
Rose juga menatap pria itu pandangan mata mereka bertemu satu sama lain.
“ Tampan ” kata Rose dalam hati sebenarnya dia masih merasakan kesakitan sambil mengibas ngibas badannya, namun kesakitan itu seakan sirna.
“Tak menyangka kita berjumpa lagi disini, gadis” gumam pria itu dalam hati.
Pria itu hendak menanyakan nama gadis itu, tiba-tiba ...
“Ada apa sayang “ kata seorang perempuan yang datang tiba-tiba mendekati pria nya sambil merangkul lengan pria tersebut menyatakan bahwa pria itu miliknya kemudian menatap Rose sinis. Namun pria itu bersikap cuek tidak menjawab temannya.
Tiba-tiba Jojo mendekat merasa sesuatu pasti terjadi pada Rose dikarenakan lama kembali ke tempat mereka duduk.
“Rose, apa yang terjadi kepadamu” “apakah kamu terluka” cemas nya memegang kedua lengan Rose sambil menyapu bersih dengan penglihatannya ke sekitar badan Rose cemas bila dia terluka.
“Aku tersenggol dan jatuh” Jelas Rose menunjuk dengan matanya kearah pria asing itu. Jojo mengalihkan perhatiannya melihat kearah pria yang sudah menabrak wanita kesayangan dalam hati nya itu dengan hati yang marah.
Si pria tersebut dengan angkuhnya menolehkan wajahnya kearah lain menampakan rasa tidak sukanya kepada Jojo. Rasanya Jojo hendak meninju pria asing itu.
Namun Rose menggeleng pelan kepalanya sambil memegang tangannya “sudahlah aku tidak terluka, kamu terlalu mencemaskanku” “lebih baik kita segera kembali ke cafe” Ajak Rose.
Mereka pun mengambil Hp kemudian kembali ke dalam cafe sedangkan Stefi sudah menunggu lama.
Pria asing itu berjalan menuju cafe bersama temannya dengan wajah dingin sambil mengingat kembali kejadian barusan.
“Hmm .. ternyata Rose nama gadis cantik itu” gumamnya dalam hati. Pertanyaan dalam pikirannya lagi “apakah pria yang bersamanya itu kekasihnya ? Kenapa mereka kelihatan begitu mesra ?”
Tanpa tiada yang ketahui sudut bibir pria itu terangkat tipis.
Di cafe ketiganya makan dengan lahap karena sudah sangat kelaparan. Tidak ada rasa malu apalagi canggung diantara ketiganya. Jojo memberi perhatian kepada Rose mengambil lauk dan meletakkannya di piring Rose. Hal tersebut di perhatikan oleh Stefi namun dia hanya senyum dan tetap melanjutkan makannya. Stefi tidak terlalu memusingkan yang dilakukan dua orang di depannya. Karena dia sudah tahu Jojo memendam cinta kepada Rose.
Tak jauh dari meja mereka sepasang mata yang dengan santai memperhatikan interaksi keduanya tanpa menimbulkan kecurigaan terhadap wanita di hadapannya yang lagi asik menyantap makanannya.
Tiba-tiba “Kenapa tidak dimakan” kata wanita tersebut
“Rasanya sudah kenyang” Jawab pria itu tak berselera.
“Apakah kamu jadi pindah kampus” tanya teman perempuannya itu.
“Iyah 1 minggu lagi” Jawabnya
“Kenapa kamu pindah” kata wanita itu
“Bosan aja,, mau ganti suasana” Jawabnya simple tidak mau berbelit-belit.
“Jadi kamu ninggalin aku gitu, akukan pacarmu” Kata perempuan itu percaya diri.
“Diantara kita hanya sebagai teman tidak ada hubungan yang special” Jawab pria itu santai. Kemudian dia melirik ke arah meja Rose dan teman-temannya kembali.
Rose dan temannya pun selesai menikmati makan malam. “Aku permisi sebentar yah mau ke toilet” kata Rose kepada kedua temannya. Maka dia pun menuju ke toilet.
“Aku permisi sebentar ke toilet” Pria itu pun berlalu menuju ke toilet mengikuti Rose.
__ADS_1
Rose selesai buang air kecil lalu ke wastafel untuk mencuci tangannya. Menatap wajahnya di cermin sambil merapikan dandanannya dan memoleskan lipglos sedikit ke bibirnya yang seksi itu. Selesai itu berlalu membuka pintu.
Ketika hendak berjalan beberapa langkah tangannya di tarik oleh seseorang dan membawanya berlalu dari depan toilet ke tempat yang tak jauh dari situ.
Rose terperanjat melihat siapa yang telah menarik tangannya lalu ...
“ Hii “
“Kau !!“ Pria yang sama yang menabraknya tadi di parkiran kini ketemu lagi di dekat toilet.
“Halo gadis kita ketemu lagi aku Mike” sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rose
“Apa mau mu”
“Aku ingin kita berteman”
“Aku sudah punya teman” Rose coba menghindar dari pria asing ini dengan mengatakan bahwa teman yang dimaksud Stefi dan Jojo. Dua kali kejadian dengan orang yang sama ditempat yang sama membuatnya mulai kesal.
