
...Selamat Membaca......
Kringgg....
Bunyi bel istirahat sudah berbunyi diseantero sekolah. Murid-murid berhamburan keluar kelas ada yang menuju kamar mandi,kantin,ada juga yang cuma duduk-duduk santuy didepan kelas. Sementara Allesya,Vani,Rara,dan Lea masih didalam kelas.
"Yok ke kantin!" ajak Rara
"Bentar elah,ini masih masukin buku-buku" jawab Vani yang sedang memasukkan buku-buku nya kedalam tas nya yang berwarna biru. Sedangkan disebelah nya Allesya terlihat duduk anteng sedari tadi memainkan handphone nya dengan mengunyah permen karet.
"Ceffat kawan!" gerutu Rara kesal
"Buru buru amat neng mo ngapain?" ucap Lea dengan memakan cemilan
"Mo nyuci piring! ya mau makan lah! Perut gue dah keroncongan dari tadi" kesal Rara
"Iya-iya ini udah mau selesai bawel amat lo" ucap Vani yang membereskan buku-buku nya lebih cepat
"Ayo!" lanjut Vani yang sudah membereskan buku-buku nya
"Yok lah!" ajak Rara dengan mendahului ketiga sahabatnya membuat sahabat nya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rara, dan menyusul Rara.
Sesampainya dikantin mereka langsung duduk ditempat duduk geng Peachys, memang mereka berempat ikut geng Peachys geng yang terkenal diseantero sekolah bahkan diluar sekolah yang anggotanya cewek semua. Geng yang memiliki ciri khas warna peach, warna yang menenangkan,namun bukan berarti lemah , biasanya orang orang menganggap mereka diam diam menghanyutkan. Geng Peachys memiliki semboyan tenang namun mematikan. Dan mereka berempat juga salah satu bagian dari anggota inti angkatan 11
"Kemana dulu kalian lama banget, ditungguin juga" ucap seorang gadis yang saat ini menjabat sebagai ketua geng Peachys, ia kelas 12. Dia Freya Aditama.
"Tad-"
"Cepet mo mesen apa gue dah laper nih" selat Rara saat Lea mau bicara
"Ck,kek ga dikasih makan setaun aja lo" kesal Lea
"Mie ayam sama es teh aja deh" ucap Allesya yang diangguki Rara
"Trs lo le,Van ? tanya Rara
"Samain" ucap Lea dan Vani bersamaan , namun Lea lebih ng gass
"Wess santuy dongg" ucap Rara sambil berjalan hendak membeli makanan
"Ngapa tuh anak kok buru-buru amat?" tanya seorang gadis disebelah Freya menatap punggung Rara heran. Dia Senja Aurelia kelas 12 sekelas dengan Freya termasuk anggota inti geng Peachys angkatan 12.
"Biasalah cacing diperutnya minta dikasih asupan , ngga sarapan tadi pagi" jawab Vani santai. Sedangkan Senja hanya ber oh ria
"Pantes kek cacing kepanasan" ucap Freya yang membuat anggota geng Peachys tertawa. Tak lama geng Vegas datang bersamaan dan menuju tempat duduk mereka yang bersebelahan dengan geng Peachys
Bryan tambah ganteng dongg
Alvinoo!
Eh yaampun sekumpulan pangeran datang..
Meleleh dedek bwang..
Galang buat gue titik!
__ADS_1
Alvino masih dingin dingin aja tapi ganteng.
Liora damagenyaa
Pesonanya Megan yaampunn
Begitulah riuh suara kantin saat anggota geng vegas datang kekantin, Geng yang sama terkenal nya seperti geng Peachys .
"Ck, bacot banget tuh mulut pengen gue sumpelin ama sampah" ucap seorang gadis yang sedang memakan makanannya,dia Sanna Antaliano. Gadis cantik,judes,tomboy,dingin termasuk anggota geng peachys , dan bagian inti angkatan 12 , teman kelas freya dan senja.
"Tau,mana pacar gue dipuji-puji lagi,ngga liat apa disini ada gue! Ngga tau malu emang" kesal Senja lalu berdiri dari duduk nya
"bangsat pacar gue jangan digodain dong! udah tau udah punya pacar masih aja digodain, ngga liat apa disini ada pacarnya, minta dicabein tuh mulut hm?!" teriak Senja datar dengan menggebrak meja yang membuat seluruh penghuni kantin terlonjak kaget, kantin yang semula riuh menjadi hening seketika.
