
Beberapa menit sebelum kejadian
Sebelumnya Mike sudah menawari Rose untuk mengantarkannya kesana. Namun bersamaan juga Mike ada pertemuan di perusahaannya setelah kuliah maka nya Rose tidak ingin merepotkan kekasihnya itu.
Akhirnya Mike pergi ke perusahaannya tapi di tengah jalan dia merasa gelisah dia mencemaskan Rose. Fix dia putar balik tidak jadi ke perusahaan tapi dia mengikuti Rose. Ternyata inilah kejadiannya.
Rose sedang ditangani di Rumah sakit Adrian dan Hana pun menyusul untuk melihat keadaan anaknya itu. Tak lama Jojo pun muncul.
HP Mike berdering mamanya menelpon entah angin apa yang membawanya untuk menanyakan kabar anaknya itu. “Mike lagi di rumah sakit Ma” katanya lemah
“Kamu kenapa nak!? Apa terjadi sesuatu terhadapmu ?” cemas ibunya
“Rose Ma, cedera parah sedang ditangani oleh dokter” jawabnya panik
“Di Rumah sakit mana, mama segera kesana yah “
Beberapa menit telah berlangsung dokter keluar dari ruangan gawat darurat menanyakan “Siapa keluarga pasien”
Adrian Hana dan Richard menghampiri dokter tersebut. “Bagaimana keadaan anak saya dok” tanya Adrian.
“Pasien kehilangan banyak darah saat ini membutuhkan jenis darah yang sama. Sebaiknya lebih cepat ditangani. Bila mengalami penundaan dikuatirkan pasien semakin kritis. Kami tidak dapat menunggu lama.
Keluarga mereka tidak ada yang memiliki darah yang sama dengan Rose. Hana semakin menangis dipelukan Adrian tiada henti mendengar yang disampaikan dokter.
Mike yang menangkap ekspresi yang asing semakin merasa cemas dan dia menghampiri Richard “Bagaimana keadaan Rose, kak tolong bicaralah !!”
“Rose membutuhkan darah yang sama, dikeluarga kami satu pun tidak ada yang sama dengan golongan darahnya.
Nate yang baru tiba beberapa menit lalu mendengar hal itu tiba-tiba dia teringat pada suaminya yang memiliki darah yang sama. “Mike papamu memiliki golongan darah yang sama. Coba kamu telp dia.
Dan disaat yang sama Mark sedang mengunjungi dokter pribadinya yang sedang praktek, tanpa sengaja dia melihat istri dan anaknya sedang berada di Rumah sakit, dia pun menghampiri “Kenapa kalian disini ?” tanya Mark.
Nate dan Mike segera menarik Mark untuk menjauh seketika dari keluarga Rose.
“Papa aku membutuhkan sangat membutuhkan bantuanmu”
Mark menatap sinis ke arah Mike “Masalah apa yang sudah kau lakukan sebenarnya !!”
Mark kemudian melirik isterinya “Inikah didikan mu ?” sambil menunjuk ke arah Mike menghakimi
“Jangan membentak Mama ! Please papa tolong aku. Rose mengalami tikaman dari orang yang tidak dikenal saat ini dia membutuhkan banyak darah, Pa. Darahnya sama dengan darahmu pa. Bila tidak segera ditangani dia bisa meninggal. Pa please .. Pa“ mohonnya sambil menangis.
Mark terdiam sebentar kemudian dia angkat bicara
__ADS_1
“Papa akan tolong tapi ada syaratnya, apa kau bersedia mengabulkannya.”
“Setelah Papa menolong gadis itu kau harus tinggalkan dia dan jangan pernah sekalipun temui dia. Karena kau adalah calon pewaris papa, papa sudah memilihkan jodoh yang terbaik untukmu.”
Dan satu lagi ... Pindah dari kampus itu !! “ perintahnya yang langsung membuat Mike tersentak tidak percaya dengan apa yang didengar barusan.
Namun dia harus berkorban demi kehidupan gadis yang dia sayang. Nate jadi terpukul melihat kelakuan suaminya yang diktator itu, tidak bisa dibantah. Nate kasihan melihat Mike.
Akhirnya “Baik Pa.. tapi izinkan Mike menemani dia sampai Rose siuman Pa”
Mark pun segera mendonorkan darahnya, operasi pun segera dilakukan oleh team dokter bedah.
Proses operasi berjalan lancar kini Rose sedang dalam masa perawatan belum siuman.
Mike dan anggota keluarganya bergantian untuk menjaga dan menemani Rose. Sesekali Nate datang menjenguk sekalian membawa baju ganti dan makanan untuk Mike.
Nate masuk melihat putranya yang tertidur duduk dikursi dengan kepala direbahkan disamping Rose sambil memegang tangan Rose.
