Queen Of Avalon: Solo Adventure

Queen Of Avalon: Solo Adventure
Chapter 3


__ADS_3

(Strapelts, Academy of Magic)


Sinar matahari yang terang mulai menyinari setiap sudut bangunan sekolah yang terkenal itu. Perjalanan ku menuju bangunan tua itu hanya tinggal beberapa menit saja, aku tidak membawa Sarah bersama ku karna aku sudah menyuruhnya untuk pulang ke desa.


"Uang yang ku berikan padanya pasti sudah lebih dari cukup."


"Disisi lain, system yang ada di depan ku ini punya beberapa bagian seperti item, storage, inventory, shop, dan skill. Ini seperti permainan."


Setelah sampai aku pun langsung turun dari dalam kereta, di depan gerbang besar itu aku juga bisa melihat kedua teman baikku, Florence dan Samuel.


"Mereka berdua tidak berubah sama sekali."


Hati ku kembali sesak mengingat kejadian dimasa lampau. Sebenarnya tahun ini adalah tahun kematian mereka berdua.


Florence datang dan langsung memelukku. "Asik, jagoan kita sudah datang!" Ia menggesekkan kepalanya layaknya seekor kucing yang sedang ingin bermanja-manja dengan tuannya.


"Florence kau itu sudah dewasa! berhentilah bertindak layaknya anak kecil!" Ucap Samuel yang bergegas menarik paksa Florence dari memeluk ku.


"Kalian berdua baru sampai?"


"Ya begitu lah, ayo kita masuk."


Aku pun masuk dan berjalan dibelakang mereka berdua.


"Hei bukan kah itu putri Elizabeth?"


"Kau benar, dia terlihat lebih cantik dari biasanya!"


"Bahkan ia terlihat anggun saat sedang berjalan."


"Aku ingin sekali menjadi teman baiknya!"


Aku tidak mempedulikan semua pujian dari para siswa atau siswi yang lain, karna sekarang masalah besar yang ingin ku hadapi sudah muncul didepan ku.


"Hei hei hei bukan kah ini putri Elizabeth dengan kedua anjing setianya?"


"Jaga ucapan mu ya Ellise!"


"Oh maaf, aku hanya sedang bosan sebab tidak ada hal yang menarik belakangan ini. Dan kemana maid pribadi mu Elizabeth? Apa dia kabur dari rumah mu sebab ia tidak ingin lagi melayani mu?"


"Hah... dasar ******."


Aku berjalan melewati kedua teman ku, dan berdiri tepat didepan mereka.


"Ya aku menyuruhnya pulang tadi, agar aku bisa membawa sendiri barang-barang ku. Tidak seperti mu ya masih kekanak-kanakan dan masih dimanja oleh kedua orang tua mu."


"A-apa kau bilang?!"


"Dengar bajingan, jika kau terus meledekku hanya karna kau ingin perhatian dari lelaki itu, maka silahkan ambil saja dia!"


"Apa yang kau maksud?"


"Kau mencintai pangeran Alexander bukan? kalau begitu dekati lah dia, dan rebut cintanya. Bagi ku ia tidak menarik lagi!"


Aku berjalan melewatinya dan sedikit mendorong tubuhnya agar tidak menghalangi jalan.


"T-tunggu aku belum-"


"Ellise!"


[SKILL BLOODLUST DIAKTIFKAN]


Aku menatap tajam dirinya.


"Jika kau mengeluarkan sepatah kata lagi, maka aku tak segan-segan untuk memotong lidah mu saat ini juga! Apa kau paham?"


Wajahnya sangat pucat, dan mengeluarkan keringat dingin. Aku langsung pergi meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah kata lagi.

__ADS_1


"Hah melelahkan sekali! Jika ingin hidup ku bebas darinya maka aku harus lulus secepatnya dari akademi ini."


Tap. Tap. Tap. Aku pun sampai di ruang kamar asrama putri milikku, aku langsung membuka pintu dan berbaring di atas kasur mewah yang empuk.


[ALARM]


Latihan Harian



Push-up (0/50)


Sit-up (0/50)


Lari (0/5 km)



"Latihan harian?"


Suara ketukan pintu pun membuyarkan lamunanku, aku bergegas membuka pintu.


"Hai!"


"Oh kau, ada apa Samuel?"


