PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 5 - PERSIAPAN LOMBA dan ULANG TAHUN


__ADS_3

Hari berlalu bulan berganti dan tahun semakin bertambah demikian juga usia mereka semakin bertambah. Masing – masing mereka telah lama memasuki masa pendidikan di satu sekolah yang bergengsi alias sekolah kaum ternama di kota B. Adrian ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik.


Richard anak yang cerdas tiap tahun mendapatkan prestasi juara pertama dikelas hingga saat dia berumur 10 tahun, dia juga menyukai ekskul olahraga basket dan ilmu beladiri seperti keinginannya waktu kecil.


Lily 9 tahun, juga berprestasi juara dikelas tiap tahunnya, karena prestasi yang di raihnya menjadikan dia murid teladan. Dia sangat suka melukis sepulang sekolah dia menghadiri kelas melukisnya.


Salah satu koleksi lukisannya yang ada di ruang melukisnya pernah mendapatkan juara harapan tingkat kota, itupun karena inisiatif Hana yang mengikut sertakan Lily dalam event lomba tersebut. Langkah awal untuk pemula bukan.


Sedangkan Rose kecil (5 tahun hitung tahun ini) masih menikmati masa bermainnya. Terkadang dia senang ikut sibuk urusan kakak-kakaknya. Bila kakaknya tidak dirumah dia selalu merindukan kehadiran mereka. Richard adalah kakak kesayangan Rose karena senang diajak main, apapun yang dilakukan kakak laki-laki itu dia pasti tertarik. Bagaimana dengan Lily, Rose juga menyayangi kakak perempuannya namun tidak sedekat terhadap Richard. Mereka tetap saling peduli dan sayang satu sama lain. Itulah ajaran Hana sang mommy yang membuat mereka seperti itu tetap hangat.


Sekolah Rose akan mengadakan event lomba kostum dalam rangka ulang tahun sekolah tepatnya tanggal 10 Juni dua minggu lagi. Event ini khusus untuk seangkatan Rose. Berbeda dengan acara sekolah Kakaknya.


Hana teringat bahwa tanggal ulang tahun Rose bersamaan dengan acara sekolah tersebut. Hana merencanakan ingin merayakan ulang tahun Rose bersama teman-temannya disekolah setelah dia menanyakan kepada kepala sekolah. Kepala sekolah menyambut hal itu dengan baik. Keluarga Lewis merupakan penyumbang dana terbesar buat sekolah itu.


“Rose suka model baju apa untuk acara nanti, nak ? “ tanya mommy pada Rose


“Princes mommy, bukankah aku seorang princes ? “ bangga anak perempuan itu sehingga membuat Hana tersenyum dan mencium pipi gembul Rose saking gemasnya.


“Pak kita singgah ke butik Cantique bentar yah” titah Hana pada supirnya


“Baik Nyonya” Jawab supirnya


Hana menempah kostum untuk Rose di butik sepupunya sister Sabrina. Mereka sering berlangganan di butik tersebut selain bagus hasil tidak pernah mengecewakan, dengan tangan-tangannya yang terampil dia mampu menyulap sebuah kain menjadi karya yang indah. Kemudian mereka kembali kerumah.


Waktu sudah pukul 5 sore Hana sedang bersantai di rumah menunggu kedatangan suaminya. Mereka tidak di rumah orang tua Adrian melainkan di rumah mereka sendiri.


Tak lama tibalah mobil pribadi yang dikendarai supir bersama Adrian didalamnya. Adrian keluar dari mobil dan melangkah masuk dengan disambut Hana bersama Rose. Hana memeluk memberi kecupan di pipi suaminya karena dia tahu suaminya itu pasti lelah, tidak ketinggalan Rose menyambut dan berlari ke arah Adrian langsung minta di gendong.


“Daddy ,, capek ya ?” Sapa Rose sambil memegang kedua pipi Adrian


“Lelah daddy sudah hilang sayang, karena kamu dan mommy” balas daddy sambil mencium kedua pipi anaknya kembali kemudian mengecup kening Hana.


Mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu, Rose pergi meninggalkan mereka sebentar kemudian kembali membawakan minuman buat daddynya tapi tetap di awasi maid.

__ADS_1


“Daddy, Rose bawakan teh” menyuruh daddy nya untuk minum


“Terima kasih ya anak daddy” balas Adrian sambil minum.


“Owh iya katanya ada yang mau ulang tahun ? “ Goda Adrian. Hana sudah cerita pada suaminya tadi siang bahwa sekolah Rose mengadakan event lomba kostum dalam rangka ulang tahun sekolah bertepatan juga ulang tahun Rose.


“Siapa yah mau ulang tahun sebentar lagi ?” Goda Adrian kepada anaknya berusaha memberitahukan ulang tahunnya. Karena anak 4 tahun pastilah tidak mengetahui kapan ulang tahunnya.


