PUTRI ROSE

PUTRI ROSE
BAB 24 - PENASARAN


__ADS_3

Nate memandangi lekat-lekat putranya yang terdiam mengharapkan sebuah penjelasan. Dia membawa putranya duduk di sofa dan memintanya untuk mengatakan semua kebenaran, tanpa ada yang disembunyikan. Dengan berat hati akhirnya Mike menceritakan kejadian yang membuat renggang hubungannya dengan Rose.


Nate pun mengerti mengelus pundak Mike memintanya untuk bersabar menghadapi wanita. Besok niatnya akan menemui Rose. Namun Mike mengatakan dia akan menyelesaikan sendiri.


Mark menghampiri keduanya bahkan dia tahu rencana isterinya tentang perayaan ulang tahun itu, hanya dia tidak terlalu ambil bagian. Dia lebih menyibukkan diri pada urusan bisnis perusahaannya.


Mike mencoba menyapa papanya, “Sore Pah.. “ tetap ditanggapi dengan sikap dingin. Meski tidak direspon Mike tetap berlaku sopan pada papanya dan dia pun pamit dari situ pulang ke apartemennya.


Setelah mendengar curhat putranya Nate beralih perhatian ke suaminya “Sayang kau sudah pulang” Nate membantu Mark membawakan tas kerjanya berjalan memasuki kamar mereka. Tidak ada respon dari suaminya, Nate mencoba untuk tetap menghargai dan melayani suami dengan baik demi menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Baginya masa lalu tentang kisah putrinya sudah selesai dan Nate tidak ingin mengungkit kesalahan dimasa lalu diantara mereka.


Nate bergabung dengan suaminya yang lagi duduk di pinggir ranjang membantu melepaskan jas dan menggantung di hanger kemudian dia mengambil pakaian bersih dari closet untuk dipakai suaminya setelah mandi.


Lama keadaan membisu diantara mereka. Mark pun menuju ke kamar mandi, dia menyadari tatapan isterinya yang meminta perhatian darinya. Ketika hendak membuka gagang pintu kamar mandi langkahnya terhenti tanpa menoleh kearah Nate, merasa bersalah karena mendiamkan Nate.


“Bagaimana rencana ulang tahun nya ?” Mark bertanya dengan sikap dingin


Mendengar pertanyaan dari suaminya seketika wajah Nate sumringah tidak percaya Mark ternyata perduli kepada anak-anaknya. Spontan Nate langsung berlari kearah suami dan memeluk nya dari belakang saking semangatnya kepala Mark kejedot ke pintu kamar mandi.


Mark tersenyum di dalam hati melihat tingkah lucu isterinya namun berusaha menyembunyikannya dengan bersikap dingin.


“Maksudmu putra dan putri kita ?” tanya Nate mengulangi untuk menggoda karena dia ingin kepastian dari mulut Mark mengakui anak-anaknya.


“Kau lupa siapa putra dan putrimu karena usiamu yang mulai menua ?”


“Huh ... angkuh mu belum juga hilang ?” sentak Nate dalam canda tanpa melepaskan pelukan dari suaminya. Mark merasakan kehangatan terjadi saat ini.


Selama ini dia jarang membangun hubungan yang romantis dengan isterinya karena sibuk dengan urusan perusahaan. Semenjak kedatangan Rose ditengah keluarga mereka Mark pelan-pelan mulai membuka hati.


Nate berusaha ingin bermanja-manja dengan suaminya, belakangan ini dia merasa tertantang untuk menaklukan hati Mark yang dingin dan angkuh. Mark membuka pintu dan masuk hendak mandi namun isterinya ikut berjalan masuk dengan posisi masih memeluk. Senyum Nate tertahan membuat ekspresi pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


Mark menghentikan langkah nya melihat tangan isterinya yang tak kunjung lepas dari perutnya.


“Lepas !!”


Nate tidak juga melepaskan, dengan lembut Mark memegang dan mengurai tangan isterinya


“Aku mau mandi.. Kamu mau ikut mandi ?” tawar Mark lembut.


Sontak mata Nate membelalak tidak percaya berpindah posisi ke hadapan suaminya yang berpostur tinggi tegap sambil menjamah pipi Mark dengan kedua tangan. Mark menatap manik mata Nate bagai tersihir Mark mengecup sekilas bibir isterinya.


“Puas !!”


Nate semakin terheran-heran dengan sikap suaminya hari ini, ada apa dengan dirinya bertanya-tanya didalam hati.


