PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 23 - TIDAK INGIN KETEMU


__ADS_3

“Seharusnya aku tidak menghadiri acara seperti ini. Seharusnya aku menolak ajakannya tadi siang. Seharusnya ak... “ Rose berbicara sendiri di pinggiran jalan seketika perkataannya terputus


Mike datang tiba-tiba dengan rasa bersalah, secepatnya dia meraih tubuh Rose membawanya dalam pelukan erat pada dadanya yang bidang itu berusaha untuk menghentikan rasa kesal gadisnya itu sekaligus menenangkan dirinya yang gundah gulana.


Inilah salah satu hal yang paling tidak disukai Rose mengikuti acara seperti ini, karena yang hanya dia temukan kesenjangan sosial, nyinyir dan cibir semua ada didalam itu. Apalagi Rose yang berasal dari keluarga kaya namun dia hanya bergaya sederhana saja sama seperti Hana ibunya.


“Maaf “ hanya itu kata yang keluar dari mulut Mike. Lama mereka berpelukan hingga akhirnya Mike melonggarkan pelukan mereka.


“Seharusnya aku tidak menjawab teleponmu” Rose masih melanjutkan kata-kata kesalnya yang tadi sempat terputus, kembali Mike memeluk nya demi untuk menghentikan kata-kata kesalnya semata.


Tak lama “Kita pulang yah, kamu pasti sudah lelah” Mike pun melajukan mobilnya. Hanya kebisuan situasi yang terjadi sepanjang perjalanan mereka pulang.


Sesekali Mike melirik Rose namun pandangannya mengarah ke jendela samping. Mobil pun tiba, Mike yang berusaha berlari hendak membukakan pintu, keburu Rose telah membuka duluan sambil berlalu dari situ hendak memasuki rumah.


“Rose .. “ panggil Mike


“Pulanglah aku lelah”


Mike hanya mematung di depan mobilnya dengan tatapan memelas sambil memandangi Rose hingga memasuki rumahnya berharap Rose akan melihat kepadanya, namun tidak ada yang terjadi.


Mike masuk ke mobil merasa frustasi menjambak rambutnya sambil menghantam setir yang didepannya. Sesekali dia memandang ke arah rumah akhirnya ia pun berlalu dari situ.


“Dino, ayo ketemuan di cafe tempat biasa” Mike menelpon sahabatnya. Keduanya bertemu sambil meneguk wine yang di gelas mereka


“Sorry”


Dino meneguk wine dan fokusnya hanya pada gelasnya sambil geleng kepala tersenyum pahit.


“Dia sangat cantik dan manis” itulah responnya yang seketika mengakibatkan sorot mata tajam Mike mengarah padanya.


“Kau menyukainya ?” serang Mike dengan kata-kata


“Aku tidak mengambil pacar teman” kemudian Dino meneguk wine kembali sambil berpikir apa yang hendak dikatakannya.


“Perhatikan dan lindungi gadismu !!” itu saja peringatan dari Dino yang membuat Mike seketika memandang Dino dengan sorot mata menyelidik.

__ADS_1


Rose sedang berbaring di ranjangnya setelah ia mandi, seketika teringat kejadian tadi yang membuat moodnya memburuk dan kini dia mengambil HP nya dan melihat ada pesan yang masuk dari Mike.


Pesan 1: “Kamu sudah tidur ?” (read dan di abaikan)


Mike yang sudah di rumah dan lagi duduk di sofa kamarnya masih menatap HP nya, pesan yang dibaca Rose tidak dibalas membuat ia mengirimkan lagi pesan kedua kalinya.


Pesan 2: “Kamu masih marah ?” (read)


Pesan 3: “Besok aku antar yah “ (read)


Pesan 4: Mike mengirim emoticon ‘maaf’ (tidak dibaca apalagi dibalas) Karena Rose sudah masuk dalam mimpi yang damai. HP nya tergeletak begitu saja disampingnya.


Pesan 5: “Mimpi yang indah”


Pesan 6: Love Mike


Mike tetap menanti balasan pesan dari Rose namun tidak kunjung tiba, karena kelamaan menunggu dia meletakkan HP nya di atas ranjang langsung menuju kamar mandi. Guyuran air dari shower yang kencang seketika menenangkan kepalanya yang pusing dan mengurangi sedikit rasa lelahnya. Tubuhnya yang sixpack itu menampakkan otot-otot yang sempurna.


Mike yang selesai mandi mengenakan handuk yang melilit pinggangnya dan mengeringkan rambut yang basah dengan handuk yang lain. Mengenakan boxernya lalu segera berbaring di ranjang.


