
Dering HP berbunyi
“Halo Bos.. aku sudah mengetahui tempat tinggal pribadinya, hanya aku gagal untuk menculiknya”
“Sialan bagaimana sih kerjaan tidak beres, aku mau kau berusaha bagaimana caranya untuk menculik gadis itu secepatnya !!” bentak Silly emosi
“Baik Bos.. “
Silly merencanakan penculikan Rose karena dia mendapat kabar bahwa Keluarga besar Mike sudah merestui hubungan Mike dan Rose.
“Tak akan kubiarkan kalian bersama ! Bila aku tidak mendapatkan apa yang kumau maka kau..!! Gadis malang, hidupmu segera berakhir “ Geram Silly
Sementara di apartemen Rose
Perasaannya gelisah, selama ini Rose belum pernah tidur satu ranjang bersama seorang pria. Matanya yang terbuka perlahan mendongak keatas seakan tidak percaya dia tidur bersama seorang Mike.
Deg.. jantungnya berdebar halus mulai gelisah dia ingin memindahkan posisinya untuk lepas dari pelukan Mike. Semoga Mike tidak merasakan detak jantung gelisahku gumamnya dalam hati.
Pura-pura tidur bergerak reflek berpindah posisi membelakangi Mike, kini Rose sudah di pinggir ranjang. Mulai bernapas sedikit legah tetap saja tidak bisa tidur karena canggung yang melanda.
Mike pun terbangun menyadari gadisnya yang menjauh dia hendak menggapai Rose. Rose merasakan ada pergerakan dari belakang cepat memejamkan mata. Dengan gerakan pelan tanpa harus membangunkan, Mike mengangkat dan memindahkannya ke tengah ranjang supaya tidak jatuh, kembali Rose ke posisi tidur menyamping membelakanginya, membetulkan posisi selimutnya lalu tidur namun kali ini pelukannya lebih erat dan lebih dekat dari sebelumnya, dada Mike menempel ke punggung Rose. Rose merasakan sesuatu yang menempel pada bagian bawah belakangnya. Tanpa diketahui Rose Mike mulai bergairah.
Pinggang nya dipeluk posesif, mengecup kepalanya sekilas segera berbaring dan memejamkan mata, hembusan napasnya mengenai leher mengakibatkan sensasi geli, Rose merinding seketika dan jantungnya berdetak kencang.
Berharap semoga Mike tidak merasakan detak jantung nya dan seketika keadaan sekeliling terasa panas karena kedekatan posisi mereka.
Rose merasakan posisinya tidak nyaman. Gelisah dan mulai bergerak-gerak sedikit membuat jarak. Seketika Mike menyadari ada pergerakan dia membuka mata dan memperhatikan Rose yang dipelukannya, akhirnya dia tahu gadis itu tidak bisa tidur, Mike menampakkan senyum smirk nya berniat ingin menggoda.
Perlahan demi perlahan jarak diantara mereka berhasil dibuat, Mike tidak tinggal diam justru dia semakin mengikis jarak diantara mereka, memeluk semakin erat tidak ingin jauh. Rose bisa merasakan detak jantung Mike dari punggungnya.
__ADS_1
“Apa-apaan ini !! " kesalnya dalam hati. Rose yang merasakan itu menahan diri untuk menoleh kebelakang, mukanya merona merah, dia ingin protes namun tangan posesif itu masih tetap diposisi.
“Ini tidak bisa dibiarkan terjadi” ronta nya lagi dalam hati, tangannya meremas sprei, keringat dingin rasa campur aduk dialaminya.
Mike dengan mata sayunya menyadari kegelisahan Rose, dengan suasana begini Mike berbisik
“tidak bisa tidur ? hem..” goda Mike dengan suara seraknya disertai seringai nakal di bibirnya.
Akting dengan pura-pura tidurnya masih saja berlangsung dan hal itu semakin menggoda mike untuk mengusilinya.
Mike mencium pipi Rose sambil mengubah posisi tidurnya menghadap ke langit-langit kamar dan menjadikan kedua lengannya sebagai bantal untuk menambah ketinggian kepalanya dan menghembuskan napasnya sekilas.
“Aku tahu kamu tidak bisa tidur.. bagaimana kalau kita bercerita. Aku penasaran dengan kabarmu apa yang sudah kamu lakukan, mungkin akan sedikit mengobati rasa kangenku”
Mike berusaha mengajak bercerita dia rindu ingin mendengar suara kekasihnya tawanya, ocehannya semua ekspresi apapun yang ada di dirinya Mike merindukan itu.
