PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 7 - PANDANGAN PERTAMA


__ADS_3

Sementara di sebuah Mansion yang lain Nate terbangun jam 02.00 tengah malam dia melihat suaminya yang berbaring di sebelah tertidur pulas. Dia berjalan menuju ke ruang dapur hendak minum, mendudukkan dirinya di kursi meja makan sambil termenung mengingat hari ini ulang tahun putrinya.


“Apa kabar putri ku sayang yang berada disuatu tempat ? Selamat ulang tahun yah. Sudah 20 tahun mama meninggalkanmu. Kamu pasti telah tumbuh dewasa dan cantik” gumamnya dalam hati. Yah Nate yakin putrinya masih ada di dunia ini. Dia berada disuatu tempat yang nyaman. Naluri keibuannya yang mengatakannya.


Dikediaman Lewis


“Mama !!” Rose terbangun dari mimpinya. Melirik kesebelah kalau kakaknya Lily yang beda tempat tidur masih nyenyak. Rose melihat ke jam dinding jam 02.10


“untung tidak terbangun” gumamnya sambil mengelus dadanya sendiri. Padahal mereka mulai baru tidur 1 jam yang lalu.


Rose pun bangkit menuju ke kamar mandi setelah kembali dia melanjutkan tidurnya lagi. Sebenarnya kejadian mimpi ini sudah sering dialami Rose, dia masih mengabaikan. Belakangan ini jadi tanda tanya baginya.


Keesokan paginya


“Pagi dad .. pagi mom” Cup


sapa Rose yang datang menghampiri meja makan untuk sarapan sebelum berangkat ke kampus.


“Pagi nak” balas keduanya


Rose mengambil tempat duduk di depan mommy nya dan dia pun menyantap sarapan.


“Kak Richard mana mom, kok belum turun” Tanya Rose pada ibunya


“Kakakmu 5 menit yang lalu sudah berangkat keluar kota untuk urusan bisnis. Beritanya mendadak tadi malam, daddy meminta di wakilkan oleh kakakmu.


Adrian melihat jam ditangannya seraya berkata “Kamu hari ini di antar supir” daddy gak keburu ngantar kamu. Karena biasanya Rose berangkat ke kampus diantar oleh Richard.


Tak lama Adrian selesai sarapan pamit mengecup kepala isterinya dan Rose lalu segera berangkat ke kantor.


Anak Tn Lewis Ketiganya sudah dewasa, kini mereka disibukkan dengan cita-cita, kesibukan masing-masing.


Richard 25 tahun tumbuh menjadi pemuda yang tampan memiliki postur tubuh atletis, seorang pengusaha sukses meneruskan bisnis daddynya. Setelah menyelesaikan sekolah bisnisnya di negara A dia kembali ke Negara nya di kota B. Dengan cekatan dan kerja keras yang diraihnya perusahaan mereka semakin sukses dan maju. Bahkan Richard sudah dikenal dikalangan para pebisnis. Tak sedikit yang berusaha mengenalkan anak gadis mereka untuk pernikahan bisnis agar terjalin kerjasama yang baik di antara perusahaan.


Richard seorang yang tegas untuk urusan pernikahan, dia tidak mengambil keputusan dengan terburu-buru, baginya dia hanya akan menikahi wanita yang dicintainya. Untuk saat ini dia belum menemukannya.


Lily 24 tahun, seorang gadis cantik nan anggun penyuka seni melukis memiliki sikap yang bersahaja dan percaya dirinya membuat setiap orang yang berinteraksi dengannya merasa segan.


Lily kini berada di negara A sedang menimba ilmu dan ingin menjadi pelukis terkenal. Dia lebih memilih hal yang disukainya untuk mencapai kesuksesannya. Selain bisa melukis Lily juga menyukai desain perhiasan sebagai hobi saja.


Rose 20 tahun, seorang gadis cantik manis yang menyukai hal – hal yang penuh tantangan. Dia seorang yang supel, ambisi, pintar. Karena masih dalam masa kuliahnya di tahun kedua dia tidak suka menghabiskan waktu ngelayap untuk hal yang tidak perlu, selain hal yang dianggap perlu.

__ADS_1


Disinilah dia disebuah rumah singgah tempat yang tak jauh dari kampusnya mengajak belajar anak-anak dari keluarga yang kurang mampu dan dia tidak meminta bayaran sepeser pun atas hal yang dilakukan. Warga yang tinggal di situ menyambut baik akan hal yang di lakukan Rose dan kedua temannya.


Daerah itu di pinggiran kota lumayan jauh dari Mansion keluarganya. Terkadang Rose pulang ke apartemen pribadinya yang dekat dengan kampus bila merasa lelah. Dengan dibantu dua orang teman akrabnya satu kampus yaitu Stefi dan Jojo. Stefi dan Jojo adalah teman baik Rose. Sejak kuliah tahun pertama ketiganya mulai akrab ketika mereka mengikuti ospek.


Jojo seorang yang tampan, cerdas juga perhatian. Dia sudah lama menaruh hati pada Rose. Jojo nama aslinya Jonatan berasal dari keluarga kaya. Banyak cewek-cewek kampus yang naksir dan ingin menjadi kekasihnya dia abaikan. Pernah dulu Jonathan menyampaikan isi hatinya ingin Rose menjadi kekasihnya namun Rose hanya menganggapnya sebagai teman baik.


