
Aku tidak bisa merasakan tubuhku, semua nya seakan mati rasa. Apa seperti ini rasanya kematian? Yang aku lihat hanyalah kegelapan mutlak tanpa ada seberkas cahaya dimana pun.
"Setidaknya aku akan masuk syurga, asik!"
"Kata siapa?"
Hah? Siapa itu? Aku tidak bisa melihat siapa pun dikarenakan sangat gelap.
"Mengejutkan sekali, tidak sangka aku bisa bertemu dengan mu, manusia."
"Kau siapa? Perlihatkan dirimu!"
"Dibelakang mu payah!"
Aku membalikkan badan ku. Aku terkejut disaat sesosok makhluk putih berbadan manusia duduk disebuah altar tanpa ekspresi sedikit pun, jangan lupa dengan kepala botaknya.
"Kau siapa?"
"Namaku Uroboros, seorang dewa yang tidak tercatat dalam sejarah. Aku disini untuk memenuhi keinginan terakhir mu."
"Keinginan terakhir ku?" Aku sedikit teringat disaat aku masih hidup, dimana aku berdoa agar ada seorang dewa yang mengabulkan permintaan terakhir ku sebelum aku dieksekusi mati.
"Bukan kah kau bilang ingin balas dendam kepada tunangan payah mu itu? Biarkan aku membantu mu."
"Bagaimana bisa aku percaya kepada mu? Kau jahat atau baik?"
"Pertanyaan yang lucu sekali.." Ia berdiri dari altar miliknya. "Tidak peduli aku jahat atau baik, bukankah yang kau inginkan adalah hidup kembali?"
Aku mengangguk.
"Apa kau benar-benar yakin dengan pilihan mu?"
Ia turun dari altar miliknya dan berjalan kehadapan ku.
"Aku akan memberimu sebuah skill disaat kau sudah hidup kembali, ini akan membantu mu untuk menjadi kuat. Semakin kuat dirimu, maka orang-orang disekitar mu pun akan takluk kepada mu. Bagaimana?"
"Baiklah, aku menginginkannya."
"Pilihan yang bagus..." Uroboros meletakkan jari telunjuknya ke arah jantungku. "Disaat kau terbangun ucapkan saja status untuk mengaktifkan skill itu."
"Apa hanya itu?"
"Kau akan melihatnya setelah kau mencobanya."
Sebuah sinar pun langsung menyelimuti diriku. Jarak antara Uroboros dengan diriku pun menjadi sangat jauh, ia melambaikan tangannya disaat diriku terhempas ke sisi yang lebih terang.
"Semoga kita dapat berjumpa lagi, Mortal."
Itu lah kata terakhir yang aku dengar darinya, sekarang pandanganku menjadi gelap kembali. Aku mencoba menggerakkan tangan ku dan rupanya berhasil, aku bisa meraba dan menggerakkan badanku kembali.
"Nona bangunlah!"
Suara siapa itu? Suaranya terdengar samar-samar tapi dapat aku dengar dengan jelas.
"Elizabeth bangun lah."
Aku mengenal suara ini, ya ini suara ayah ku. Aku pun membuka mataku perlahan, menyesuaikan dengan cahaya yang masuk. Pandangan ku pun sedikit kabur diawal, tapi lama kelamaan menjadi sangat jelas.
"Elizabeth! Syukur lah kau bangun!"
"Ayah, kenapa kau ada disini?"
"Apa kau lupa? Kemarin sore kau jatuh dari tangga dan akhirnya pingsan."
"Jatuh dari tangga? Lelucon macam apa itu?"
Aku melihat sekeliling ruangan ada ibu, ayah, dan juga dua orang maid. Tapi yang membuatku aneh adalah kenapa mereka semua terlihat muda sekali?
"Ayah Ibu, kenapa kalian terlihat lebih muda dari biasanya?"
"Huh? Elizabeth apa yang kau bicarakan?"
"Ah, tidak ada kok Bu. Apa kalian bisa meninggalkan aku sendirian? Aku perlu istirahat."
Ayah dan Ibu ku saling melempar pandang. "Baiklah kalau begitu, kalau ada masalah panggil saja Sarah dan Lucy untuk datang ke kamar mu." Ucap mereka sambil keluar dari kamar ku, diikuti oleh kedua maid itu.
Akhirnya tinggal aku sendirian.
"Status."
[Welcome Player]
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah layar hitam dengan tulisan muncul tepat didepan wajahku.
"A-apa ini?"
[STATUS]
NAMA: ELIZABETH ISLAN
JOB: BEAST
LEVEL 1
HP: 1000
MP: 500
CRITICAL: 0
KEKUATAN: 10
KELINCAHAN: 10
INDRA: 10
DAYA HIDUP: 10
-PASSIVE SKILL
BLOOD LUST LV.1
SPRINT LV.1
CLAWING NAIL LV.1
Kenapa ada nama ku disini?
"Nona sekarang waktunya sarapan, Ah nona sedang apa?"
Aku tidak sadar jika seorang maid sudah masuk ke kamar ku sambil membawa beberapa makanan.
"Nona ada apa? apa ada nyamuk yang disekitar mu?"
"Ah tidak kok-"
"Bukan apa-apa, kau tinggalkan saja sarapan ku diatas meja, aku akan segera bersiap. Ngomong-ngomong tanggal berapa sekarang?" Ucapku sambil mengambil secangkir teh dan meminumnya.
"Sekarang tanggal 5 Januari."
"Tahunnya?
"Umm... 1520."