Rose membuka matanya, mendengar yang dikatakan Mike seketika dia merasa bersalah “kekasih macam apa aku ini, sudah mendiamkan diri dan tidak perduli akan dirinya.” Air matanya menetes dalam diam.
“Apakah aku masih ada di hatimu ? atau.. Perjuangan cinta kita akan berakhir sampai disini ? Bila itu membuatmu nyaman aku bersedia melepasmu meski aku menderita. Ayo bicaralah padaku katakan sesuatu jangan mendiamkanku. Bila kamu tidak menginginkan keberadaanku disampingmu aku akan pindah ke kamar sebelah” Mike pun bangkit dari tidurnya hendak melangkah menuju kamar sebelah.
Air mata gadis itu meluncur deras, hatinya sangat sakit mendengar pengakuan Mike ingin menjauhinya. Walau bagaimanapun seharusnya Rose tidak kesal berkepanjangan karena orang dan acara malam itu. Mike yang sedikit lagi mencapai pintu keluar kamar disela oleh Rose.
“Mike hiks... hiks... jangan tinggalkan hiks... hiks... aku. Huu.. Maaf hiks”
Mike menoleh kebelakang melihat Rose yang sudah terduduk di ranjangnya sambil menangis mulai terisak. Melihat Rose menangis seperti itu sakiiitt hatinya.
Mike menghampiri Rose dan memeluk kekasihnya, meletakkan kepalanya di ceruk leher gadis itu tangan satu membelai rambut dan tangan yang lain membelai punggung Rose menghiburnya juga melepaskan kerinduan antara satu sama lain.
“Sstt... Kamu tidak salah.. semuanya karena salahku. Maaf aku mengabaikanmu di pesta waktu itu dan membuat kamu kesal. Aku merindukanmu,, sangat merindukanmu. Maukan memaafkan aku ?”
__ADS_1
Mike merenggangkan pelukan mereka dan mengusap air matanya. Rose mengangguk, Mike memegang sebelah pipi gadis itu membuatnya menatap kedalam matanya.
“I miss you” kecup di kening dan kedua kelopak mata serta pipinya.
“I love you my Princes Rose Marianne Lewis” Mike menatap Rose sambil menunggu jawabannya melalui kode matanya.
“I miss you and I love You Michael Johnson”
Mike langsung mengecup bibir manis yang telah lama dirindukannya. Kecupan yang lembut melepaskan kerinduan satu sama lain. Lama kelamaan ciuman tersebut berubah jadi ciuman yang menuntut, Mike mulai bergairah mengekspresikan ciumannya dalam berbagai perlakuan penuh kasih sayang.
Karena keduanya terbawa suasana hingga saat Mike menginginkan sesuatu yang sudah lama ditahannya, hampir saja Mike menyentuh di pusat intinya. Rose seketika sadar dari kenikmatannya dengan sigap dia menghadang tangan Mike untuk tidak menyentuh bagian tersebut.
Mike mengalihkan perhatiannya kepada Rose, terlihat diwajahnya ekspresi penolakan dia pun menghentikan permainannya. Dengan posisi masih diatas dia membelai rambut dan mengecup kening Rose
Cup
“Maaf ..” Mike mengecup kening Rose sekali lagi “Tidurlah.” Rose terdiam, Mike meninggalkan nya.
Mike pun membenahi keadaan Rose yang sudah berantakan, posisi selimut yang sudah berpindah kemana-mana. Dia ingin berlalu dari situ menuju ke kamar mandi berendam di bathtub dengan air dingin.
Rose terdiam seketika merasa tak nyaman dengan keadaan ini bertanya-tanya dalam hatinya
“Apakah aku telah menyinggungnya ? Apakah dia marah ?”
Berbagai pertanyaan didalam pikirannya. Rose bukan tidak ingin melakukannya, dia ingin memberikan keperawanannya untuk orang yang tepat yaitu suaminya di masa depan setelah sah menikah.
Sudah 30 menit berlalu namun Mike belum juga keluar dari kamar mandi, Rose mulai khawatir ada apa dengan Mike. Dia ingin menyapa di depan pintu namun urung niatnya. Dia memutuskan untuk segera tidur dengan posisi menyamping menutupi rasa tak nyamannya.
Mike keluar dari kamar mandi pandangannya kearah gadis yang membelakanginya. Lama dia menatap Rose yang membelakanginya dari depan pintu, sepertinya sudah tidur pikirnya. Ragu ingin menghampiri, dengan berat hati akhirnya dia memutuskan berpindah kamar lebih baik, untuk menghindari kejadian tadi.
__ADS_1
***Jangan lupa kasih vote like dan komentar nya yah
Happy Reading*** 💙💙💙