PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 30 - KENCAN


__ADS_3

Rapat telah selesai, selanjutnya dia menyerahkan tugas pada asistennya yaitu orang kepercayaan keluarga Johnson khusus untuk membantu Mike mengurus perusahaan.


“Kamu tidak gerah ?” tanya Mike kepada Rose


“Kalaupun ingin mandi aku tidak bawa baju ganti”


“Yaudah kamu mandi aja dulu, aku sudah memesannya pada sekretarisku. Sementara aku memeriksa laporan sebentar”


Rose menuju sebuah ruang istirahat CEO yang ada di ruangan itu langsung menuju kamar mandi. Tak lama Rose sudah selesai mandi dia memakai bathrobe keluar dan menemukan paper bag yang berisi pakaian baru lalu ke ruang ganti. Dia bernyanyi-nyanyi kecil karena suasana hatinya sedang senang. Tidak menyadari Mike barusan masuk keruangan itu seketika menelan ludahnya menyaksikan siluet bayangan lekuk tubuh Rose yang sedang mengenakan pakaian dibalik pintu kaca yang buram.


Seketika dirinya bergairah menyaksikan hal itu, Mike memandang sepuasnya sambil bersandar di dinding, membiarkan hingga Rose selesai dengan keasikannya. Napasnya semakin terasa sesak “astaga ini semakin menyiksaku,, HELP !! “ desahnya pelan.


Tak lama Rose keluar dari ruang ganti sudah mengenakan pakaian ganti yang baru, baru satu langkah melewati pintu, Mike sudah menggapai tangan dan mengangkat Rose lalu membaringkannya di ranjang.


“Kamu mau menggodaku ?”


“ehh” Rose bengong dengan pertanyaan Mike.


Secepatnya Mike membungkam bibir itu. Entah kenapa akhir-akhir ini gadis itu selalu menggoda dimatanya.


Rose terkesima dengan ciuman itu karena saat ini yang dirasakannya ada sesuatu yang mengeras menyentuh dipahanya. Dengan cepat Rose menahan dada Mike dengan kedua tangannya berusaha menghentikan sebelum terlanjur.


“Mike !!” teriak Rose yang seketika membuat akal sehat Mike kembali.


Rose menggelengkan kepala mengkode Mike ‘belum saatnya’ keduanya terduduk


“Sayang maaf,, sebagai pria normal aku merasakan hal ini bila berada dekatmu hanya dekatmu..” Mike mengakuinya dihadapan Rose, dia mendekatkan keningnya dengan kening Rose merasa menyesal.


Rose yang pengertian meraih kedua pipi Mike dengan kedua telapak tangannya menyentuh penuh kasih sambil mengecup sekilas bibir Mike


“Kamu harus bersabar. It’s ok selagi masih bisa menahannya” Rose pun memeluk Mike.


“Udah ahh aku jadi gerah lagi” katanya sambil mengurai posisi mereka.


“Mau mandi lagi gak” tawar Mike yang dihadiahi pelototan oleh Rose. Mike hanya nyengir sembari bangkit dan menuju kamar mandir.

__ADS_1


“Mandi gak pake lama.. 5 menit” omel Rose


“Bantuin mandinya kalau begitu” goda Mike lagi kembali Rose memelototin mata, Mike hanya senyum menanggapi.


Kini keduanya telah selesai dan...“saatnya kita kencan” kata Mike mengulurkan tangannya membawa Rose keluar dari ruangannya. Sekretaris Mike yang melihat tingkah keduanya yang berjalan keluar begitu mesra. Apakah gadis itu pacarnya bos seketika timbul pertanyaan dipikirannya, supaya kedepannya dia bisa menyikapi dengan baik pacar bos mereka.


Mike sudah berpesan pada sekretarisnya bahwa dia ada urusan diluar segala urusan perusahaan untuk sementara dilanjutkan asistennya. Sang sekretaris pun mengangguk paham.


“Sayang aku mengajakmu ke butik, mama ingin kamu memilih gaun untuk merayakan hari ulang tahun lusa.”


“Aarrgh.. maafkan Mike hari ulang tahunmu berarti sudah lewat bukan? Maaf aku melupakannya” sesal Rose


“Tidak aku tidak mau memaafkanmu. Kau harus kuberi hukuman”


“Kenapa mau menghukumku, kan aku tidak sengaja melupakannya”


“Aku bercanda sayang.. bagiku merayakannya bersama-sama denganmu merupakan hadiah terindah. Kamulah hadiah terindahku” Mike mengecup kening Rose.


Rose terharu sambil memegang dadanya yang berdesir pelan itu sambil memberikan Mike senyuman terbaiknya lalu mengecup pipinya.


