Putri Sang Raja Iblis

Putri Sang Raja Iblis
Bahaya yang mendekat (1)


__ADS_3

"Iya, nek?" Savilla agak bingung bagaimana harus menjawab nenek-nenek yang ada di depannya.


Dia ingin menolak, tapi kaaihan juga nenek itu. ingin membantu, tapi Savilla agak takut. Nenek itu seperti penyihir-penyihir yang sering muncul di buku dongeng bergambar yang dia koleksi waktu kecil.


"Bisakah kau mengantarkan nenek pulang kerumah, gadis baik?"


Savilla merasa merinding pada sekujur tubuhnya. Cara bicara nenek itu sangat aneh, seolah dia sedang mengancam Savilla.


'Lagian kenapa sih nenek itu harus minta tolong ke aku?'


"Eng, Aku--"


"Maukah engkau mengantarkan nenek pulang?"


Savilla benar-benar merasa takut sekarang. Dia ingin mengalah dan membantu nenek itu. Tapi dia juga harus segera pulang. Paman dan bibinya akan marah jika dia pulang telat.


"Tidak bisa, nek. aku--"


Lagi, sebelum Savilla dapat menolak. nenek itu memotong ucapannya.


"Antarkan nenek pulan, ya, anak baik." Nenek itu tersenyum leber, terlalu lebar untuk orang yang bahkan tidak kuat menegakan tubuhnya. Giginya yang tajam dan kuning terlihat jelas.


Tindakan logis pada situasi ini adalah lari dan tidak usah memikirkannya lagi.


Tapi Savilla merasa dia akan menyesal jika tidak menuruti perintah nenek ini.


jadi pada akhirnya dia berkata, "Ba-baiklah, nek."

__ADS_1


"Ahaha, aku tahu gadis baik sepertimu pasti akan membantuku."


"Ja-jadi dimana rumah nenek?"


"Nenek tidak yakin, tapi nenek rasa rumah nenek ke arah sana!" Nenek menunjuk ke suatu arah.


'Itu adalah arah yang sangat berbeda dengan jalan yang biasa aku ambil untuk pulang.'


Savilla sempat ragu untuk pergi kesana, tapi si nenek itu berjalan mendahuluinya dan menarik tangannya.


'Aku tidak pernah kesana sebelumnya.'


"Tunggu dulu, nek!" Nenek itu terhenti mendengar Savilla, "Bagaimana kalau nenek salah arah?"


Nenek itu tersenyum lebar lagi, membuat Savilla berusaha berjalan mundur tapi ditahan oleh tangan sang nenek.


"Kalau begitu, kita tinggal berbalik arah, kan?"


***


Sang pemuda yang tadi menawarkan bantuan pada Rose dan Celix tersenyum kecil.


'Sekarang ini mereka berdua pasti sedang beraksi. Tinggal beberapa langkah lagi dan gadis itu akan tertangkap.'


Namanya Bryan, dia memang bukan manusia biasa. Tapi dia baru akan mendapatkan kekuatan supranaturalnya saat berusia 18 tahun. Sekarang ini dia baru 17 tahun. jadi dia hatus menggunakan seseorang untuk menangkap mangsanya.


Menangkap manusia setengah iblis memang tugasnya. Tapi Bryan agak pesimis dengan rencananya, apa dua orang itu akan memberikan gadis itu padaku**?

__ADS_1


Tapi toh, para Exorcist tidak membutuhkan kecuali untuk dihilangkan. Tapi bisa gawat kalau mereka salah sangka. Iblis setengah manusia biasanya hanya terasa aura manusianya saja. aku harus menjelaskan hal ini, deh.


"Ya tuhan!" Bryan tiba-tiba berseru, dia mengingat sesuatu.


Exorcist hanya bisa merasakan aura manusia saat bertemu dengan iblis setengah manusia, kan? Jadi bagaimana mungkin saat dia datang kesini mereka sedang bicara tentang berpapasan dengan seseorang beraura iblis.


Aku harus memperingatkan mereka. Kalau tidak, bisa-bisa nyawa mereka terancam. Gadis itu mungkin punya penjaga.


Bryan mengeluarkan ponsel dari sakunya, untungnya mereka sudah bertukar nomor tadi. untuk membicarakan strategi saat mereka sedang dalam perjalanan. ketika dia akan menghubungi salah satu dari mereka, tiba-tiba seekor kucing putih lewat di depannya. Kucing itu seolah sedang kebingungan. Seolah dia baru ditipu seekor tikus dan kehilangan mangsanya sama seperti Bryan saat ini.


Tapi bukan itu yang membuat Bryan tertarik, "Heh, kucing itu..."


Kucing putih itu melihat ke arah Bryan. Saat mata mereka berdua saling bertatapan. keduanya membelalakan mata.


Sebelum Bryan dapat melakukan apapun kucingitu langsung berlari kembali ke arah dia datang tadi.


"Masa sih?"


***


Out of story:


Bryan: *melihat prince* "Heh, kucing itu..."


Prince: *Balas melihat Bryan*


Bryan: "Wah, cantiknya.., Mirip seperti kucing tetanggaku, aku jadikan istri, ah..."

__ADS_1


Prince: *Kabur*


Bryan: "..... Masa sih, masa dia gak suka sama aku?" :(


__ADS_2