PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 25 - MENCEMASKANMU


__ADS_3

Adrian berpikir keras akhirnya dia ingat kalau Rose memiliki apartemen sendiri. Mike tidak mengetahui hal itu memang Rose tidak pernah memberitahukannya berhubung jarang menginap disana hanya sesekali bila dia ingin kesana. Tanpa menunggu lama Mike mendapatkannya segera dia pamit kepada papa Adrian dan mama Hana menuju alamat yang sudah ditemukan.


Hana tampak kuatir hal itu kelihatan dari raut cemas diwajahnya. Adrian pun menenangkannya. Sebelum Mike pergi Adrian meminta mengabari mereka bila Rose sudah ketemu.


“Pah apa perlu kita kabari Richard ?” Richard yang masih lembur di perusahaan miliknya seketika menerima telpon dari daddynya.


“Baik dad aku akan segera kesana” jawabnya setelah mendengar kabar Mike sudah duluan keapartemen Rose.


Sementara di apartemen Rose kedua temannya pamit. Rose mengantarkan kedua temannya ke depan pintu seraya melambai kan tangan keduanya berlalu dari situ menuju lift. Pintu lift terbuka seorang pria berpakaian gelap memakai topi yang menutup sedikit matanya keluar dari situ. Jojo memperhatikan pria yang keluar dari lift kemudian dia pun memasuki lift tersebut bersama Stefi.


“Perasaanku gak enak “


“Ada apa ? Kamu sakit ?” Kata Stefi sambil menyentuh dahi Jojo dengan punggung tangannya.


“Entahlah “


“Mungkin kamu lelah”


“Iya kali yah ..” Lift pun terbuka di lantai dasar mereka pun keluar dari gedung tersebut.


Ketika di mobil kembali Jojo merasakan hal yang sama. Steff, kok aku ngerasa lagi yah, nggak ngerti nih apa ? Coba kamu telp Rose aku ngerasa sesuatu yang nggak enak” cemasnya


Stefi pun mengambil Hpnya dan menghubungi Rose tidak aktif sama sekali. Seingat HP Rose tadi lowbat palingan dia lupa mencharge.


“Sudah kamu terlalu mengkhawatirkannya, dia akan baik – baik saja” Stefi menenangkan sahabatnya.


“Ah tidak – tidak aku harus memastikan kesana sebentar”


“Ya sudah” Stefi mengalah demi memastikan teman nya tidak kenapa – kenapa. Mereka berpatah balik.


Pria asing yang di lihat Jojo adalah mata-mata nya Silly, pria tersebut sengaja berjalan disepanjang lorong itu hendak mencari keberadaan ruangan Rose.


Tak lama Jojo dan Stefi datang kembali memencet bell. Seingat Rose tamunya baru pulang lima menit yang lalu. Siapa gerangan yang bertamu kembali. Rose melihat interkom di pintunya lalu dia membuka pintu. Setelah melihat Rose membuka pintu Jojo pun bernapas lega.


“Lho Jojo Stefi apa ada yang tertinggal ?”

__ADS_1


“Dia terlalu merisaukan mu” jelas Stefi kepada Rose


“Hahaha .. seperti yang kau lihat aku baik-baik saja” jawabnya enteng.


“Tuhkan,, sudah kukatakan padamu bahwa dia baik-baik saja. Ya sudah kalau begitu kami pamit yah.” Kata Stefi lagi. Rose pun membalas lambaian mereka seraya tersenyum.


“Tunggu !!” cegah Jojo lagi sambil menahan tangannya di pintu.


“berhati-hatilah !! Jangan sembarangan membuka pintu”


Rose mengernyitkan matanya heran akan peringatan Jojo.


“Aku pergi yah” pamitnya lagi


Disudut lorong ternyata pria asing tersebut sedang memperhatikan interaksi ketiganya. Semula dia tidak mengetahui ruangan tempat tinggal Rose, dikarenakan kedatangan kembali kedua temannya akhirnya...


Jojo dan Stefi sudah di jalan pulang kerumah masing-masing. Rose yang kini lagi membereskan piring-piring kotornya untuk segera dicuci. Lagi asik bergumul dengan piring-piring kotor bel pintu berbunyi. Seketika aktifitasnya berhenti hendak memastikan siapa yang bertamu sudah malam begini.


Rose melihat dari interkom dipintunya, tiada sesiapa yang kelihatan. Dia pun mengabaikan hendak melanjutkan kembali aktifitasnya yang terhenti. Belum sampai kesana bel bunyi kembali. Rose berbalik menuju pintu dan melihat pada layar menemukan pria yang tidak dikenalnya berbaju hitam dan memakai topi warna yang sama sedang berdiri di depan pintu ruangannya dan menatap kearah kamera.