Kemudian mereka pun berangkat menuju ke mall. Sesampainya di mall Mike mengajak ke butik tempat langganan mamanya. Mamanya sudah memesan gaun buat Rose kepada pihak butik.


“Mike aku rasa keberatan mama Nate membelikanku gaun, karena pasti mommy sudah menyediakannya buatku bila memiliki sekali dua itu akan mubazir”


“Tidak,, bukan begitu princess. Tunggu yah”


Mike mengambil HP nya menghubungi Nate agar berbicara langsung dengan Rose. Dia tidak ingin ambil pusing dengan urusan tolak menolak, dikarenakan ini hal antara mama dan putri kandungnya maka Mike menyerahkan semua pada Nate dan Rose. Bila tidak ada kaitan dia tidak mau ambil pusing langsung saja membuat keputusan sepihak.


“Halo Mike,, apa kalian sudah di butik?”


“Mah ini Rose” Panjang lebar Rose menjelaskan maksud hatinya kepada mamanya, namun Nate tidak ingin ditolak karena selama hidupnya dia belum memberikan hadiah satu pun kepada putrinya. Rose yang mendengar keinginan mamanya memutuskan menerima gaun pemberian dari mama Nate sebagai hadiah ulang tahunnya.


Akhirnya mereka pun memasuki butik, Mike dan Rose sekalian fitting baju terutama gaun milik Rose adalah pilihan mama Nate sendiri warna sesuai dengan namanya ‘Ros’ sangat serasi dengan pakaian milik Mike.


“Lihat kita sangat serasi sudah seperti pasangan menikah” goda Mike namun Rose tetap fokus memperhatikan gaun nya sambil memutar badan depan cermin.

__ADS_1


Nate sengaja memilihkan buat Rose selama hidupnya dia ingin sekali memilihkan baju buat putri satu-satunya dan ini akan menjadi pertama kali untuk mewujudkan keinginannya.


Selesai fitting baju, ukuran yang dipilih mama Nate sangat pas ditubuh Rose, kemudian Mike membayarkan ke kasir. Setelah itu mereka mampir ke toko sepatu mereka berdua juga memilihkan sepatu pasangan yang sepadan.


Sehabis dari toko sepatu mereka menonton di cinema, kebetulan ada satu film yang membuat Rose tertarik. Kini sepasang kekasih itu menikmati waktu kencannya di bioskop. Karena terbawa suasana romatis film, Mike tidak sedikit pun melepaskan genggaman tangan mereka dan Rose menyandarkan kepalanya di bahu Mike. Tak lama acara menonton pun selesai jam 07.00 malam.


“Aku ingin mengajak kamu Dinner,, kamu pasti sudah lapar” kata Mike yang disetujui Rose.


“Tempatnya sangat nyaman kamu pasti suka” kata Mike.


Mereka meninggalkan mall dan menuju kesebuah restoran yang letaknya tak jauh dari mall. Restoran dengan suasana romantis sesuai untuk pasangan kekasih.



Mereka tiba di restoran dan disambut pelayan lalu membawa mereka ke meja yang telah dibooking Mike sebelumnya. Rose seketika takjub melihat suasana tempat itu


“Kamu suka “ tanya Mike


“Iya .. menarik” balas Rose dengan ekpsresi terkagum melihat sekeliling.


Mike membukakan kursi untuk kekasihnya duduk.


“Perlakuan yang manis, terima kasih Mike” balas Rose atas perlakuan Mike barusan


“My pleasure sayang” balas Mike senang


Keduanya bercerita sembari menanti pesanan makanan mereka datang yang telah dipesan Mike sebelumnya. Mike tak henti-hentinya menggenggam tangan Rose di atas meja, perlakuannya sangat romantis hari ini membuat Rose seketika terkagum akan sosok pria dihadapannya.


Tak lama seorang pelayan datang membawa sekuntum ros merah beserta red wine kepada Mike atas perintah Mike, lalu Mike berdiri menghampiri Rose memberikan bunga itu. Tanpa perduli dengan sekeliling Mike memperlakukan Rose sangat istimewa.


“Untuk kamu yang selalu cantik bagiku setiap hari, I love you honey.” Mike menyampaikan ungkapannya.


Cup


Ciuman sekilas berlabuh dibibir dan kening Rose. Kemudian Mike kembali ke tempat duduknya. Rose yang masih terpana bahagia mandapatkan perlakuan istimewa itu. Tak lama pelayan pun datang membawa pesanan makanan dan mereka pun makan menikmati setiap detik moment bahagia tersebut.

__ADS_1


__ADS_2