
Perasaan berkecamuk dirasakan oleh keduanya yang kini berbeda kamar, tetap tidak bisa tidur.
Mike menjambak rambutnya gusar “Seharusnya aku tidak melakukan hal itu“ kesalnya dalam frustasi. “Dia pasti benar-benar membenciku, apa yang sudah aku lakukan ? “
“Arrrgghhhh.. !!” teriaknya didalam kamar itu.
Rose mendengar suara teriakan, itu teriakan Mike. Sedikit terkejut dia bangkit dan duduk diatas tempat tidurnya.
“Ada apa dengan dia ? Apa sesuatu terjadi dengannya” Rose cemas pikirannya mengingat kejadian peneror tadi. Rose mulai takut dan tiba-tiba lampu apartemen padam.
“Hah ..” semakin paniklah dirinya dalam kegelapan.
Seisi ruangan itu gelap pikiran dan perasaannya dilanda rasa cemas dan takut kembali. Khawatir bila peneror itu telah mencelakai Mike. Dia berinisiatif menyembunyikan dirinya kembali ditempat persembunyian rahasianya dimana Mike menemukan dia tadi. Rose pun berjalan meraba-raba di dalam gelap sesekali dia terhantuk namun tidak memusingkan kesakitannya yang dia pikirkan menyelamatkan dirinya.
Lagi fokus berjalan tiba-tiba badannya menabrak seseorang, Rose terjatuh dan menutup mulutnya berusaha menahan untuk tidak teriak. Siapakah yang menabrakku ? pikirnya berakhirlah hidupku. Kecemasan yang melandanya membuat dia kalang kabut, Rose mengira sudah terjadi sesuatu kepada Mike dan mengira yang menabraknya sekarang pria peneror.
Dengan posisi terduduk dia meraba-raba dibelakangnya bergerak mundur ketakutan sambil menahan tangis. Berusaha menghindar dari orang yang ditabraknya tiba-tiba tangannya dicekal, terkejut dan teriaklah dia dengan sekuat tenaga meminta tolong
“Mike ,,,,,,,,” hiks hiks
“Mike tolong aku”
“Rose tenanglah ini aku Mike, kamu aman,, tenanglah” sambil memeluknya agar gadis itu tidak berlari sembarangan lagi yang bisa membuatnya celaka menabrak benda keras disekeliling.
“Apakah kamu yang memegangku” isaknya di dalam gelap
“Iya tenanglah” Mike mendekatkan bibirnya ketelinga Rose dan mengecup keningnya untuk memastikan bahwa itu benar dirinya.
“Aku takut,,”
“sstt.. tenanglah ” Mike meraih membawa Rose kembali ke ranjangnya akhirnya mereka berdua pun kembali tidur dengan posisi Mike memeluk Rose posesif mencium keningnya “Mimpi yang indah”
Suasana kamar itu dengan lampu temaram, Mike mengambil HP nya dan mengabari kepada pengawal untuk tetap berjaga-jaga di sekeliling.
Pagi pun menyapa Mike terbangun jam 6.30 dia melihat gadis yang masih dalam pelukannya masih terlelap tidur. Tidak ingin membangunkannya Mike memandangi sepuasnya wajah gadis manis sambil tersenyum.
“Sudah banyak kamu menderita, masa kecil baru saja terungkap dan kini kamu mengalami penderitaan lagi karena aku, aku akan melindungimu dengan nyawaku sayang gumam Mike dalam hati. Tanganya terangkat menyentuh pipi gadis itu dan mengelusnya.
Cup
Dengan posisi tidur menyamping Mike tetap memperhatikan Rose yang tertidur pulas sambil tersenyum senyum sendiri “imutnya gadisku, calon isteriku, calon ibu dari anak-anak ku kelak, aku mencintaimu sayang” gumamnya pelan.
__ADS_1
Seketika Rose menggeliatkan badannya tak sengaja tangannya merentang kesamping mengenai kepala Mike. “Aduh sayang kok di toel sih kepalaku.. gemasnya..” kata Mike sambil ketawa kecil melihat tingkah Rose pagi itu masih dengan mata yang tertutup.
Mike mengambil Hpnya memeriksa email kerja yang masuk kemudian menelpon ke asisten pagi ini dia akan ke kampus dulu siangan baru ke perusahaan, untuk meeting dengan klien tunda ke siang.
Mike menyadari pergerakan kecil Rose perhatiannya berpindah melihat kekasihnya yang tidur ayam. Ketawa nya tertahan “tidur aja lucu mengira sudah bangun tapi matanya masih berat untuk membuka kedip-kedip gemas gitu” katanya. Mike menciumi keseluruhan wajahnya berulang-ulang menggodanya hingga gadis itu membuka mata. Sudah membuka mata aja namun nyawa belum terkumpul, seperti merasa berada ditempat asing.