Trauma yang pernah dialaminya membuat dia menciut tidak punya keberanian saat ini.


“Daddy Mommy apakah kali ini aku akan mati ..” lirihnya sambil mengeluarkan air mata.


“Kenapa aku tiba-tiba jadi ada musuh yah ?”


Teringat HP nya lagi di charge dia pun memberanikan diri mengambil dan menghubungi seseorang dengan tangan gemetaran. Rose mendengar pintu utama ruangannya ada yang membuka. Telp yang dihubungi belum juga diangkat, Rose menghubungi Richard.


“Halo !! Halo ...!!” sapa yang diseberang sana


Rose semakin ketakutan dia tidak menjawab telp masuk malah merejectnya karena dia mendengar pintu kamarnya kini di dobrak paksa dari luar. Dari dalam lemari persembunyiannya dia menutup mata sambil berdoa seolah ini hanya mimpi dan menutup mulutnya dengan tangan agar tidak terlepas suara maupun desah napas cemasnya.


Hpnya kembali berdering ‘Mike calling’ tertera di layar HP namun tetap diabaikan panggilan. Dia tidak ingin menimbulkan bunyi apapun agar tidak ketahuan keberadaannya oleh si penjahat. Bergantian kini Richard yang memanggil Rose melirik layar HP


“Kak tolong aku ..” jawabnya dengan suara berbisik ketakutan

__ADS_1


“Kamu dimana ?”


Belum sempat mengatakan posisi persembunyiannya tiba-tiba ....


Pintu lemari persembunyian terbuka lebar Rose yang masih menutup matanya tidak ingin melihat sudah pasrah mungkin ini hari terakhir hidupnya.


Sedangkan orang yang menemukan keberadaan gadis itu langsung memeluk nya dalam pelukan memberikan rasa aman dan nyaman kepada gadis tersebut. Mike yang menemukan Rose di lemari persembunyiannya.


“Rose .. Rose”


“Rose buka matamu ini aku Mike “ Pinta Mike memanggil Rose yang dalam dekapannya sambil menepuk pelan pipinya.


Kembali dia memeluk gadisnya, Rose menghidu aroma pria yang di cintainya seketika dia tersadar dan membuka mata.


“Mike .. aku takut“ tangisnya menyadari bahwa dia masih hidup sambil membalas pelukan erat Mike tidak ingin lepas.


“Tenanglah kamu aman bersamaku” mengelus punggungnya mencium keningnya berulang-ulang. Hal itu dilakukan untuk memberi rasa aman pada gadisnya.


Mike dan Richard datang tidak bersamaan, kebetulan yang bagus mereka bertemu di depan lift naik. Richard yang membuka pasword pintu kamar Rose dan telah memeriksa sekeliling ruangan tidak menemukan apa-apa, termasuk di lorong dia tidak menemukan orang yang mencurigakan, namun dia ingin mengechek CCTV apartemen ke bagian keamanan.


Hasil pemeriksaan CCTV menemukan pria tidak dikenal berbaju hitam mengenakan topi hitam berjalan disekitar lorong menyelidiki kemudian berdiri di depan pintu ruangan Rose. Richard pun kembali menemui Mike dan adiknya.


Mike membuat minuman coklat panas buat Rose. “Minumlah biar kamu sedikit tenang” katanya sambil mengelus-ngelus rambut Rose. Tak lama Richard pun masuk memeluk adiknya yang msih gemetaran itu lalu duduk disebelah satunya.


“Apakah kamu punya musuh sebelumnya. Aneh .. ini kedua kalinya kamu mengalami kejadian teror.


Rose menggeleng “setahuku aku tidak pernah berbuat jahat pada orang kak. Tiba-tiba hal ini terjadi”


Richard menoleh pada Mike dengan sorot mata yang tidak dimengerti, karena dia mencurigai sesuatu.


“Mike ,, apa ada yang ingin kamu katakan” selidik Richard


Mike terdiam mulai berpikir keras mencoba menghubungkan kejadian demi kejadian yang lalu termasuk saat acara ulang tahun teman satu kampusnya.


Maaf kakak novel ini slow update karena author punya aktifitas yang lain. Jadi sebisanya aja yah 🙏🙏

__ADS_1


Minta dukungan like dan koment yang membangun juga yah. Terima kasih 💙💙


__ADS_2