Queennya Alvino

Queennya Alvino
Keuwuan Rara dan Devan


__ADS_3

...Selamat membaca......


Allesya dkk saat ini sedang berada dikelas menunggu bel istirahat telah usai


"Itu kok Lo ada jaket Vegas si punya siapa?" tanya Rara melihat jaket di atas meja Allesya


"Al" ucap Allesya singkat


"Kok bisa jaket dia ada di Lo?" tanya Lea


"Rok gue ke sangkut digerbang tadi pas gue manjat jadi dia ngasi jaketnya buat nutupin" jelas Allesya , Lea mengangguk paham


"Jadi Lo tadi ke koperasi beli rok?" tanya Vani yang diangguki Allesya


"Pantess biasanya rok Lo kecil ini agak lebar" ucap Vani


"Ntar gue kecilin si hehehe" ucap Allesya


"Eh ntar ke mall gimana? kemarin kan kita ngga jadi gegara bakti sosial" ajak Rara , ia membuka permen coklat dan memasukkan ke mulutnya


"Ayo aja si gue ngga ngapa ngapain juga dirumah" ucap Allesya


"Sama" timpal Vani


"Yaudah ntar abis pulang sekolah langsung aja" ucap Lea diangguki ketiganya


"Eh gue belum tau cerita Lo balikan sama Devan , ceritain cepett" ucap Allesya


"Iya tuh" ucap Vani


"Jadi gini.." Allesya dan Vani menghadap ke belakang menatap penasaran ke Rara , Lea pun menatap orang yang duduk disampingnya itu


"Mau tau aja apa mau tau banget?" ucap Rara dengan terkekeh membuat ketiga nya menatap datar gadis itu


"AHAHAHAHA MUKA LO PADA GITU AMATT" ucap Rara tertawa lepas


"Cepetan elah" ucap Lea


"Iya iya ni , jadi gini


Flashback on


Saat ini Devan tengah mengajak Rara di pinggir danau , mereka melihat danau sambil memakan jajanan kaki lima yang mereka beli tadi


"Tenang banget" ucap Rara


"Iya" ucap Devan


"Gue suka liat danau karena tenang , apalagi liatnya bareng bidadari yang ada disebelah gue" lanjut Devan


"Apaan si Lo bisa aja" ucap Rara dengan tertawa lepas , Devan melihat Rara yang sedang tertawa lepas


"Kenapa? gue jelek ya kalo ketawa?" ucap Rara karena Devan melihatnya dari tadi


Devan menggelengkan kepalanya dengan tersenyum , ia menyelipkan anak rambut Rara dibelakang telinga


"Lo cantik"


blush , ucapan Devan saat ini membuat perut Rara serasa dipenuhi kupu kupu


"Cie blushingg ahahaa itu kenapa ituuu pipinyaa ko merah gituu gemes banget ahahaa" ucap Devan


"Apaan si" ucap Rara menahan salting


"Gue seneng banget Ra Lo sekarang ngga judes lagi kayak dulu , Lo sekarang jadi Rara yang gue kenal pas waktu kita pacaran meskipun ngga gampang buat gue bikin Lo kayak gini lagi" ucap Devan yang hanya dibalas senyum oleh Rara


"Balikan ya?" ucap Devan menatap dalam mata Rara


"Gue masih ragu Dev maaf" ucap Rara menunduk


"Iya gapapa gue ngga maksa kok" ucap Devan dengan mengangguk paham


"Maaf"


"Ngga usah ih ngapain minta maaf? ini juga salah gue dulu , aku bakal tunggu" ucap Devan mengusap rambut Rara


"Ini udah mendung kayanya mau ujan , balik ya?" ucap Devan diangguki Rara


Mereka berdiri dan menuju motor Devan , saat mereka menaiki motor tiba tiba hujan turun


"Ra Lo pake jas hujan mama gue ya? punya mama ada di jok gue" ucap Devan


"Ngga usah" tolak Rara


"Ntar Lo sakit Ra" ucap Devan


"Turun dulu" lanjut Devan , Rara dan Devan turun , Devan membuka jok motornya mengambil jas hujan berwarna pink soft

__ADS_1


"Cute bangett mama mu beli dimana?" ucap Rara


"Nggatau ntar gue tanya mama" ucap Devan memakaikan ke Rara namun kegedean


"GEMESS BANGETT SII PENGEN GUE CIUM" ucap Devan melihat Rara


"Ngawur udah ayo" ajak Rara , Devan mengangguk


Devan melajukan motornya menuju rumah Rara


Eka (mommy Rara) menunggu di teras rumah langsung berdiri kala melihat Devan dan Rara datang , Eka mengambil payung dan menghampiri mereka , Rara turun dari motor Devan


"Maaf Tante , Rara nya kehujanan gara gara saya" ucap Devan mencium punggung tangan Eka


"Ayo masuk dulu nakk" ucap Eka


"Ngga usah Tante saya mau langsung balik ini" tolak Devan secara halus


"Yakin gamau mampir dulu?" tanya Rara


"Ngga Ra , gih masuk ntar masuk angin" ucap Devan


"Makasi ya nak" ucap Eka yang diangguki Devan


"Yauda Tante saya pamit dulu" ucap Devan yang diangguki Eka


Rara melepaskan jas hujan di teras dan memasuki rumah


"Sayang langsung mandi ya keramas pake air anget" ucap Eka yang diangguki Rara


...****...


