
Tiba – tiba ... dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya beberapa meter dari taxi mereka.
“Pak berhenti di sini saja” pinta Nate kepada supir taxi tersebut. “ pintanya pada supir taxi online tersebut.
Nate sengaja tidak menyuruh supir taxi menunggu karena dia takut perbuatan nya akan di selidiki suatu saat oleh suminya.
Dia memandang ke sekeliling setelah kepergian taxi tersebut dia berjalan menuju kesebuah taman yang menarik perhatiannya.
Sambil menggendong bayi nya dia menikmati waktu dengan bayi itu sebelum meninggalkan disebuah tempat yang aman. Duduk disebuah bangku taman dia menyusukan bayi nya sebentar.
Kembali dia memandangi wajah mungil yang asik menikmati ASI menyesapnya dengan rakus seolah tahu bahwa terakhir kali dia akan menikmati ASI ibu nya hanya hari ini. Sesekali bayi itu memandang ibu nya sangat lekat kembali menyusu.
Air mata Nate kembali menetes melihat pemandangan yang menyentuh hati itu sambil mengelus lembut wajah bayi nya.
“Sayang mama tidak ingin berpisah dari mu, kau bayiku manis” hiks hiks Nate menyeka air mata nya. Karena bayi itu memperhatikan ibu nya. Andaikan bisa berbicara dia hendak menghibur mengatakan (mama jangan menangis ... )
“Sayang ,, kita bermain di sini sebentar yah” Nate. Mereka berjalan – jalan di taman itu.
Hingga akhirnya dari kejauhan melihat sebuah Villa yang sangat asri karena di dukung oleh pagi hari yang indah berjalan mendekati tempat tersebut. Sebuah taman yang luas dengan berbagai bunga. Suasana masih sepi dari kejauhan dia melihat hanya ada beberapa tukang kebun yang sedang menyiram tanaman. Berjalan perlahan menghampiri kebun rose itu.
Nate menciumi bayi perempuan tersebut dan memberikan kalung pada bayi perempuan nya inisial R sebagai tanda peninggalannya menyelipkan sebuah pesan pada bayi itu. Sambil berdoa Kepada Tuhan supaya melindungi bayi nya. Ciuman terakhir pada bayi itu pun dia labuhkan.
“Selamat tinggal bayi ku sayang ,, hiks hiks “ Nate pun pergi meninggalkan bayinya yang tidak menangis sedikitpun. Sepertinya anak itu pasrah menerima kenyataan pahit hidupnya.
Diperjalanan pulang dia menangis terus di dalam taxi yang ditumpangi nya. Sebenarnya Nate ingin menitipkan bayi nya ke panti asuhan. Dia mengurungkan niatnya karena hatinya tidak tergerak kesana, berharap keluarga yang tinggal di Villa tersebut akan menemukannya. Semoga ada keajaiban.
***
Adrian dan Hana melihat bayi perempuan yang ditemukan tukang kebun ke taman bunga rose. Merasa kasihan Adrian memeriksa bayi itu sebentar dan memerintahkan tukang kebun nya untuk memeriksa kesekeliling barangkali masih menemukan ibu dari bayi tersebut.
Nihil tidak ada siapa – siapa.
“Sayang apakah kita harus memeliharanya” pinta Hana pada suaminya
“Jangan mengambil keputusan terlalu cepat siapa tahu orang tuanya akan datang kembali untuk menjemputnya” Adrian
“Dia sangat cantik dan terawat sepertinya orangtua nya merawat dia dan bayi ini kelihatannya masih baru lahir beberapa hari” Hana.
Hana menemukan kalung berinisial “R” dan ada pesan disebuah kertas bersamaan dengan data kelahiran bayi tersebut.
“Siapapun yang menemukan bayi perempuanku aku mohon rawatlah dia dengan baik” isi pesan Nate.
Adrian dan Hana saling pandang “ ... “
Masih belum buat keputusan akan hal tersebut
Di Villa
Hana angkat bicara “sayang ,, aku rasa aku ingin membesarkan bayi ini bersama kedua anak kita” sambil tersenyum berharap kepada suaminya.
“Bukankah kamu cukup kaya untuk memelihara 3 orang anak yang tampan dan cantik ini” rayu nya sambil menggendong bayi itu
“Tapi . . . ” Adrian
__ADS_1
“anak ini sangat cantik sekali sayang, dia sudah menarik perhatianku” Hana
Mendengar kata isterinya bertubi – tubi adrian berhenti sejenak hendak menjelaskan pelan-pelan.
“Bukan begitu sayangku,, kita punya anak – anak masih kecil, masih butuh perhatian dan kasih sayang kita”
“Anak – anak akan cemburu nanti lihat mommy nya lebih perhatikan bayi ini” Adrian.
Hana tetap saja tersenyum dengar jawaban suami nya
“sepertinya aku mencium bau – bau yang lain” “ hmmm “ sindir Hana sambil memeluk punggung dan melingkarkan tangan di perut suaminya. Adrian semakin terpojok tidak ada jawaban untuk Hana
“Kau suami ku yang tampan dan terbaik sepanjang masa, aku kan selalu ada untuk mu sayang” Hana mencium punggung suaminya
“Aku takkan melalaikan keluarga kecil kita ini”
“Apakah kau lupa aku kan supermom” Hana tertawa dan suaminya juga ikut tertawa.