“aamm maksudku ... aku ...” pria itu menggarukkan kepala yang tidak gatal bingung mau bilang apa.
“Tuan tolong lepaskan tangan saya!! Teman-temanku pasti sudah menunggu lama“ tegas Rose pada pria itu
“Tidak aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kamu menjawab”
Rose menarik napas pelan akhirnya
“Baik .. namaku Rose” sambil membalas uluran tangan dari Mike
“Maaf Tuan aku tidak memberikan no HP ku kepada orang lain”
“Orang lain ?? Bukankah kita tadi sudah berteman”
“Maaf sekali walaupun berteman aku belum bisa mempercayai nya mungkin butuh proses verifikasi” balas Rose santai sambil menghadiahkan pria tersebut dengan senyum manisnya yang membuat Mike terpana tanpa sadar melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Rose.
“Saya permisi “ Kata Rose berlalu pergi dari situ. Sedangkan Mike masih dalam keadaan senyum-senyum sendiri tidak menyadari gadis itu sudah berlalu dari sisinya.
“Kal... “ ucapan mIke terpotong dia tidak menemukan lawan bicaranya lagi di situ akhirnya dia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum mengambil HP nya hendak menghubungi seseorang.
“Tolong cari informasi lengkap tentang seseorang, aku mau secepatnya”
“Baik bos” jawab seorang yang di seberang sana
Michael Johnson nama pria itu yang disapa Mike anak dari keluarga bangsawan Mark Johnson dan Natalia Johnson. Usianya sama dengan Rose mereka lahirnya hanya beda hari namun tepat di bulan yang sama.
Mike teman masa kecil Rose waktu sekolah. Mereka terpisah lagi 3 tahun kemudian.
Mike masih status kuliah namun dia sudah mulai menggeluti bidang bisnis ayahnya. Dia belajar sejak dini sebelum ayahnya menyerahkan kekuasaan bisnis pada anaknya kelak.
Mike seorang yang tampan, memiliki jiwa kepemimpinan, dingin, gampang bosan, dia idola para cewek-cewek dikampusnya.
Apapun yang digelutinya selalu memperoleh prestasi.
__ADS_1
Entah kenapa semenjak bertemu dengan Rose mulai terjadi perubahan padanya akhir-akhir ini. Padahal kejadiannya baru siang tadi namun pikirannya mulai sedikit tergugah karena kehadiran gadis yang menarik perhatiannya itu.
“Gadis bersabarlah.. aku akan mengejarmu” katanya dalam hati
Rose telah tiba dirumahnya kediaman Tuan Lewis jam 09.00 malam sambil duduk di kursi ruang tamu berinteraksi dengan daddy dan mommy nya sebentar. Daddy nya lagi asik menonton berita di TV ditemani isterinya.
“Baru pulang nak” kata mommynya sambil memeluk anaknya itu
“Iya mom tadi sekalian makan malam diluar sama teman” Jawab Rose
“Hari yang melelahkan bukan ?” ibunya sambil membelai kepala anaknya karena Rose merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya.
“Daddy “
“Iya nak”
“Aku punya rencana ingin membuka lembaga pendidikan gitu maksud ku lembaga kursus aja dad” usul Rose
“Kenapa gak buka sekolah saja” usul daddynya karena mampu, namun Rose keberatan menurutnya itu terlalu cepat.
“Aku ingin memulainya dari dasar dad” kata Rose. Menurut dia ingin memulainya dari dasar supaya memiliki pondasi yang kuat kelak untuk merambah ke hal yang lebih besar.
“Owh begitu ..” kata daddy nya manggut-manggut sambil berpikir. Ketiganya saling sharing antar orang tua dan anaknya itu. Begitulah keluarga yang harmonis itu telah membentuk ketiga anaknya untuk berhasil. Hanya Rose yang masih berjalan meraih sukses yang berbeda. Kedua kakak-kakaknya sudah sukses.
Dering HP Rose berbunyi ternyata video call dari Lily
“Hallo kakak “ Sapa Rose
“Hallo.. bagaimana kabar adik manjaku”
“aku bukan manja kakak ku yang cantik. Kabarku baik”
“Kamu lagi bersama siapa disana” Lily
“Aku disini bersama daddy dan mommy” kata nya sambil mengarahkan layar untuk menunjukkan mereka bertiga di layar itu.
“Hiii daddy ,, hii mommy” sapa Lily riang sambil kiss bye kepada kedua orang tuanya
“Aku kangen kalian bertiga, kangen kak Ricahrd juga” “ada dimana dia ?” Lily
“Richard lagi diluar kota gantiin daddy pertemuan bisnis disana” Jawab daddy
“Tunggu aku akan panggil dia untuk gabung” seru Lily kepada mereka bertiga
Akhirnya Richard pun gabung. Mereka saling komunikasi antara satu sama lain melepaskan rindu. Keluarga yang asik. Labih asik lagi kalau semua pada ngumpul keributan pun terjadi apalagi yang namanya jaim pun tidak ada diantara mereka.
Hi semuanya ..
Mohon dukungan like komen dan ❤ nya juga yah, karena ini karya pertamaku.
Terima kasih semuanya
__ADS_1
Happy reading 💙💙💙