
...Selamat membaca......
KEEP TALKING WE SHUT YOU DOWN
Lirik terakhir song blackpink terbaru menggema diruang dance RHS
"Capek banget gue huft" ucap Rara duduk meluruskan kaki nya
Sedangkan Lea meminum air putih nya sampai tandas
"Anjrit abis" Lea melihat Niken yang membawa beberapa minuman
"WOE KENN SINI" teriak Lea , Niken langsung menghampiri Allesya dkk
"Paan Lo manggil manggil?" tanya Niken
"Lo bawa banyak minuman buat apaan?"
"Pakek nanya, ya pasti dijual lah kalo niken" ucap Vani
"NAHH ITU TAUU" ucap Niken
"Ck yauda gue beli air putih aja" ucap Lea
"Yang lain?"
"Gue coklat dingin satu" ucap Allesya yang diangguki Niken
"Yang lain?"
"Udahh"
"Oh oke deh wait gue ambil dulu kesana" Niken mengambil dua minuman ke tempat dia
"Nohh" Niken memberikan dua minuman ke Lea
"Berapaan?" Lea meminum air putih tersebut
"Biasanya lah 15 rebu"
Lea yang mendengar itu langsung tersedak
"HAH-?! INI GUE BELI YANG KECIL ANJRIT" ucap Lea
"Ck masa ngga pake ongkir sii gue tadi kan bolak balik ngambil ni minuman" jawab Niken
"Astaghfirullah Nikennn ck ck ck"
"Otaknya isi duit sama jualan ni anak" ucap Vani
"YEE YA EMANG LAH , PERNAH DENGER KAGAK KATA KATA YANG GINI EKHEM "Uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang" TUH FAKTA TUHH"
"Ck brisik haduh nih nihh kenn" ucap Allesya menyodorkan uang 100k
"NAH KEK GINI DONGG"
"btw kagak sekalian beli semuanya sya?" lanjut Niken membuat mereka menggelengkan kepala nya heran
"Namanya juga nawarin" sinis Niken
"Kagak, udah tuh kembalian nya ambil aja" ucap Allesya
"WIDIHH REJEKII NOMPLOK ALHAMDULILLAH , THANK U YAKK" girang Niken pergi dari sana
"Hadohh Niken nikenn" ucap Rara menggelengkan kepala nya dengan tertawa
"Ayok ganti yok abis itu pulang dah remuk badan gue" ucap Vani diangguki yang lainnya
Allesya dkk selesai ganti dan bersiap siap ingin pulang
"Woe kita pamit yakk" pamit Rara
"YOII ATI ATI" ucap Freya yang tengah mengobrol dengan teman sekelasnya
"Sipp"
...****...
Sementara di markas Vegas mereka sedang bermain Uno , ada juga yang bernyanyi dengan memainkan gitar , ada juga yang makan , dll tiba tiba terhenti karena salah satu mata mata mereka datang dengan nafas yang tersengal-sengal
"Napa?" tanya Rio
"Gawat , ketua fardox udah bangun dari koma nya" setelah mengatakan itu semuanya terkejut , Megan mengambil air putih dan memberikan ke orang tersebut
"Tenangin dulu nih minum"
"Pasti mereka bakal balas dendam nih" ucap Kean
"Buat semua anggota Vegas kalian hati hati dan waspada karena ketua geng fardox udah bangun dari koma nya" teriak Rio dan diangguki oleh semuanya
...****...
Allesya memasuki rumahnya dan melihat mama nya berpakaian rapi ingin keluar
"Mau kemana mah?" tanya Allesya
"Biasa arisan , kamu kalo laper udah mama siapin di ruang makan sayang" ucap Nita
"Makasih ma"
Allesya berjalan menaiki tangga dengan gontai ia memasuki kamar nya dan langsung mandi karena badannya sangat lengket
Setelah melakukan ritual mandi ia langsung turun dan makan
Kean datang dengan wajah yang serius dan menuju ruang makan menuangkan air ke gelas dan meminumnya sampai tandas
"Bang Lo gapapa kan?" tanya Allesya
"Leon udah bangun dari koma nya" setelah Kean mengatakan hal itu Allesya yang tengah mengunyah makanan langsung tersedak sontak Kean langsung memberikan air minum ke Allesya
"Ck pelan pelan anjrit kalo makan"
"Ngga gitu ege gue kaget gegara perkataan Lo tadi"
"Bakal perang lagi nih pasti" lanjut Allesya yang diangguki Kean
"Lo mandi dulu gih bau Lo bau terasi jadi ngga mood makan gue" ucap Allesya asal
"Enak aja! gue masih wangi yaa!" solot Kean tak terima dan meninggalkan Allesya menuju kamarnya sedangkan Allesya hanya terkekeh
...****...