Melihat istrinya yang mematung terkejut karena kecupan, Mark melangkah menuju bath tube sambil melepaskan sisa pakaiannya mulai membenamkan dirinya. Nate yang sadar seketika menghampiri Mark dan mengambil inisiatif membantu menyabuni suaminya sambil tersenyum – senyum. Jauh dilubuk hati Mark menyimpan rasa bahagia atas perlakuan istrinya barusan yang sudah lama sekali membeku.


“Ya Tuan”


“Aku ingin kesuatu tempat.” Berangkatlah mereka menuju ke kampus sang putri, kali ini Mark mulai penasaran apa saja yang dilakukan putrinya itu.


Selesai mata kuliah siang itu Rose dan teman hendak segera berangkat, hari ini jadwal mereka untuk mengajar di daerah pinggiran.


Mark yang memperhatikan Rose dari dalam mobilnya melihat Mike menghampiri Rose namun dia bersikap mengabaikan Mike. Dia berlalu dengan temannya meninggalkan Mike yang kelihatan frustasi. Mark melihat tingkah putranya itu sangat kekanakan, heii,, apakah cinta itu membuat orang jadi budak pikirnya.


Mark menyuruh asistennya untuk meminta Mike segera kembali ke perusahaan ada meeting dengan klien. Asisten Mark segera melajukan mobilnya mengikuti kemana arah mobil yang dinaiki Rose dengan temannya. Tibalah mereka di daerah pinggiran tersebut. Mark tetap fokus memperhatikan langkah putrinya. Penasaran dengan yang dilakukan putrinya Mark menyuruh asistannya untuk menyelidiki melalui pantauan orang suruhannya.


“Apakah benar kejadian yang baru dialaminya di daerah ini ?” Mark bertanya tentang musibah yang dialami putrinya satu bulan yang lalu.


“Iya benar Tuan”

__ADS_1


“Kenapa dia mau menyusahkan diri kedaerah ini !?”


Asistennya sedikit keheranan melihat perubahan tuannya itu. Selama ini tuannya tidak pernah mengurusi hal keluarga seperti ini kecuali urusan perusahaan. Asistannya tidak punya jawaban hanya diam tidak berkomentar.


“Aku mau kau menyelidiki kejadian waktu itu” perintahnya.


“Baik tuan”


Tak lama telpon berdering “Tuan informasi dari orang suruhan mengatakan nona mengajar anak-anak kaum pinggiran di daerah ini dan hal itu sudah lama dilakukannya.


Mark diam tidak meresponi. “Mari kembali ke perusahaan” katanya kemudian.


“Baik tuan”


Sore pun tiba mereka segera pulang menuju kerumah masing-masing. Hari ini entah kenapa Rose ingin tinggal di apartemennya dia juga mengajak kedua temannya untuk makan malam di tempatnya. Alhasil Rose dan Stefi kolaborasi memasak di dapur nya, sedangkan Jojo baru kembali dari membeli cemilan untuk mereka makan dan juga membantu membenahi apa yang perlu dibenahi.


Setelah selesai masak mereka pun makan ala-ala anak muda. Segala menu makanan yang tersedia sudah terhidang di meja ruang tamunya. Mereka pun makan secara lesehan menikmati dengan lahap sambil sesekali bergurau satu sama lain dan menonton TV.


Disatu sisi Mike sedang bertamu di kediaman Lewis hendak menemui kekasihnya dengan ditemani Hana dan Adrian malam itu. Menunggu lama tak kunjung muncul juga orang yang ditunggu Mike mulai khawatir.


Adrian mencoba mengajak berbicara santai tidak usah terlalu mengkhawatirkan Rose.


Yang membuat Mike khawatir akan Rose yaitu peringatan dari Dino apalagi mengingat kejadian satu bulan yang lalu. Mike hanya tidak ingin menimbulkan kerisauan di hati papa Adrian dan mama Hana oleh sebab itu dia menyembunyikannya.


“Pa, kemana yah Rose pergi, jam segini kok belum nyampe-nyampe juga ?” wajah Mike yang khawatir sedari tadi ikut memengaruhi Adrian dan Hana.


Mike sudah menelpon berkali-kali HP Rose tidak diangkat. Adrian pun mencoba menghubungi Rose hasilnya juga sama tidak diangkat.


Di satu sisi lainnya Silly sedang menempatkan orang suruhannya untuk mengikuti Rose yang kini berada tak jauh dari apartemen yang Rose tempati, dia hendak berniat jahat kembali terhadap Rose.

__ADS_1


__ADS_2