Queen Of Avalon: Solo Adventure

Queen Of Avalon: Solo Adventure
Chapter 4


__ADS_3

Jam istirahat pun tiba, aku langsung bergegas menuju halaman belakang sekolah dengan diam-diam agar tidak diketahui oleh orang lain.


Di kehidupan sebelumnya aku tidak lebih dari sebuah bunga indah tanpa duri, tapi sekarang berbeda aku akan menumbuhkan duri ku sendiri sampai tidak ada seorang pun yang berani menyentuh diriku!


"Sangat sepi dari yang aku kira."


Shrink. Dengan cepat kunci itu membuat sebuah portal dimensi antara hutan dengan bangunan sekolah.


Tap. Tap. Tap.


"Baru saja masuk aku sudah dapat mencium aroma tak sedap."


[Kau sudah memasuki "Daratan Neraka"]


[Kau tidak dapat keluar sebelum membunuh boss]


"Pintu masuknya secara otomatis tertutup, dengan kata lain aku tidak dapat keluar dari sini sebelum bisa menyelesaikan quest yang ku dapat."


Bau menyengat yang dapat ku rasakan bukan hanya sekedar bau, melainkan rasa haus darah dari para beast dan monster.


Aku berjalan memasuki area hutan yang lebih dalam.


Tap... tap... tap...


"Aku tidak tahu kenapa, tapi hari ini aku benar-benar merasa lapar!"


[Kemampuan 'Clawing Nail' Diaktifkan]


Beberapa goblin dan serigala pun langsung datang dana mengerumuni ku.


"Jumlah mereka lumayan banyak, tapi ini bukan masalah!"


"GROOAHHHHHHH!! KHIKKKKK!!"


Dash. Slash. Dengan cepat aku mengayunkan kuku tajam ku ke arah mereka. Para goblin mulai datang secara membabi buta ke arah ku, bahkan serigala pun dengan cepat membuka taring tajam mereka dan mengarahkannya pada ku.


[Kemampuan 'Haus Darah' Diaktifkan]


Woosh. Aura membunuh yang dapat ku rasakan secara tidak langsung meningkatkan nafsu makan ku, para goblin dan serigala kini menggigil ketakutan.


"Apa ini? Kalian datang kepadaku untuk membunuh, dan sekarang kalian hanya diam di sana dengan rasa takut? DASAR LEMAH!!"


Slash. Slash. Suara kuku tajam ku merobek kulit mereka dapat ku dengar dengan jelas


[Kau naik tingkat]


[Kau naik tingkat]


[Kau naik tingkat]


[Kau naik tingkat]


[Kau naik tingkat]


"Hanya perasaan ku apa aku naik terlalu cepat? Ah kutu ngesot! Memangnya ku pikirkan!"


Para goblin yang merasa kekurangan jumlah secara perlahan mundur ke belakang.


"Apa ini? Mencoba untuk kabur ya! DASAR MAKHLUK MENJIJIKAN!!


[Kemampuan 'Sprint' Diaktifkan]


Slash. Slash. Slash. Semua goblin yang tadi mengerumuni ku sekarang sudah habis, tinggal tersisa para serigala yang jumlahnya makin bertambah.


"Ada yang tidak beres! System sudah jelas memerintahkan ku untuk membunuh sekitar dua puluh serigala tapi sekarang jumlah mereka lebih dari angka itu."


"Walaupun kalian semua adalah beast kelas D, jika aku lengah sedikit saja pasti aku akan mati disini!"


"AWOOOOOOOOO!!"


[Alarm!]


[Pemimpin serigala sedang memanggil kawanan yang lain, bunuh dia agar jumlah mereka tidak bertambah.]


"Jadi kau pemimpinnya? Dasar penakut!"


Dash. Aku berlari menuju salah satu serigala tapi dengan cepat serigala lain menyerang ku lagi.


"Dammit! Bagaimana bisa aku mencapai serigala sialan itu!"


"Jangan menghalangi ku! DASAR BAJINGAN!!"


Slash. Slash. Slash. Serigala yang berusaha menghalangi jalan ku pun langsung terbelah menjadi dua. Dengan kemampuan berlari ku, aku langsung mengejar dan mengayun kan serangan pada pemimpin serigala itu.


[Quest Direction]

__ADS_1


[Sasaran]


–Ambil 10 telinga goblin (10/10)


–Kumpulkan 20 tanaman obat (0/20)


–Bunuh 20 serigala hutan (30/20)


[Kau mendapatkan 10 koin stat]


.


.


.


[Item: Telinga Goblin]


[Kelas Item: Tidak ada]


[Tipe: Sampah]


.


.


.


[Item: Taring Serigala]


[Kelas Item: Tidak ada]


[Tipe: Sampah]


"Hah....Hah.... Aku mendapat banyak sekali reward hari ini! Hahaha!"


"Seragam sekolah ku sudah robek dan kotor terkena cipratan darah dari monster-monster itu. Jika ketahuan pastinya aku akan mendapat masalah besar, biarkan saja lah!"


