Putri Berharga Dari Masa Depan

Putri Berharga Dari Masa Depan
meminta maaf


__ADS_3

''apa sampai sekarang kau belum tau apa kesalahanmu, sasa?''


tanya tuan heim


sedangkan sasa hanya terdiam tanpa menanggapi sang ucapan ayahnya


''kemana otakmu yang cerdas itu, bukankah sebelum memilih lawan kau harus melihat siapa sainganmu lebih dulu''


''lee kaila hanzui, siapa yang tak tau gadis itu''


''putri dari pasangan legendaris pasangan permaisuri anastasya dan kaisar lee hanzu''


''kau tau, jika kau bersanding dengannya kau hanya terlihat bagai debu dimata orang lain''


tuan heim memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, ia kemudian mendudukkan bokongnya di salah satu kursi kayu yang ada disana.


ia benar benar tak habis fikir mengapa putrinya berani mengambil langkah seperti itu.


''tapi dia hanya berlindung di status permaisuri dan kaisar, dia Tidak memiliki apapun''


teriak sasa dengan penuh kemarahan, ia benar benar tak suka dengan apa yang di ungkapkan ayahnya.


mendengar itu tuan heim seketika tertawa terbahak bahak.


melihat perdebatan antara ayah dan anak itu, pelayan maupun tabib yang ada disana hanya diam. memilih mengambil posisi aman dari keduanya.


''kau yakin dia tidak memiliki apapun?''


tuan heim menyunggingkan bibirnya


''kau lupa dengan apa yang baru saja terjadi padamu, kau kalah di tangannya. bahkan kau menggunakan senjata sedangkan dirinya, tidak''


''namun kau tetap mengalami kekalahan yang telak, bukan?''


tuan heim menatap putrinya yang hanya diam, namun mata dari putrinya itu benar benar memancarkan kebencian


''dia bukanlah putri dari kalangan biasa, dan tentu saja dia memiliki kemampuan yang diluar dari pemikiran orang lain''


''kau tau sasa, aku bahkan tidak memiliki muka lagi menghadap permaisuri anastasya, ayah seperti orang yang tidak tau balas budi''


mendengar itu sasa jelas mengerutkan keningnya, ia benar benar tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya


''apa maksud ayah?''


''ayah pernah mengatakan jika dulu nyawa ayah hampir melayang, bukan?''


''namun dewa bagai menyelamatkan nyawa ayah dengan mengirimkan sosok wanita yang mampu menyembuhkan ayah, yang bahkan tabib tabib lain mengatakan jika nyawa ayah tidak bisa bertahan lama''


''apa?''


sasa jelas tak sanggup melanjutkan perkataannnya


''ya, orang yang menyelamatkan nyawa ayahmu ini adalah permaisuri anastasya''


tak hanya sasa yang terkejut, semua orang yang ada dalam ruangan itu pun turut terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh tuan heim.


''dan kau tau, rasa gatal ditubuhmu itu disebabkan oleh racun yang diberi oleh putri kaila''


''tapi bagaimana bisa?''

__ADS_1


sasa jelas tak bisa percaya akan hal itu, bagaimana racun itu bisa masuk dalam tubuhnya.


''lawanmu bukanlah orang biasa nak''


tuan heim menghela nafasnya kasar.


''sekalipun jika putri kaila yang terluka,bukan kau. maka keluarga kita akan mendapatkan bencana yang sangat besar''


''dua kekaisaran terbesar dibenua ini akan menyerang kita, kau tau bukan bagaimana istimewanya putri kaila dimata kekaisaran utara dan selatan''


Tentu saja sasa tau, hanya saja ia tak sempat berfikir kesana. karna rasa cemburu membunuh akal sehatnya.


dia tentu tau, bagaimana overprotektif kekaisaran utara terhadap putri satu satunya. dan juga kekaisaran selatan tak mungkin diam ketika mengetahui sesuatu hal yang buruk terjadi pada calon permaisuri di kekaisaran mereka.


bahkan seluruh rakyat dari kedua kekaisaran itu begitu mencintai putri kaila. karna tak hanya kecantikan yang dimiliki, sifat dan attitudenya sangat patut di puji.


''sekarang kau hanya perlu meminta maaf pada putri kaila''


putus tuan heim yang membuat sasa mendelik ditempatnya.


