PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 1 - ADRIAN dan HANA


__ADS_3

Rose namanya , , waktu bayi ditemukan oleh sebuah keluarga kaya Tn. Lewis di Villa mereka yang letak nya jauh dari perkotaan, dia ditemukan di taman bunga ros milik keluarga tersebut.


Tn. ADRIANO MATTHEW LEWIS sebagai ayah angkat dan Ny. HANA ROXANE WILLIAM/MRS. LEWIS sebagai Ibu angkat Rose yang telah memelihara dan membesarkannya.


Mereka berasal dari keluarga yang sangat kaya, memiliki anak kandung Laki-laki dan perempuan RICHARD DEAN LEWIS dan LILIANA JEAN LEWIS, ROSE MARIANNE LEWIS sebagai anak ke tiga adalah anak adopsi. Rose juga sangat menyayangi keluarga angkat nya.


Adrian dan Hana tidak membedakan kasih sayang dalam membesarkan anak-anak nya, ketiganya diperlakukan sama. Ketiga bersaudara itu pun saling menyayangi satu sama lain.


* * * *


“Sayang .. serius amat baca korannya” sapa Hana pada suaminya Adrian sambil Hana meletakkan kopi dan sarapan pagi mereka di meja teras rumah berhalaman yang sangat asri dikelilingi taman dengan berbagai tanaman bunga. Bayangkan saja wilayah jauh dari perkotaan dengan pemukiman yang asri jarak rumah yang satu berjauhan dengan rumah yang lain. Mereka menikmati libur akhir minggu di villa milik Adrian sejenak beralih dari kesibukan urusan perusahaan.


Adrian melihat isterinya menghampiri seraya tersenyum kepada isterinya Adrian meletakkan korannya di meja meneguk kopi kemudian menarik tangan Hana untuk duduk dipangkuan dan membawa isterinya kedalam pelukannya


“kamu semakin cantik isteriku”


Cup... dikening


Cup... di bibir Hana


“I love you my wife” Adrian tersenyum


Hana sumringah sambil kedua tangannya menggapai wajah suaminya sambil mencubit kedua pipinya:


“Dan kamu suami tampanku,


ayah yang baik,


suami yang gagah ..


Pengusaha sukses . . . I love you too” ..


Cup .. cup ..


Hana membalas sekilas kecupan dibibir suaminya


“Lagi dong sayang” Adrian nagih sambil memajukan bibirnya minta di kecup.


Hana merona tersenyum lalu jawabnya “cukup dong sayang nanti ketagihan kan tadi malam sudah”


“anak – anak masih tidur ya sayang ?? “ Adrian.


“Iya sayang biarkan saja mereka puas – puasin tidur menikmati liburan nanti juga mereka akan bangun untuk sarapan ” Hana


“Jangan memanjakan mereka sayang nanti mereka tidak mandiri,, Adrian.


“Tenang saja ada Mama yang akan mentraining hidup anak – anak ku semasa sekolah mereka” tunjuk Hana pada dirinya sendiri.


“Dan ada papa juga yang mentraining dan menafkahi membiayai semua biaya pendidikan nya” tunjuk Adrian pada dirinya tak mau kalah seraya tertawa.

__ADS_1


“Mereka kan anak – anak ku juga lho Ma” Adrian


“Iya iya mereka putra dan putri kebanggaan kita kelak akan berhasil” Hana


Adrian bangga dan tersenyum akan isterinya semakin cinta. Adrian mengeratkan pelukan nya kepada Hana menghirup sepuas – puasnya aroma dari tubuh isterinya yang sangat sangat memberikan kenyamanan itu. Hana adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan baginya, seandainya Hana dulu tidak dapat hidup lagi Adrian bahkan berpikir tidak ingin memiliki cinta didalam hidup nya untuk kedua kali.


Flasback ...


Bila diingat kisah perjuangan cinta mereka yang sangat penuh duri untuk mendapatkan Hana. Ayah Hana sangat mementingkan kedudukan untuk jodoh anak nya itu. Ayah Hana sudah menjodohkan anaknya dengan calon pilihan nya, setelah Hana dipertemukan dengan calonnya itu dia tidak menginginkan pernikahan itu terjadi karena Hana mengetahui calon yang dijodohkan ayahnya itu seorang yang brengsek.


Pria itu hanya karena ingin di jodohkan dengan anak kerabat ayahnya maka berlaku santun lah dia mengenakan topeng budi baik dibelakang itu semua hanya untuk menutupi keburukan sikapnya. Hidupnya tidak benar hingga sekarang.


Orang tua nya itu menjodohkan anaknya dengan Hana dengan harapan anak laki – lakinya itu suatu saat berubah dan bisa hidup lebih baik karena sudah ada isteri dan kelak bersama dengan anak – anak mereka.


Dia mengetahui sifat buruk calon suaminya itu sejak mereka di bangku SMP. Hana sampai di culik calon suaminya karena dia ditolak, hingga dia dilarikan ke kota lain. Orang tua Hana sadar apa yang dia lakukan membawa celaka kepada anak nya Hana. Adrian dengan bantuan rekannya berhasil menyelamatkan Hana dari tangan penculik yang tidak ingin dilihat oleh Hana dalam hidupnya. Calon suami brengsek mati ditangan bodyguard Adrian sewaktu hendak mencelakai Adrian tiba – tiba dari belakang.


Flashback off ...


