
Mike dan Nate lagi berada di ruang keluarga sedang menonton TV karena hari ini dia mengunjungi mamanya karena mamanya yang memintanya untuk pulang. Belakangan ini Mike jarang tinggal dirumah besar, dia memilih tinggal di apartemennya.
“Mike, gimana kampus barumu apa kamu bisa menyesuaikan diri ?” tanya Nate pada anaknya yang di angguki dengan kepala Mike.
“Mama perhatikan kamu hari ini agak beda” Tanya Nate penasaran
“Apa yang membuatmu sedikit merasa senang” Nate membelai rambut anaknya yang tidur di pangkuannya.
Mike mencoba menyembunyikan rasa senangnya itu, namun sang ibu bisa menebaknya.
“Mike lagi dekat dengan seorang gadis ma satu kampus juga. Dia sangat cantik mama tahu ternyata dia teman sekolah waktu umur 5 tahun dulu ma. Mama ingat tidak yang merayakan ulang tahun itu. Namanya Rose cantik seperti bunga Rose” jelas Mike panjang lebar
Nate mencoba mengingat “ahh iya bener namanya Rose putri dari keluarga Lewis. Anak mama sedang jatuh cinta”
“Akhirnya anak mama sekarang mulai dewasa” goda Nate senang yang melihat anaknya sedang bahagia itu.
“Kapan kamu mau bawa gadis itu bertemu dengan mama”
“Bila saatnya tepat aku pasti mengenalkannya kepada mama”
Nate mengangguk senang menyetujui janji anaknya itu.
Tak lama kedengaranlah mobil berhenti di depan mansion itu. Mike melirik jam di dinding pukul 05.00 sore. Yakinlah dia bahwa sang ayah baru pulang kerja.
Dengan gaya arogannya berjalan sambil melonggarkan dasi Mark memasuki rumah menuju ke ruang tamu dimana isteri dan anaknya itu sedang berada.
“Dad” sapa Mike kepada ayahnya dengan wajah dingin. Mike mumpung kamu disini daddy mau tanya
“Bagaimana perkembangan hubungan mu dengan Silly” tanya Mark tiba-tiba. Seketika Mike langsung menatap Nate meminta pertolongan untuk menjelaskan.
“Sayang bisakah itu kau tanyakan kapan-kapan” sela Nate karena sudah mencium kan ada aroma pertengkaran akan terjadi.
Mark tidak mau beralih “Silly itu anak kerabat bisnis Papa,papa berharap kamu memiliki kedekatan dengannya dan bila kamu lulus kuliah nanti dia akan menjadi calon isterimu untuk meneruskan bisnis papa” Jelas Mark panjang lebar.
“Pa,, aku belum memikirkannya, lagian aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Silly, kami hanya teman itu saja”
“Lagian aku tidak berminat akan hal itu !” jawab Mike cuek pada papanya dengan tatapan dingin yang menjadikan suasana di ruangan itu menjadi suram.
__ADS_1
Mendengar jawaban anaknya Mark menggeram “ Kau !! Kapan kau akan menjadi dewasa !!” bentaknya lagi .
Mike membuang napasnya kasar “Dad .. aku masih dalam masa kuliah masih lama lagi untuk memikirkan hal itu” jelasnya tenang karena dia melihat mamanya sudah mulai sedih.
Mike tidak tahan bila melihat mamanya menangis, jarang sekali dia melihat mamanya itu bahagia. Pernikahan macam apa sebenarnya yang terjadi diantara papa dan mamanya itu. Itu jugalah yang membuat Mike berpikir untuk tidak mengikuti jejak pernikahan mereka.
Mike kesal lalu meninggalkan ruang keluarga dan kediaman Johnson dengan membanting pintu keras kembali pulang ke apartemennya. Pembantu yang ada diruangan itu pun sampai terkejut melihat kejadian itu.
Mark mulai menggeram “Kau lihat anak itu tidak berterima kasih sedikitpun. Apakah aku salah mengangkatnya sebagai anak !?”
Nate menghampiri suaminya “Sayang kau harus bersabar jangan sampai diketahui orang yang barusan kau katakan. Lagian Mike masih kuliah masih banyak yang harus di raihnya, kau jangan terlalu memaksanya dulu” Nate memohon kepada suaminya.
Mark kelepasan bicara dengan mengatakan Mike anak angkat. Padahal itu adalah rahasia mereka berdua, keluarga besar mereka tidak ada yang tahu bahkan Mike pun tidak tahu.
Mike masih kesal di mobilnya seraya memukul setir mobil itu, kembali dia merasakan beban berat dihidupnya. Mike meraih HP menelpon teman lamanya Dino untuk mengajak ke cafe menenangkan pikirannya sejenak. Mereka pun janjian di suatu cafe.
Mike yang dingin bila berhadapan dengan keluarganya hanya bisa diam di dalam hatinya dia ingin memberontak. Betapa tidak menyenangkan dalam hidup yang dijalaninya hingga saat ini. Papanya selalu berbuat semaunya terhadap hidupnya.
