
Daddy dan kedua anaknya itu sedang bermain bola di halaman depan teras tersebut. Tiada yang lebih membahagiakan selain melihat kedua anak itu bahagia dan tertawa lepas. Hana duduk di teras memperhatikan sambil ikut meneriaki mereka memberikan semangat kepada ketiganya, entahlah siapa yang di dukungnya, setiap mereka yang giliran untuk menendang bola dia pasti ngasih semangat dengan yiel – yiel nya wkwkwk ... author saja bingung terserah Hana lah yang penting dia senang.
Sesekali Adrian melambaikan tangan dan kiss bye sambil tersenyum kepada isterinya dengan gerakan sigap Hana menangkap dengan tangan dan meletakkan nya di depan dada nya.
Tingkah daddy mereka dilihat oleh kedua anak nya, bocah –bocah itu pun menirukan gaya daddy nya dengan gaya dan eksen mereka masing – masing kiss bye juga kepada mommy nya.
“Mommy “ Richard menciumi kedua telapak tangan nya dan menghembuskan kedua telapak tangannya seolah menyampaikan kiss kepada ibu nya
“Mommmmyyy “ tepuk tangan dua kali cium, tepuk tangan dua kali cium tepuk lagi “mmmuaaachh “... gemas Lily
Hana yang dihadiahi kiss bye dari ketiganya terharu seraya memegang dada nya bahagia
Berbeda dengan Adrian heran melihat perbuatannya di tiru anak – anak nya “ Nak kenapa mainnya jadi berhenti yah”
“ Kami mau kiss mommy juga daddy” Richard
Dalam benaknya Richard berpikir wah anaknya semakin bijak. Sepertinya dia harus lebih lagi berhati – hati dalam bersikap di depan kedua anak – anak nya. Anak akan meniru tingkah dari orang terdekat apalagi yang menjadi teman bermain.
Menyadari Adrian yang melamun Hana berkata “ tidak apa – apa sayang selagi itu baik dan berada di situasi yang tepat kepada ibunya “ Senyum Hana
“Baiklah ,, baiklah ,, mari anak - anak apakah kalian sudah lelah ?” Adrian
“ Nooooo ,, daddy kami masih mau bermain” Richard dan Lily bersamaan
“Oke “ kekeh Adrian sambil membuat ujung jari jempol dan telunjuk nya bertemu
“Oke ayo daddy “ anak – anak semangat sambil membuat ujung jari jempol dan telunjuk nya bertemu menirukan daddy nya. Hana semakin terheran dan tertawa melihat kepintaran anak – anaknya.
Tiba – tiba dari arah taman Hana melihat sesuatu yang tidak beres terjadi dari arah depan Villa itu. Hana melihat tukang kebun berjalan cepat dalam keadaan cemas menghampiri dirinya. Adrian melihat perubahan ekspresi wajah isterinya yang penasaran sedang menatap kepada tukang kebun itu, kemudian dia menatap ke arah tukang kebun itu seperti menangkap sesuatu yang tidak beres.
“Prince dan princess daddy sepertinya sudah cukup yah bermain nya sekarang waktunya kaliaaannn ??“... Adrian menunggu respon dari keduanya
“Maandiiii “ serentak mereka bertiga menjawab (Daddy Richard Lily)
“Oke daddy “ keduanya menirukan kembali membuat ujung jari jempol dan telunjuk nya
Daddy pun membalas hal yang sama sambil membawa mereka masuk Villa menyuruh maid memandikan mereka.
Adrian kembali keluar menghampiri istrinya dan tukang kebun itu.
“Ada apa ?” Adrian
__ADS_1
“Tuan “ sambil membungkukkan badannya terbata – bata menyampaikan kabar
“Kami tidak tahu tepat nya kapan ini terjadi dan sudah berapa lama” Tukang kebun
“Bicaralah jangan berbelit – belit” Adrian
“anu Tuan ... anu ,, kami menemukan bayi perempuan sudah terletak di kebun bunga Ros pada gazebo disana “ sambil menunjuk arah taman Ros tersebut.
“Bayi tidak menangis tuan, sehingga kami tidak mengetahui keberadaannya tuan.” “ Karena saya kebetulan hendak merapikan taman ros tuan, maka saya menemukan bayi itu” tukas tukang kebun.
“Apa !!” “ Bawa kami kesana segera” Adrian terperanjat. Mereka berdua bergegas mengikuti tukang kebun ke lokasi dimana tukang kebun yang lain menjaga bayi itu sewaktu temannya memanggil tuan nya.
“Bayi yang malang kasihan sekali kamu nak “ Adrian berucap sambil menggendong bayi perempuan itu.