''tidak, aku tidak mau''


''lalu kau mau apa ha''


teriak tuan heim dengan penuh kemarahan.


''kau akan membiarkan racun itu bersarang ditubuhmu, bukankah kau sendiri tersiksa dengan rasa gatal itu, haa''


''biarkan saja nyawanya melayang karna di grogoti oleh racun itu''


Ucap ziwei menyela percakapan keduanya


mendengar itu sasa jelas tidak mau.


putus sasa


mendengar itu membuat heim dapat bernafas lega, sedangkan ziwei memilih keluar dalam ruangan itu


''siapkan kereta, dan juga bingkisan untuk orang orang di istana langit''


perintah tuan heim yang kemudian segera dilakukan oleh pelayan yabg ada di sana.


di kekaisaran selatan, di istana matahari.


terlihat pria tampan yang nampak menggeratakkan giginya dengan penuh kemarahan. tangannya terkepal kuat. matanya memerah yang terlihat begitu jelas memancarkan kemarahan.


''siapkan kuda,aku ingin ke istana langit''


''baik kaisar''


kaisar zen mencoba mengatur nafasnya. menarik nafanya hingga terasa telah normal kembali.


kabar yang dibawa tangan kanannya benar benar berhasil membuat kemarahannya terpancing. bagaimana bisa orang dari kekaisarannya sendiri mencoba mencelakai calon permaisurinya.


namun ketimbang seberapa besar amarahnya. ia tentu saja memilih ke istana langit untuk memastikan keadaan calon permaisurinya lebih dulu. meski tangan kanannya sendiri mengatakan jika kaila baik baik saja, namun ia tidak bisa tenang sebelum ia melihat sendiri keadaan kaila.


tak butuh waktu yang lama, tangan kanannya datang memberitahu jika apa yang diperintahkan kaisar zen telah siap.


kaisar zen jelas tak ingin membuang waktunya. dengan langkah lebar ia berjalan ketempat dimana kuda miliknya telah siap.

__ADS_1


di istana langit, kekaisaran utara.


nampak acara makan siang itu terlihat begitu hangat. anchi tampak mudah berbaur dengan yang lain kecuali kenzi tentunya.


''bibi, lain kali kau harus datang ke istanaku''


ucap anchi di sela makannya


''tentu saja, bibi akan kesana bersama pamanmu, kaila dan''


''tidak denganku''


sela kenzi, ia tentu saja tau bundanya itu akan menyebut namanya.


''siapa yang meminta persetujuanmu, ini adalah perintah''


tegas anastasya, yang membuat kenzi hanya diam.


baginya berdebat dengan bundanya adalah hal yang cuma cuma. karna kemenangan tentu saja di raih oleh wanita itu.


anchi mendelik, menatap kenzi dengan tatapan tidak suka. ingin rasanya dia berteriak.


''apa aku mengajakmu?''


namun ia tak mengutarakannya, menurutnya tak baik jika dirinya harus memulai pertengkaran di meja makan. terlebih di acara makan siang orang lain.


anchi menggerakkan tangannya, memilih mengambil gelas yang ada di hadapannya kemudian meneguknya.


''oh ya sayang, apa kau telah memiliki kekasih?''


''uhhuk uhhukkk''


anchi yang sedang minum pun tersedak, ia tentu saja terkejut dengan apa yang ditanyakan anastasya.


''ahh itu, belum bibi''


anchi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


''ohh baguslah''


anastasya mengangguk anggukkan kepalanya. namun berbeda dengan isi hatinya yang begitu bahagia mendengar jawaban dari anchi.


''kau yakin jika belum punya kekasih?''


kini kaila mengutarakan pertanyaannya.


''iya, memangnya kenapa?''


''kau ini cantik, kenapa tidak laku?''


ucap kaila yang segera mendapat tepukan dari anastasya


''bunda,ihhh''


kaila mengelus bahunya yang di tepuk anastasya tadi. ia mengerucutkan bibir mungilnya


''pertanyaan apa itu''


anastasya jelas saja syok dengan apa yang dikatakan kaila tadi.

__ADS_1


''ihh aku kan hanya bertanya, bunda sendiri bisa melihat kalau anchi cantik, tapi kenapa belum memiliki kekasih''


jelas kaila yang masih tidak terima mendapat tepukan dari bundanya, sekalipun itu tidaklah keras


__ADS_2