Putri Sang Raja Iblis

Putri Sang Raja Iblis
Selamat?


__ADS_3

Savilla berteriak terkejut melihat si nenek yang mengangkat seekor kucing putih dengan gerakan kasar dan melemparkannya ke arah Savilla, "Kurasa dia mencarimu."


Savilla menatap nenek itu bingung, lalu dia memperhatikan kucing itu dengan seksama, "Prince?"


"Meong," Kucing itu menjawab dengan lemah dan menyembunyikan mukanya dari Savilla.


"Kenapa kau ada disini?" Savilla berucap dengan mara dan bingung, Bukankah dia memperingatkan kucing itu untuk tidak mengikutinya, dan lagipula bagaimana bisa Prince melewati hutan yang gelap itu hanya dengan mengikutinya saja.


"Kucingmu..," Nenek itu memandang si kucing dengan tatapan jahat seolah ingin menjadikan Prince menu makan malamnya, Savilla memeluk Prince erat menutupi kucing itu dari pandangan si nenek, "Sudah berapa lama dia bersamamu?"


Prince menatap nenek itu tajam, dia memperlihatkan barisan gigi kecilnya pada nenek itu.


"Um, dia sudah bersamaku sejak aku bayi...."


"Sejak kau bayi? Oh, begitu. Berapa usiamu sekarang?" Ini aneh. Percakapan ini seperti percakapan antar keluarga. Jika saja si nenek itu tidak menggunakan nada bicara yang mengerikan serta berhenti mengeluarkan atmosfer buruk


Prince mengeong seolah memperingati Savilla untuk berhenti bicara dengan nenek itu dan segera kabur dari rumah--, err, gubuk ini.


Savilla tahu itu, dia juga ingin segera keluar. Tapi kakinya tidak berani untuk berdiri, apalagi berlari. Dan dia takut jika tidak menjawab pertanyaan si nenek. Si nenek akan marah dan mencelakainya. Savilla sudah positif bahwa nenek itu bukan orang sembarangan ataupun orang baik-baik.


"Um, umurku... 15 tahun."

__ADS_1


Nenek itu tertawa dengan suara tingginya, "Kucingmu.., lumayan panjang umur juga, ya?"


"Meong!" Prince mengeong dengan marah.


"Huh?"


"Nenek pernah punya kucing, tapi mati dalam waktu 7 tahun. Tapi Kucingmu itu bisa hidup selama 15 bahkan mungkin lebih, dan dia masih sehat-sehat saja? eh, tunggu. Jangan bilang kau tidak menyadarinya, nak?"


Savilla terdiam. dia memang tidak pernah memikirkan tentang usia Prince. Yang dua tahu, prince ada bersamanya dan akan selalu menemaninya.


"Kurasa.., Kucingku ini... adalah jenis yang unik..," Savilla tidak yakin dengan ucapannya sendiri.


"Oh, jenis yang unik? jadi yang kau maksudkan... wajar kalau ada kucing yang memiliki masa hidup yang lama?"


"Mungkin saja, 20 tahun dari sekarang, saat kau sudah memiliki anak sendiri, kucing itu masih akan terus hidup. Atau saat kau menjadi nenek sepertiku, kucing itu juga masih akan bersamamu. apa begitu yang ingin kau bayangkan?"


Savilla tidak tahu harus bagaimana menjawab nenek itu, jadi dia hanya diam saja.


"Tapi biar kuberitahu kau satu hal," Nenek itu mendekati Savilla, memegangi tangan Savilla yang tadi sedang memegang Prince, lalu mendekatkan wajahnya ke Savilla. Savilla dapat melihat mata nenek itu yang berubah menjadi merah dan membuatnya gemetar ketakutan.


"Kalau dalam waktu 3 atau 4 tahun kedepan, kucing itu masih belum mati. Kemungkinan besarnya, kau akan mati terlebih dahulu darinya."

__ADS_1


Prince melompat kearah wanita itu dan mencakar mukanya, Savilla tidak sempat menahannya.


"Ahh! dasar kau kucing sialan!" Prince segera melompat kembali ke Savilla.


Savilla yang menyadari nenek itu sedang menutupi mukanya karena kesakitan segera berlari meninggalkan tempat itu dengan Prince di gendongannya.


Sementara si nenek yang melihat Savilla kabur hanya menampakan wajahnya kesal. Beberapa detik kemudian, perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi seorang lelaki muda dan rumah serta perabotan di sekitarnya menghilang begitu saja. hanya tersisa pohon-pohon dihutan sebagai latar belakang.


"Ahahaha! Jadi itu pelindung gratis nona Savilla, eh?" Dia menyeringai ke arah Savilla berlari tadi, "Aku harus melapor pada tuan Lucifer, nih. Yah, seenggaknya untuk sementara dia selamat, lah." Pemuda itu berjalan maju ke sebuah lingkaran yang muncul dengan aneh ditengah-tengah hutan. dan saat dia melewatinya, tubuhnya menghilang begitu saja.


--------


Out of Story


Savilla: Kurasa.. kucingku ini... adalah jenis yang unik?


Nenek: Oh, jenis yang unik, ya? Kalau boleh nenek tahu jenis apa kucingmu itu?


Savilla: *bingung, tidak tahu jenis kucing* Eh, apa ya? Kocheng oren?


Nenek:Tapi kan kucingmu bulunya putih -_-.

__ADS_1


Savilla: Yamaap, nek.


__ADS_2