“Owh Ya Tuhan kasihan kamu sayang, sepertinya ini baru lahir beberapa hari lalu” Hana iba melihat keadaan bayi tersebut sambil meletakkan tangan kanan nya menutup mulut nya yang sempat terbuka.
“Coba kamu cari di sekitar siapa tahu masih menemukan ibu dari bayi ini” Adrian bertitah kepada pelayan nya
“Ya Tuhan” .. kejut Hana lagi.
****
Beberapa hari yang lalu ..
“Enyahkan anak itu segera dari hidupku sebelum ada yang menyadarinya” pinta Mark Ayah si bayi
“Kau tega membuang darah dagingmu sendiri” isak tangis Nate isterinya memohon pada suaminya untuk tidak melakukan itu
“Aku tidak bisa .. !! Hidupku sudah dalam perencanaan “
“Apakah kamu mau mempermalukan dan buat kegagalan terbesar sepanjang hidupku ... Hmm” suami angkuh itu bersikeras mempertahankan pendapatnya.
Karena dia menginginkan anak laki – laki bukan anak perempuan guna mempertahankan ahli waris dari keluarganya.
Orang suruhan suaminya bahkan sudah mempersiapkan pengganti bayi tersebut, yakni bayi laki – laki bukan darah dagingnya.
“Izinkan aku bersamanya dihari terakhir anak ku ini hiks hiks” mohon Nate pada Mark
“aku tidak bisa !!” hardik Mark pada isteri nya
“Papa dan Mama ku akan tiba dua hari lagi untuk melihat cucu nya, sudah ada pengganti bayi laki – laki buat keluarga kita, semua keluarga besar kita akan berkunjung”
__ADS_1
“Aku tidak mentolerir hal ini lebih lama, waktu ku tidak banyak !!” tegas suaminya lalu pergi bersama orang kanan nya dari ruangan VIP RS tersebut.
Setelah berlalu suaminya dari ruangan tersebut, berderailah air mata si ibu tersebut meratapi nasibnya yang akan kehilangan anak kandung satu satu nya.
“Hiks hiks”
“ anak ku hiks ... “
“anak ku ... hiks “ menciumi nya tidak henti – henti sambil menangis terisak.
“sakit kurasa Tuhan” ..
“Tuhan bagaimana hidupku ini ,,“ menggendong bayi itu sambil memukul – mukul dada nya berulang – ulang kali sesak rasanya.
“Aku tidak dapat menjauh dari belahan hati ku ini” hiks ... hiks
“Nak maafkan mama yah tidak dapat membela mu, tidak dapat mempertahankan mu untuk memeliharamu”
“Jangan benci mama yah sayang” mencium bayi nya sambil terus berlinang air mata
“Jika kelak suatu saat ketika mama masih hidup, dan mungkin Tuhan mempertemukan kita jangan benci mama” Pesan mama kepada bayi tersebut
Bayi tersebut merespon mamanya tersenyum dalam tidurnya bahkan tidak menangis
Cup cup cup cup
Nate mencium anak nya berulang – ulang seolah hendak meninggalkan kenangan bahwa ibu tetap menyayangi bayi perempuannya itu.
Nate menyusukan ASI kepada bayi nya selama mereka masih ada waktu bersama, membelai wajah anak itu lembut menatapnya sepuasnya dan menyimpan di ingatan nya seolah tiada hari esok. Tanpa terasa air mata nya menetes kembali.
Tidak ada yang dapat diperbuat ibunya untuk menyembunyikan bayi tersebut. Dia putus asa. kedua orang tuanya sudah lama meninggal kan dunia ini. Dia tidak memiliki keluarga lain selain suaminya. Bahkan suaminya pun menganggap isteri itu hanya sebagai pelengkap penderita dalam hidupnya.
Suami licik .. licik .. Pernikahannya tidak bahagia. Dia hanya menjalani hidup nya pasrah.
“Nak mama tidak bisa bersama mu lebih lama lagi” Tangis sang Ibu kepada bayi yang ada dalam gendongan nya.
Keesokan paginya si Ibu pergi keluar diam – diam membawa bayinya tanpa ditemani siapa pun, dia berniat supaya tidak ada yang mengikuti kemana dia pergi.
Memesan taxi online menuju ke suatu tempat yaitu panti asuhan yang ada di daerah tersebut.
30 menit sudah perjalanan yang dia tempuh menuju ke suatu tempat. Tiba – tiba ... dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya beberapa meter dari taxi mereka.
__ADS_1
“Pak berhenti di sini saja” pinta Nate kepada supir taxi tersebut.
Bersambung