
Rose tiba di rumah langsung menuju ke kamarnya, padahal daddy dan mommy nya memanggil namun tak dihiraukan. Richard dan Lily juga demikian merasa hambar dengan situasi sekarang.
“Kak bagaimana penyelidikanmu “ tanya Lily penasaran
“tahanan yang di penjara sebagai bukti satu-satunya itu sudah meninggal dalam perjalanan, sekarang kami belum menemukan jejak apa-apa karena tidak ada pergerakan lagi” jelas Richard
Adrian dan Hana menghampiri Rose ke kamarnya. Rose sudah membaringkan diri dikasur namun masih dalam keadaan mata terbuka.
Tok tok tok
“Rose.. daddy mommy mau masuk yah”
Tidak ada jawaban mereka berdua pun masuk Hana langsung mengambil duduk disebelah Rose berbaring, sedangkan Adrian duduk mengambil bangku yang ada dikamar itu keduanya memandangi putri kecilnya prihatin.
“Putri mommy belum makan kan, ayo makan dulu yah baru tidur”
“Tidak lapar Mom” jawab Rose.
“Rose mau apa .. bicaralah nak, mommy tidak tahan melihat kamu begini terus, kami semua merindukan canda tawamu, nak” Hana sambil menitikkan air mata memegang tangan Rose yang pandangan kosongnya menatap ke langit-langit kamar
Adrian Hana Richard sudah mengetahui hal yang menimpa Rose mereka tidak dapat berbuat banyak. Bahkan Adrian pun sudah berjumpa dengan Mark untuk meminta merubah keputusannya toh Adrian juga rekan bisnisnya. Namun seorang Mark yang punya rencana tidak mengubah keputusannya sedikit pun.
Rose bangkit lalu duduk sambil mengulurkan tangannya yang satu untuk memanggil daddynya “Dad Mom aku ingin tinggal di Villa sementara, aku ingin menyendiri”
“Baiklah nak Daddy dan Mommy akan bersamamu. Besok kita segera kesana” Hana membawa putrinya dalam pelukannya, daddy nya ikut memeluk mereka dan mengecup kepala putrinya sayang, dia menyimpan kesedihan didalam hatinya.
Dering HP Mike berbunyi dari Silly
“Halo”
“Halo sayang, hari ini temani aku yah ngemall ntr sore jemput aku”
“iyah”
“Kok jawabnya simple aja sih gak ada embel-embel apa gitu”
Mike langsung memutuskan panggilannya.
Silly senyum puas “Akhirnya aku mendapatkan mu Mike, gadis itu telah pergi dari hidupmu. Tidak ada yang bisa mendapatkanmu selain aku”
Silly telah berbuat licik dengan merayu ayahnya untuk mendapatkan Mike maka bekerjasama dengan perusahaan Mark alasan kerjasama bisnis yang menguntungkan.
Masih dalam keadaan hampa menyendiri dikamar merindukan gadisnya “Rose bagaimana kabarmu sekarang ?” gumamnya pelan “Aku merindukanmu” Mike tidak memiliki no kontak Rose lagi. Mark telah menyita semua hal yang berkaitan dengan Rose.
__ADS_1
“Bersetan semuanya ...!!” Mike mengamuk menggaruk kepalanya gusar serta isi kamarnya di obrak abrik olehnya. Menimbulkan ketakutan bagi pembantu yang melayani dia.
Nate berlari ke kamar menghampiri dan langsung memeluk putranya itu. “Sabar nak pasti ada jalan”
Sama seperti Rose hampa Mike juga mengalaminya.
Ke kampus dan ke perusahaan seperti biasa namun ketika kesendiriannya menghampiri dia mulai stres.
Di Villa
Adrian dan Hana menemani Rose. Sudah beberapa hari berlalu Rose senang duduk di ayunan di teras depan Villa sedangkan Adrian lagi mengurus perusahaannya.
“Sayang bagaimana kalau kita jalan-jalan yuk menikmati udara segar ke sekeliling”
Mereka pun menjalani taman-taman bunga itu. Rose hanya mengikuti kemana mommynya berjalan.
Tiba-tiba Rose berhenti dan ingin menghampiri bunga Ros yang ada di taman itu dan Hana mendekati.
“Mommy bunga ini sangat indah” Rose mulai berbicara seketika itu juga Hana merasakan sedikit harapan telah mendengar suara Rose mulai perlahan kembali pulih dari pikirannya.