Mike menengadah ke langit-langit kamar seketika dia teringat akan perkataan Dino sahabatnya membuat Mike meraih HP nya dan menghubungi seseorang. Teringat dengan kejadian naas Rose beberapa waktu lalu kini dia mulai menempatkan bodyguard tanpa sepengetahuan Rose.


Pagi ini Rose bangun selesai mandi kemudian dia turun untuk sarapan. Di meja makan daddy mommy Richard dan Lily sudah duduk menikmati sarapannya.


Rose menghampiri mereka dan ikut sarapan dia mengambil duduk disebelah Richard.


Hana tiba-tiba teringat dengan rencana nya dengan Nate.


“Rose.. mama Nate berencana akan merayakan ulang tahun mu dengan Mike di kediaman mereka”


Rose yang mendapat kabar tiba-tiba langsung tersedak, Richard menyodorkan gelas berisi air minum kepada adiknya seraya menepuk-nepuk pelan pundaknya.


“Kamu kenapa lagi, bukannya ini berita bahagia merayakan ulang tahun bersama calon tunangan mu ?” Goda Richard lagi yang kemudian dihadiahi pelototan mata Rose.


“Mommy kenapa sih harus ngerayaain ulang tahun, tidak usahlah mommy” elak Rose namun Hana berusaha memberi pengertian kepada Rose.

__ADS_1


“Ini permintaan mama Nate, sayang. Dia ingin merayakan moment ulang tahun kamu yang pertama kali memasuki usiamu yang ke 21 tahun” mohon Hana dengan mata memelas.


Melihat ekspresi mommy Hana yang seperti itu membuat Rose tidak dapat menolak lagi. Nafsu makannya menjadi hilang kini dia hanya memainkan sendok sambil mengaduk-aduk pelan makanan yang di piringnya.


Richard memperhatikan tingkah Rose yang memain-mainkan makanannya. Dia merasa pasti terjadi sesuatu pikirnya dalam hati.


“Rose cepat habiskan sarapanmu kakak akan mengantar mu ke kampus” Niat kakaknya itu sekalian ingin menanyakan hal yang terjadi.


Mereka pun selesai sarapan dan masing-masing melanjutkan aktifitas rutinnya.


Richard menyalakan mobilnya sementara adiknya belum keluar dari rumah. Tak lama Rose pun muncul ketika hendak berjalan menuju mobil dia melihat diseberang jalan Mike sedang menunggunya tapi Rose berlaku seolah-olah tidak melihat keberadaan Mike. Mobil itu pun meluncur menuju ke kampus Rose.


Sebenarnya Richard menyadari itu namun dia lebih ingin mendengar penjelasan dari adiknya.


Lagi mengemudi Richard


“Apakah ada yang mau kamu ceritakan ?”


Rose yang sebenarnya lagi melamun buyar seketika, dia lagi melamunkan Mike.


“Tidak ada” jawabnya malas


“Trus apa yang membuat bad mood adik kesayanganku sejak sarapan tadi”


“Gawat kakak menyadarinya” gumam Rose dalam hati. Maka mengalirlah cerita itu langsung dari mulut Rose. Richard hanya mencoba berlaku lebih bijaksana dan menasihati adiknya.


Sementara di sisi yang satunya Mike berbalik menuju ke kampusnya dengan tampang kusut, di pagi hari yang tidak bersemangat. Dia memarkirkan mobilnya kemudian menyandarkan dirinya di bangku kemudi sambil mengusap-usap wajahnya seraya berpikir. Kembali dia melihat Hpnya, pesannya yang terakhir saja belum dibaca Rose.


Mike meninggalkan parkiran dan segera mengikuti mata kuliahnya yang sekarang mulai sibuk-sibuknya. Dia tetap fokus untuk menyelesaikan kuliahnya begitu juga dengan perusahaan yang dia pegang, dia berusaha lebih bertanggung jawab dari sebelumnya. Demikian juga Rose mulai sibuk-sibuknya.


Sorenya sepulang Mike dari perusahaan Nate menyampaikan kabar baik “Mike, ulang tahun mu tinggal 3 hari lagi disusul ulang tahun Rose 2 hari kemudian. Mama mau merayakan ulang tahunmu bersamaan dengan ulang tahun Rose daann .. (kata mamanya lagi) sekalian pertunangan kalian dua.


Sontak mata Mike melotot mau keluar mendengar penuturan dari ibunya.


“Mama kenapa mendadak begini sih aku dan Rose lagi ... “ Mike keceplosan mengatakan antara dia dan Rose yang mengakibatkan Nate menyadari sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2