Putri Sang Raja Iblis

Putri Sang Raja Iblis
Di penginapan (2)


__ADS_3

**Putri sang raja iblis-- Di penginapan, part 2


Happy reading** ^^


****


"Ada apa?" Savilla bertanya setelah membuka pintu. Diluar, berdirilah Sheera dan Veera. Keduanya mengikat rambut mereka. Veera sering mengikat rambutnya. Tapi selama seminggu bersama mereka, baru kali ini Savilla melihat Sheera melakukannya.


"Ayo kita mandi bersama!" Sheera berucap senang.


"Mandi bersama?" Savilla merasa tidak enak.


Meskipun melakukan perjalanan selama seminggu bersama mereka, dia masih belum begitu dekat dengan mereka. Dia masih belum bisa menerima hal iblis-iblisan ini dan fakta bahwa dirinya adalah setengah iblis.


"Ya. Ini adalah penginapan paling terkenal di kerajaan Balphegor! Seperti yang diharapkan dari keluarga kerajaan mereka untuk membawa tamunya ke sini…"


"Meskipun kita tidak membutuhkannya," Veera Menyambung ucapan Sheera, "Iblis kan jarang merasa lelah," Veera melanjutkan setelah mendapat tatapan protes dari Sheera.


"Hish, jangan menjadi seperti para robot malaikat yang bekerja 24 jam perhari itu," Sheera memberengut, "Anyway, selagi kita disini, Kau harus mencicipi pemandiannya Savilla!"


"Oh, tidak dia mulai lagi…" Veera menundukan kepala.


"Pemandian terbaik di neraka! Dengan air terpanas yang bisa melelehkan hatimu dan membuatmu bergairah! Kau bisa juga mendapat sabun mandi gratis setiap masuk disana dijamin sabun mandinya terlumuri oleh kenikmatan dari dunia manusia! Dan airnya bisa dimakan! Tapi itu sekitar 300 tahun yang lalu, sebelum Drian memakan semua air yang ada di pemandian lelaki…"


"Kau tidak perlu mendengarkan semua promosinya…"


Savilla tertawa kecil, "Ya, dia terdengar sedang mengiklankan pemandian disini…"


'Tapi deskripsinya aneh sekali…' Savilla meneguk ludahnya.


"Bagaimana? Kau suka, kan? Mau mencobanya secara langsung? Kalau begitu datanglah ke pemandian air panas kami!"

__ADS_1


Savilla menatap Sheera dengan bingung. Sedangkan Veera menatapnya kaget.


"Jangan-jangan kau benar-benar sedang mengiklankan mereka?" Veera menatap Sheera tidak percaya.


Sheera menggaruk-garuk kepala, "Habisnya.., mereka berjanji untuk memberiku uang jika aku berhasil menarik beberapa pengunjung kesana…"


"Sheera yang benar saja?! Kau itu salah satu dari para pangeran dan putri mahkota dunia iblis, kenapa kau mau diperalat seperti itu?!"


"Mereka tidak memperalatku mereka menawariku pekerjaan! Dan uang!" Sheera bersikeras.


"Itu sama saja!"


"Itu beda. Ya, kan, Savilla?"


Savilla yang tiba-tiba saja diberi pertanyaan langsung menjawab sesuai hal pertama yang ada dipikirannya, "Tidak, sebenarnya itu sama saja. Dan itu membuatmu terlihat tidak punya harga diri sebagai anak dari salah satu raja iblis," Savilla tersenyum dan lalu menyadari sesuatu, "Ah, maaf. Aku tidak seharusnya mengatakannya."


"Tidak, apa yang kau katakan ada benarnya," Ini pertama kalinya Veera setuju dengannya, "Kau dengar, kan? Bahkan seorang iblis rendahan mengatakan itu. Tidak heran yang mulia Lucifer sering menegurmu."


"Baiklah, aku tidak akan melaporkanya!"


'Lagian aku tidak kenal mereka berdua,' Lanjut Savilla dalam hati.


"Kau yakin? Padahal kau bisa menggunakan kesempatan ini untuk memerasku," Sheera menatap Savilla dengan tatapan polos.


"Dia bukan dari kerajaan Mammon jadi dia tidak akan melakukan itu," Veera berucap datar.


"Eh, apa maksudmu dengan melibatkan kerajaanku?! Aku dari kerajaan Mammon dan aku juga tidak akan melakukannya," Sheera menatap mereka ragu, "….Mungkin."


"Baiklah, sebaiknya ayo kita mandi!" Sheera menarik tangan dua orang itu, Savilla kaget dengan kekuatan Sheera yang lumayan kuat meskipun dia tidak terlihat sedang menarik mereka dengan kuat, "Savilla kau boleh mengajak kucingmu kalau kau mau! Karena hewan peliharaan dibitung sebagai pelanggan dan harus membayar! Aku akan mendapat lebih banyak uang!"


"Eh, tidak usah." Savilla tentunya tidak mau setelah mengetahui fakta bahwa kucing itu sebenarnya seorang penyihir laki-laki.

__ADS_1


"Kalau begitu kami yang akn mengajak kucingmu!" Chanx tiba-tiba muncul di kamar Savilla membuat si empunya terlonjak kaget. begitu juga dengan Nathan yang tiba-tiba digendong oleh Chanx. Dia malah mencakari lengan Chanx. seolah tidak menyukai lelaki itu.


"Kenapa kau ada disini?" Savilla menanyai penyusup kamarnya itu. Tapi Chanx tidak memerdulikan dan langsung keluar dari kamar Savilla.


"Aku pinjam kucingmu sebentar."


Savilla menatap aneh punggung lelaki yang menjauh itu.


"Tidak usah dipikirkan dia hanya menyukai kucing. kucingmu akan aman bersamanya " Sheera meyakinkan dengan ceria.


"Kesukaan yang bodoh." Komentar Veera


"Apa kita sebaiknya mengajak Zagan? Dia bisa berubah menjadi perempuan," Sheera memegang dagunya disaat mereka susah berjalan menuju pemandian.


"Dia mungkin akan melakukan sesuatu yang buruk pada kita di dalam," Veera berucap datar.


"Tidak perlu malu melakukan peebuatan buruk, kita ini iblis," Sheera meyakinkan.


"Maksudku seperti memamerkan buah semangkanya dan membandingkannya dengan rambutan punyamu, lalu kau akan merasa sedih semalaman."


"Jangan memanggil punyaku rambutan! Punyamu juga kecil! Ya, tapi itu memang buruk sih…


[To Be Continued]


**Besok puasa nih. semangat yah puasanya. Jangan tergoda sama godaan lapar dari Drian :v


Anyway, suport this story by like and vote. jangan lupa komen juga. dan mampir di ceritaku yang lainnya ^^


ada typo atau kesalahan lainnya? jangan takut untuk saling mengingatkan! Saya gak bakalan marah kok... (mungkin :v)


Sankyu**.

__ADS_1


__ADS_2