya kenzi,itu tidak ada apa apanya dengan segala hal yang dikuasai oleh keina. bahkan namanya di berbagai kekaisaran telah terkenal dengan julukan sijenius muda.


happp


kaila melompat, memutar badannya hingga terlihat bagaikan ia sedang menari saat ini, mengambil panah dengan cepat kemudian


srekkk cling


semua orang yang sedari tadi menyaksikan aksi kedua kembar itu menahan nafas mereka.tak menyangka jika aksi kaila yang sangat cepat dalam memanah masih kalah cepat dengan tindakan keina yang menangkisnya dengan pedang,hingga anak panah itu hampir mengenai perut mulus kaila jika saja ia tidak menahan nafasnya dan kalah cepat


''cukup mengesankan'' ujar keina yang membuat mata kaila melotot


''apa maksud kakak, cukup? hanya cukup? wahhh kakakku yang dingin tapi cantik jelita kau benar benar keterlaluan'' sahut kaila dongkol, namun keina tak peduli itu, ia lebih sibuk membereskan alat alat yang digunakan saat berlatih tadi


''kakak ken gendong aku, aku lelah'' rengek kaila manja pada kakaknya yang tampan


tanpa mengatakan apapun,kenzi mendekat menggendong sang adik di punggungnya. dalam perjalanan kenzi membiarkan kaila menceritakan bagaimana kejamnya keina tadi yang membuat kenzi tersenyum tipis,namun senyumnya terlihat sangat menawan bagi siapapun yang melihatnya


''putri keina benar benar sangat hebat'' sahut prajurit yang tadi menyaksikan aksi si kembar


''ya kau benar''


''tapi mengapa putri keina tak ingin menyandang gelar jendral wanita termuda di kekaisaran,itu cukup mengherankan'' salah satu dari mereka ikut menimpali


''mungkin putri keina, lebih menyukai hidupnya yang seperti itu''


''itu mungkin saja''


''hei sudah,jangan membiacarakan mereka,karna jika ada yang memdengar kalian bisa habis karna telah menggosipi berlian berharga dari kekaisaran utara'' ujar salah satu dari mereka mengingatkan.setelah tersadar mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing masing


''adik kei ada apa?'' tanya kenzi pada adiknya yang hanya diam menatap keluar jendela. ia tau jika adiknya saat ini tengah memikirkan sesuatu dan itu adalah sesuatu yang penting,karna bagi seorang keina ia tak akan mau membuang buang waktunya untuk memikirkan sesuatu hal yang tidak penting


''tidak apa apa'' jawabnya singkat tanpa membalikkan badannya


''aku tau kau tengah memikirkan sesuatu, aku tak akan memaksamu untuk bercerita padaku. tapi saat kau telah siap maka datang padaku aku siap mendengarkanmu'' kenzi berkata sambil mengelus rambut panjang keina yang ia buarkan terurai

__ADS_1


''jadilah kuat,dan lindungi keluarga kita apapun yang terjadi'' entah mengapa, ada rasa cemas serta ketakutan yang besar saat kenzi mendengar perkataan adiknya. ia kemudian menarik keina kedalam pelukannya guna untuk mengurangi rasa cemasnya


''kalian curang, berpelukan saat aku tidak ada'' kaila berkata dengan kesal, ia kemudian masuk kepelukan dua kakaknya yang begitu ia sayangi


ditempat lain,di sebuah ruangan yang gelap dengan aura kebencian yang begitu mendalam. membuat bawahannya yang melapor merasakan takut yang luar biasa


''awasi mereka dengan baik, kita akan melakukannya di waktu yang telah kita tentukan sebelumnya'' pria tua itu berkata dengan dingin


''kesempatan ini tak akan terulang,aku tak ingin mendengar kabar yang bisa membuatmu mendatangi kematianmu dengan cepat'' lanjutnya


''hamba akan melakukannya dengan baik yang mulia'' bawahannya menjawab dengan cepat


pria tua itu tersenyum puas,mengibaskan tangannya memberi tanda agar bawahannya itu pergi


''aku akan mengambil sesuatu yang seharusnya dari dulu menjadi milikku, karna kau tidak ada yang pantas kecuali aku'' tawa pria itu menggelegar membuat siapapun yang mendengarnya merasakan takut yang amat sangat


hai hai kesayangannya author


makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author


tetep dukung author yah


like


comment


rate bintang


vote sebanyak banyaknya


biar author makin rajin update buat kalian


sarangheo😘


ig:magfiraramadhni

__ADS_1


__ADS_2