Queennya Alvino

Queennya Alvino
Rara dan Lea


__ADS_3

...Selamat membaca......


"Jadi apa yang mau Lo omongin?" tanya Lea yang tak kunjung mendengar Steven bicara


Steven mengajak Lea di pinggir danau yang sejuk , Lea menatap sekeliling melihat beberapa sepasang kekasih yang sedang makan bersama dengan raut senang


"Le gue mau minta maaf" ucap Steven


"Udah gue duga" ucap Lea tersenyum kecut


"Selama ini Lo kemana aja? pergi gitu aja tanpa pamitan cuma ninggalin trauma" lanjut Lea menatap Steven dengan tatapan terluka


"Maaf"


"Gue ngga butuh maaf terus terusan tapi penjelasann" ucap Lea


"Oke , jadi gue dulu punya penyakit serius dan harus berobat ke luar negeri , gue ngilang tiba tiba g ada kabar supaya Lo g sedih mikirin gue dan bisa dapet cowo yang lebih baik dari gue , gue kira gue ngga bakal bertahan lama di dunia ini , tapi bersyukur gue masih diberi umur panjang sama Tuhan jadi gue balik lagi nemuin Lo Le , tapi ternyata Lo udah deket ya sama Bryan" jelas Steven yang sudah jelas ia bohong saat ini


Lea ketika selesai mendengar penjelasan dari Steven terkejut bukan main ia langsung memposisikan tubuhnya menghadap Steven dan langsung memegang kedua pipi Steven


"Tapi sekarang udah sembuh kan?" tanya Lea memastikan


"Iya iya aku udah sembuh total" jawab Steven


Lea langsung memeluk Steven dengan menangis kencang


"Maaf , maafin aku karena belum jadi pacar yang baik" ucap Lea terisak


"Ngga usah minta maaf aku yang salah Lea ngga bilang bilang , jadii kita bisa balikan kan sekarang?" tanya Steven


Lea melepaskan pelukannya dan menatap Steven yang menunggu jawaban dari nya , ia mengangguk dengan tersenyum


"Iya kita balikan!" ucap Lea yakin


Steven langsung membawa Lea kedalam pelukannya , ia langsung tersenyum licik


...****...


"Sayang?" tanya Devan karena melihat Rara melamun sedari tadi , mereka berdua saat ini berada di taman belakang rumah Rara


Devan menatap Rara heran ia melambaikan tangannya didepan muka Rara


"Sayang, kamu ngga papa?"


"Rara" ucap Devan lebih keras membuat Rara tersentak


"Ah iya apa?" tanya Rara


"Kamu lagi ada masalah?" tanya Devan


"Aku dari tadi ko mikirin Lea ya Dev" ucap Rara khawatir


"Aku takut dia kenapa napa" panik Rara


"Cuma perasaan kamu aja mungkin , coba chat atau telfon" ucap Devan


Rara mengangguk dan membuka ponselnya


...****...


Lea menutup pintu kamarnya dengan tersenyum senyum , ia langsung berbaring di kasur nya , tak lama ponselnya berdering , ia langsung duduk dan langsung mengangkat nya


"Halo Le , Lo ngga papa kan?"


"Hah maksud Lo?"


"Ya Lo ngga papa kan dodol? masa g paham sih" kesal Rara


"Lo kenapa dah orang gue ada di kamar ini aneh Lo" ucap Lea


"Oh gitu yauda deh gue tutup , bye" ucap Rara langsung memutus sambungan telponnya


"Dih prik" ucap Lea melempar ponselnya dan langsung menuju kamar mandi


...****...


Rara bernafas lega mungkin benar kata Devan


"Gimana?"


"Ngga papa" ucap Rara dengan terkekeh


"Kan apa aku bilang"


"Iya sayangg"


"Yauda kamu kedalem gih dah malem , aku balik"


Rara mengangguk dan berdiri diikuti Devan


"Hati hati" ucap Rara


"Iya cantik"


...****...


"Sya Lo udah ngerjain bahasa Indonesia ngga?" tanya Lea yang melihat Allesya baru saja datang


"Hah? emang ada ya?" tanya Allesya dengan berusaha mengingat


"ASTAGA NAGAAA GUE LUPA"


"Tapi yauda si" ucap Allesya duduk dengan mengunyah permen karet


"Ye tadi aja heboh" sinis Rara


"Biar dikira murid murid normal pada umumnya" ucap Allesya


"Lo mau gimana pun tetep aja ngga normal menurut gue" celetuk Lea membuat Allesya terkekeh


"Lo van ngerjain?"


