
Pagi itu seperti biasa Rose bangun tidur dengan perutnya yang rasa lapar, selesai berkumur dia langsung turun kebawah untuk sarapan tanpa mandi terlebih dahulu. Dia menuruni anak tangga sambil melihat kakak dan kedua orang tuanya yang sudah ada di meja makan bersarapan.
“Pagi Dad, Mom, Bro” sapanya dengan gaya yang agak gaul sedikit.
Mengambil tempat duduk disebelah Richard dan langsung sarapan.
“Kok bau ya dad mom,, ada hidu tidak” kata Richard menyindir adik bungsunya itu.
Adrian dan Hana mengendus kesekitar tidak menemukan bau apa pun, kemudian barulah mereka berdua mengerti sindiran itu mengarah ke anak bungsu itu. Mereka tetap diam ingin melihat apa yang akan terjadi.
Rose tanpa berdosa menikmati sarapannya dia tahu sindiran itu buat dirinya, tapi cuek saja tetap melanjutkan makan.
“Iss anak ini tidak peka yah “ pikir Richard
Timbul niat Richard untuk mengusili adiknya. Richard pura-pura berjalan ke arah pintu depan sebentar kemudian kembali ke meja makan.
“Rose kamu ada tamu tuh laki-laki”
“Siapa ?”
“Lihat saja kesana”
Rose pergi menuju pintu depan dia kembali lagi
“ Tidak ada orang. Kakak kamu mengerjai ku ? “ kesal Rose.
“Siapa suruh gak mandi dulu langsung makan, bau tau anak gadis pede lagi gayanya mau nyambut tamu begitu” nyinyir Richard yang di balas ejekan oleh Rose.
Rose saking kesal mencubit kakaknya, Richard balas cubit pipi adiknya gemas. Begitulah mereka suasana pagi di ruang makan itu jadi ramai. Adrian dan Hana menggeleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anaknya itu.
Sungguh suasana rumah menjadikan mereka orang yang berbeda dibanding ketika berada di muka umum.
Tiba-tiba perbincangan mereka disela oleh bibi “Permisi tuan nyonya, ada tamu seorang pria yang mencari nona Rose”
“Siapa bi” tanya Rose
“Namanya Mike, dia sudah menunggu di ruang tamu, nona”
“Hah .. si teman palsu !?”
Wajah Rose berubah pucat kedua orang tua dan Richard melihat perubahan wajah anaknya itu
“owh baik bi, sebentar aku kesana “ jawab Rose
“Teman palsu ??” Richard Adrian dan Hana ketiganya saling pandang bingung entah apa yang dimaksud dengan teman palsu.
Penasaran Hana ingin ikut melihat tamu teman palsu yang dimaksud anaknya itu. Ada-ada saja kamu Rose.
__ADS_1
“Bi buatkan minum yah untuk tamu” kata Hana. Rose ajak kesini tamunya untuk sarapan bersama.
“Tidak usah bu dia sebentar saja kok” cegah Rose kemudian secepatnya dia ke ruang tamu.
Rose sudah lupa kalau dirinya masih mengenakan piyama untuk menerima tamu di pagi hari.
“Tuhkan baru saja diingatkan, lihat tuh mom dia sudah lupa masih mengenakan piyama” sela Richard disaat adiknya sudah menuju ke ruang tamu.
“Hi Rose morning “ sapa Mike yang sudah terpana antara lucu dan gemas melihat Rose yang masih mengenakan piyama tidur menghampiri dirinya dan Rose tidak menyadari hal itu.
Hmm ,, sepertinya baru bangun tidur menarik untuk dilihat gumamnya dalam hati senang melihat pemandangan didepannya.
Bahkan dia sudah berandai seandainya mereka menikah suatu hari nanti ketika bangun tidur hal pertama yang akan dilihatnya adalah Rose betapa bahagia rasanya, hayalan Mike.
Rose memandang ke arah belakang memastikan tidak ada anggota keluarganya yang mengikuti dia ke ruang tamu sambil menarik tangan Mike hendak mengajak keluar rumah dan menyuruhnya pergi.
“Kamu kenapa kemari” kata Rose masih dengan wajah pucat karena takut di interogasi keluarganya terutama kakaknya Richard.
“Aku ingin mengajak kamu berangkat bareng ke kampus emangnya salah”
“Aku kangen kamu” tiba-tiba Mike nyeletuk santai sambil memegang tangan Rose dan membuatnya merona.