"Aku hanya ingin memberitahu mu bahwa tuan Benjamin hari ini tidak dapat masuk, dan menyuruh kita untuk belajar sendiri. Kau ingin belajar bersama tidak?"


"Ah tidak terima kasih, ada hal yang harus aku selesai kan sekarang."


"Kalau begitu sayang sekali, ya sudah aku akan pergi untuk menemui Florence."


"Hati-hati jangan berlari!"


"Iya!"


"Beruntung lah kakek tua bangka itu tidak masuk, aku bisa melakukan banyak hal dalam dua jam ini."


...••••...


"Hei bukan kah itu putri Elizabeth?"


"Kau benar ia kuat sekali ya, bahkan aku lihat dia sampai melakukan push-up dan sit-up!"


"Tapi tidak biasanya ia langsung turun kelapangan seorang diri, kemana kedua temannya?"


"Maksud mu putri Florence dan anak yang bernama Samuel."


"Nah itu, kemana mereka?"


"Aku tidak tahu."


Elizabeth terus menghiraukan ucapan-ucapan yang keluar dari siswa-siswi disekitarnya, ia berlari dengan cepat untuk menyelesaikan daily exercise miliknya.


[Alarm]


[Latihan Harian]



Push-up (50/50)


Sit-up (50/50)


Lari (5/5 Km)


__ADS_1


"Hah...Hah....Sepertinya karna point' start sudah tinggi sejak awal, jadinya aku bisa melakukan semua latihan ini." Aku mengambil botol air minum yang ku letakkan di atas tanah


[REWARD]



Peti Keberuntungan (1+ more)


Pemulihan Kembali


50 Koin emas



"Aku mendapat reward hanya dengan melakukan latihan harian? Wow!"


Aku langsung mengklik hadiah nomor dua. "Tubuh ku langsung kembali segar! Jadi ini yang dinamakan full recovery! Dan sepertinya untuk koin emas secara otomatis akan masuk kedalam slot."


Aku sedikit terkejut disaat melihat hadiah nomor satu. "Huh? Aku mendapat dua lucky box?"


Shrink. Box itu bersinar terang disaat aku membukanya.


"Tunggu, kenapa aku mendapatkan kunci?"


.


.


.


[Item: Kunci Daratan Neraka]


[Kelas Item: E]


[Tipe: Kunci]


Kunci yang mengizinkan ku pergi ke tanah penuh beast/monster. aku bisa menggunakannya di hutan belakang akademi


"Jadi maksudnya dengan kunci ini aku bisa pergi ke dimensi lain melewati hutan di belakang sekolah? Menarik. Tapi, sepertinya aku harus latihan lebih keras."


"Sepertinya kau kelelahan."


Aku melihat ke asal suara itu. "Untuk apa kau kesini?" Ucapku dingin tanpa menatapnya sama sekali.


"Apa tidak boleh menemui tunangan ku sendiri?"


Alexander berjalan mendekati ku, aku belum menatap wajahnya sama sekali. Kejadian dimasa lampau masih teringat jelas di kepala ku.


"Sudah ku bilang jangan buang waktu ku! Kau mau apa?"


"Kenapa kau marah?"


"Siapa yang marah? Ih!"


Ia tersenyum manis kepadaku. "Buegh! Dewa tolong cabut nyawa laki didepan ku ini!" Gerutu ku didalam hati.


Aku langsung berbalik. "Kau membuat ku mual." Ia terkejut dengan ucapan ku, matanya seakan-akan bertanya apa yang sudah terjadi dengan dirimu.


"Elizabeth kenapa kau-"


"Jangan menyentuh ku! Kau tahu pangeran, kita bertunangan hanya karna hubungan di istana kekaisaran sedang tidak membaik. Jadi tolong jangan mengharapkan apapun dari pertunangan ini. Aku pergi dulu." Ucap ku meninggalkan dia dengan raut wajah kesal.


"Ahhh! Melihat wajahnya saja sudah membuat amarah didalam diriku meledak!"


Melihat jam olahraga sudah selesai aku langsung bergegas kembali ke kamar ku dan mengganti baju ku dengan seragam sekolah biasa.


"Hah ku harap hari ini segera berakhir!"

__ADS_1


...-TO BE CONTINUED-...


__ADS_2