Vani menghela nafas panjang dan menelungkupkan kepala nya dimeja


"Buku gue ketinggalan woe lah" ucap Vani


"Nasib oh nasib" ucap Allesya


"Emang ditakdirkan selalu bersama kita nih ntar dihukum juga barengan" ucap Rara


...****...


"Ada yang tidak mengerjakan?" tanya Pak Ari


"Buku saya ketinggalan pak!" ucap Vani


"Keluar kamu dari kelas!" ucap Pak Ari membuat Vani keluar dari kelas


Pak Ari duduk dan menghitung buku yang ada di atas meja


"Ini kurang 6 siapa?!" tanya pak Ari


"Kita pak!" teriak Rara


"Kenapa ngga mengerjakan kalian?" tanya pak Ari kepala nya terasa pusing


"Kemarin saya teh ada urusan pak" ucap Rara


"Urusan?"


"Iya untuk memperlanggeng hubungan, saya ketemu sama Devan pak , jadinya lupa ngerjain tugas bapak" ucap Rara menyengir

__ADS_1


"Ada aja alesan kamu keluar!"


"Kamu kenapa?" tanya pak Ari ke Lea


"Saya capek karena abis tidur pak"


"Apa hubungannya?"


"Jadi kemarin saya mimpi jadi pahlawan buat ngelindungin negara yang mau diserang buto ijo , nah berhasil pak , bangun bangun saya ngerasa capek , ruh saya udah nyelametin negara jadinya saya g ngerjain tugas bapak deh" ucap Lea membuat sekelas tertawa


"Terserah kamu , keluar kamu saya pusing"


"Kamu Allesya?" tanya pak Ari


"Oh oke giliran saya ya pak , khem ekhem jadi gini pak Ari , berhubung saya murid baik hati dan tidak sombong , saya membantu bapak meringankan pekerjaan bapak , dengan cara apa? oke , bisa dilihat teman teman , itu banyak buku yang harus dinilai dan membuat Pak Ari sudah pasti pegal , jadi dengan berbaik hati , saya meringankan tugas bapak walaupun ringan tapi intinya saya sudah berusaha meringankan pekerjaan bapak dengan cara mengurangi buku yang seharusnya bapak nilai hehehe , biar bapak tidak terlalu pegal tangannya karena buku sudah banyak yang harus dinilai , oke sekian terima kasih" ucap Allesya


"LO NIAT AMAT NYUSUN KATA KATA NYA SYA" ucap Varo dengan tertawa diikuti lainnya termasuk pak Ari yang terkekeh


"Hadohh kalian banyak banget alesannya keluar kamu Allesya" ucap pak Ari dengan terkekeh


"Para punten akang teteh" ucap Allesya keluar dari kelas


"Yang 4 sudah keluar , kurang dua lagi siapa?!"


Lino dan Varo mengangkat tangannya secara bersamaan


"Kamu Varo padahal ketua kelas ya harus jadi contoh dong buat yang lain" omel Pak Ari


"Keluar kalian!" suruh pak Ari


"Bapak kok ngga nanya ke kita alesannya apa pak"


"Hallah sudah! saya masih sayang sama otak saya dari pada nanti tambah pusing gegara alesan yang aneh"


Lino dan Varo cekikikan dan keluar dari kelas


"Lah Lo pada keluar juga ternyata" ucap Rara


"Terus ini kita ngapain ya?" ucap Allesya


"Manjat pohon mangga belakang sekolah enak tuh terus makan mangganya" ucap Lino


"Ngawur Lo yakali ngga ah gue ntar digigit semut" ucap Allesya


"Cih dulu kena pukul Tania berani ngelawan , tapi semut yang lebih kecil takut gimana sih"


"Ya beda lah tolol Lo mah gimana sih" kesal Allesya


"Yaelahh gue aja dah kalian pada debat mulu" ucap Varo


"Gitu kek dari tadi" ucap Rara


...****...


Saat ini mereka berlima sedang berada dibawah pohon mangga belakang sekolah , Vani hanya duduk duduk melihat teman temannya yang ia anggap prik semua


"Itu cuy banyak yang mateng mateng mantep tuh" ucap Rara


"Ayok cepet manjat Var" suruh Lino


Varo langsung memanjat pohon mangga dan mengambil mangga yang sudah matang


"Kurang 2 lagi Var ayok"


"Bacot Lo Lea diem kek dikira gampang kayak gini" dengus Varo sedangkan Lea hanya tertawa kencang


Allesya dengan cepat langsung membungkam mulut Lea


"Ntar guru denger tolol" ucap Allesya


Lea menghempaskan tangan Allesya dari mulutnya dan menyengir


Varo tinggal mengambil satu buah mangga lagi namun semut sudah mulai menggigit nya ia langsung panik dan menggaruk tubuhnya


"Var Lo kenapa?" ucap Lino


"Ah tai ni semut gigit gue"


"Var awas jatoh Var"


"Gatel njir ah elahh" gerutu Varo yang mulai oleng


BRUKK


"AKHHH" teriak Varo dan Allesya bersamaan karena Varo jatuh menindih tubuh Allesya


Vani langsung berdiri , teriakan Varo dan Allesya kencang membuat Bu Dinda yang sedang mengobrol dengan pak Setyo melihat taman , ia langsung berjalan dengan cepat menuju taman


"HEH KALIANNN!"


