PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 29 - INGIN SELALU BERDUA DENGANMU


__ADS_3

Mata kuliah terakhir sudah selesai. Mike dan Dino berjalan beriringan ke parkir. Dari jauh Silly melihat Mike berjalan bersama Dino, timbul niat menjalankan rencananya. Silly memanggil Mike dan Dino lalu menghampiri keduanya.


“Kalian akan kemana ?” Silly menanyakan keduanya namun akhir pandangannya berlabuh pada Mike, Dino memperhatikan itu.


“Sepertinya aku ingin kesuatu tempat. Mau bareng ?” jelas Dino namun Silly tidak memperdulikannya.


“Mike apakah kamu ada waktu, bisakah kamu menemaniku ke toko buku” Silly mencoba mengajak Mike keluar dengan alasan ke toko buku, pasti dia punya tujuan lain tidak hanya itu saja. Karena Mike sudah tahu bagaimana seorang Silly.


Mike menghela napasnya “Maaf aku buru-buru mau ke perusahaan” jawab Mike mantap pada Silly lalu dia segera pergi mengemudikan mobilnya dan berlalu meninggalkan area parkir kampus.


Mike masih diperjalanan melajukan mobilnya menuju kampus Rose hendak menjemput kekasihnya. Dering HP Rose berbunyi


“Halo Mike”


“Halo sayang, kamu sudah selesai mengikuti mata kuliah ?”


“Sudah,, ini lagi di kantin bareng teman-temanku, Jojo dan Stefi”


“Hi Mike.. “ sapa Stefi ikut nimbrung disela komunikasi telpon mereka


“Hi.. “ balas Mike yang entah didengar oleh Stefi atau tidak.


“Sayang aku lagi diperjalanan menjemputmu, kamu sudah selesai ?”


“Iyah ini mau selesai aku akan segera ke gerbang. Sampai ketemu daah.. ” jawab Rose lalu mengakhiri panggilan telepon dari Mike. Rose pun pamit pulang duluan pada Jojo dan Stefi.


“Yaudah pergi sana buruan,, ntar Mike kelamaan nunggu” celoteh Jojo yang kini mulai menerima kenyataan. Ketiganya saling melambaikan tangan.


Mike pun tiba, dia sumringah melihat Rose yang sudah berdiri didepan gerbang kampus untuk menyambutnya. Mike turun dari mobil menggapai dan mengecup sekilas pipi gadisnya seraya mengajak Rose masuk. Setelah masuk dan menutup pintu Mike mengelilingi mobil menuju ke kursi kemudi, mobil pun menyala lalu menuju ke perusahaan.


“Kita ke perusahaan dulu mau kan tunggu aku sebentar ada meeting, kamu tunggu di dalam kantor ku, nanti kalau butuh apa-apa panggil sekertaris ku.”

__ADS_1


“Baiklah “ jawab Rose sambil senyum tanpa melepaskan pandangannya dari Mike. Seketika Mike menyadari tatapan Rose.


“Segitu tampannya kah aku hingga kamu tidak puas-puasnya memandangiku” celetuk Mike yang kini melihat ekspresi wajah Rose bagai terhipnotis.


Ia lupa karena terpesona akan Mike yang hari ini kelihatan berbeda dalam balutan kemeja dan jas kerja nya sungguh sempurna seorang next CEO. Kenyataannya papa Mark memang memberi kesempatan menduduki posisi CEO disalah satu perusahaan miliknya.


Disela-sela tatapan kagumnya, “Hallo,,” Mike mengejutkan Rose hingga kini kembali ke kenyataan dan itu membuatnya merona dan salah tingkah.


“Ahh hm .. ah bu.. bukan begitu” gadis itu salah tingkah bingung mau mengatakan apa.


“Sabar yah.. setelah lulus kuliah ini kita akan menikah, aku janji” putusnya dengan senyum menangnya sambil mengangkat tangan berikrar yang membuat Rose seketika dag dig dug.


“Si.. si.. apa yang mau nikah denganmu” ngeles padahal senang hatinya


“Benaran nih tidak mau menikah denganku, ntar nyesal”


“Ap .. paan sih” semakin salah tingkah Rose dibuat Mike


Masih tetap fokus menyetir Mike membelai pipinya dengan punggung tangan Rose kemudian meletakkannya di dada. Perlakuannya yang romantis yang membuatnya melayang seketika itu ingin mencuri ciuman di bibir Mike... sebentaaar saja rasanya pingin gumulnya dalam hati.


Dengan rasa berdebar di dada ragu-ragu ingin mencuri ciuman. Lama Rose memandangi Mike yang membuat Mike mengernyitkan dahi dan penasaran apa yang dipikirkan gadis ini.


