PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 26 - KETAKUTAN (Mike Jangan Tinggalkan aku)


__ADS_3

Richard menanyakan hal ini kepada Mike. Dari pengakuan Rose tidak ada musuh atau dendam ke siapa pun selama ini terhadapnya. Masih menunggu pengakuan dari Mike yang belum mengatakan apapun.


“Aku akan mencari tahu sendiri hal ini dan mengabarimu secepatnya.” Kata Mike kepada Richard.


“Dari kepolisian belum menemukan bukti apapun waktu kejadian satu bulan yang lalu” Richard


“Hasil CCTV yang aku lihat sendiri dari pihak keamanan apartemen barusan menemukan ada seorang pria asing yang bukan warga sini berjalan di sekitar lorong dan berhenti di depan pintu.” Jelas Richard yang didengar keduanya hal itu kembali membuat Rose bergidik ngeri.


Mike menyadari ketakutan Rose dia memeluknya memberikan rasa hangat dan rasa aman kepada gadisnya dagunya bertumpu di atas kepala Rose


“Aku akan menempatkan satu orang pengawal buatmu namun tidak kelihatan, mmm... “


“Kamu kelihatan sudah lelah, tidurlah” Mike berinisiatif namun masih ada keraguan di wajah Rose


“Atau kamu ingin pulang ?”


Melihat itu Richard juga menunggu jawaban dari Rose hanya gelengan kepala tanda dia ingin bermalam di apartemennya karena tidak ingin membuat daddy dan mommy nya risau. Richard pun mengerti akan hal itu dia memaklumi


“Tenanglah kakak tidak akan menceritakan hal ini kepada daddy dan mommy. Kamu istirahatlah sekarang.


Mike membawa Rose ke kamar dan membaringkan di ranjang serta menyelimutinya membelai kepala dan mencium kening Rose, dia pun menutupkan mata sekilas.


“Tidurlah”


Setelah memperlakukan Rose dengan penuh kasih sayang Mike hendak berlalu dari kamar itu menjumpai Richard di ruang tamu namun tangannya di cekal Rose membuat dia mengurungkan niat berlalu.

__ADS_1


“Kenapa ? Kamu masih takut”


Hanya anggukan kepala sebagai jawaban. Akhirnya Mike dengan posisi duduk di pinggir ranjang sambil memegang tangan Rose. Menyuruh gadis itu untuk memejamkan mata segera tidur.


Tak lama Rose pun tertidur ketika dirasa napasnya mulai teratur.


Mike memperhatikan wajah Rose dengan seksama tanpa berkedip seolah tidak ingin kehilangan momen itu. Kembali dia mengingat kecelakaan Rose membuat hatinya sakit, terbayang wajah ketidak berdayaan gadisnya, kisah itu tak akan pernah dia lupakan.


Mengepalkan tangannya sambil berujar


“Aku tidak ingin kehilangan orang yang kucintai, aku akan segera menyelidiki siapa otak dibalik semua ini.


Dalam pikirannya Mike memang mencurigai ini perbuatan seseorang yang dia kenal, namun dia ingin mengikuti permainan orang tersebut hingga dia menemukan cukup bukti untuk membongkar kejahatannya.


Mike menjumpai Richard yang lagi di ruang tamu.


“Apa hubunganmu dengan gadis itu ?” bagai detektif mendadak Richard menginterogasi Mike membuat Mike seketika terkejut tapi segera dia merubah raut wajah kembali tenang. Sebenarnya ini hanya pertanyaan random dari Richard yang belum mengetahui kebenarannya. Mengingat respon kaget dari Mike seketika kecurigaan Richard terbukti.


“Jadi benar ini karena seorang gadis “ sorot mata tajam Richard arahkan kepada Mike.


Richard membuang napas sambil menyandarkan badannya di sandaran sofa dengan meletakkan sebelah tangan disandaran sofa. Menunggu penjelasan Mike.


Mike bersikap tenang mengambil posisi duduk di sofa yang lain berhadapan dengan Richard mencoba untuk menjelaskan.


“Aku masih menyelidiki kebenarannya, dan gadis itu tidak ada hubungan apa-apa denganku. Papa yang semula berniat ingin aku bertunangan dengan anak kerabatnya aku secara tegas menetang hal itu. Hingga suatu saat Rose hadir mama yang mengundangnya untuk mengakui sebagai putri kandungnya yang sah dihadapan kakek dan nenek.” Panjang lebar Mike menjelaskan.