"Weh ayo cepet pergi Bu Dinda liat kita" ucap Vani


"Varo tai buruan bangun berat Lo ah" ucap Allesya


Varo langsung bangun dan menarik Allesya bangun dan berlari


...****...


Kringg...


Bunyi bel istirahat sudah terdengar Alvaro dkk keluar dari kelas dengan bernafas lega


"Akhirnyaaa" ucap Bryan


Tak lama mereka terdengar suara orang berlarian membuat mereka mencari sumber suara


"AH ANJIR MANGGA NYA SAYANG KETINGGALAN DISANAA" ucap Lea dengan terus berlari


"Goblok malah mikirin mangga , kita nya ini gimana anjir" dengus Rara


"Weh ayang bebeb gue ngapain lari lari tuh" ucap Devan


Alvino melihat Allesya dan Varo berpegangan tangan sambil lari , membuat darahnya mendidih , Rey yang melihat itu tertawa


"Waduhh gawat si Varo" ucap Rey


"Eh udah ngga ngejar Bu Dinda nyaa" ucap Lino melirik kebelakang


Mereka berenam langsung berhenti dengan nafas ngos ngos an


"Tadi Bu Dinda liat wajah kita ngga?" ucap Lea


"Ngga keanya" ucap Vani


"Hah hah syukur dehh kalo gitu" ucap Lea


"Kalian abis ngapain?" pertanyaan dari Satria membuat mereka berenam tersadar berhenti di depan di kelas 11 IPA 1


Allesya melihat Alvino melihatnya dengan muka datar merasa aneh , ia tersadar melihat tangannya yang gandengan dengan Varo langsung melepaskan tangannya


"Mati gue dilihat pawang Lo sya" ucap Varo


Allesya menatap Varo dan beralih menatap Alvino ia mengerti mengapa Alvino menatap dirinya seperti itu tadi


"Al" panggil Allesya , Alvino yang semula menatap tajam Varo langsung beralih menatap Allesya


"Ikut gue" ucap Alvino menarik tangan Allesya pergi dari sana


"Waduh perang" ucap Lino


"Kamu abis ngapain Ra?" tanya Devan

__ADS_1


"Ntar aja deh jelasinnya aku mau ke kamar mandi dulu cuci muka" ucap Rara pergi dari sana yang diikuti Devan


"Ayok ke kantin" ajak Rey yang diikuti lainnya


...****...


"Kenapa?"


"Al?" tanya Allesya sekali lagi karena dari tadi Alvino tidak mau membuka suara , mereka sekarang duduk di rooftop


"Lo udah ngga sayang lagi sama gue sya?" ucap Alvino lemah setelah beberapa menit ia terdiam


"Ngomong apasih Lo"


"Tadi yang gandengan sama Varo"


Allesya yang mengerti langsung menghadap ke Alvino


"Astagaa Al itu cuma gue sama Varo gopoh"


Allesya menceritakan kejadian tadi dengan jelas , Alvino mendengar dengan serius


Selesai Allesya menjelaskan kejadian yang sebenarnya , Alvino langsung menyender di bahu Allesya dan merangkul pinggang Allesya membuat Allesya membeku sejenak


"Gue ngga mau liat Lo deket sama yang lain sya" ucap Alvino dengan nada manja membuat Allesya gemas


Allesya mengelus kepala Alvino dengan lembut , membuat Alvino memejamkan matanya


"Kalo misal gue tetep deket sama cowok selain Lo?"


"Gue bunuh cowok itu" ucap Alvino


"Kita ngga ada apa apa Al"


"Yauda ayo sekarang balikan!" ucap Alvino


"Kalo gue ngga mau"


"Kudu mau"


"Dih maksa ngga ah males"


Alvino langsung duduk dan menghadap ke Allesya


"Syaaaa" rengek Alvino membuat Allesya geli


"Ko Lo gini sih sekarang" ucap Allesya dengan tertawa


"Biarin gue cuma gini ke Lo doang" sinis Alvino


"Ayo syaa"


"Gue belum bisa jawab sekarang Al" ucap Allesya


Alvino yang mengerti langsung menghela nafas panjang dan mengangguk


"Yauda ayo ke kantin Lo pasti laper" ajak Alvino yang diangguki Allesya


...****...


