
Waktu itu masih sore Mike mengajak Rose ke apartemennya karena dia ingin mencicipi makanan yang dimasak Rose. Mereka saling bercerita tentang diri mereka untuk lebih mengenal satu sama lain.
Bel pintu pun berbunyi Mike dan Rose yang lagi asik memasak di dapur seketika terjedah “itu pasti mama, tadi siang mengabari akan datang sore ini.”
Mike membuka pintu “Mama” serunya senang sambil merangkul seraya menyuruh masuk.
Rose menghampiri mereka diruang tamu sebentar. Ibunya terkejut dengan kehadiran seorang wanita di apartemen itu “Mike siapa wanita cantik ini. Seperti pernah ketemu” tanya ibunya
“Kebetulan disini keduanya .. Ma, kenalkan ini Rose pacar Mike ma dan Rose ini mamaku”
“Sore tante” sapa Rose sambil mengecup pipi dan memeluk Nate. Deg .. seketika Nate kembali merasa perasaan yang nyaman, suka kepada Rose. “Sepertinya kita baru-baru ini pernah ketemu ? “
“Rose kecil yang ulang tahun dulu teman sekolah Mike Ma” sela Mike
“Owh ya ... udah gede gini cantik banged lagi. Anak Tuan Lewis kan ya” Nate
“Iya tante” Jawab Rose. “Owh iya baru ingat nih aku beberapa hari lalu ketemu tante di warung pinggir jalan mau ke villa” Rose menambahi.
Tunggu .. tiba-tiba Mike terkejut dalam hati mencoba menghubungkan yang dikatakan Richard. Berarti benar mama pergi kesuatu tempat. Apa yang disembunyikan mama ?
“Kalian masak apa tadi biar mama dan Rose saja yang masak” Kata Nate.
Sedikit canggung akhirnya Nate dan Rose kolaborasi masak di dapur Mike sore itu.
Mike pun mengabadikan moment itu mengambil foto keduanya, kemudian selfi bertiga dengan penuh canda tawa, bahagia.
Lalu mengunggahnya ke media sosial dengan caption’ Mertua dan menantu’
Sore itu ketiganya menghabiskan waktu bersama.
Diseberang ada seseorang yang melihat unggahan foto Mike “Brengsek !! Siapa wanita itu ! Beraninya dia merebut tunanganku” katanya kesal bercampur marah. Silly gadis yang berteman dengan Mike di kampus lamanya yang mengira Mike calon tunangannya bahkan orang tua mereka adalah rekan bisnis. “Aku tidak bisa diam saja !”
Kediaman Lewis
Adrian melihat isterinya yang melamun menatap keluar dari jendela kamar mereka seraya menghampiri “Lamunin apa sayangku “ Adrian memeluk dari belakang sambil mengecup bahu isterinya.
“Aku teringat kejadian pagi di villa kemaren pah, waktu kita jalan-jalan di taman bunga aku melihat dikejauhan ada seorang wanita mengenakan kain yang menutupi kepalanya sedang berjalan disekitaran taman bunga Ros. Aku mencoba menghampiri wanita itu namun dia menjauh seolah tidak ingin dikenali wajahnya.
__ADS_1
“Apa mungkin wanita itu ibu kandung Rose Pah” tanya Hana.
“aku akan menanyakan pada tukang kebun di villa besok. Kalau seandainya benar ??” Adrian dan Hana saling pandang belum punya jawaban terhadap pertanyaan andai an tersebut.
Richard yang sedang berdiri di depan pintu kamar yang tidak tertutup itu, dia mendengar semuanya “Dad Mom ... apa benarkah yang aku dengar itu ?”
Hana bergegas menutup pintu kamarnya segera supaya tidak di dengar yang lain, perihal Richard yang sudah mendengar itu karena kelalaian mereka berdua. Adrian mengajak anak nya duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Mereka bertiga akhirnya terbuka mengenai Rose.
“Ceritakan padaku hal sebenarnya Dad ?” Tanya Richard Penasaran
Akhirnya Adrian dan Hana pun menceritakan kejadian sebenarnya 20 tahun yang lalu.