Baginya dekat dengan Rose menghabiskan waktu bersama itu sudah cukup. Hal itu dilakukan karena dia ingin melindungi Rose. Kegiatan apapun yang digeluti oleh Rose dia pasti ada disana mendukungnya.


Stefi juga tahu bahwa Jojo menyukai Rose, namun sekarang mereka lebih menganggap pertemanan lebih utama.


Sepulang kuliah jam 3.00 sore mereka bertiga menjalankan misinya kembali menuju ke pinggiran kota untuk mengajar anak-anak. Kini hal itu menjadi kesukaan bagi mereka bertiga. Mereka sudah tiba di wilayah itu.


Sebelumnya mereka singgah dulu diswalayan yang ada di daerah itu untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan buat anak didiknya. Jojo meminggirkan mobilnya berseberangan dengan swalayan itu.


“Jojo kamu tunggu di sini saja biar aku sama Stefi yang pergi” kata Rose


“Biar aku sama kamu yang pergi Stefi di sini saja menunggu di mobil” tawar Jojo karena dia keberatan membiarkan Rose berkeliaran di wilayah asing.


“Sudah sudah kita bertiga saja yang pergi” kata Stefi menyudahi sambil menepuk keningnya melihat tingkah kedua orang itu. Akhirnya mereka bertiga pun keluar menyeberangi jalan itu hendak menuju swalayan yang ada disebelahnya.


Rose sudah berjalan di depan hendak menyeberang jalan duluan Stefi dan Jojo di belakangnya.


Rose yang hampir kewalahan memelankan jalannya.


“Rose,, awas ,,” teriak Jojo dan Stefi bersamaan saking cemas dengan sahabatnya yang satu itu.


Tiba-tiba mobil itu pun berhenti berjalan membiarkan gadis manis itu berlalu terlebih dahulu.


Dari dalam mobil tersebut seorang pria dari balik kacamata rayben terpana menatap gadis yang menyeberang jalan itu. Hingga gadis itu berlalu pun dia masih memandangi nya terus yang kini sudah bergabung kembali bersama dengan kedua temannya.


Pria tersebut menghembuskan napasnya pelan, perlahan dia kembali menjalankan mobilnya.


“Sial,, gadis itu sangat cantik” katanya sambil memukul setirnya. Dia terpukau dengan penampilan santai Rose yang saat itu mengenakan kaos putih model turtleneck dengan jeans warna biru langit dengan rambut panjang diikat belakang dan memakai sepatu ketch nya.


Karena penasaran dia mulai menguntit gadis itu menunggu dan memperhatikannya dari jarak jauh.


Tak lama mereka bertiga selesai dari swalayan memasuki mobilnya kembali menuju tempat mengajar yang tak jauh dari situ. Mobil di parkirkan di tempat aman jalan menuju ke tempat itu hanya bisa dilalui oleh motor.


Kedatangan mereka bertiga telah dinanti dan disambut oleh anak-anak. Orang tua mereka pun senang.


Pria itu menyempatkan dirinya menguntit mereka dari jarak jauh dan akhirnya dia mengetahui apa yang dilakukan gadis itu dan teman-temannya. Kemudian pria itu pun segera berlalu dari tempat itu sambil tersenyum tipis sepertinya dia memiliki rencana.

__ADS_1


Akhirnya Rose dan teman-teman selesai mengajar mereka dalam perjalanan pulang saat itu jam 07.00 malam.


“Makan yuk sudah lapar ni” tiba-tiba Stefi membuka suara karena ketiganya fokus pada hal masing-masing. Jojo fokus mengemudi, Rose fokus dengan Hpnya sementara Stefi melamun sambil melihat kearah luar dari kaca mobil yang sedang bergerak.


“iyah lapar nih” Rose


“Mau makan dimana” tanya Jojo yang lagi mengemudikan mobilnya.


“Aku tahu satu tempat makanan yang enak dekat dari sini, tempat itu favorit anak muda juga”


“Bagaimana kalau kita kesana ?” Jojo


“Terserah kamu deh mana yang cepat udah lapar banged” Stefi


Jojo melajukan mobilnya menuju tempat makan yang akan mereka tuju.


Mereka pun tiba, sangat ramai pengunjung hari ini. Ketiganya keluar dari mobil berjalan memasuki cafe tersebut dan mengambil tempat duduk di sudut.


“Astaga aku lupa membawa HP ku ketinggalan di mobil” kata Rose lalu meminjam kunci mobil Jojo segera menuju ke parkiran. Pasti mommy menelpon gumamnya sambil berjalan terburu-buru dan ....


BUK...


Rose tersenggol jatuh oleh seseorang karena dia sibuk mencari-cari keberadaan mobil yang dalam waktu sebentar sudah ramai di parkiran sehingga tidak melihat orang yang lewat.


“Aduuh “ keluh Rose memegang pinggulnya yang tersandung ke tanah


“Maaf .. gadis apakah kau terluka ?” Kata pria tersebut seraya mengulurkan tangan untuk membantu Rose berdiri, seketika pria itu menghidu aroma gadis itu, ada sesuatu yang nyaman dirasakannya.


“Ah saya tidak apa-apa “ jawab Rose


Pria tersebut menatap gadis yang ditolongnya dengan ekspresi terkejut bercampur senang, namun segera dia menyembunyikan rasa senangnya itu.


Bersambung


Hi semuanya ..


Mohon dukungan like komen dan ❤ nya juga yah, karena ini karya pertamaku.


Terima kasih semuanya


Happy reading 💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2