“Baiklah ,, baiklah “ Adrian membalikkan tubuhnya menghadap Hana kembali memeluk
“Kau bau,, tapi boong” “Mandi bareng yuk” Adrian mencium isterinya.
Tiba – tiba
“Daddy .. Mommy” teriak keduanya mengejutkan sepasang orang yang sedang mesra – mesraan itu. Anak-anak baru selesai mandi dan sudah sarapan hendak menemui orang tuanya.
Pandangan Richard tertuju pada box bayi yang ada penghuni nya
“Mommy kenapa tiba – tiba ada adek kecil ? ” Richard menghampiri
“Apakah dia adek perempuan? “ seru Richard dan di angguk oleh Hana
“Iya ,, kenapa kalau adek perempuan ? “ Hana menunggu respon kedua anak nya.
“aku senang punya adek perempuan” Richard
“aku juga mommy senang punya adek perempuan biar ada teman ku main boneka” semangat Lily
“tidak !! Dia akan aku ajarkan beladiri kelak” tegas Richard yang membuat kedua orang tuanya terheran – heran dengan kelakuan anak mereka
“Sejauh itukah rencananya” bisik Adrian pada istrinya
“Hmm calon penerus daddy nya, pemikir hebat“ Bangga Adrian
Kedua anak nya senang dengan kehadiaran baby R itu. Melihat hal itu pun akhirnya Adrian sepakat keluarga mereka akan mengadopsi baby R itu.
“Apakah kau punya nama untuk baby R ini, sayang ? “
“Aku rasa kau yang lebih tepat memberikan nama untuk baby R “ Hana
“Bagaiman dengan Rose ,, iyah ,, ROSE MARIANNE LEWIS” Adrian menggendong baby R yang sedang memandangi nya sambil menyebutkan sekali lagi nama anak itu sambil menatap baby R.
“Hello baby Rose Marianne Lewis ,, welcome to your new family” Adrian
__ADS_1
Bayi Rose seketika tersenyum menyambut salam dari ayah angkat nya itu.
Mereka ber empat senang dengan kehadiran bayi Rose dan bersenda gurau bersama di kasur di kamar Adrian dan Hana.
Bertambahlah kebahagiaan mereka sejak kehadiran bayi itu.
Richard cium cium adek baru nya itu saking gemas, kakaknya bernyanyi sambil tepuk tangan diikuti juga oleh lily bahagia dan baby R juga ngoceh mengikuti nyanyian kakak nya dengan bahasa sendiri.
Hana yang melihatnya saja gemas dengan kelakuan tiga anak nya yang cerdik dan pintar semua.
Hana bersama dengan maid nya bergantian untuk menjaga dan merawat nya. Terkadang juga baby Rose bermain dengan Adrian dan Hana bermain dengan kedua anak kandungnya. Keluarga itu penuh kasih dan hangat. Beruntung baby Rose yang semula di buang oleh keluarga kandungnya kini hadir ditengah keluarga angkat nan kaya dan hangat pula. Takdir membawanya dengan nasib yang bagus.
Besoknya
Dering HP Adrian berbunyi “ iya Mom “
“Hari ini jam berapa kalian pulang ? Mommy sudah kangen mau main sama kedua cucuku ? “ Nancy bersama Ryan (ayah Adrian suami Nancy) disebelahnya sambil ikut mendengar dari pengeras suara HP.
“Kami akan berangkat pulang sebentar lagi mom” Adrian
“Grandmom “ teriak kedua bocah itu bersamaan kangen juga dengan nenek nya
“Apakah di sana baik-baik saja ? Granddad bagaimana ?” Richard
“Kami baik-baik saja cucu granddad yang tampan dan cantik” Ryan
“Apa yang sedang kalian lakukan ?” Ryan kepada cucu nya
“Main – main sama baby R asik disini granddad ,,, aku sayang baby R kucium cium gemas” Richard
Mendengar celoteh cucunya menimbulkan pertanyaan dipikiran kakek dan nenek itu.
“Siapa baby R ?” kakek dan nenek
“adek baru ku grandmom ,, dia sangat cantik kalau ketemu nanti pasti kau suka dan sayang dia,, tidak boleh ada yang mengganggu nya apalagi berpisah dari nya.” Richard mulai posesif akan miliknya.
“Aku sayang Lily ,, aku juga sayang baby Rose “ Panjang lebar Richard menjelaskan.
“Benarkah ?” tanya si nenek semakin penasaran apalagi kakeknya
“Grandmom mau bicara dulu pada daddy mu yah ?” Nancy
“Okeh “ Richard sambil mempertemukan ujung telunjuk dan jempolnya membentuk tanda bulat meski pun si nenek tidak melihatnya.
“Mom “ Adrian
“Siapa itu baby R” Nancy
“Anak adopsi kami mom” Ardrian
“Baiklah aku tutup dulu ya mom telp nya, karena kami akan segera berangkat untuk pulang nanti aku jelaskan yang sebenarnya” Adrian
“Bye mom bye dad “ Adrian
__ADS_1
Kini Adrian dan Hana di bantu para maid membereskan beberapa pakaian dan keperluan mereka yang di bawa kemaren untuk segera kembali ke kota. Liburan akhir minggu mereka akan segera berakhir. Keperluan baby R juga sedang dipersiapkan maid.