Sontak aku pun menyemburkan kembali teh yang aku minum, Sarah yang terlihat panik langsung mengelap baju tidurku yang sudah basah terkena air teh.
"Nona apa tehnya terlalu panas? Maafkan saya Nona!"
Ini bukan soal tehnya! Lupakan itu, sekarang adalah tahun 1520 dengan kata lain lima tahun berikutnya adalah tahun kematian ku. Jika benar berarti umurku saat ini adalah 15 tahun dan masih sekolah di Strapelts.
Strapelts adalah sebuah Akademi sihir yang sudah enam abad berdiri di kerajaan Monstrous. Aku lulus dari sana saat aku menginjak usia dua puluh tahun dan berarti...
"Kau pergi dulu saja Sarah, dan siapkan bak mandi ku!"
"Ba-baiklah nona."
"Sial! Berarti aku sudah bertunangan dengan si bajingan itu!" Aku melempar cangkir yang ku pegang ke dinding sebelah kiri.
[ALARM]
Apa kau ingin mengambil quest?
[YA] atau [TIDAK]
Hah? Quest?
"Yes."
Click. Layar itu pun muncul.
[Sasaran]
– Ambil 10 kuping goblin (0/10)
__ADS_1
– Kumpulkan 20 tanaman obat (0/20)
– Bunuh 20 serigala hutan (0/20)
Yang benar saja! Masa aku disuruh melakukan hal berbahaya seperti ini?
"Apa Uroboros bermaksud untuk mengujiku? Tapi, Urgh... bukan kah ini terlalu berbahaya?!"
"Huh, ada deskripsi nya juga?"
[Selesaikan quest hari ini untuk mendapatkan quest selanjutnya]
Aku menutup layar yang melayang di depan wajahku dengan menekan tombol silang, aku beranjak dari tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi.
"Baiklah kalau begitu, aku akan melakukannya di sekolah saat jam istirahat saja."
Aku membuka pintu kamar mandi, dan sudah ada Sarah disana.
"Nona, bak mandi mu sudah siap."
"Terima kasih."
Aku melepas baju tidurku dan langsung terjun ke dalam bak mandi besar ku. Sarah dengan lembutnya menyisir rambutku yang basah, dan menyiram punggung ku dengan air dingin.
Setelah mandi aku langsung pergi ke ruang makan. Ibu, Ayah, dan kedua adikku sudah mengambil sarapan mereka, tinggal aku sendiri disana. Sarah dengan hati-hati menuangkan teh dan menyajikan sarapan untuk ku.
"Sarah."
"Uh ya Nona."
"Kau sudah bekerja disini lebih dari 10 tahun, benarkan?"
"Tentu saja Nona, aku juga sangat bersyukur bisa bekerja dan melayani mu selama ini."
Aku menaruh pisau dan garpu yang tadi ku pegang.
"Sarah, bagaimana keadaan anak-anak mu di desa?" Ucap ku sambil menatap serius dirinya.
"Mereka semua dalam keadaan sehat, Nona." Wajahnya berubah menjadi murung saat mendekati akhir kalimat, aku mengangkat sebelah alisku.
"Bagaimana dengan uang sewa rumah mu?"
"Ah itu... sudah tiga bulan aku tidak membayarnya."
Untuk bertahan hidup sekarang aku memerlukan satu orang yang dapat aku percayai, dan orang itu ada dihadapan ku saat ini. Sarah memang orang biasa, dan berasal dari desa kecil diluar sana, tapi di kehidupan ku yang lama ia juga tidak pernah mengkhianati ku.
"Sarah, apa bisa kau mengambil kartu cek dan ballpoint di atas meja ayahku?"
"Sekarang, Nona?"
"Iya."
Ia langsung menuruti perintah dariku, wanita yang sangat setia dan aku menyukainya.
"Ini, Nona."
Aku langsung mengambil dan menulis sesuatu di atas kartu cek itu. Mungkin ini tidak seberapa untuk ku tapi untuknya pasti sangat akan sangat berguna.
"Ambillah, dan pergi ke bank. Ini untuk mu."
Sarah langsung pucat dan jatuh ke lantai, tangannya juga bergetar dengan sangat hebat.
"N-nona.. ini apa?"
"Dengar, Sarah aku ingin meminta sesuatu kepada mu. Kau memang tidak pernah berbuat jahat kepadaku bahkan saat aku masih kecil sekalipun, tapi hari ini aku ingin meminta lebih kepadamu. Apa kau ingin menjadi bawahan ku yang lebih setia dari biasanya?"
"Ya... aku mau nona, aku mau!"
"Jika kau mengkhianati ku, maka bayarannya adalah nyawamu. Aku akan memberikan lebih untuk mu jika kau terus menerus mengikuti apa perintah ku. Bagaimana Sarah?"
Ia mengusap air matanya. "Aku bersumpah akan terus loyal kepadamu, Nona. Hidup ku ada di tangan mu!" Sarah tunduk dibawah kaki ku.
"Bangun lah, aku bersyukur memiliki tangan kanan seperti mu Sarah."
"Aku juga bersyukur memiliki mu, Nona."
"Kalau begitu siapkan kereta untuk ku, aku akan berangkat ke sekolah setelah ini."
"Baik nona!"
Tidak ada lagi yang memandang rendah diriku, mau siapa pun itu. Ellise, Alexander, bahkan Raja sekali pun, aku akan melawan mereka.
__ADS_1
"Tunggu saja, balas dendam ku akan datang kepada kalian semua!"
...-TO BE CONTINUED-...