Steven tiba tiba muncul memegang bahu Lea membuat semua yang ada disana keheranan


Lea menoleh kebelakang dan tersenyum


"Sayang udah aku tungguin dari tadi" ucapan dari Lea membuat semuanya terkejut


"Lea , Lo balikan sama dia?" tanya Vani


Lea mengangguk dengan tersenyum lebar , entah kenapa Bryan yang mengetahui itu langsung merasakan sakit dihatinya


"Ah anjing kenapa gue nyesek si apa jangan jangan gue suka sama dia?" batin Bryan


"Kok ngga bilang bilang" ucap Freya


"Sengaja biar Lo pada kaget" ucap Lea dengan terkekeh membuat semuanya memutar bola matanya malas


Alvino datang membawa nampan berisi mie ayam dan es teh , ia dan Allesya duduk


"Makasih" ucap Allesya diangguki Alvino


Allesya yang melihat Steven ada disebelah Lea heran


"Balikan" jawab Vani yang seolah mengerti tatapan Allesya


"Oh" jawab Allesya singkat


Ia dari tadi memperhatikan Steven yang sedang mencari seseorang membuat nya curiga


Ia memakan mie ayam nya


"Mau?" tawar Allesya ke Alvino , Alvino menggelengkan kepalanya


Rara datang dengan Devan di kantin , ia terkejut melihat Steven menyuapi Lea , ternyata pikiran buruk tentang Lea kemarin nyata , Rara menatap keduanya dengan tatapan marah membuat Devan bingung , ia langsung melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju Lea dan Steven


"LO NGAPAIN DEKET DEKET SAMA DIA?!" marah Rara menunjuk Steven membuat seisi kantin terkejut


"LO KENAPA SAMA DIA LAGI LEA!" Rara menunjuk Steven lagi dengan tatapan benci , Vani dan yang lainnya berusaha menenangkan Rara namun Rara tak peduli


Lea yang melihat Steven ditunjuk tunjuk oleh Rara langsung berdiri menggebrak meja dan menghempaskan tangan Rara


"LO APA APAAN SIH NUNJUK NUNJUK KAYAK GITU" sentak Lea


"DATENG DATENG MARAH MARAH NGGA JELAS"


"BODOHH DIA NGGA BAIK BUAT LO" jawab Rara


"Ra udah Ra" ucap Devan mengelus bahu Rara , Steven yang melihat itu ingin meledakkan emosinya


"LO JANGAN SOK TAU YA!"


"EMANG KENYATAANNYA LEA"


"LO BALIKAN SAMA DEVAN AJA GUE FINE FINE AJA NGAPAIN LO NGURUSIN IDUP GUE?! LO TAU KAN GUE NGGA SUKA DIATUR ANAKNYA"


"Ada yang ngga beres ini" batin Allesya


"Lo kenapa balikan sama dia lagi le" ucap Rara dengan terisak


"DIA UDAH JELASIN SEMUANYA KE GUE , DIA SAKIT JADI BEROBAT KELUAR NEGERI LO DATENG DATENG MARAH MARAH NUNJUK NUNJUK DIA KEK BOCIL TAU NGGA LO!"


Plak!


Allesya langsung berdiri karena Rara menampar Lea dengan keras membuat semua yang ada di kantin terkejut


Lea memegang pipinya dan mulai menangis menatap Rara , Rara yang sadar melihat tangannya yang menampar sahabat kecil nya itu


"Lea gue minta maaf Lea" ucap Rara mendekat ke Lea namun Lea menatap Rara benci


"LO SEBENARNYA ADA APA SIH RA?! LO SUKA SAMA STEVEN? SAMPE LO SEGITUNYA KE GUE?! LO SUKA SAMA DIA RA? JUJUR LO SUKA SAMA DIA HAH?! JUJUR BRENGSEKK" ucap Lea menarik kerah seragam Rara membuat Allesya dan yang lain langsung melerai keduanya


Vani dan Devan langsung membawa Rara pergi dari sana , Vani mengusap bahu Rara


"Van, Dev gue pengen sendiri dulu"


"Tapi Ra-" ucapan Devan terhenti kala Vani mengode dirinya supaya menjauh dari Rara dulu , Devan langsung menghela nafas berat


"Yaudah nanti kalo ada apa apa telfon aku ya" ucap Devan yang diangguki Rara


Selepas kepergian Vani dan Devan , Rara langsung menangis kencang


"Kenapa jadi gini sih" batin Rara

__ADS_1


__ADS_2