__ADS_1


“Aku tidak akan tinggal diam tentang hal ini bila kamu tidak bisa menyelesaikannya, jangan berhubungan lagi dengan adikku” Tegas Richard dengan sorot mata tajam yang mengintimidasi.


“Aku.. tidak ..!! Rose adalah nyawaku” tekad Mike dengan tatapan serius seorang pengusaha ketika bersaing dengan lawan bisnisnya, mulai kesal meresponi sikap Richard. Mike tidak ingin kehilangan Rose gadis yang dicintainya, gadis yang sudah membawa perubahan besar dalam hidupnya.


Sebelum mengenal Rose dia seorang yang dingin tidak menentu arah bahkan menjalani hidupnya dengan asal sesuka hatinya. Disebabkan oleh Mark yang dominan mengatur kehidupannya tidak mengizinkan untuk membuat keputusan sendiri karena Mike seorang ahli waris, Nate memohon pada Mike untuk tetap berada di hidupnya mendampinginya, karena Mike pun melihat mama nya selalu bersedih karena papanya maka dia bertahan.


Semenjak kehadiran Rose sikap papa Mark sedikit berubah, Mike melakukan banyak perubahan mulai mempelajari bisnis dan bergelut langsung di perusahaan mereka, bahkan tidak sedikit pula prestasi yang dihasilkan oleh Mike.


“Baiklah.. aku pulang dulu, jaga dia baik-baik seperti kau menjaga nyawamu, kejadian malam ini jangan sampai diketahui oleh daddy dan mommyku biar aku menjelaskan kepada mereka. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku !” Richard pun pergi meninggalkan apartemen Rose. Rose hanya ditemani oleh Mike.


Mike yang lagi duduk di ruang tamu mengambil HP nya dan menghubungi seseorang meminta untuk menempatkan beberapa pengawal kemana pun Rose pergi ketika sedang sendiri mulai detik ini. Selesai bertelepon Mike menyempatkan mengecek email laporan berisi pekerjaan perusahaan.


Sedang seriusnya kerja, Mike mendengar suara tangis dari dalam kamar yang dia yakini itu suara Rose bergegas dia menuju ke kamar mendapati Rose yang sedang terduduk menangis karena takut, barusan mengalami mimpi buruk. Mike pun meraih dia dan memeluknya erat.


“Tenanglah kamu aman bersamaku, aku di sini tidak pergi”


“aku takut .. mereka menculik ku hendak mencelakai ku” rintih nya sambil menjelaskan mimpi buruknya.


Mike terpukul seolah-oleh itu peringatan kedua buat dia untuk lebih melindungi Rose. Mike menenangkan Rose sambil menepuk nepuk punggungnya pelan


“Sssstt .... Tidak akan ada yang mencelakaimu, tenanglah. Aku disini, tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku janji. Kamu gadis yang kuat dan tangguh” Mike mencium kening Rose berulang-ulang, lama mereka dengan posisi saling memeluk tanpa kata akhirnya Mike membujuk Rose untuk kembali tidur.


“Tidurlah lagi” sambil membaringkan Rose, Mike menarik selimut sampai menutupi dada kemudian Mike ikut berbaring disebelah Rose dengan posisi memeluk keduanya berhadapan.


Posisi Rose berada pada dada bidang Mike posisi yang dirasanya sangat nyaman sambil menghidu aroma wangi dari tubuh Mike. Sebelah tangan kekar pria itu menjadi bantalan sambil membelai lembut rambut gadisnya sedangkan tangan sebelahnya lagi memeluk posesif menepuk nepuk pelan punggung Rose agar segera tidur. Setelah dilihatnya Rose memejamkan mata Mike pun memejamkan mata. Perlahan tepukan halus pada punggung itu pun terhenti Mike mulai tertidur. Sedangkan Rose masih terbawa suasana yang nyaman matanya terpejam tidak tidur tapi dia menikmati moment ini.

__ADS_1


Seketika Rose menyadari keadaannya, posisi mereka tidur saling berpelukan matanya terbuka


“Apa !? Keadaan ini sangat janggal” pikirannya berkecamuk wajahnya seketika sedikit merona dan tidak jadi tidur.


__ADS_2