Queennya Alvino

Queennya Alvino
Awal


__ADS_3

...Selamat membaca......


"Alvino!" teriak seorang gadis berambut coklat yang sedang berlarian mengejar seseorang dengan membawa kotak bekal. Allesya Queensha Dirgantara


"Al ishh berhenti dong jodoh kamu memanggil mu nih" teriak Allesya yang masih berusaha mengejar seseorang


"Alvino Putra Ragendra!" teriak gadis itu yang sudah kesekian kalinya


"Ck, apaan sih sya?" ucap cowok yang sudah berhenti dari langkah nya, karena sudah merasa jengah dan risih karena teriakan seorang gadis yang sedari tadi memanggil nama nya. Alvino Putra Ragendra.


"Hossh hossh akhirnya berhenti juga kamu" ucap Allesya dengan nafas yang tak beraturan karena sedari tadi berlarian mengejar Alvino


"ngapain?" ucap Alvino dengan datar


"hah?! ngapain apa sih maksudnya kalo ngomong yang jelas dong" ucap Allesya


"Ck,ngapain manggil gue?" ucap Alvino yang sudah merasa kesal dengan gadis itu


"Ohh, nih bekal buat kamu jangan lupa dimakan yaa" ucap Allesya dengan tersenyum manis yang memberikan kotak bekal ke Alvino tapi cuma ditatap datar sama cowok itu


"ambill tangan aku pegel nih dari tadi" ucap Allesya dengan kesal


"Gak!" ucap Alvino datar


"Pliis terima yaa aku udah rela bangun lebih pagi buat masakin makanan ini buat kamu loh" ucap Allesya dengan tatapan memelas


"makasih" ucap Alvino dengan mengambil kotak bekal ditangan Allesya yang berhasil membuat Allesya kegirangan ditempat


"Tapi gue gak butuh dan gak nyuruh lo buat bikinin bekal buat gue" lanjut Alvino dengan membuang makanan yang ada dikotak bekal tersebut ketempat sampah membuat Allesya terkejut ditempat nya


"Sekali lagi makasih" ucap Alvino dengan datar memberikan kotak bekal yang sudah tidak ada makanan tersebut ditangan Allesya dan pergi meninggalkan Allesya yang masih mematung ditempat


"Hahaha segitu bego nya gue ya, udah disakitin berkali kali tapi masih tetep aja berjuang" batin Allesya dengan tersenyum miris dan berjalan menuju kelasnya.


...****...


Allesya masuk kelas dengan muka yang tak bersahabat dan suram, ia duduk di bangkunya dan menenggelamkan sebagian wajahnya di tas yang ia taruh di atas meja sebagai bantalan.


"Nape lo?" tanya gadis yang duduk dibelakang Allesya dengan terheran heran Aurora Arum Mahardhika biasa dipanggil rara


"Tau,dateng dateng mukanya surem minta ditampol" ucap gadis yang duduk disebelah Rara, Alliya Resa Ananta yang biasa dipanggil Lea


"Kek gatau dia aja lo berdua,gue yakin pasti karena Alvino" ucap gadis yang duduk disebelah Allesya, Vania Aidan Wijaya


"Ck, bacot lo pada" ucap Allesya dengan memutar bola mata nya


"Hallah tapi bener kan?" tanya Vani sambil menyiapkan buku pelajaran jam pertama

__ADS_1


"Iya sihh" ucap Allesya


"Ye bego emang" ucap Rara dan Lea secara bersamaan


"Lagian sampe kapan sih sya , lo masih ngejar ngejar si kutub berjalan itu" kesal Rara


"Gue juga gatau Ra mau sampe kapan , hati gue masih nyuruh gue buat berjuang " ucap Allesya dengan tersenyum


"Lo yakin? Alvino bisa jatuh cinta sama lo?" ujar Lea


"Entah" ucap Allesya menghendikkan bahu


"Kalo lo berjuang buat dapetin dia gapapa,kita dukung lo,tapi inget kalo udh capek jangan dipaksa, berjuang boleh tapi sewajarnya aja , semangatt!!" ucap Vani dengan memegang pundak Allesya,memang diantara mereka berempat, Vani lah yang paling bijak dan menjadi penasehat yang baik bagi sahabat sahabat nya


"Makasihh huwaa terhura gue punya sahabat kayak kalian walau kadang ngeselin sih ,tapi gue tetep terhura" ujar Allesya memeluk ketiga sahabat nya. "Anjing sesek" kesal Rara dan mencoba melepas pelukan "udah ah pelukan nya gue sesek ini!" kesal Rara kembali , lalu mereka pun melepas pelukan masing masing


"ah lo mah merusak suasana aja" ujar Allesya dengan menatap Rara yang juga menatap nya dengan kesal


"Merusak suasana , merusak suasana pale lo! Gue sesek anjir , mau bunuh gue lo?!" kesal Rara membuat Allesya menyengir kuda


"Udah ah ribut mulu lo pada" ucap Lea yang sedang memakan cemilan


"Makan apa le? Kek nya enak tuh" ujar Allesya dengan menatap cemilan yang dipegang lea


"Ck,gak usah basa busuk dah lo mau minta kan? Dah apal mah gue ama sippat lo!" kesal Lea dengan memutar bola mata nya


