PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 21 - DI PESTA TEMAN


__ADS_3

Pagi ini Mike ke perusahaan karena beberapa bulan ini papanya meminta dia untuk memulai meniti karir sambil menyelesaikan kuliahnya. Mike mulai menciptakan hal – hal dan prestasi baru di perusahaannya. Mark sebagai papanya dan pemilik perusahaan menjadi bangga akan prestasi dan pencapaian Mike.


Hari ini ada rapat dengan investor baru yang akan mengadakan kerjasama dengan perusahaan mereka, Mike berhasil meyakinkan mereka untuk kerjasama. Mike terlihat sangat sibuk dengan dokumen-dokumennya sesekali dia melirik ke jam dinding karena dia ada mata kuliah yang harus dihadirinya. Ketika dia mengikuti mata kuliah pekerjaan sisanya akan dilanjutkan oleh asistennya.


Tak terasa waktu pun berjalan kini saatnya dia harus menuju ke kampus untuk melanjutkan kuliahnya. Mike mengemudikan mobilnya menuju ke kampus.


“Ahh.. dia lagi ngapain yah ?” gumam Mike meraih HP nya sambil mengemudi.


“Hallo Mike”


“Kamu lagi ngapain sayang ?”


“Lagi makan di kantin bareng Stefi dan Jojo”


“Ntar malam kamu ada acara tidak, aku mau mengajak kamu ke acara ulang tahun teman satu kampus.. please” Mike berharap, di karena temannya meminta Mike datang dengan pasangan.


Mike pun menyetujui permintaan temannya itu. Namun dia belum tahu kalau Rose kurang menyukai acara begitu.


“Acara ulang tahun yah ?” Sebenarnya Rose kurang berminat untuk mengikuti acara begituan, baginya itu sangat monoton. Ingin menolak tapi disatu sisi tidak ingin mengecewakan Mike.


“Amm... baiklah”


“Nanti aku jemput yah “


“Ok bye”


“Kiss dong “


“Ihh apaan sih, rame orang juga disini malu tahu”


“Haha .. yawdah sampe ketemu nanti malam” Mike pun mengakhiri telponnya sambil bergegas menuju kampus mengikuti mata kuliah siangnya.


“Siapa Rose” tanya Jojo penasaran


“Mike, dia mengajak ke acara teman nanti malam”


“Jadi kalian sudah jadian” tanya Jojo cemburu


“Kenapa .. kau baru tahu” sindir Stefi merangkul bahu sahabatnya sambil mengelus punggungnya menenangkan dari rasa cemburu yang dirasa Jojo.


“Ehh aku ketoilet dulu yah” Stefi kebelet mau buang air kecil secepatnya dia berlari meninggalkan kedua temannya itu.


Sambil menikmati makan keduanya, Jojo menanyakan “ Rose kamu beneran sudah jadian dengan Mike ? Kamu yakin dengan dia, bisakah kamu pertimbangkan lagi ? Karena aku sudah lama menyukai mu” Jelas Jojo perlahan dan penuh harap.

__ADS_1


Sebelumnya Jojo sudah pernah menyatakan isi hatinya kepada Rose, namun Rose tidak menginginkan hubungan pertemanan itu menjadi lebih.


Rose tiba-tiba menghentikan makannya sudah tahu mengarah kemana pertanyaan Jojo sambil melihat kedepannya.


“Jo, aku mengasihimu dan menyukaimu namun hubungan kita tidak lebih melainkan sebatas teman dan sahabat.


Aku tidak pernah berharap akan jatuh cinta dan memiliki kekasih, namun semua yang terjadi ini begitu saja. Dia orang asing itu membawa sesuatu yang lain untuk aku rasakan dalam hidup ini” Jelas Rose berharap Jojo mengerti.


Telah banyak kejadian dan misteri yang terungkap dalam hidupku semenjak Mike hadir dalam kehidupanku gumam Rose dalam hati. Bahkan kisah cinta mereka yang dirasa nya sangat memiliki tantangan. Tidak tahu apa lagi yang akan terjadi dimasa depan.


“Aku berharap jangan karena hal ini hubungan kita jadi merenggang bahkan kamu jadi menjauhiku. Aku tidak ingin kehilangan teman baik ku yaitu kamu Jo. Aku tidak ingin itu terjadi”


Jojo pun terdiam keduanya tenggelam dalam lamunan masing-masing hingga mereka dikejutkan oleh Stefi


“Kok !! Ada apa dengan kalian berdua kenapa melamun ?”