"QUEENN BANGUNNN" teriak Nita berulang kali dari bawah membuat Allesya terusik
"CK IYA MAA" teriak Allesya berjalan sempoyongan menuju kamar mandi
Setelah mandi ia menuju meja rias memoleskan make up yang natural
"Perfect!" ucap Allesya pelan
Allesya mengambil tas nya dan langsung menuju ruang makan
"Morning semuaa" sapa Allesya dengan riang dan duduk
"Morning sayangg" jawab Allen
__ADS_1
"Makan roti apa nasi goreng sayang?" tanya Nita
"Roti aja ma" Nita mengangguk dan mengoleskan selai coklat kesukaan Allesya ke roti tawar dan memberikan ke Allesya
"Makasih maa"
"Sama sama sayangg"
"Mah pah Kean berangkat" pamit Kean menyalimi tangan Nita dan Allen
"Cepet amat bang" ucap Allesya
"Ada urusan dek" jawab Kean diangguki Allesya
Setelah selesai makan roti dan meminum susu Allesya pamit berangkat sekolah
"Pah mah adek berangkat" Allesya menyalimi tangan kedua orang tuanya
"Iya Queen hati hati" ucap Allen , Allesya hanya mengangguk
Allesya melajukan mobil nya menuju RHS ia fokus menyetir dengan pelan menikmati udara pagi yang segar dan mengunyah permen karet
Allesya tiba disekolah dan memarkirkan mobilnya dan langsung menuju kelas
"Lah 3 curut belum dateng" gumam Allesya duduk dibangku nya dan memainkan ponselnya
Tak lama Vani datang diikuti Lea setelah itu Rara
"Eh guys" panggil Rara , Lea yang fokus memakan cemilannya dan memainkan ponsel langsung menaruh ponselnya dimeja dan beralih menatap Rara , Allesya dan Vani langsung balik ke belakang
"Apaan?" tanya Allesya
"Leon udah bangun dari koma nya" mendengar Rara mengucapkan itu Vani dan Lea terkejut sedangkan Allesya tidak
"Iya udah tau dari abang , gue" ucap Allesya
"Ck mereka nyerang sekolah lagi g ya?" Lea khawatir akan kejadian yang dulu terulang kedua kali nya
"Gatau , tapi pasti Vegas udah rencanain taktik dari kemarin" ucap Allesya diangguki yang lain
Allesya berdiri membuang permen karetnya yang sudah berasa sangat hambar dan tak lama Pak setyo datang
Ditengah waktu pembelajaran berlangsung, tiba tiba ada kerusuhan dari gerbang membuat semua warga sekolah ketakutan , Allesya sudah melihat anggota Vegas berlarian ke lapangan
"Buka aja pak" suruh Kean
"Yakin den?" Kean hanya mengangguk , Pak satpam langsung membuka kan gerbang , Anggota Vegas maju mendekati geng Fardox
"Mau apa Lo?" tanya Rio
"Mau geng Lo ancurr" ucap Bara wakil dari geng Fardox
"Cihh itu cuma di mimpi Lo!"
"Sebentar lagi mimpi itu kenyataan karena ketua kita udah bangun" ucap Bara
"Wahhh bangun ya? gapapa deh ntar kita buat jadi langganan rumah sakit nanti" ucap Kean enteng , rahang Bara mengeras dan menatap anggota Vegas dengan marah
"SERANGGGG" teriak Bara menunjuk geng Vegas
"Baru aja gue bilang takut keulang lagi eh ternyata beneran" ucap Lea khawatir hingga kripik yang ia pegang jatuh
Allesya hanya diam menatap mereka yang sedang berkelahi
"INI VEGAS NGGA ADA NIATAN BUAT MANGGIL ANGGOTA DARI SEKOLAH LAIN APA YA-?! INI BANYAK BANGET FARDOX NYAA" ucap Rara entah kenapa khawatir melihat Devan
"Ngga kepikiran mungkin"
Anggota fardox banyak yang tumbang
"Ah bangsat kalian" ucap Xabiru anggota inti geng Fardox
Allesya fokus pada anggota Fardox yang tumbang dibelakang Alvino , orang itu berusaha mengeluarkan pisau dari celana nya sampai anggota Vegas tidak menyadari karena fokus melihat Bara dan Xabiru
"Ck bodoh!" umpat Allesya keluar dari kelas melewati jendela
"Allesya kamu kemanaa-?!"
