
...Selamat Membaca......
kringg...
Jam istirahat sudah terdengar diseluruh penjuru sekolah, murid murid langsung berhamburan keluar kelas
"Kalian duluan aja ya gue kebelet nih" ucap Rara gopoh melihat Vani dan Allesya, sedangkan Lea acuh memainkan ponselnya karena keduanya masih belum baikan
Rara berlari keluar kelas menuju kamar mandi, Allesya dan yang lainnya ingin keluar kelas namun dihadang oleh Lino
"Eits!"
"Ngapain sih lo" kesal Allesya
"Au minggir gue uda laper nih" ucap Vani
"Sabar napa, Sya lo kemarin kan piket ada sapu ngga?" tanya Lino, Allesya mengerutkan dahinya bingung
"Ada, malah gue pake kemarin sama temen temen yang lain"
"Aneh banget sapu dikelas kita sisa satu" ucap Lino
Allesya yang penasaran langsung melihat rak dikelas yang berisi perlengkapan piket kelas
"Lah iya, kok tinggal satu?"
"WAHH kagak beres nihh, kemarin rak dikunci kagak?" tanya Lea
"LAH IYA KITA LUPA NGUNCI KEMARIN!" ucap Allesya melototkan matanya
"Pantes, eh gue duluan ya, ini Steven uda nungguin gue dikantin" ucap Lea memasukkan ponselnya di saku dan berlari keluar kelas
"Terus diambil siapa dongg?" tanya Allesya heran
"Ya kagak tau lah kok nanya gue, kemarin lupa di kunci si kemalingan kan"
"Ya masa dicolong si sama kelas lain, sapu murah doang masa nyolong"
"Udah udah sya sekarang ngantin dulu, ntar abis makan diurus lagi" ucap Vani menengahi, Allesya menganggukan kepalanya
"Lanjut nanti Lin" ucap Allesya diangguki Lino dan keluar kelas menyusul Vani
...****...
"Kok lama banget kalian? Rara mana?" tanya Sanna
"Kebelet dia ke kamar mandi, Lea mana?"
"Tuh" tunjuk Freya menunjuk Lea yang sibuk sendiri memainkan ponselnya di meja kantin paling ujung
"Kok dia sendiri? Steven mana?"
"Au, tadi berduaan bentar terus pergi si"
"Sya lo mau mesen apa?" tanya Vani
"Siomay sama es teh deh"
"Oke" ucap Vani langsung memesan makanan, Allesya duduk disamping Tania
Allesya duduk merenung memikirkan soal sapu tadi, Alvino melihat Allesya melamun dari jauh mengerutkan dahinya bingung
"Sya" panggil Sanna membuyarkan lamunan Allesya
"Hah?"
"Lo mikirin apaan?"
"Kagak, sapu kelas gue ilang semua tinggal satu"
"Lah kok bisa?" tanya Freya
"Ya buktinya bisa" jawab Sarah
"Masa dicolong kak, sapu doang" timpal Nisa
"Sapu kelas lo kasi tanda kah?" tanya Tania menyeruput teh nya hingga habis
"Iya"
"Yauda coba cek kelas kelas yang ada di deket kelas lo siapa tau nemu" ucap Tania
"Iya abis ngantin ini gue cek"
...****...
Selesai memakan makanan yang ia pesan sampai habis, ia langsung keluar kantin ingin mencari sapu kelasnya yang hilang, pasalnya ia bagian dari keamanan di kelasnya
Allesya berjalan dengan santai melewati lorong sekolahan, tiba tiba tangannya dipegang oleh seseorang membuatnya sontak menoleh ke samping, dan mendapati Alvino tengah tersenyum menatap dirinya
"Ngagetin aja" dengus Allesya
"Mau kemana?" tanya Alvino
"Nyari sapu kelas yang ilang" ucap Allesya yang hanya diangguki Alvino
Saat ingin mendekati area gudang sekolahan, Allesya dan Alvino melihat Rara yang berusaha melepas cekalan dari Steven
Alvino langsung membawa Allesya untuk sembunyi dan mengintip mendengarkan percakapan dua orang yang ada didepan gudang sekolahan yang sepi
__ADS_1
"Lo kenapa sihh lepas!" ucap Rara berusaha melepaskan tangan Steven dari tangannya
"Ngga" ucap Steven tersenyum miring
"Lo mau apasihh?!" marah Rara menatap nyalang orang yang ada di depannya
"Mau lo" jawab Steven santai menyelipkan rambut Rara di belakang telinga
Alvino dan Allesya terkejut melihat kejadian itu
"BERHENTI SENTUH SENTUH GUE BRENGSEK! SAMPAI KAPANPUN GUE GABAKAL MAU SAMA LO"
"Kalem sayang, lo mau murid murid yang lain tau kita berdua ada disini?"
