PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 6 - ULANG TAHUN ROSE


__ADS_3

Hari Ulang Tahun


“Selamat pagi miss” Sapa Rose pada gurunya yang datang bareng bersama daddy Adrian dan mommy Hana.


“Selamat pagi Rose “ “wah beautiful” puji gurunya melihat gaun princes warna ros mengarah ke pink.


“Because I am princes Rose” Jawab Rose senang.


Sambil bersalaman kepada orang tua Rose, gurunya mempersilahkan mereka untuk memasuki sebuah aula. Kepala sekolah pun datang menghampiri berjabat tangan dengan Tn Adrian dan Ny Hana mendampingi mereka selama acara tersebut.


Anak-anak antusias mengikuti acara mereka mempersiapkan diri pada lomba yang mereka ikuti.


Lomba kostum Rose mendapatkan juara 1, disamping kostum kelincahannya dan ekspresi yang sangat mendukung merupakan nilai plus buat Rose, menjadikan dia pemenangnya.


Hana mengabadikan moment Rose, dia merekam video tersebut dari lomba hingga memperolah hadiah.


Tibalah perayaan ulang tahun. Rose yang sudah kembali dan sedang duduk dipangkuan daddy nya masih merasakan senang dan bahagia.


Kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas suksesnya acara hari ini melalui kata sambutan. Kini giliran guru untuk mengambil alih acara selanjutnya merayakan ulang tahun Rose. Semua anak-anak senang dan bahagia menyanyi bersama, mereka juga mendapatkan bingkisan.


Bersamaan dengan perayaan ulang tahun Rose ada seorang ibu dari salah satu murid di sekolah itu sedang meneteskan air mata. Dia teringat putri yang 5 tahun lalu dibuangnya. Seandainya masih bersama pasti dia merayakan ulang tahun putri yang dirindukan itu.


Iya dia adalah Natalia ibu kandung dari Rose. Namun Nate tidak mengetahui siapa Rose sekarang.


Acarapun berakhir Adrian sudah menunggu di dalam mobil sedangkan Hana masih menemani Rose yang sedang disalami teman-temannya.


Nate menghampiri Rose menemani Mike anaknya untuk bersalaman


“Halo Rose selamat ulang tahun yah sayang, cantik sekali kamu” sapa Nate sambil menghadiahi ciuman di pipi kiri dan kanan Rose.


Deg .. seketika Nate merasakan suatu rasa yang hangat sewaktu mengecup pipi anak perempuan itu. Dia menatap Rose dengan tersenyum seolah-olah merasakan ada kedekatan dengan anak perempuan itu.


“Terima kasih Aunty” Jawab Rose sambil tersenyum malu. “Ini Mike anak aunty akan jadi teman satu sekolahmu.


“Hi Rose,, selamat ulang tahun” ucap Mike kepada Ros.


“Namaku Mike”


“Terima kasih Mike” balas Rose senang


“aku murid baru, aku juga baru ulang tahun ke 5 kemarin ? ” tambah Mike sambil menunjukkan ke lima jari tangan kanannya.


“kamu ulang tahun juga ? Selamat ulang tahun” balas Rose lagi


“Bolehkah kita menjadi teman ?” tawar Mike sambil senyum genit ala anak-anak kepada Rose.


“oke,, kita teman” memberikan tanda khas nya membulatkan jari telunjuk dan jempol.


Namun Mike menambahi untuk tanda perteman mereka


“Berikan jari kelingkingmu lakukan begini” Mike menyuruh Rose kemudian dia mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking Rose


“kita teman” kata Mike.


“ya kita teman” balas Rose kembali keduanya sambil tertawa memulai pertemanan mereka


Sementara Nate dan Hana ..


“Permisi Ms Lewis” Sapa Nate kepada Hana


“Namaku Natalia Johnson panggil saja Nate aku ibu Mike” menghampiri Hana sambil jabat tangan tersenyum.


