Putri Sang Raja Iblis

Putri Sang Raja Iblis
Di penginapan (1)


__ADS_3

"Setidaknya sekarang aku sudah bisa menyentuh kasur..," Savilla mendudukan diri lega di kasur, "Eh, tunggu, ini benar-benar kasur, kan? Rasanya seperti batu!" Protes Savilla meskipun dikamar itu hanya ada dirinya dan si kucing.


"Aku tidak percaya perjalanan kesini benar-benar memakan waktu seminggu!"


Untungnya selama seminggu perjalanan, mereka terkadag berhenti sebentar jadi Savilla bisa istirahat secara diam-diam.


"Nathan, hey, sekarang kita sudah aman kalau kau ingin kembali ke wujud manusia."


Asap mengelilingi kucing itu dan yang muncul setelah asap itu menghilang bukanlah si kucing putih melainkan lelaki berambut putih dengan wajah tampanya.


"Ya ampun, aku lelah!" Nathan mendudukan diri di kursi terdekat.


"Apa yang akan kau lakukan? Kau benar-benar ingin meminta bantuan mereka untuk mencari portal?" Nathan memandang Savilla serius.


"Tentu… Bukankah waktu itu kau memberiku kode untuk meminta tolong pada mereka?" Savilla mencoba menepuk-nepuk kasurnya, 'Apa ini sungguh terbuat dari batu?'


Nathan menggelengkan kepala, "Aku tidak memberimu kode apapun tentang meminta tolong pada mereka, saat itu aku memberitahumu untuk segera kabur. Iblis adalah mahluk yang licik. Memohon dan membuat perjanjian dengan mereka adalah hal terkotor yang bisa dilakukan manusia. Apa yang kau lakukan adalah sebuah fermentasi dari ketidakwaspadaanmu."


Savilla mengangkat tangannya, "Hey, hey, jangan menyalahkan aku begitu. Memangnya aku harus bagaimana lagi? Aku tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Dan satu-satunya orang kukenal--meskipun aku baru mengenalnya sehari kurang-- berubah menjadi kucing. Apa lagi yang harus kulakukan?"


Nathan mengerutkan dahi, "Maaf."


"Tidak perlu."


"Tapi kau cukup beruntung, kan?" Nathan tersenyum kecil.

__ADS_1


Savilla menelengkan kepala, "Beruntung?"


"Meski mengancam mereka seperti itu dan kau menggunakan alasan yang tepat tapi bodoh mereka akhirnya menuruti kemauanmu. Bahkan sampai menolongmu. Tapi ku harap kau tidak terlalu tergoda dengan pertolongan mereka. Bisa saja ada kelicikan dibalik kebaikan mereka."


Savilla menundukan kepala, "Aku akan berhati-hati..."


"Dan kau masih punya aku," Nathan berucap percaya diri, "Karena kau sudah membantuku menyembunyikan jati diriku saat aku menjadi kucing aku akan menjagamu!"


Savilla menatap Nathan, "Tidak perlu, aku tidak melakukannya karena ingin mendapat imbalan. Itu hanya sebagai balasan karena kau juga menolongku sebelumnya."


"Kalau begitu aku akan tetap menjagamu, ini inisiatif ku sendiri," Nathan menyilangkan tangannya di dada, "…Jadi jangan lepas dari pengawasanku, oke?"


Savilla menatap Nathan, ada sesuatu pada lelaki itu yang tiba-tiba saja membuatnya terintimidasi.


"Omong-omong Nathan," Savilla berusaha menghentikan kecanggungan yang merambat, mengabaikan rasa aneh yang merayap di punggungnya, "kucingmu mirip sekali dengan punyaku yang ada di rumah," Savilla memeluk kakinya yang tertekuk. Membayangkan isi kamarnya dan Prince yang terselip diantaranya.


Savilla terdiam, "Darimana kau tahu nama kucingku?"


"Soalnya pas kau menyebutkan namanya sebagai nama samaranku kau seperti bicara tentang seorang teman lama atau seoramg kekasih!"


Savilla mengangkat salah satu alisnya, "Terimaksih tapi… dia seekor kucing bukan teman apalagi kekasih. Tidak, mungkin dia memang seperti seoramg teman untuku."


Nathan meringis dan memalingkan wajahnya ke samping, Savilla mengernyit heran akan reaksi lelaki itu. "Terkadang seseorang mencintai sesuatu lebih dari yang mereka sadari." Nathan tersenyum hangat.


"Tidak sampai kau akan menganggap binatang peliharaanmu sebagai kekasih, kan?"

__ADS_1


"Itu wajar. Beberapa orang bahkan menganggap peliharaan mereka sebagai keluarga." Nathan tertawa kecil.


"Iya, Tapi…"


*Tok Tok*


"Savilla!" Suara Sheera memanggilnya dari luar pintu. "Savilla ku sayang keluarlah!"


Savilla menatap ke Nathan menyuruhnya untuk segera berubah wujud lagi.


"Sebentar!" Savilla berteriak dari dalam.


**To Be Continued


***


Hi there,


Saya minta maaf atas updateannya yang telat🙏. soalnya di rumah lagi sibuk plus gak ada sinyal (maklum kartu misqueen hehe)


Jangan lupa untuk mendukung cerita ini.


Dukungan berupa Saran dan kritik pun diterima.


Love you,

__ADS_1


A. sr**


__ADS_2