Rara memakai piyama nya dan langsung menuruni tangga menghampiri mama nya yang menonton tv , Rara duduk disebelah Eka


"Sayang mau dibuatin teh?" tawar Eka namun Rara menggelengkan kepalanya menolak


"Itu tadi pacar kamu sayang?"


"Bukan ma , temen"


"Dia naksir kamu?" tanya Eka diangguki Rara


"Kamu juga naksir sama dia?"


"Iya ma tapi aku ragu"


...****...


Rara saat ini berada dikamar memikirkan apa yang dikatakan mommy nya , ia tidak mau Devan lelah menunggunya dan beralih ke yang lain , ia sekarang yakin untuk menerima Devan kembali , tak lama Devan menelfon dirinya , ia langsung segera mengangkat telfon tersebut


"DEVAN AKU MAU BALIKAN SAMA KAMU" ucap Rara tiba tiba membuat diseberang sana terkejut


"Kamu serius ra?" ucap Devan


"Iya serius"


Devan langsung menjatuhkan ponselnya ke kasur dan berteriak kegirangan , Rara yang mendengar itu terkekeh , Devan mengambil ponselnya kembali


"Ntar jam 7 malem aku jemput ya keluar" ucap Devan


"Iya"


Flashback off


begitulah ceritanya sodara sodara" ucap Rara


"Anjay Rara udah kagak gengsi gengsi lagi ni" ucap Allesya


"Yang taken satu ni, kapan Lo nyusul?" ucap Lea ke Vani


"Dih kok gue , Lo aja sana" jawab Vani


...****...


Saat ini mereka berempat sudah berada di mall . Lea , Vani , dan Allesya tengah menunggu Rara memilih baju yang mau ia beli


"Kalo ngga selesai selesai kita tinggal ni Ra" kesal Lea


"Bentar elahh gue bingung ini milih yang mana" ucap Rara melihat dua baju yang ada di kedua tangannya


"Bagusan ini apa yang ini?" tanya Rara membutuhkan pendapat dari ketiga sahabatnya


"Ini bagus , kan kesukaan Lo warna pink" ucap Vani


"Tapi ini gambarnya cute yang ungu" ucap Rara


"Pink juga cute ituu" ucap Allesya

__ADS_1


"Lebih cute an ungu deh" ucap Rara


"Yauda ungu" final Lea


"Tapi pink nya juga cute" ucap Rara membuat ketiga sahabatnya kesal


"Kalo Lo bukan sahabat gue udah gue lempar Lo dari lantai paling atas di mall ini" kesal Lea


"Beli dua dua nya kan bisa Raraaaa , Lo kaya kalo Lo lupa" gemas Allesya menatap sahabatnya yang berkuncir dua


"Iya juga ya yauda deh dua dua nya , gue ke kasir dulu" pamit Rara berlari meninggalkan ketiganya


"Huft akhirnyaa" lega Lea


...****...


Mereka sekarang tengah berada di salah satu resto yang ada di mall


Drrt drrtt


Getaran dari ponsel Rara membuat Allesya , Vani , Dan Lea melihatnya , Rara dengan segera menerima panggilan tersebut


"Halo Dev kenapa?"


"...."


"Aku ada di mall sekarang sama Allesya,Vani,Lea"


"...."


"Iyaa terserah udah aku mau makan dulu bye bub"


Rara mematikan ponselnya dan menaruh kembali di meja


"Ceilahh yang sekarang udah bub bub an" sindir Lea


"Brisik mblo" ucap Rara


"Ntar Devan kesini" lanjut Rara


"Yaelahh pasti ntar kita jadi nyamuk ni" ucap Allesya


"Tenang guys si Devan ngajak yang lain" ucap Rara


"Ck pasti ada si Bryan males banget liat wajahnya gue" dengus Lea


"Jangan terlalu benci takut nya suka" ucap Vani terkekeh


"Amit amit" ucap Lea membuat semuanya tertawa


...****...


"Dev sinii!" teriak Rara kala melihat Devan


Devan tersenyum melihat Rara dan menghampiri nya diikuti yang lain


"Tumben si Alvino ikut dah" gumam Lea


"Ngga tau " ucap Vani


"Lama banget si uda ditungguin dari tadi kukira ngga jadi kesini kamu nya" ucap Rara


"Maaf tadi macet dikit" jawab Devan


Alvino dari tadi menatap Allesya , dan Allesya tau itu , ia seakan tidak menganggap Alvino ada , dan menatap ke lain arah


Devan melihat paper bag yang ada di kedua tangan Rara , ia langsung mengambil paper bag tersebut


"Biar aku aja" ucap Devan dengan tersenyum


"Kan bener jadi nyamuk" dengus Lea


"Makanya punya pacar" ucap Bryan


"Jomblo ngatain jomblo , stresss" sindir Lea membuat semuanya tertawa kecuali Bryan


"Sekarang mau ngapain ni?" tanya Allesya


"Nonton gimana?" usul Vani yang disetujui yang lain


...****...


Devan menyuapi Rara pop corn , Allesya yang disamping Rara mendengus


"Uwu uwu an mulu" gerutu Allesya yang dapat didengar Alvino


"Mau?" ucap Alvino , Allesya hanya menatap tajam orang yang disebelah nya ini , entah kemana sifat dinginnya dulu Allesya pun tak tau , ia memilih untuk fokus menonton

__ADS_1


__ADS_2