“Hana ibu nya Rose” Jawab Hana kembali senyum

__ADS_1


“Putrimu sangat cantik dia bersinar” puji nya


“Terima kasih” Jawab Hana


“Aku punya seorang putri seumuran dengan putrimu. Seandainya dia masih ada pasti sama-sama merayakan ulang tahun.” Nate


“Ahh Iya,, dimana sekarang putri mu” selidik Hana


Nate memalingkan mukanya menahan air mata yang hendak tumpah.


Hana melihat ekspresi kesedihan diwajah Nate akhirnya dia tidak menanyakan lagi


“maaf” kata Hana


“ahh tidak apa-apa “ secepatnya merubah wajah sendu nya menjadi senyum tipis.


“Sampai ketemu lagi Ms Lewis” pamitnya hendak memanggil putranya yang masih asik membual bersama Rose.


Hana pun menganggukkan kepalanya pelan tapi ..


“tunggu” katanya menahan Nate


“Bila kau tak keberatan kita juga bisa menjadi teman seperti mereka” tunjuk Hana pada kedua anak-anak itu.


Pandangan mereka beralih kepada putra dan putrinya kembali mereka saling menatap kemudian tercetus tawa pelan diantara kedua ibu itu.


Akhirnya mereka pun pulang.


Dirumah ...


Surprise kata mereka serempak ... menyambut kedatangan Rose dan kedua orang tua nya yang sudah mengetahui kejutan buat Rose.


“Happy birthday Rose” semua nya memberi ucapan dan pelukan. Rose berlarian kesana kemari saking senangnya. Dia merasa bahagia berada dikeluarga Lewis tapi dia belum mengetahui hal sebenarnya bahwa dia bukan anak kandung keluarga Lewis.


Merekapun makan bersama sekeluarga.


***


Beberapa tahun kemudian


“Happy birthday 20 tahun sayangku” peluk dan cium dari granddad grandmom daddy mommy Richard dan Lily. Para maid juga ikut sibuk melayani di acara kejutan ulang tahun Rose.


Keluarga mereka berkumpul semua termasuk keluarga dari Hana yang datang dari negara W yang sangat jauh, sesekali mereka mengunjungi untuk melihat cucu-cucu nya.


Rose terharu akan ucapan dari keluarganya, mereka memberikan kejutan di tengah malam meski dalam keadaan mata masih mengantuk benar-benar kejutan yang didapatnya. Acara itu diadakan di taman belakang dekat kolam renang.


Beberapa menit sebelum itu ..


“ Bangun tukang tidur !”


Richard kakak nya yang usil membangunkan Rose ditengah malam sebelum pukul 00.00.


Berbagai cara dilakukannya termasuk hendak mengajak duel beladiri yang biasanya Rose tertarik untuk menerima tantangan namun kali ini tidak karena terkalahkan dengan rasa lelahnya akibat aktifitas yang diikutinya.


Karena Rose tidak mau bangkit juga akibatnya Richard memercikkan banyak air di mukanya. Rose pun membuka mata namun masih ngedip-ngedip ngantuk.


Richard tak habis akal dia menggendongnya di punggung mengalungkan tangan Ros di lehernya kedua tangannya memegang siku kedua kaki adiknya sambil berjalan membungkuk agar adiknya itu tidak jatuh kebelakang.


“susah banged nih anak buah di bangunin” gerutu Richard sambil geleng kepala.


Setiba di lokasi menunggu pergantian tanggal Richard menurunkan adiknya dan membantunya berdiri dengan posisi masih ngantuk Lily kakaknya juga membantu disebelah satunya agar Rose tidak limbung badannya.


Mereka hitung mundur siap – siap menyalakan particon dan lampu-lampuan.