Sayang,, sayang,, panggil Hana


Adrian tersadar dan membuka mata seraya merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Hana


“Iya sayangku ... cintaku ... nyawaku ... ibu dari anak – anakku” Adrian


“Apa sih yang kamu pikirkan ?” Hana


“Ahh bukan apa - apa sayang .. “ Adrian membalik tubuh isteri dan memeluk kembali sangat erat. Meletakkan dagu di pundak dan menghirup aroma dari leher isterinya seperti rindu setiap saat dirasa nya.


“Mmm ... hhh “


“Sayang,, kita di luar ada ramai yang akan memperhatikan kita” Cegah Hana memegang dan membelai rambut Adrian pelan. Adrian tidak memperdulikan situasi nya. Mereka tidak sendiri di Villa itu karena ada tukang kebun yang sedang kerja di taman sementara maid di dalam sedang melakukan pekerjaan nya juga.


Tiba – tiba ..... jeduarr anak – anak cerdik dan bijaksana itu datang.


“Morning daddy” sapa Richard kecil


“Molning daddy” sapa Lily kecil


Mereka baru bangun dari tidurnya mengagetkan kedua orang tuanya.


Mereka saat itu berusia 5 tahun dan 4 tahun.


Setelah dibangunkan maid mereka mencari daddy dan mommy yang ada di teras depan rumah.


“Daddy Mommy apa yang sedang kalian lakukan ?” sapa Richard seolah menangkap basah perbuatan kedua orang tuanya itu. Richard anak yang bijak seolah olah merasa dirinya sudah dewasa


“ ... “ Hana melirik Adrian


“ ... “ Adrian melirik Hana

__ADS_1


Hana secepat kilat melepaskan pelukan bangkit berdiri dari duduk dipangkuan suaminya itu


Kemudian dengan cepat Adrian dan Hana mengalihkan topik pembicaraan secara bersamaan tapi tidak janjian membalas sapaan ke dua anak nya.


“Morning sayang-sayang nya daddy mommy” Adrian dan Hana bersamaan


“Wah prince dan princes daddy sudah bangun yah” Adrian merentang tangan untuk memeluk mereka.


“Kemarilah berikan kami pelukan hangaaat dan kecupannnn ...” Adrian memeluk mereka bergantian.


Berbeda dengan Lily malah semakin tidak melepaskan pelukannya dari daddy nya.


“ ... “ Adrian sambil menatap lily heran yang berada dipelukannya sangat erat memeluknya.


“Daddy aku masih ingin dipeyuk !!” Lily tidak melepaskan pelukannya malah menyambung tidurnya kembali dipelukan Adrian. Adrian dan Hana saling memandang dan senyum melihat tingkah putri mereka yang manja karena belum meluangkan waktu menemaninya bermain beberapa hari ini.


“Wah ada yang kangeeenn yah sama daddy” Adrian mengecup kepala lily berulang – ulang dan mengelus punggung nya dengan penuh sayang.


“Daddy apakah ditempat kita sekarang ini kau akan bermain dengan kami ? “ Please Dad kita lagi liburan” Richard


“Son daddy masih lelah dan masih ingin istirahat sejenak ada bibi bersama mu yang akan menemani kalian dua bermain” Adrian


Richard tampak kecewa dan melipatkan kedua tangannya didepan perutnya sambil memajukan bibirnya dengan wajah menoleh kesamping.


Adrian dan Hana yang melihatnya gemas dengan sikap putra nya itu.


Sebenarnya Adrian hanya mengerjai anak – anak nya saja. Sesungguhnya dia pun kangen dan ingin menghabiskan waktu sepanjang akhir minggu dengan kedua anak emas yang menggemaskan itu.


Lily meregangkan pelukannya menatap wajah daddy, tangan kecil mungilnya menyentuh wajah daddy nya.


“Daddy apakah kau sangat lelah kalena kelja” Lily


“Daddy .. kenapa sih halus tinggalin kakak dan Lily telus dan tidak main – main lagi dengan Lily ?”


“Karena Daddy sayang sama Lily kak Icad dan mommy, my baby girl .. daddy harus bekerja untuk masa depan kita semua. Tunjuk Adrian pada keluarga kecil nya satu persatu.


“Kemarilah “ Adrian memerintahkan Richard untuk mendekat dan dia memeluk anaknya sekaligus dan memberikan kecupan bertubi – tubi di kepala, mata, pipi, hidung, mulut mereka berdua bergantian hingga mereka ketawa satu sama lain karena merasakan geli akibat ciuman daddy nya.


“Siapa yang mau ikut bermain bola dengan daddy ?”


“ Huaaa ... “ Richard dan Lily semangat karena ajakan daddy nya yang seperti merasakan dapat hadiah besar saja.


Itulah anak – anak yang mereka butuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan keluarganya yang lain. Mereka tidak mengerti harta, karena dunia mereka itu bermain. Adrian dan Hana sudah komitmen dari masa mereka berpacaran untuk memberikan yang terbaik buat keluarga masa depan mereka kelak. Dan inilah saatnya mereka pelan – pelan mewujudkan.


Bersambung


Halo Readers yang budiman,, perkenalkan saya Lika pendatang baru mencoba berkarya di Noveltoon ini. Ingin menjadi penulis Novel karena sebelumnya saya ada niat membuat novel namun belum berkesempatan. Ini Karya pertama fiksi saya namun bila ada kekurangan mohon mengoreksi saya yah 🙂🙂


Mohon dukungan like Jempol dan doa nya juga ...

__ADS_1


Selamat membaca Readers yang budiman ..


__ADS_2