“Tidak usah repot-repot, aku berangkat diantar kakak ku. Kamu berangkat duluan saja” elak Rose menghindari dipergoki dan banyak pertanyaan dari keluarganya.
Tiba-tiba Hana keluar karena di dapati tamu tersebut tidak ada di ruang tamu.
“Lho Rose kenapa tamunya tidak diajak masuk” Kata Hana
“Sudah sarapan belum,, mari sarapan dulu” kata Hana ramah mengajak Mike sarapan bersama.
“Iya tante” Mike yang tersenyum pun masuk ke rumah melewati Rose yang lagi kesal sambil menarik tangan Rose berniat mengusili nya. Secepatnya Rose melerai pegangan Mike. Akhirnya Mike pun sarapan bersama mereka.
Di meja makan Rose duduk dengan mommynya sedangkan Richard duduk bersama Mike. Adrian duduk sendiri disamping Hana.
“Jadi kamu teman yang pergi bersama Rose mengajar anak-anak itu” tiba-tiba Richard membuka pembicaraan.
“Erm.. bukan kak, aku mahasiswa baru pindah. Aku dan Rose satu kampus tapi beda jurusan.” Jawab Mike.
“Kamu jurusan apa ?” Richard
“Aku mengambil jurusan bisnis karena papa menginginkan aku melanjutkan bisnisnya kelak, kak” jelas Mike
“Siapa nama papamu “ tiba-tiba Adrian bertanya berminat ingin mengetahui
“Mark Johnson, om” jawab Mike.
“Owh saya kenal beliau Mark Johnson dia rekan bisnis saya juga” kata Adrian manggut-manggut
__ADS_1
“Mark Johnson yah mama kamu namanya Natalia Johnson kah ?” tanya Hana memastikan seolah-olah pernah kenal tapi dimana.
“Iya benar tante” jawab Mike lagi sambil melirik Rose yang diam membisu sedari tadi.
Richard menyadari tatapan Mike terhadap Rose dia merasa ada sesuatu diantara Mike dan adiknya itu.
Semua orang di meja makan itu sibuk menanyai Mike kecuali dirinya yang hanya sibuk dengan menghabiskan sarapannya dengan kesal karena dia harus bersiap-siap untuk ke kampus.
Tak lama Adrian pun selesai bersarapan hendak segera berangkat ke perusahaan Hana mengantarnya ke depan.
Tinggal mereka bertiga yang masih di meja makan
“Kamu suka yah sama adikku” Tiba-tiba Richard nyeletuk dengan santainya. Sontak Mike dan Rose tersedak.
“Kak apaan sih” Rose menyela. Rose tidak percaya mendengar yang dikatakan kakaknya barusan wajahnya merah karena malu. Jadi kesal karena ulah kakaknya.
Sedangkan Mike hanya bisa mengangguk mantap. Suasana pun jadi canggung ketiganya terdiam menghabiskan sarapan mereka masing-masing.
“Aku mau naik keatas sebentar” Rose pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
Setelah Rose berlalu pergi dari situ, Richard menatap serius ke arah Mike mengintimidasinya sambil berpikir apa yang mau dikatakan.
Kemudian angkat bicara “Kamu yakin menyukai adik ku, atau hanya sekedar main-main ?
Dia itu berbeda jangan pernah kamu berniat untuk menyakitinya” ancam Richard kepada Mike.
“Aku serius kak” jawabnya mantap
Richard masih dengan tatapan tajam menatap Mike lama kemudian menghela napasnya perlahan sambil menepuk bahu Mike pelan menandakan bahwa dia memberikan lampu hijau.
“Apakah dia sudah tahu bahwa kamu menyukai nya”
“Dia belum mengetahuinya” Mike berbicara pelan ke arah telinga Richard
“Agak sulit didekati, dia selalu banyak acara” celetuk mike yang di responi senyum tipis oleh Richard.
“Kamu harus berusaha keras jika mau memenangkan hatinya, banyak yang belum kau ketahui tentang dirinya. Berusahalah !! “
Tapi “Semuanya tergantung Rose, tergantung bagaimana kamu bisa mendapatkan hatinya” tegas Richard.
“Ingat satu hal !! Kalau sampai terjadi hal yang menyakitkan pada dia, kamu harus berhadapan denganku” ancam Richard lagi.
"Baik .. aku mengerti ! " jawab Mike seraya menganggukkan kepala.
Hi semuanya ..
Mohon dukungan like komen masukan dan ❤ nya juga yah, karena ini karya pertamaku.
__ADS_1
Terima kasih semuanya
Happy reading 💙💙💙