“Ahh aku sudah kenyang tidak ingin makan lagi” Jojo pergi meninggalkan Rose dan Stefi


“ ... “ Stefi memandang Rose heran bermaksud meminta penjelasan.


Rose menghela napasnya dan mejelaskan kejadian barusan, Stefi pun mengerti.


“Tidak apa-apa berikan waktu dia untuk berpikir dan mengerti” Stefi menasehati temanya.


Tok tok tok tok


“Rose .. ada Mike sudah menunggu dibawah”


“iyah mom aku aku segera turun”


Rose membuka pintu dan keluar dari kamarnya, bertepatan pula Richard yang baru keluar dari kamar juga, timbul niatnya mengusili Rose.


“Sudah lama rasanya kita tidak latihan beladiri, apakah kamu bisa melakukan dengan gaun itu ?” celetuk Richard.


“Kakak yang benar saja ! Waktuku habis untuk membenahi ini semua, kau datang hendak memporak porandakan dandananku ?” kesal Rose


“Wauu .. ini benaran adik ku ya ? Cantik banged yang mau kencan malam ini” Lily yang baru tiba dari luar hendak menuju ke kamar pangling dengan Rose yang sangat cantik malam ini mengenakan gaun merah.


“Kak Lily apakah benar aku kelihatan cantik”


“Kau sangat sempurna sayangku” puji Lily


“Mari kau kuantarkan turun kan tidak lucu bila kamu grogi mengakibatkan tergelincir dan... ” kata Richard sambil meletakkan tangan Rose di lengannya menggoda adikknya itu dan membawanya menuruni anak tangga.

__ADS_1


Perkataan Richard disela Rose, dia mengira adiknya akan menolak atau malah terganggu tapi sebaliknya.


“Silahkan “jawab Rose anggun sambil mengikuti kemauan Richard.


“Wah cantik banged putri mommy” Hana memuji.


Rose jadi malu karena semua orang di rumah itu memuji penampilannya


Mike yang lagi menunggu di ruang tamu mengikuti arah pandang Hana dan seketika dia terpesona seraya bergumam pelan


“Cantik banged kekasihku, jadi tidak sabar ingin menikahi nya”


“Ehh ..” Adrian yang duduk tak jauh dari Mike menimpali sambil merangkul pundak Mike dengan gaya anak mudanya


“Apakah kau sudah mulai merencanakan pernikahan kalian ? Dia memang saaangattt cantik, ehm.. ingat dia putriku, sangat cantik !! ” Adrian berbisik di telinga Mike sambil mengedip mata berniat menggoda.


Seketika Mike memerah telinganya menggaruk belakang kepala yang tidak gatal dan merespon calon papa mertuanya sambil memberi dua jempol mengedipkan mata “sangat cantik !!”


“Dad mom kami pergi dulu yah” Keduanya pamit


“Hati-hati jangan sampai kebobolan” Richard nyeletuk melulu


“ ... “ Rose


“Silahkan masuk tuan putri” Mike membukakan pintu mobil dan mempersilahkan masuk gadisnya selesai menutup pintu dia pun menuju ke pintu satunya duduk di kursi kemudi. Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang menuju ke tempat acara.


Sepanjang perjalanan Mike tak henti-hentinya melirik Rose seolah olah tidak puas melihat nya sekali. Fokusnya terbagi antara gadisnya dan melihat kearah jalan.


Seketika keduanya merasakan debaran halus, Mike terpesona dengan kecantikan Rose sedangkan Rose salah tingkah dilihatin Mike.


Pikirnya kenapa tadi tidak meminta supir saja untuk mengemudi yah, biar puas memandangi dan bisa sedikit bermesraan dengannya di jok belakang.


Glek...Mike menelan ludahnya tiba-tiba melihat bagian tubuh Rose yang terekspos.


“Mike fokus saja lihat jalanan tuh, bagaimana kalau kita celaka ? Nyetir yang benar” akhirnya Rose membuka percakapan itu mengalihkan rasa grogi karena dilihatin Mike.


“Sayang aku baru menyadari seharusnya kamu tidak memakai pakaian yang mengekspos tubuh gini ?”


“Kenapa kau tidak bilang dari tadi”


“Aku baru menyadarinya”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2