Hana juga menceritakan kejadian pagi itu waktu hari ulang tahun pernikahan bahwa seorang wanita paruh baya menghampiri taman bunga Ros mereka, namun wanita itu menjauh ketika Hana memanggilnya. “Wanita itu mengenakan pasmina warna gelap menutupi kepalanya jadi tidak kelihatan wajah dengan jelas”
Tunggu ..” mom orang yang kau ceritakan ciri-cirinya seperti pernah kami temukan berpapasan di warung pinggir jalan sewaktu hendak ke Villa. Apakah dia orang yang sama ?” kata Richard
“Nak banyak orang yang sama cara berpakaian kemungkinan, jadi jangan mengambil kesimpulan. Aku akan menyuruh seseorang menyelidiki ini” Adrian berpikir keras
***
Seperti biasa Rose pulang dari kampus kebetulan jadwal hari ini dia akan mengajar anak-anak.
“Baiklah aku akan pergi dengan Stefi sampai ketemu lagi”
“Hati-hati di jalan” Jojo mengingatkan
Ketiganya saling melambai
Diperjalanan Rose dan Stefi menuju ke tempat mereka mengajar diikuti oleh Silly. Diam-diam melalui orang upahan Silly membuntuti akifitas Rose bahkan dia berencana yang jahat untuk mencelakai Rose.
Keduanya keluar dari taxi dan berjalan memasuki daerah itu. Tiba-tiba melewati tempat yang sepi itu keduanya di cegat oleh orang upahan Silly. Dengan langkah sigap Rose ancang-ancang melindungi Stefi di belakangnya siap-siap untuk melawan musuh.
“Rose kamu kenal mereka”
“Aku tidak kenal siapa mereka ini, selama ini aku tidak punya musuh”
“Stefi lakukan sesuatu tolong hubungi kakak ku” bisik Rose kepada
__ADS_1
Stefi meminta bantuan kakaknya Richard.
Dengan bekal ilmu beladiri yang tidak seberapa sejauh ini Rose masih mampu melawan musuh yang tidak diketahuinya kiriman siapa.
“Apa !!” Richard berteriak setelah mendengar kabar dari sang penelpon mengakibatkan sekertaris yang hendak mengantar dokumen terkejut.
“Aku akan segera kesana”
“Tolong kau batalkan semua janji hari ini undur hari esok, aku ada urusan mendadak.” Perintah Richard pada sekertarisnya.
“Baik bos”
Rose yang mulai melemah dalam perlawanannya tidak mampu lagi bergerak kena tikam oleh musuh. Seketika pandangannya mengabur dan kemudian menggelap. Sedangkan Stefi sahabatnya syok melihat kejadian itu lalu berteriak memanggil namanya histeris “R O S E !”
Tiba-tiba ...
“Beraninya kau mencelakai gadisku !!” Mike hadir amarahnya memuncak menumpaskan mereka satu persatu.
Tinggal satu yang tersisa luka parah akibat hantaman, berada dalam tawanan Mike “Siapa yang memerintahkanmu !! katakan
Atau aku habisi juga kau” Geram Mike. Musuh itu sudah terluka parah tidak mampu berkata lagi.
Keadaannya sudah babak belur akibat pergelutan Mike yang hebat itu.
Warga disitu pun datang menghampiri lokasi kejadian. Richard tiba bersama anggota kepolisian dia sangat cemas dengan keadaan adik kesayangannya.
“Siapa yang sudah berani menyentuh adikku” amarahnya memuncak.
Tawanan itu pun dibawa polisi untuk diiterigasi.
Sementara di sisi lain “Sial tidak berhasil “ amarah seseorang dari tempat yang tidak diketahui orang itu Silly, kejadian ini dia yang bertanggung jawab.
Mike menghampiri Rose yang sudah lemah tak berdaya karena tikaman, dengan sigap dan penuh kehati-hatian Mike menggendong Rose. Serasa dunia berhenti melihat kekasihnya tak berdaya. Kemudian mereka segera membawanya ke rumah sakit dengan mobil yang dikemudikan Richard.
Rose berada dalam gendongan Mike dalam keadaan sudah pingsan. Suasana cemas mencekam menghampiri dirinya dan kedua orang yang didepan. Stefi duduk disamping Richard yang sedang mengemudi. Ketiganya diliputi kecemasan sambil memburu di sepanjang jalan menuju ke Rumah sakit. Tiba di rumah sakit dokter dan perawat segera menangani Rose.
Jangan lupa like komen dan vote nya yah
__ADS_1
Terima kasih 💙💙💙
Happy Reading 🌹🌹