“Indah seperti mu sayang. Sebagaimana bunga ini indah memiliki duri dan mommy yakin Rose juga bisa bangkit dan menjadi lebih kuat lagi” Hana memberi semangat
Tak jauh Hana melihat kembali ada seorang wanita paruh baya mengenakan kain kerudung yang sama. Dari arah belakang wanita itu, Hana menghampiri “Maaf anda mau mencari siapa ?”
Nate yang mulai ketakutan “Ahh hanya mau berjalan-jalan saja Hana “ katanya mengelak hendak pergi berlalu.
“Tunggu !! Beberapa bulan yang lalu apakah itu kau Nate yang berada disekitar sini” tanya Hana
Akhirnya Hana mengajak Nate masuk ke villa dan mulailah kejadian satu persatu diceritakan oleh Nate yang membuat Hana tidak percaya rasanya ketika dia menyingkronkan semuanya dan Hana pun ikut menangis mendengar Nate.
“Bukankah aku temanmu, ingatkah waktu anak kita kecil dulu aku menawarkan persahabatan padamu ?” Kata Hana sambil memegang tangan Nate.
“Tidak salah Rose mendapat pertolongan darah dari ayahnya waktu itu” Hana menambahkan. Adrian pun tiba di villa dan Hana menjelaskan kembali. Adrian memanggil Rose untuk hadir ditengah-tengah mereka.
Rose datang Nate langsung memeluk putrinya itu sambil berderaian air mata tidak sanggup menjelaskan lebih dulu. Dia lebih memilih memeluk dan mengecupi putrinya yang hilang namun sudah kembali itu. Akhirnya perlahan Nate menjelaskan kepada Rose dibantu dengan Adrian dan Hana.
Sedikit syok dengan berita yang didengarnya, belum lagi pulih hatinya dengan perpisahan dengan kekasihnya kini ada hal baru terjadi.
“Putriku, tidak mengapa kalau kamu belum siap untuk memanggilku mama. Jangan membenci mama ya nak atas semua hal yang terjadi. Jangan membenci papamu juga, dia lagi tersesat. Bagi mama melihatmu sudah sebesar ini merupakan kebahagiaan buat mama. Mama sering memimpikan dan mengunjungi daerah ini tapi tidak menemui kamu”
Deg... seketika hati Rose tersentuh benarkah mamanya mencari dia selama ini ? pikirnya.
“Kalau begitu mama permisi mau pulang dulu ya nak, jangan membenci mama ya nak”
__ADS_1
Cup
Rose terngiang kata-kata itu dengan jelas yang selalu datang di mimpinya.
Permisi Tn Adrian dan Hana.
“Tunggu !!’ Rose mencegah Nate
“Hal yang barusan kau katakan tadi itu sering menjadi mimpiku ... Mama “ Rose berkata
“Panggil lagi nak
“Mama .. aku tidak pernah membenci mama”
Kejadian yang memilukan itu pun disaksikan Adrian dan Hana. Perasaan campur aduk dirasakan mereka berempat. Richard yang sudah datang beberapa waktu lalu sudah mendengar semuanya, setelah mendengar dari Mike bahwa itu ibunya kecurigaannya pun benar.
Richard menelpon Mike karena semua kontak telah dihapus papanya
“Mau apa kau menelon ku lagi” bentak Richard
“Halo Mike ini aku Richard “ mendengar Richard yang menelponnya Mike pun jadi salah tingkah
“Bro bagaimana kabar Rose”
“Hei kau pria lemah aku ingin bertemu dengan mu malam ini di cafe XX”
Keduanya pun bertemu tapi bodyguard utusan papanya tetap mengawasi dari jarak jauh
Ketika keduanya bertemu Richard langsung membogem wajah Mike “Itu untuk adik ku atas perbuatanmu dasar pria lemah” geram Richard
Mike menyentuh sudut bibirnya yang berdarah “Maaf .. kau akan paham bila kau diposisiku”
Kemudian merekapun duduk bersebelahan sambil menikmati minuman keras yang dipesan.
“Kau tahu .. mamamu kemaren singgah ke villa “
“ .... “
“Teka-teki yang selama ini ada dikeluargaku akhirnya terpecahkan”
“ Hanya demi kata teka –teki kau mengajak ku untuk ketemu ?”
Bersambung
__ADS_1