“Hei,, jika kamu ingin menciumku ... “ kata-kata Mike terputus


Rose mulai nakal dia melonggarkan sabuk pengaman kursi joknya secepat kilat dia labuhkan bibirnya menyatu ke bibir Mike.


Cup


Lalu kembali duduk dan membenahi sabuk pengaman dengan pipi yang sudah merah merona. Merutuk menyesali dirinya seolah hilang kesadaran sudah melakukan hal itu.


“bi.. lang sa.. ja..” bagai tersihir Mike menyambung kembali kata-kata yang terputus, terpana tidak menyangka Rose se agresif ini. Selama ini hanya dirinya yang selalu mendahului ungkapan dan perbuatan cinta itu. Hampir menginjak rem, secepatnya Mike kembali fokus mengemudi sambil menjamah bibirnya yang dikecup sekilas perasaannya sangat senang dalam hati dan menunjukkan ekspresi normal.

__ADS_1


“Hem.. mulai nakal yah gadisku, tunggu saja” kata Mike yang membuat Rose ketakutan seketika.


“Apa apa maksud dia, emangnya dia mau lakukan apa. Habis aku sudah memporak-porandakan kubu semut” pikirnya sambil memandangi kesebelah jalan dari jendela mobil, Rose mulai mengira-ngira apa yang akan dilakukan Mike dia teringat kejadian waktu di apartemennya hampir saja itu terjadi seketika membuat dia bergidik ngeri.


Mike melihat ekspresi ketakutan diwajah Rose dan dia berusaha menyembunyikan senyum senangnya.


Tiba diperusahaan, security menyambut CEO perusahaan itu dengan ramah. “Selamat siang pak Michael” hanya dibalas anggukan kepala oleh Mike tanpa senyum. Rose melihat perubahan di wajah kekasihnya itu, bukankah tadi dia masih tersenyum mengejek padaku kenapa secepat itu dia jadi orang lain bukan Mike yang kukenal. Pintu dibuka buat kekasihnya dan menarik tangan Rose keluar memasuki perusahaan.


“Siang pak Michael” sapa karyawan lainnya yang berpapasan lewat, sekali lagi Mike hanya menganggukkan kepala membalas sapaan mereka dengan sikap dinginnya.


Mereka menunggu lift pribadi khusus CEO terbuka, Rose masih merasa asing dengan sikap Mike karena ini pertama kali diajak ke perusahaan. Mike menyadari itu dengan menyembunyikan senyum smirknya.


Begitu pintu lift pun terbuka, Mike menarik tangan Rose menyandarkan gadis itu ke dinding dalam lift, tanpa melepaskan tatapan sekalipun, Mike memencet tombol yang menuju ke kantornya.


Begitu pintu lift tertutup Rose yang masih berpikir keras akan perubahan sikap Mike seketika terperangah dengan sigap Mike malah melahap bibir ranum nan sensual memagutnya rakus. Sekujur badannya kaku matanya membola, menikmati namun belum membalasnya. Mike meraih pinggang gadisnya merapatkan tubuh mereka sehingga tiada jarak.


Seketika Mike menghentikan ciumannya sebentar mengusap bibir gadis itu dengan ibu jari kanannya sambil


“Siapa tadi yang menggodaku ? hem.. ”


Rose tambah kikuk mengingat kejadian tadi, akhirnya dia memberanikan diri membalas tatapan Mike dengan sendirinya tangan itu refleks dikalungkan dileher Mike perlahan Rose mendekatkan bibirnya... akhirnya bibir itu kembali saling menempel namun kali ini lebih lembut perlahan makin dalam dari sebelumnya, sebelah tangan Mike memegang tengkuk Rose tidak ingin ciuman itu lepas, begitu bibir itu terbuka lidah Mike terjulur memainkan lidah pasangannya.


Sekilas Mike melirik ke arah tombol lift, tangannya terulur untuk menekan tombol pintu lift agar tidak terbuka karena mereka masih ingin menikmati.


Akhirnya ciuman itu pun berakhir, keduanya menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Mike merapikan bajunya yang agak berantakan, demikian juga dia membantu merapikan baju dan rambut Rose. Setelah agak rapi keduanya keluar dari lift memasuki kantor CEO.


“Selamat siang pak Michael” sapa sekretaris nya sambil melihat dengan seksama siapa gadis yang dibawa bosnya itu.


“Ya!”


Seperti pesannya Rose menunggu Mike di dalam kantornya. Rose yang ramah sesekali dia mengajak sekretaris Mike ngobrol tanpa mengganggu pekerjaannya sambil menunggu Mike selesai.

__ADS_1


__ADS_2