Begitu juga mamanya melihat kesedihan di mata ibunya namun sang ibu tidak menunjukkan kesedihannya itu dihadapan keluarganya. Baginya hanya menjaga nama baik sang suami dia rela berkorban apapun.
Itulah sebabnya Mike selalu bosan dengan hidupnya yang di kekang, monoton, bahkan gampang pindah sekolah bila dia inginkan. Dia lebih baik tinggal di apartemennya menghindar dari keluarganya terutama akan sikap papanya yang menjengkelkan itu.
Apartemennya sengaja dia pilihkan dekat dengan rumah keluarga Rose. Dia ingin melancarkan tujuannya juga.
Doni datang menghampiri Mike
“Kau.. apalagi masalahmu hingga kau mulai mabuk parah”
Mike melihat temannya itu sudah datang dengan pandangan yang mulai mengabur
“ayo kita minum sepuaaasnyaaa “ racau Mike sudah sedikit mabuk seraya mengangkat botol wine yang diteguknya.
“Keluarga “ tebak Dino sambil duduk disebelah Mike ikut meneguk wine
Keduanya sudah mabuk, Dino masih sedikit sadar dia menelpon supir menjemput mereka dan Mike duluan ke apartemennya.
Tiba di dalam apartemen Dino membawa Mike berbaring di kasurnya sambil menoel pipi teman nya itu “dasar bodoh”
__ADS_1
Mike mengigau tak jelas “Rose kamu dimana ?” hal itu didengar oleh Doni
“mungkin dia bermimpi tapi siapa Rose ?” Dino bertanya dalam hati. Ahh sudahlah pikirnya orang mabuk selalu aneh-aneh apa yang dikatakan.
Pagi itu Mike melihat Rose sudah di Kampus sedang bercengkrama dengan teman-temannya, sebelumnya dia menyempatkan diri ke rumah Rose untuk mengajaknya berangkat bersama ke kampus.
Mommy Rose yang menyambut dan menginformasikan bahwa Rose sudah berangkat duluan diantar Richard.
Melihat Rose tersenyum sudah membuat Mike tenang kembali. Beberapa hari ini dia tinggal di apartemennya gusar hatinya mengingat kembali perkataan papanya itu. Tidak dapat berpikir dengan tenang itulah yang kembali dirasakannya saat ini.
Mike melihat Rose sedang menuju ke toilet, dia mengikuti Rose menuju kesana. Suasana di situ sudah sepi para mahasiswa sedang mengikuti mata kuliah mereka masing-masing.
Mike menunggu Rose keluar dari toilet, begitu Rose keluar dari toilet dengan cepat Mike menarik tangan gadis itu membawanya ke tempat yang jauh dari jangkauan orang-orang lalu segera memeluk Rose erat memejamkan matanya menumpahkan rasa gelisah dihatinya. Seketika aroma dari tubuh Rose yang dirasa Mike sangat membuatnya nyaman. Hal yang belum pernah dirasakan olehnya sebelumnya.
Rose yang masih syok dengan kejadian itu berusaha berontak dari pelukan Mike. Namun Mike semakin erat memeluknya meletakkan kepalanya di ceruk leher Rose “biarkan aku memelukmu sebentar saja. Aku mohon” nada suara Mike terdengar lirih di telinga Rose.
Rose terdiam akhirnya dia memberanikan membalas pelukan itu dengan tangannya mengelus pelan punggung Mike seraya berpikir “apakah sesuatu terjadi padanya? Kenapa dia kelihatan tidak berdaya ?” Mike pun semakin mengeratkan pelukannya pada Rose.
Kebisuan pun tercipta diantara mereka pelukan Mike tak kunjung lepas.
“Mike” panggil Rose mulai melonggarkan pelukannya.
“Mike apakah kamu sudah baikan” Kata nya kepada Mike menghibur.
Mike pun melonggarkan pelukannya dari Rose, tatapan mereka bertemu “Terima kasih sudah memberi pelukan”
“Hei teman palsuku tidak maukah kau berbagi cerita denganku” tawar Rose sambil mencairkan suasana sambil tersenyum kepada Mike.
“Kita sudah terlambat.. baiklah kita kembalilah ke kelas.” Kata Rose
“Kita hari ini tidak usah kuliah, bagaimana kalau kita kesuatu tempat, Please ” mohon Mike kepada Rose. Akhirnya Rose menyetujui permintaan Mike karena dia pun ingin menghibur Mike.
Mereka pergi meninggalkan kampus karena mereka sudah sangat terlambat. Lagian mood untuk belajar rasanya sudah berlalu. Mereka berjalan sangat jauh menuju ke sebuah pantai.
Hi semuanya ..
Mohon dukungan like komen masukan vote dan ❤ nya juga yah, karena ini karya pertamaku.
__ADS_1
Terima kasih semuanya
Happy reading 💙💙💙