“Ulang tahun siapa Hayoo “ goda Adrian lagi membuat ekspresi pura-pura mikir seolah mengajak anaknya itu juga untuk berpikir.


“Ulang tahun siapa daddy?” penasaran Rose


“Ulang tahun princes Rose lho” Hana menimpali sambil mendapati ekspresi bingung Rose yang kemudian berubah jadi sumringah kemudian bersorak.


“Hore” girangnya sambil tepuk tangan.


Tiba-tiba kedua kakaknya Richard dan Lily ikut nimbrung seraya bertanya bersamaan “Siapa yang ulang tahun ?”


“Ini “ Jawab Rose mengangkat tangan dengan gaya khas imutnya sambil memunyungkan bibirnya lucu.


“Oke daddy dan mommy”


“Oke kak Icad dan kak Lily” Jawab Rose kecil dengan membulatkan kedua jari jempol dan telunjuknya.


Sore itu menjadi kehangatan tersendiri ditengah-tengah keluarga bahagia itu. Tertawa gembira satu sama lain, didikan kedua orang tuanya yang baik telah membuat tumbuh kembang anak-anaknya jadi baik pula. Tak lupa Hana juga mengabarkan hal ini kepada mertuanya dan mereka senang akan ikut merayakan juga nanti.


Anak-anak masih berkumpul di ruang tamu mereka menonton film anak kesukaan mereka bersama. Sedangkan Rose ditemani maid ikut bersama mereka disitu selalu siap apapun kalau ada sesuatu yang dibutuhkan oleh anak majikannya.


Adrian dan Hana mereka berdua pun menuju ke kamar. Dikamar Adrian sudah melepaskan dasi dan pakaian kerjanya dia hanya mengenakan celana pendek lalu berbaring sebentar di tempat tidurnya.


Istrinya sedang sibuk kesana kemari membenahi tas dan jas kerja suaminya untuk meletakkan pada tempatnya.


Adrian memandangi istrinya yang tetap cantik itu sambil tersenyum menggoda. Hana menyadari kalau dia sedang diperhatikan. Pandangan mereka pun bertemu.

__ADS_1


Adrian duduk seraya menyandarkan dirinya pada dinding tempat tidur memanggil Hana untuk mendekat. Hana pun mendekat sambil tersenyum kepada suami yang dikasihinya itu. “Apakah ada sesuatu yang terjadi di perusahaan ?” tanya Hana penasaran.


“Ah tidak sayang, aku hanya kangen kamu”


Adrian memeluk Hana erat membawa kepala istrinya berada di dada bidangnya dengan posisi yang sangat intim duduk berhadapan di pangkuan suaminya. Adrian memejamkan matanya sambil tangan satunya mengelus rambut istrinya lembut sedang tangan satunya lagi membelai punggung dan bibirnya mencium kening istrinya dengan penuh kelembutan.


Bagi Adrian isterinya Hana adalah seperti obat yang tidak memiliki nama namun dapat memberikan kenyamanan dan kesembuhan di hati.


Hana dapat merasakan debaran jantung Adrian, Hana juga yakin kalau Adrian juga merasakan sebaliknya.


Adrian melonggarkan pelukannya perlahan pandangan mata mereka bertemu satu sama lain tidak berkata-kata namun menangkap maksud hanya dari tatapan mata.


Hana paham dia pun memejamkan matanya, perlahan Adrian mendekatkan bibirnya ke bibir Hana lalu mencium dan memejamkan matanya.


Ciuman yang sangat lembut dan Hana pun membalas nya. Mereka berhenti sebentar setelah bernafas melanjutkan ciuman mereka kembali makin dalam lama kelamaan semakin bernafsu. Menyampaikan kerinduan dan rasa cinta sangat mendalam, kemudian berlanjutlah dengan kegiatan keintiman yang saling memuaskan satu sama lain.


“Gimana persiapan ulang tahunnya, sayang” tanya Suaminya pada Hana setelah mereka selesai bergumul.


“Tadi sudah bicara pada Kepala sekolah dan semua akan diatur oleh guru-guru untuk bagian acara”


Jelas Hana yang meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya masih dalam posisi berbaring.


“Owh iya sayang apakah kau akan menghadiri acara disekolah Rose?” tanya Hana


“Baiklah aku akan datang” Jawab Adrian yang membelai kepala Hana.


“Sudah waktunya mandi, aku akan mandi dulu” Hana


“Aku ingin mandi bersama istriku “ goda Adrian lagi, aku masih belum puas sayang


Adrian bangkit dan langsung menggendong istrinya yang hendak beranjak duluan lalu mereka masuk ke kamar mandi. Demikianlah keromantisan itu berlanjut lagi.


Mohon dukungannya buat Author ya like dan koment yang membangun juga di tunggu 🙂

__ADS_1


Happy Reading 🌻


__ADS_2