Queennya Alvino

Queennya Alvino
Rara dan Devan


__ADS_3

...Selamat membaca......


"Eh gue duluan yakk" pamit Vani


"Ayok le cepetan" ucap Rara gopoh


"ck bentar elahh" kesal Lea memakai jaket berwarna orange


"Lo gopoh amatt" ucap Allesya


"Ngga gi-"


"Permisi gue mau pinjem temen Lo yakk" ucap Devan tiba tiba datang yang dibelakang ada Rey, Bryan dan Satria


Devan menarik tangan Rara dengan lembut lalu ditepis oleh Rara


"ck paansi gue bareng sama Lea!" ucap Rara


"Pokonya kali ini bareng gue!" ucap Devan menggendong Rara tiba tiba membuat Rara kaget


"Anjir bar bar amat ni anak" ucap Rey ikut kaget


"Eitss apaan Lo asal bawa orng gtu aja" ucap Allesya , Rara tersenyum senang karena mengira Allesya mau menolong nya


"Bayar dulu baru bawa ni anak" ucap Allesya santai


Rara kaget astagaa dipikir dia cewek apaan


"Mata Lo!" kesal Rara membuat Allesya tertawa


"Heh gabole gitu ngomongnya" peringat Devan lalu berjalan menuju parkiran, Rara yang ada digendongannya meronta ronta


"WOE TOLONGIN GUEE" teriak Rara dilorong sekolahan yang menggema membuat Allesya dan yang lainnya tertawa


"Ck sendirian dah gue" ucap Lea malas


"Mau bareng ngga-?! kesempatan ditawarin cowok ganteng nihh" genit Bryan menaik turunkan alisnya benar benar mengesalkan jika di liat di mata Lea


"Dih ogahh" ucap Lea


"Sianjir ni anak, mana nyemil mulu herann , tpi badan kgk gemuk gemuk" ucap Bryan membuat Lea melotot kan matanya


"Terus kenapa klo gue nyemil terus-?! dibanding terus-terusan ngurusin idup orang kek Lo nggaada kerjaan! Lagian badan gue uda body goals gini peduli apa gue" ucap Lea pede berjalan menuju parkiran


"Ribut mulu Lo pada! heran gue" ucap Satria menarik kerah seragam Bryan menuju parkiran diikuti Rey


"Sialan Lo pikir gue piaraan Lo diginiin! lepas anjing" kesal Bryan menatap Satria


"Duluan syaa" teriak Satria yang tetap santai menarik kerah seragam Bryan


Allesya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman temannya yang teramat absurd, Allesya berjalan menuju kelas Alvino karena ia sedang mengajari Alin belajar , Alvino menyuruhnya untuk pulang lebih dulu , namun Allesya keras kepala , ia tetap menunggu agar bisa pulang bersama Alvino


Allesya duduk menunggu didepan kelas Alvino , sesekali tersenyum manis ketika ada yang menyapanya


Sudah satu jam an ia lalui rasa pegal menyerang tubuhnya , Alvino yang melihatnya tersenyum dalam hati


"mampus" batin Alvino


Alvino dan Alin keluar dari kelas , Allesya langsung berdiri dan tersenyum senang


"AYOK ALL" ucap Allesya merangkul lengan Alvino dan langsung ditepis


"Gabisaa gue bareng Alin" ucap Alvino , Allesya menatap mata Alvino dengan lesu


"Tapi aku nungguin kamu dari tadi Al" ucap Allesya lemah

__ADS_1


"Yang nyuruh Lo nunggu siapa" ucap Alvino pergi menggandeng Alin


"Duluan ka" ucap Alin kikuk , Allesya menganggukan kepalanya dengan tersenyum


Allesya berjalan menuju halte dekat dengan sekolahan menunggu taksi karena ponselnya lowbet untuk memesan gojek


"Cewekk kiww kenalan dongg"


Allesya menoleh mendapati Ken yang sedang tersenyum jahil menyetir motornya


"Ck ngagetin aja Lo" ucap Allesya malas


"Lo ngapain?" tanya Ken pliis dia tidak liatkah Allesya sedang berjalan saat ini? apakah mata nya Ken bermasalah atau mungkin otaknya?


"Cuci piring" jawab Allesya asal


"Gitu doang kesel , nggaada yang jemput?"


"Ngga , Abang gue sibuk organisasi, mau mesen gojek hp gue lowbet , gue tadi nebeng Abang gue , males nyetir mobil soalnya jadi gue mau ke halte ini siapa tau ada taksi or bus lewat" jelas Allesya , Ken yang mendengar nya mengangguk tanda paham .


"Yauda bareng sama gue aja yok" ajak Ken


"Gitu kek dari tadi elahh" ucap Allesya menaiki motor Ken


"Berangkatt" ucap Ken menirukan nada sinetron ojek pengkolan membuat Allesya tertawa


Alvino kesal sekilas melihat Allesya tertawa dengan Ken


"murahh" batin Alvino dan melanjutkan melajukan mobilnya menuju rumah Alin


...****...