__ADS_1


“Hitung mundur sama-sama” teriak daddy nya. Sedang Rose masih belum sadar dari ngantuknya tiba -tiba


“ 3 2 1 ..... jeduaarr jeduaarr ... “ Rose terbangun saking kagetnya hampir menangis namun segera terhibur karena sekeluarga menyanyikan lagu ulang tahun untuknya, tangisnya berubah jadi tangis haru.


Memang dia tidak tahu sebenarnya kejadian ini. Dia mengira kakaknya saja yang suka usil memindahkan dia seenaknya entah kemana.


Dia bahkan tidak tahu semua keluarga sudah kumpul sebelumnya situasi nya senyap berubah jadi rame.


***


“huuh .. kakak kau jahat” Teriak Rose dendam pada Richard sambil dia mencubit punggungnya.


“Aduh !! sakit lho “ ringis Richard sambil berlari meninggalkan Rose seraya mengejeknya. Mereka kejar-kejaran seperti anak kecil, daddy dan mommy nya geleng-geleng kepala apalagi para grandad dan grandmom semakin tertawa menyaksikan pertunjukan itu, menjadi hiburan di masa tua mereka itu yang dirasakan.


Lily yang lagi menyantap makanan sambil berdiri dikelilingi mereka, dia tersedak.


“Kak Lily tolong aku “ Rose minta pembelaan.


“Akurlah akurlah ,, dari pada bertingkah begini mendingan makan sana” tunjuknya pada meja yang sudah tersedia makanan ..


“Kalian itu kakak dan adik ku yang kusayang tolong yah berhenti berantam” kesal Lily sambil pergi ke meja makan hendak mengambil minuman.


“Tuhkan dengar gak boleh gitu seorang princes nanti gak cantik lagi” cibir Richard mendekat merangkul Rose dipundak menuju meja makan. “Kita makan yuk”


Mereka bertiga walaupun berselisih namun ujung-ujungnya tetap juga kembali baikan.


“Kau lihat anak-anak kita meskipun sudah dewasa sudah bisa nikah” bangga Adrian pada istrinya.


“Iya Pah waktu cepat sekali berlalu” “Kau lihat anak-anak kita tumbuh bersinar, tampan dan cantik” Hana sambil senyum memandang ke arah ketiga anak-anaknya.


“Bagaimana nanti kalau mereka semua sudah berumah tangga sayang.” Adrian


“Barangkali mereka satu sama lain akan kangen atau sebaliknya” Hana penasaran


“hmm mereka juga akan meninggalkan kita berdua pada akhirnya” Kata Adrian ngasal. Kemudian Adrian dan Hana saling tatap tidak percaya secepat ini.


“Aku harus mengatakan pada Richard ingin menimang cucu secepatnya” Ngaco Hana lagi


“Bila sudah ada calon nya, bagaimana bila belum” Jawab Adrian.


“Kalau begitu mari kita mulai menanyakannya” tercetuslah ide Hana yang di sepakati Adrian.


Kedua orang tua itu sedang kilas balik sudah melihat tumbuh dewasa ketiga anaknya.


“Sayang menurutmu bagaimana dengan Rose ?” Hana kembali bertanya


“Maksudnya masa lalunya kah” Adrian menimpali


Hana mengangguk.


“Kita harus segera memberitahukan secepatnya, daripada dia yang salah paham dengan kita suatu saat nanti.” Adrian.


“Tapi aku .. aku .. berat hendak memberitahukannya sayang, tidak tahu harus mulai dari mana”


“Dia anakku. Aku tak ingin kehilangannya” kata Hana mulai sedih.


“Sayang aku akan mendampingi, kita akan mengatakannya bersama-sama tunggu waktu yang tepat” Adrian memeluk istrinya, iya dia tidak ingin mengeluarkan keputusannya terburu-buru.


Hi semuanya ..


Mohon dukungan like komen dan ❤ nya juga yah, karena ini karya pertamaku.


Terima kasih semuanya

__ADS_1


Happy reading 💙💙💙


__ADS_2