"Syaa Lo mau ngapain?"
Berbagai panggilan tidak ia hiraukan , Allesya berlari menuju lapangan ia mengesot seolah menjadi anggota yang tumbang dengan pelan pelan , dan akhirnya ia sampai dibelakang salah satu anggota Fardox yang ingin mengarahkan pisau nya ke kaki Alvino
"Abis Lo ditangan gue Al!" ucap orang itu pelan dengan tersenyum puas
Orang itu ingin menusuk kaki Alvino dan langsung dicegah Allesya
"EITSS TIDAK SEMUDAH ITU FERGUSOO!" ucap Allesya bangun dan memelintir tangan orang tersebut kebelakang membuat ia meringis
Anggota Vegas dan Fardox terkejut karena tiba tiba Allesya muncul diantara mereka
"ENAK AJA LO MAU NUSUK AYANG GUE! GA BISA YAA!" ucap Allesya mengambil pisau tersebut
"Makasih pisau nya ntar kukasih ke mama lumayan" ucap Allesya menendang pantat orang itu dengan keras
Geng Vegas terkekeh melihat kelakuan Allesya , Allesya maju disebelah Alvino
"Allee" panggil Bara
"Kenapa? mending Lo pergi sebelum gue tambah benci karena kelakuan lo" ucap Allesya
"Maaf"
"Pergi bar" Bara hanya mengangguk dan mengajak Xabiru untuk pergi , Bara menyukai Allesya dari dulu namun Allesya suka Alvino , karena itu Bara ikut geng Fardox ingin membalas dendam dengan Alvino
"Cih anggota nya ditinggal" dengus Rio
"BUAT KALIAN YANG TUMBANG KE RUMAH SAKIT PELITA SEKARANG SEBELUM MALAH MAKIN PARAH SAKIT NYA , GAUSA BAYAR BILANG AJA DISURUH ALLESYA" teriak Allesya , Anggota Fardox dan Vegas yang terluka langsung menuju rumah sakit pelita
"Huft capekk" ucap Allesya
"Lo baik banget anjrit ke anggota Fardox" ucap Rey
"Didikan bapak Allen" jawab Allesya
"Yauda kalian tuh ke UKS sana meskipun luka ringan tetep aja diobatin biar kagak infeksi" ucap Allesya
"Gue ke kelas dulu ya" pamit Allesya namun tangannya dicekal Alvino
"Makasih udah nolongin gue" ucap Alvino datar diangguki Allesya
"Santai aja sayang" jawab Allesya
Sedangkan anggota Vegas yang tidak terluka sama sekali menghampiri guru guru dan polisi , menjelaskan apa yang terjadi tadi
Allesya memasuki kelas dengan ngos ngosan
"Sya Lo gapapa kan?" tanya Varo
"Huh huh amaannn" ucap Allesya duduk selonjoran di depan papan tulis
"Pak Setyo mana?" tanya Allesya
"Ke kantor setelah tawurannya selesai tadi" jawab Rara
"Ohh" Allesya menuju bangkunya dan duduk
__ADS_1
"Nih minum dulu" ucap Vani menyerahkan botol minum nya
"Makasih van"
"Ayok ke uks gue mau ngobatin Alvino" ucap Allesya , yang lain hanya menurut
Setelah sampai di uks mereka melihat inti Vegas yang terluka , Rio yang diobatin oleh Liora , Baron diobati dengan Megan , Senja mengobati Galang , Allesya menuju Alvino dan mengobati Alvino
"Sshh pelan pelan bego!" umpat Alvino
"Iya maaff" ucap Allesya dengan telaten mengobati Alvino
"Ck Alin kemana sih" dengus Alvino ia berharap Alin yang mengobati luka nya Allesya yang mendengar itu sekuat tenaga menahan tangisannya
Vani ingin mengobati Revan namun Satria dengan cepat menarik tangan Vani
"Obatin gue aja" ucap Satria
"Waduhh ada apa nihh" ucap Revan terkekeh diikuti yang lainnya
"Ck ngeselin" dengus Vani telaten mengobati Satria
Rara ingin mengobati Devan namun ia gengsi jadi dia hanya diam berdiri
"Ra Lo ngga mau ngobatin gue?" tanya Devan
"Ogah" ucap Rara
"Cih gengsi Lo gede amat" celetuk Lea memasukkan kripik dimulutnya
"Ck diem Lo" dengus Rara
"Yauda deh gue telfon Serra aja kasian juga Devan ngga diobatin ntar infeksi" ucap Lea mengeluarkan ponselnya sontak membuat Rara mencegah
"Ngga! gue yang obatin" ucap Rara kesal membuat Devan terkekeh
"Cih gitu sok sok an nolak tadi" sinis Lea
Lea sibuk memakan kripik nya
"Lo dari tadi ngapain pea!" ucap Bryan
"Buta mata Lo? gue makan kripik masih ngga liat?" ucap Lea
"Ck ngga guna mending Lo obatin gue deh" ucap Bryan
"Ogah"
Bryan langsung merampas kripik yang ada ditangan Lea membuat Lea membulatkan matanya
"Lo apa apaan sih!"