Aku mengambil beberapa item yang keluar dari mayat para goblin dan serigala.


"Tinggal mencari tanaman obat saja, sebentar lagi pasti akan selesai."


...••••...


Aku sudah berkeliling selama tiga puluh menit untuk mencari teman ku, tapi tetap saja aku tidak bisa menemukannya.


Samuel berlari kepadaku dengan nafas terengah-engah, pastinya dia sangat kelelahan.


"Belum, aku belum menemukannya!"


"Bagaimana ini, jam istirahat sudah berakhir setengah jam yang lalu."


"Bagaimana kalau kita berpencar sekali lagi, kalau masih tidak menemukannya kita minta bantuan ketua OSIS saja."


"Baiklah."


Aku dan Samuel kembali berpencar untuk mencari keberadaan Elizabeth.


"Elizabeth kau dimana? Nyonya Francis pasti akan sangat marah padamu!"


Di kantin, halaman depan, koridor, bahkan ke setiap kamar asrama putri aku sampai mencarinya. Elizabeth bukan lah tipe anak yang nakal ataupun baik, jika pun ia bolos setidaknya tidak sampai seperti ini.


"Elizabeth! Elizabeth!"


"Nona Florence, kenapa kau ada disini?" Ucap seorang ksatria yang merupakan penjaga di sekolah ini.


"Tuan apa kau melihat teman ku?"


"Maksud nona yang mana ya?"


"Putri Elizabeth! apa kau melihatnya?"


"Maksudmu putri Elizabeth? Aku tadi melihat dia pergi ke hutan di halaman belakang sekolah, tapi disaat aku mengikutinya ia menghilang secara tiba-tiba."


Perasaan buruk pun langsung menyelimuti tubuhku, bahkan kepala ku langsung merasa pusing. Aku langsung berlari menuju halaman belakang walaupun ksatria itu sudah meneriaki ku sedari tadi.


"Nona Florence tunggu!"


"Tidak! Ini tidak mungkin!"


Setelah sampai di hutan halaman belakang aku langsung berteriak.


"Elizabeth! Kau dimana? Elizabeth!"


"Nona apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Putri Elizabeth menghilang!"


"A-apa?! tapi bagaimana bisa?"


Aku langsung teringat seseorang yang bisa menolong ku. "Cepat panggil pangeran Alexander! Cepat!"


"Ba-baiklah! Kau tunggu disini ya Nona!"


"Aduh Elizabeth! Kau ini pergi kemana sih?"


...*******...


[Status]


Nama: Elizabeth Islan


Julukan: Sang Pemburu


Sihir: Beast


Level 5


HP: 2400


MP: 750


Kritikal: 5


Stat:


Kekuatan: 15


Kelincahan: 15


Indra: 15


Daya hidup: 15


Kemampuan pasif:


Haus Darah Lv.1


Sprint Lv.1


Clawing Nail Lv.1


"Aku naik lebih cepat rupanya, dan sekarang quest pertama ku sudah selesai."


Setiap kali ia naik tingkat, maka setiap statistik akan ditambah satu poin. Disaat ia sudah mencapai level 5 semua statistik nya meningkat cukup drastis.


.


.


[Kau memperoleh julukan "Sang Pemburu"]


Julukan yang diberikan kepada orang yang telah membunuh beast dan monster lebih dari 50 kali. 55% menambah exp saat melawan monster bertipe beast.


"Aku tidak menyangka hanya dengan quest seperti ini aku dapat bertambah kuat! apa aku dapat kembali sekarang?"


[Alarm]


[Kau tidak bisa keluar sebelum membunuh bos atau mendapatkan batu Oracle]


"Hah? Batu Oracle?"


Tidak ada deskripsi untuk menjelaskan batu seperti apa itu. Aku melanjutkan kembali perjalanan ku masuk kedalam hutan.


"Sepertinya aku harus beristirahat sejenak." Ucapku sambil duduk disebuah pohon beringin raksasa.


"Jika aku menghindari Alexander secara tiba-tiba pasti aku akan dianggap aneh olehnya, aku harus perlahan agar ia tidak mencurigai ku."


Creck. Creck. Mendengar suara ranting patah, aku dengan cepat berdiri dan mengawasi area sekitar.


"Dia ada disini! A-aku bisa merasakan hawa membunuh darinya!"


Wooshh. Buagh! Tubuhku terpental mengenai pohon beringin yang tadi aku gunakan untuk berteduh. Dua monster raksasa keluar dari dalam pepohonan, tubuh ku bergetar disaat melihat wujud asli dari mereka.


"Hah... Hah.... Pepatah itu benar, jangan percaya kepada orang asing bahkan dewa yang tidak kau kenal sekali pun. Uroboros, kau memberiku kejutan yang belum pernah ku rasakan sebelumnya.


[Penjaga Pohon Suci: Douma "Sang Ogre"]


[Penjaga Pohon Suci: Xavier "Sang Serigala Putih Raksasa"]


"Mereka berdua monster kelas S."

__ADS_1


...-TO BE CONTINUED-...


__ADS_2