"Jauh jauh dari gue Steven, gue mohon" ucap Rara yang sudah mulai lelah
"Ngga bakal bisa sayang, Lea bucin banget sama gue"
"Plis stop gunain Lea untuk lo bisa deket terus sama gue!"
"Lo bukan Steven yang dulu gue kenal"
"Steven yang dulu ngga ada karena lo ngga bales perasaan gue Ra! gue cinta banget sama lo"
"LO BUKAN CINTA TAPI OBSESII"
"Gue nganggep lo sebatas sahabat kecil doang, ngga lebihh dari itu" marah Rara dan langsung menendang area sensitif Steven dengan keras membuat Steven melepas cekalannya dan meringis
Rara langsung berlari menjauh dari sana
"AH SIALAN LO RA!" ringis Steven meninggalkan gudang sekolahan
Allesya dan Alvino keluar dari tempat persembunyian, dan berusaha mencerna apa yang diliat mereka
"Pantesan Rara marah banget waktu itu pas tau Lea sama Steven balikan, gue bakal ngumpulin bukti buat ini semua" ucap Allesya
"Aku bantu" ucap Alvino mengelus tangan Allesya
"Makasi"
...****...
"NAHH INI DIA KETEMU!" ucap Allesya memegang sapu kelasnya yang ada di kelas XI IPS 3
"SIAPA YANG NGAMBIL SEMUA INI?!" ucap Allesya membuat seisi kelas diam tak berkutik
Sedangkan Alvino diam menunggu Allesya didepan pintu kelas XI IPS 3 karena Allesya yang memintanya untuk menunggu disana
Tak lama Rafli ketua kelas dari XI IPS 3 datang dengan menyengir kuda, Ia sudah tau tujuan Allesya ada disini
"Hehehe santai syaa, liat noh anak anak dikelas gue pada diem semua takut" ucap Rafli, Allesya menatap tajam orang yang didepannya
"Bukan nyolong kok minjem"
"Minjem apaan! kalo minjem itu izin, lah ini ngga, malah langsung ngambil"
"Iye dah sorry sapu dikelas gue ilang semua soalnya dicolong jadi kemarin gue liat kelas lo kagak dikunci raknya yauda gue pinjem tapi kagak ada orangnya, eh kelupaan tadi ngga balikin" jelas Rafli
"Lain kali itu izin dulu, kalo sapunya ilang gue yang kena ntar, chat wa kek"
"Apaan! lo aja sering ganti nomer gimana gue bisa chat lo, nomer yang gue save ini juga kayaknya udah kagak aktif" sindir Rafli membuat Allesya terkekeh
"Hehehe ya maaf, YA TAPI KAN LO BISA IZIN KE VARO, ATAU YANG LAINNYA MASA KAGAK BISA"
"Awas aja lo ya gitu gitu lagi gue gorok pala lo"
"Al, cewe lo galak banget" ringis Rafli menutup telinga nya karena panas mendengar omelan dari Allesya
Alvino langsung berdiri menghampiri mereka, mengambil sapu sapu yang ada ditangan Allesya dan membawa Allesya keluar kelas
"GUE PERHATIIN LO RAFLI! GITU LAGI GUE GOROK BENERAN!"
"Galak banget" ucap Alvino dengan terkekeh
"Ish apaan sih belum juga selesai gue ngomelnya" kesal Allesya menatap Alvino
"Sampe pulang pun ngga bakal selesai ngomelnya kalo gue ngga turun tangan" ucap Alvino
"Ngeselin" dengus Allesya
Allesya melihat Ken sedang berjalan lawan arah dengannya
"KEN!"