"Lo makan mulu"
"Urusannya sama Lo apa-?!" solot Lea
"Debat mulu kalian haduhh , mending Lo obatin Bryan deh le biar kripik Lo dibalikin" ucap Senja
"Ck iya iya!" jawab Lea ogah ogahan
Lea mengobati Bryan dengan menekan luka tersebut
"Aduh bego pelan pelan! Lo ada dendam ya sama gue!"
"BANYAKK" ucap Lea
Tersisa hanya Rey, Kean,Revan,dan Saka
"Ck ah elah gue keluar ae lah jadi nyamuk disini" dengus Kean
"BANG LO BELUM GUE OBATIN" teriak Allesya
"GAUSAAH" jawab Kean
Petugas uks datang dan mengobati Rey dan Revan sedangkan Saka tidak mau membuat mereka heran
"Ngapa Lo?" tanya Rey
"Gue mau diobatin Siska aja" ucap Saka
"Wihh berarti Lo selama ini jailin dia gegara suka sama dia? AHAHAHA ANJERR" ngakak Bryan
"Ck Lo bisa diem gasi bego, gue sumpelin pake kapas juga mulut Lo" dengus Lea
"Galak amat"
"Bodo"
"Gue keluar dulu" pamit Saka ingin menemui Siska
...****...
"I will dive into you" Freya ikut bernyanyi mendengarkan lagu nct dream di earphone nya dengan berjalan sampai tak fokus dan menabrak seseorang
"ADUHH SSHH" ringis Freya
Freya mendapatkan uluran tangan dari seseorang membantu ia berdiri
"Maaf" ucap Freya membersihkan rok nya dari debu
"Santai gue juga ngga fokus" ucap orang itu Freya kenal dengan suara itu ia langsung menatap orang itu dan yap itu Kean , Kean kembali melangkahkan kaki nya namun tangannya ditahan oleh Freya
"Eitss wait wait itu luka Lo belum Lo obatin ya? tanya Freya
"Ngga , dikit doang" ucap Kean
"Apaan dikit dikit kayak gitu dikit ayok ikut gue" Freya menarik tangan Kean menuju taman
"Ngapain sih disini?" tanya Kean
"Duduk dulu Lo tunggu sini" Freya berlari menuju UKS dan mengambil kotak P3K
Kean duduk dibangku taman memejamkan matanya menikmati udara disana
"Sorry lama" ucap Freya duduk dan membuka kotak P3K
"Maaf ya gue sentuh wajah Lo" izin Freya memegang wajah Kean dan mengobati Kean dengan telaten , Freya mengobati dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya ia buat untuk mengelus elus pipi Kean guna mengurangi rasa sakit , Kean yang mendapat perlakuan itu memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan gadis itu , Kean membuka mata nya melihat wajah Freya yang fokus mengobati dirinya , Setelah selesai mengobati, Freya tersenyum dan menatap mata Kean yang sedang menatapnya balik , mereka sama sama gugup dan Freya menjauhkan dirinya dari Kean
"Em sorry tadi terlalu deket ya" ucap Freya tak enak
"Gapapa, gue suka cara Lo ngobatin gue tadi" jawab Kean
"Maksudnya?"
"Lo ngobatin nya beda dari yang lain, Lo usap wajah gue dengan lembut bersamaan itu Lo obatin luka gue , gue ngga ngerasa sakit sakit banget" jawab Kean
"Ohh ituu gue diajarin mama gitu si " ucap Freya menutup kotak P3K
"Yaudah gue balikin ini dulu ya!" ucap Freya tangannya dicekal oleh Kean
"Makasih" ucap Kean diangguki Freya
"Santai" Freya tersenyum lalu pergi dari sana
"Aduh jantung gue kenapa disko gini" ucap Kean memegang dadanya
__ADS_1