"Ck kenapa si Lo maksa gue ih! ngeselin" kesal Rara dimobil Devan mengerucutkan bibirnya


"Mesumm" dengus Rara membuat Devan terkekeh


Keheningan ada didalam mobil, Devan fokus menyetir dan Rara melihat pemandangan jalan dari jendela


"Gue kangen Lo Ra" ucap Devan memecahkan keheningan


"Gue kangen sama Lo , gue kangen ngabisin waktu berdua sama Lo , gue nyesel nyia nyiain Lo dulu beri gue kesempatan sekali ini aja Ra" ujar Devan sekilas melirik Rara


"Terus Lo mau apa? gue masih sakit ati tau ngga pas denger kenyataan kalo Lo dapetin hati gue cuma gara gara tantangan sialan, Lo kira gue mainan hah-?!" marah Rara dengan terisak , Devan yang melihat Rara menangis merasakan sakit


"Dan dengan entengnya Lo , mutusin gue didepan murid murid yang ada dikantin, hati lo terbuat dari apa setega itu Lo sama gue??" lanjut Rara


Flashback on


"Gue mau ke Dev dulu yaa" pamit Rara


"Gimana gue berhasil kan dapetin Rara" ucap Devan dengan bangga


"Iyadah sipaling bisa mah Lo , buaya darat mah apa aja bisa didapetin" ucap Rian murid nakal kelas 11 Ips 2


"Sampe sekarang Lo nggaada rasa sama Rara?" tanya Ari


"Gue nembak dia aja karena tantangan , yakali suka sama dia" ucap Devan dengan tertawa


Rara yang mendengar itu kaget dan menjatuhkan nampan yang berisi makanan yang ia pesan untuk devan membuat semuanya menoleh ke sumber suara. Rara maju dan menampar Devan membuat semuanya kaget


"Brengsek Lo bajingan!" marah Rara menatap manik mata Devan


Devan yang kaget langsung mengelus pipinya yang terasa panas


"OHH LO UDAH TAU SEMUANYAA, bagus lahh kalo udah tau , mulai sekarang kita putuss!!" ucap Devan, air mata Rara jatuh mengenai pipi mulusnya langsung ia usap cepat

__ADS_1


"Bangsat Lo!" ucap Rara membuat Devan terkekeh


Anggota peachys yang melihatnya ingin berdiri namun dicegah oleh Allesya


"Biarin dulu biar kelar urusan Devan sama Rara , kalo sampe dia main tangan ke Rara baru kita maju" ucap Allesya yang diangguki yang lainnya


"Mana mau gue sama modelan kayak Lo , kayak anak kecil" ucap Devan dengan tertawa keras , Rara langsung pergi menjauh dari kantin , disusul oleh anggota peachys lainnya Devan yang melihat itu ada rasa mengganjal dihatinya


Flashback off


"Tau kesalahan terbesar gue apa?" tanya Rara menatap Devan , Devan hanya menggeleng pelan


"Gue cinta sama cowok playboy dan brengsek kayak Lo" ucap Rara , Devan yang mendengar nya merasakan sesak dan sakit dihatinya


"Gue nyesel Raa, pas pacaran emang gue nggaada perasaan sama Lo , bahkan pas putus , tapi lama kelamaan gue ngrasa sepi karena ngga ada lo, dan gue telat nyadarin perasaan gue kalo gue uda cinta sama Lo" jelas Devan


"Gue bakal lakuin apapun supaya Lo ngasi kesempatan buat gue Ra" ucap Devan sungguh sungguh


Semenjak Devan menyadari perasaannya dulu, ia langsung mengejar Rara lagi meskipun anggota peachys sempat tidak mengizinkan Devan mengejar Rara, namun karena melihat kesungguhan Devan , anggota peachys mengizinkan Devan berjuang sekali lagi, Devan juga memutuskan hubungan dengan cewek cewek lainnya dan fokus untuk mengejar Rara


"Beri gue waktu dulu" ucap Rara, Devan yang mendengarnya menghela nafas panjang dan mengangguk dengan tersenyum


...****...


"Assalamualaikum Queen pulangg" ucap Allesya


"Waalaikumussalam sini sayang" ucap Papa nya diruang tamu


Allesya berlari menuju papanya dan memeluk papanya


"Udah gede masih aja manja kamu ini" ucap Nita datang membawa minuman dan cemilan


Allesya tidak menjawab ia memejamkan matanya karena nyaman rambutnya dielus


"Kamu kenapa sayang?" tanya Nita


"Nggapapa ma lagi sedih aja, susah banget dapetin Al hiks" ucap Allesya menangis membuat baju papanya basah , papanya mengelus lembut surai rambut Allesya


"Anak papa udah gede yaa" ucap papanya , Allesya dengan terisak mendongak menatap wajah papanya


"Dulu kamu nangis karena pengen dibeliin mainan , sekarang putri kecilnya papa inii nangis karena berjuang buat dapetin hati cowok yang dia suka" lanjut Allen menatap anak gadisnya


"Tapi maafin papa sama mama ngga bisa nurutin kemauan kamu yang ini , karena perasaan orang ngga bisa dipaksakan dan buat dapetin perasaan orang itu harus ada perjuangan , perjuangan kamu mungkin masih kurang sayangg , dulu Queen pernah bilang kan "kalo aku udah gede aku pengen sekuat papaa dan bang keann!" dengan lantangnya Queen kecil bilang gitu dulu, sekarang uda gede ditepatin ya sayang , semangat!" terang Allen


Allesya langsung mengeratkan pelukannya


"Sayang papa" ucap Allesya


"Mamanya ngga disayang nih?" celetuk Nita


Allesya langsung pindah posisi dan memeluk mamanya


"Sayang juga sama mama"


Nita mencium kepala Allesya sayang , dan mengelus lembut rambut anaknya


"Udah jangan sedih lagi , nanti malem maskeran yuk sama mama" ucap Nita menghapus air mata Allesya


Allesya mengangguk senang dan mencium pipi mamanya secepat kilat


"Makasii maa , Queen mau mandi dulu paipaii" ucap Allesya menaiki tangga menuju kamarnya , Allen dan Nita yang melihat itu menggelengkan kepalanya


Sakit itu ketika kamu sudah punya perasaan yang tulus ke seseorang, namun ternyata perasaanmu itu hanyalah korban suatu permainan dari sebuah tantangan


~Raraaa

__ADS_1


__ADS_2