Nate membelai kepala putranya sambil mengecup pelan kepalanya “Mike mama bawakan sarapan buatmu nih makanlah, mama juga bawakan baju ganti kamu mandilah sementara Rose biar mama yang jaga” Mike mengangguk semalaman dia terjaga memanggil-manggil gadisnya untuk segera bangun.
Ketika Mike di kamar mandi, Nate menatap dan membelai wajah Rose yang belum siuman dari tidurnya seraya bergumam “Kenapa seolah rasanya aku melihat kamu seperti putriku”
Makin dipandangi sedikit mirip dengan Mark suaminya “ahh tidak itu hanya hayalanku saja”
“Belum “
“Mike kamu ingatkan janji sama Papamu”
“Iyah .. “ katanya sedih
“Apa kamu yakin ?”
“Entahlah .. aku tidak bisa menjauh darinya Ma, dia hidupku “
“Mama akan coba membujuk papa kamu lagi”
Tak lama Hana datang memasuki ruangan itu “Ms Johnson .. ahh kebetulan sudah lama kita tidak bertegur sapa”
“Bagaimana kabar mu Hana ?”
“Seperti yang kamu lihat merana karena putri cantikku belum siuman. Tapi keadaannya sudah membaik”
“Mike sekarang biar tante yang jaga Rose kamu istirahatlah pasti lelah semalaman berjaga”
__ADS_1
“Tidak tante aku .. mau menemani Rose hingga dia siuman”
“Baiklah “ Hana memaklumi, karena Nate sudah menceritakan akan apa yang terjadi pada Mike setelah ini makanya dia tidak memaksa Mike untuk jauh dari Rose.
Setelah Rose siuman Mike tidak lagi bertemu dengan Rose. Mark memberi pengawalan ketat terhadap Mike, termasuk urusan kepindahan kampusnya semua tuntas.
Mark mengatur keseluruhan hidup Mike termasuk mancalonkan pasangan hidup untuk anaknya dengan anak kerabat bisnisnya nama gadis itu Silly.
Sekarang Mike mulai menyibukkan dirinya dengan urusan perusahaan dia kembali ke kampus lamanya satu kampus dengan Silly dan sahabat baiknya Dino.
Sedangkan Rose semenjak siuman, Mike tidak pernah lagi hadir menemani dia. Bahkan hingga kini keberadaan Mike bagai hilang ditelan bumi. Dikampus dia tidak menemukan Mike. Rose mencoba mengunjungi apartemennya nihil tidak ada orang.
Kedua orang tuanya merasa sedih kehilangan keceriaan nya sekarang terlebih lagi Richard akan menghabisi siapa yang mencelakai adiknya. Lily sejak mendengar kabar adiknya yang kena musibah dia langsung kembali ke negaranya di kota B dan menjaga merawat Rose sepenuh hatinya, melihat keadaan sekarang hatinya merasa sakit. Untuk sementara dia bekerja di kotanya. Seluruh keluarga telah mencoba sedaya upaya untuk membahagiakan Rose termasuk granddad dan grandmom dari Adrian maupun dari Hana.
Dia sering termenung secepat itukah kebahagiaannya sirna, dia mencoba mengalihkan pikirannya dengan menjalani aktifitas seperti biasa mengajar ditempat anak-anak. Rose tetap fokus mengajar namun bila terjeda dia pun mulai melamun.
Stefi dan Jojo bahkan prihatin melihat Rose yang sering melamun
“Aku kehilangan teman baik ku, Jo”
“Emang kamu aja, aku kehilangan keceriaannya. Stef.”
“Apakah kamu punya ide.. ?” tanya Stefi
“Ada sih tapi apakah ini berhasil aku sendiri tidak tahu, setidaknya mencoba” Jojo berharap
Sepulang dari situ Jojo dan Stefi mencoba untuk menghibur Rose.
“Rose kita jalan-jalan yukk ngabisin waktu senja. Kita ke tempat permainan pasar malam yah”
Akhirnya mereka bertiga menuju kesana, wahana yang biasanya Rose senangi seolah tiada efek untuk menjadikannya tertawa lagi.
“Dia bermain tapi tidak menunjukkan perubahan apapun” bisik Stefi pada Jojo
Keduanya sudah merasa lelah dan mereka berencana ingin mengisi perut.
“Aku ingin pulang, ingin istirahat, untuk sementara aku tidak ingin beraktifitas ingin menyendiri” Rose menjelaskan dengan suara lirih keduanya saling memandang tidak tahu berbuat apa lagi.
Jangan lupa like komen dan vote nya yah
Terima kasih 💙💙
Happy Reading 🌹🌹
__ADS_1