
"Kenapa selalu aku yang disalahkan. kenapa? padahal aku tidak berbuat apa-apa. aku hanya... aku hanya... aku hanya mengikuti kata hatiku." Gadis berusia 7 tahun itu berucap sambil mencoret-coret buku gambarnya.
"Meong..."
"Padahal mereka tudak tahu apa-apa, mereka juga bukan orangtua asliku, mereka hanya orang-orang munafik yang sok suci!" Gerakan tangannya di buku gambar semakin cepat.
"Meong..."
"Mereka tidak pernah menghargaiku! Padahal.., padahal aku sangat menyayangi mereka.., tapi mereka tidak pernah mengerti..." Air mata mulai menetes dari mata anak itu.
"Meong..." Suara kucing didepannya semakin keras, seolah berusaha menghentikan pemikiran aneh si gadis.
"Diam kau! Kau kira berteman dengan seekor kucing seperti dirimu akan membuatku senang, hah?! teman-temanku menganggapku aneh gara-gara kau! aku tidak tahu mana yang datang pertama. aku dianggap aneh karena selalu berbicara dengan seekor kucing, atau mereka menjauhiku. hiks."
Tangan si gadis terhenti dari mencoret-coret buku gambarnya. Tiba-tiba berteriak keras, "Ahhhh! Aku benci kalian semua!! MATI SAJA KALIAN!!!!!" Dia melemparkan buku gambar dan pensilnya ke arah si kucing. dan langsung membalikan badannya untuk meneriakan hal-hal gila sambil membentur-benturkan kepalanya ke tembok pada setiap katanya.
"Mati! Mati! Mati! Mati! MATI SANA!!!"
__ADS_1
"Akan Kubunuh! Akan kubunuh! Akan kubunuh! AkanKubunuhAkanKubunuhAkanKubunuh!"
Anehnya, meski berteriak-teriak kencang sejak tadi, tidak ada yang datang menolongnya atau hanya sekedar menghentikan teriakannya, atau setidaknya datang melihatnya. Entah karena mereka sungguh tidak mendengar atau hanya tidak peduli.
Anak itu terus membenturkan kepalanya, sampai dia merasa ada benda cair yang mengalir dari pelipisnya.
"Ah, Warnanya hitam Ahahahaha!" Gadis itu tertawa seperti seorang maniak, dan kembali membenturkan kepalanya.
Tiba-tiba swbuah tangan menarik bahunya, membuatnya berhenti melakukan kegiatannya. dengan marah, dia menoleh ke belakang. jika itu paman atau bibinya, dia bersiap untuk berteriak ke arah mereka.
Tapi yang Anak itu lihat adalah seseorang yang dipenuhi warna putih dan cerah. Anak itu tidak dapat melihat wajahnya baik-baik, dikarenakan cahaya yang mengelilingi orang itu terlalu menyilaukan. Dia mengangkat tangannya, meletakan satu jari telunjuk di dahi si anak.
Selanjutnya, yang anak itu lihat adalah keseluruhan tempat berubah menjadi putih, lalu hitam...
"Savilla..." Suara itu seolah begitu dekat. Seperti memanggil dirinya untuk terus masuk
Savilla mengikuti suara itu. lalu yang dia lihat...
__ADS_1
adalah dirinya sendiri dengan senyuman jahat di wajahnya. "Hehe, datanglah padaku."
***
Savilla terbangun dari mimpi buruknya napasnya terengah-engah. Dia melihat sekelilingnya, dan bernapas lega. "Fyuuh, syukurlah. aku sedang dikamarku."
Sudah beberapa hari ini, sejak dia tidak memakai kalungnya, mimpi buruk terus menghantuinya.
Dan mimpi itu selalu berisi tentang masa anak-anaknya. Savilla tidak mengingat pernah melakukan apapun yang ada di mimpi itu saat masih kecil. Savilla ingin menganggap itu hanya sekedar mimpi. Tapi sayangnya, Savila menyadari, ada beberapa saat di masa kecilnya dimana dia tidak mengingat sama sekali tentang hal itu.
wajar saja jika lupa tentang masa kecil, begitu bagi kebanyakan orang. Tapi Savilla merasa tidak nyaman jika tidak dapat mengingat salah satu bagian dari masa kecilnya. dia memiliki ingatan yang bagus. Saat melihat foto masa kecilnya, dia bisa memaparkan dimana dan kapan tepatnya foto itu diambil, apa yang saat itu Savilla rasakan, seperti apa suasana di sekitar tempat foto itu, dan lainnya. Tapi ada beberala foto masa kecilnya yang tidak dapat Savilla ingat sama sekali, sampai bahkan dia tidak yakin bahwa yang di foto itu adalah dia.
'Bagaimana kalau momen masa kecilku yang hilang.., saat momen-momen itu terjadi.., bukan aku yang mengendalikan diriku?'
Savilla sering melihatnya di film-film, kepribadian ganda dan gangguan psikologis lainnya.
Savilla menggelengkan kepala, 'Tidak mungkin, kalau aku punya yang semacam itu, paman atau bibi pasti akan menyadarinya dan menyuruhku untuk menghilangkan penyakit itu secepatnya'
__ADS_1
Savilla menghela napasnya panjang