“Pagi sayang” sapa Mike sambil membelai rambutnya dan mengecup lagi kening gadis itu.
“Berhenti menciumku Mike ! Seluruh wajahku sudah basah karena kecupanmu” tak menduga Rose berkomentar membuat rasa geli dihati Mike.
“Kalau begitu gantian dong basahin wajahku dengan kecupanmu” pinta Mike yang membuat wajah pagi Rose sedikit merona.
Mike menyodorkan wajahnya sambil menunjuk “ayo dong”
Akhirnya Rose melakukan hal yang sama terakhir Mike meminta kecup di bibir.
Cup
“Pagi juga sayang”
“Kita seperti sudah menikah saja yah? Aku tidak sabar jadi ingin segera menikah dengan mu.” Mike memeluk Rose.
“Mike aku harus bersiap-siap untuk ke kampus” Rose beralih topik.
“Tidak ! Aku akan memasak buat sarapan kamu mandilah lebih dulu”
“Perfect ,, “
“Kenapa Mike”
“Perfect kita seperti pasangan suami isteri yang sudah menikah”
Rose merona sambil berlalu cepat dari kamar menuju ke dapur. Pergerakan yang cepat akhirnya sarapan sudah terhidang diatas meja. Rose pun kembali ke kamar hendak mandi. Mike yang sudah selesai menunggu Rose dibawah sambil menonton TV. Rose pun selesai mereka sarapan bersama.
“Apa kamu ada mengajar di kampung pinggiran hari ini?”
“Tidak ada”
“Good.. nanti sepulang kampus tunggu aku jemput yah, jangan pergi kemana-mana untuk saat ini. Aku hendak mengajak kamu ke perusahaanku ada kerjaan sedikit setelah itu aku akan membawamu kesuatu tempat”
“Iya Mike”
__ADS_1
“Yang mesra dikit napa sih panggilnya” Rose mencibir dibalas senyuman dari Mike.
“unchh tampan” kata Rose setelah melihat Mike tersenyum beralih ke sarapannya.
“Pacarmu ini memang tampan, kenapa baru sadar sih sayang”
“mana bayarannya” Rose menengadahkan tangannya kepada Mike
“Bayar denga ini yah” Mike menunjuk bibirnya
“Ihh mesum”
“Biar mesum kan kamu suka, buat persiapan rumah tangga kita nanti lho sayang”
Akhirnya keduanya tertawa di suasana sarapan pagi itu. Setelahnya mereka pun berangkat ke kampus masing-masing. Seperti biasa Mike mengantar Rose ke kampusnya terlebih dulu.
Dering HP Mike berbunyi berasal dari orang suruhannya “Bos kami mencurigai sesuatu ada penguntit tak jauh dari anda sedang mengikuti.” Mike melihat dari kaca spionnya, seketika Rose menangkap situasi itu dari sikap Mike.
“Baik kalian bereskan” titah Mike pada pengawalnya.
“Ada apa ?”
“Kita diikuti, jadi mulai sekarang harus lebih waspada, aku sudah mengutus beberapa pengawal untuk menjagaimu dikampus. Kamu harus tetap tenang. Tunggu aku datang, perhatikan dengan siapa kamu bergaul.” Peringat Mike yang diangguki Rose.
Sesampainya di gerbang kampus Rose pun pamit, Mike menunggu hingga Rose memasuki kelasnya baru dia pergi menuju kampusnya.
Di kampus Mike
“Hi bro,,” sapa Mike kepada sahabatnya Dino yang bertemu di parkiran kampus.
“Sepertinya keadaanmu lebih membaik dari beberapa hari sebelumnya. Apakah karena dia ?”
Mike menanggapi dengan senyuman menyetujui pendapat Dino sambil membalas salaman ala-ala mereka.
“Semalam dia diteror di apartemennya, hampir saja itu terjadi. Kecurigaanmu benar,, Bisakah kau membantuku ?“ Mike meminta bantuan Dino untuk menyelidiki Silly dan sahabatnya itupun menyetujui.
“Aku harus mengumpulkan bukti untuk membongkar kejahatannya.” Tekad Mike
Tak jauh dari mereka Silly menyapa keduanya dan tetap ditanggapi seperti biasa oleh mereka tidak ingin menimbulkan kecurigaan selama penyelidikan mereka. Sebenarnya Mike jengah akan sikap Silly demi sukses misi mereka, dia berbaik hati kepada Silly.
***Jangan lupa vote like komentar nya yah
__ADS_1
Happy Reading*** 💙💙💙