"Gue dari tadi nyariin juga ternyata disini" jawab Ken berhenti didepan Allesya dan Alvino, Alvino hanya menatap Ken datar
"Sya coba sini tangan lo"
"Kenapa emang?" tanya Allesya heran
"Udah siniin dulu" ucap Ken
"Ngga!" sanggah Alvino mendengus kesal
"Buset galak amat cowo lo"
"Nih" ucap Allesya memberikan tangannya, Alvino ingin menahan Allesya, namun Allesya mencegah Alvino
"Udah diem!"
__ADS_1
"Cepetan mau ngasi apaan tangan gue pegel"
"Nih" Ken menaruh bubble gum rasa jeruk ditangan Allesya membuat Allesya terkejut
"WIHH LO BENERAN BELIIN BUAT GUE?? BELI DIMANA?! LANGKA BANGET INI SEKARANG!"
"Ada deh, dah tuh ambil" ucap Ken membuat Allesya kegirangan ditempat, sontak ia langsung memeluk Ken sangking senangnya tanpa ingat ada Alvino disampingnya
Alvino kesal langsung meninggalkan keduanya dengan membawa sapu sapu ditangannya
Ken sedikit terhuyung kebelakang saat Allesya memeluknya
"LEPAS! sesek anjrot" kesal Ken membuat Allesya melepas pelukannya dengan menyengir
"Hehehe maaf gue kan lagi seneng"
"Lo bar bar amat jadi cewe"
"Lah Alvino mana??" tanya Ken membuat Allesya tersadar dan melongo
"Aduh tadi gue lupa pas waktu meluk lo" ringis Allesya
"Nah loh"
"YAUDA KEN GUE PERGI MAKASI PERMEN NYA YAA" teriak Allesya berlari menjauh
"Dasar bocah" gumam Ken
...****...
"Al" cicit Allesya memasuki rooftop yang ada Alvino tengah merokok
Alvino tak menjawab, Allesya duduk disebelah Alvino, Alvino mematikan rokok nya karena tak ingin Allesya menghirup asap rokoknya
"Ngapain?"
"Ngga ngapa ngapain pengen duduk disini aja" ucap Allesya berusaha tenang
"Pergi" ucap Alvino membuat Allesya melongo
"Seriusan Al?!"
"Pergi!" suruh Alvino kedua kali nya
"Yauda gue balik ke Ken aja" ucap Allesya berdiri belum sempat Allesya melangkahkan kakinya ia dengan cepat ditarik oleh Al sampai terjatuh dipangkuan Alvino membuat Allesya terdiam sesaat karena terkejut
"Al?" panggil Allesya karena melihat mata Alvino memerah menatap matanya
Alvino langsung menyembunyikan wajahnya diceruk leher Allesya, ia terisak pelan
Allesya yang merasakan seragamnya basah terkejut
"Al kamu nangis?!" ucap Allesya memegang kedua pipi Alvino dengan tangan mungilnya
Alvino menatap Allesya dengan sendu dan masih mengeluarkan air mata
"Nangis kenapa hm?" tanya Allesya mengusap air mata yang keluar dari mata Alvino
"Gue sakit liat lo pelukan sama cowo lain, gue ngga rela sya, ayo balikan!" ucap Alvino dengan suara yang bergetar
"Al aku-"
"Lo jangan nolak lagi, lo mau apa? gue turutin mau bubble gum rasa jeruk? bakal gue beli sepabriknya buat lo"
"ISH JANGAN DIPOTONG DULU GUE NGOMONG!" kesal Allesya
"Gue ngga bisa kalo denger lo nolak balikan sama gue"
"Yang nolak siapa si" ucap Allesya merapikan rambut Alvino
"Hah?!"
"Hah apa?!" ucap Allesya berusaha menahan tawa
"Kita balikan?!" ucap Alvino hati hati
"Iya"
Mendengar jawaban dari Allesya, Alvino langsung memeluk Allesya dengan erat seolah tak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya
"Makasih!"
Alvino melepas pelukan mereka dan menatap Allesya
"Jangan deket sama cowo lain!"
"Iya Al"
"Jangan terlalu deket sama Ken"
"Iya Al"
"Jangan minta apapun ke cowo lain selain ke Papah, abang, sama gue pokonya!"
"Iya Al" lelah Allesya membuat Alvino terkekeh
"Love you"
"Love you more Al"
__ADS_1