"Heh demi apa! Lo mo minta apa mo ngerampok" kesal Lea dan langsung mengambil cemilan yang ada di tas nya lagi,memang Lea sangat pecinta cemilan , dimana ada Lea disitu juga ada cemilan , bahkan pada saat pembelajaran berlangsung pun dia sering makan cemilan diam diam sampai pernah kepergok guru dan langsung disuruh keluar (jangan ditiru ye gengs seswat memang dia)


"Dua dua nya lebih tepatnya " jawab Vani yang sedari tadi hanya mendengar percakapan kedua sahabat nya


"Le,kalo sama temen jangan pelit ntar kuburannya sempit" ucap Allesya tanpa dosa yang sedang memakan cemilan yang ia minta dari Lea , eh ngerampas apa minta sih:v


"Bodo!" ujar Lea dengan memutar bola mata nya malas


"Udah ah gue capek dengernya, diem! 5 menit lagi bel bunyi,lo juga le , ngelerai gue debat ama Allesya, eh lo nya juga ribut mulu ama Allesya_- " kesal Rara dan Lea hanya menyengir kuda


"Singanya lagi ngamuk guys dedek atut ,yok van ngadep depan gue takut diterkam soalnya" ucap Allesya dan diangguki oleh Vani yang berhasil membuat Rara menghela nafas kesal


Kriingg...


Bunyi bel sudah terdengar di seantero sekolah artinya pembelajaran akan segera berlangsung. Bu Wati selaku guru Ips memasuki kelas 11 ips 1 , yang semula kelas ramai menjadi hening ketika Bu Wati masuk kelas


"Selamat pagi anak-anak silahkan dibuka buku nya sekarang kita melanjutkan materi kemarin" ucap Bu Wati


"Baik bu" ucap murid kelas 11 ips 1 dengan serempak


...***...

__ADS_1


Sementara dikelas 11 ipa 1 terjadi kegaduhan yang dilakukan murid murid 11 ipa 1 dikarenakan jamkos pada jam pertama pelajaran Pak Setyo selaku guru matematika yang libur dikarenakan sakit.


"Eh gitar nya gantian njir gue juga mau main gitar elah" ucap teman Alvino dengan kesal Reynand Pratikyo Smith yang berusaha merebut gitar yang dipegang teman somflaknya Devan Mahendra Atmadja


"Ngga! gue barusan main udah mau lo rebut aja" ujar Devan


"Barusan barusan palakao! Lo dah maen satu jam lebih dan lo bilang barusan?! Mana suara lo pas main gitar cempreng gitu pengang kuping gue" kesal Rey sedang berusaha merebut gitar yang dipegang Devan yang berdiri diatas meja dengan mengejek Rey


"Iri bilang boss! Yang penting gue happy" ejek Devan dengan menjulur kan lidahnya mengejek Rey


"Awas lo!" ancam Rey dengan menggoyang goyangkan meja sehingga Devan berusaha menjaga keseimbangan untuk tidak terjatuh


"Eh eh setan gue ntar jatoh bego! Diem gak? Anjir berhenti woy lah" ucap Devan


"Bodo amat salah sendiri cari gara gara" ucap Rey yang masih tetap menggoyang goyangkan meja


"Anjrit lah lo! Eh setan berhenti gak anjir gue mo jat-"


Kedebug


"AKHHH-! sakit bego!" ringis Devan yang berhasil membuat Rey tertawa keras


"Bwahahahahaaa mampus lo" ujar Rey langsung merebut gitar yang ada disamping Devan


"Ck,kalian bisa diem gak sih" decak seorang cowok yang kesal karena dari tadi mendengar pertengkaran antara Rey dan Devan, Satria Ahmad Ferdiansyah.


"Ngga!" ucap Devan dan Rey bersamaan sedangkan Satria hanya mendengus kesal


"Eh sat, gue numpang hotspot bentar dong abis kuota gue nih" ujar seorang cowok yang masih fokus tetap menatap handphone nya


"Ngga ah lo kalo minta hotspot bilangnya bentar tapi nyatanya lama, mana dibuat download anime lagi biasanya" cerocos Satria


"Ck lo mah pel- astaghfirullah heh lo ngapain tiduran di situ kek gak ada kasur aja lo bwahahaha" ujar cowok yang duduk disebelah Satria , tertawa keras yang baru saja melihat kondisi Devan yang cukup mengenaskan , badan dan kepala dibawah, sedangkan kakinya masih diatas meja, Bryan Utami.


"Bacot!" kesal Devan lalu berusaha bangkit dari tempat nya dengan meringis "aduh sakit semua njir badan gue" ringis Devan


"Lagian lo juga ngapain tadi sampe jatoh kek gitu" ucap Satria


"Gara gara Rey nih" jawab Devan


"Lah kok gu-" belum sempat Rey melanjutkan omongan nya , seorang cewek datang dan langsung duduk disebelah Alvino, Tania Angelica Pratama


"Sayang , udah makan belum?" manja Tania dengan merangkul lengan Alvino yang langsung ditepis Alvino dan menatap Tania dengan tajam


"Udah" jawab Alvino asal yang berhasil membuat Tania kegirangan di tempat nya karena pertanyaan nya dijawab Alvino


"Terus gimana udah kenyang ngga?" tanya Tania

__ADS_1


"Kenyang tadi, tapi sekarang gue malah mau muntah karena liat muka lo" ucap Alvino pedas dan dingin membuat Rey,Devan,Bryan,dan Satria menahan tawa, Tania pun pergi dengan perasaan kesal dan malu.


__ADS_2