"Keep calm keep calm" ucap Lea
"Tenang beb, tenang dihatiku cuma ada kamu kok" ucap seorang cowok menghampiri Senja yang tersulut emosi, Galang Natalie.
"Ck, hallah bilang aja kamu suka digituin sama cewek cewek kayak tadi kan? Ngaku ajalah!" kesal Senja dengan menatap manik mata Galang.
"Kamu kenapa sih , ngga sayangg aku suka nya sama kamu , ngga ada yang bisa gantiin kamu" ucap Galang dengan serius
"Serius ih" jawab Senja.
"Ciee yang mau diseriusin iyaa tenang suatu saat nanti aku dateng ke rumah kamu nemuin camer buat lamar kamu" ucap Galang dengan mengusap rambut Senja dengan lembut, membuat pipi Senja bersemu merah. Keduanya tak luput dari pandangan human human yang ada dikantin.
"Ck,udahan uwu-uwu nya! Kebiasaan ber uwu ria tidak tau tempat" ucap Rara yang datang dengan membawa nampan yang berisi makanan.
"Tau, yang jomblo tersiksa nih! Beb suatu saat kita kayak gitu yaa! Gamau tau pokoknya iya!" ujar Allesya dengan menatap Alvino yang ada diseberang tempat duduknya, Alvino hanya memutar bola mata malas dan melanjutkan makannya.
"Ke pangeran ice dulu" jawab Allesya dengan menyengir kuda membuat geng Peachys yang mendengarnya hanya memutar bola mata malas.
"Biasalahh!" ucap Lea yang tak dihiraukan Allesya.
Allesya berjalan menuju meja Alvino.
"Bis,lo duduk ditempat gue gih gue mo duduk disebelah Alvino" ucap Allesya kepada seseorang yang duduk disebelah Alvino Bisma Avilent Putra.
"Siapp dengan senang hatii weeh kesempatan duduk diantara bidadari bidadari tak bersayap" ucap Bisma yang hendak berdiri dan langsung tangannya ditarik Alvino.
"Sorry broo gue kesana dulu mo duduk ama dedek dedek gemoy" ucap Bisma dengan menyengir kuda langsung melepas cekalan Alvino dari tangannya dan langsung bangkit menuju meja anggota geng Peachys membuat Alvino mendengus kesal.
Allesya duduk disebelah Alvino dan menatap cowok itu lekat yang sedang memakan baksonya
"Vinn kamu kok bisa ganteng sih" ucap Allesya menatap Alvino dengan menopang dagunya yang tak dihiraukan oleh Alvino
"Sat, sepupu lo kok cantik cantik goblok ya" ucap Dev berbisik ditelinga Satria membuat Satria mengangguk menyetujui
"Sepupu gue gara gara cinta sampe bego ginii" ucap Satria
"Ck bacot ah sono sono jangan ganggu gue!" usir Allesya menatap sepupunya kesal
"Gue juga mendingan pergi dari pada disini" ucap Satria dengan memutar bola mata malas
"Yokk reyy kita ngungsi ke sebelah aja" lanjut Satria dan menarik kerah seragam Rey
__ADS_1
"Bangsatt gue lagi makan setan! main tarik tarik aja, kalo gue keselek trs mati gmna?!" ucap Rey kesal
"Ya tinggal mati " ucap Bryan enteng
"Enak banget lo kalo ngomong!" ucap Rey
"Lah tinggal ngomong apa susahnya emang" ucap Dev santai. "Serah lah, gue emang selalu dinistain mulu" ucap Rey
"Udah gausah banyak bacot ayo pindah ke meja tetangga sebelah" ucap Bryan menuju ke meja Peachys yang ada Galang dan Bisma, dan diikuti yang lainnya
"All" panggil Allesya yang tidak dijawab Alvino
"All"
"ALLL"
"Ck punya telinga gak sih kamu!" ucap Allesya kesekian kalinya
"Hm?" balas Alvino dengan deheman
"Ck,dingin banget,tapi gue suka gimana dong" gerutu Allesya pelan menunduk yang dapat didengar Alvino
Allesya mendongak menatap Alvino , Allesya mengambil tissue yang ada di saku almamater nya kala melihat keringat yang ada di dahi Alvino. Allesya mengambil tissue dan langsung mengusap dahi Alvino yang langsung dihempas Alvino.
"Lancang banget sih lo! " ucap Alvino datar
"Jangan.sentuh.gue" lanjut Alvino dengan menekan kata kata yang ia lontarkan.
"Tapi didahi kam-"
"Kak, disuruh Bu Meti ke perpus buat persiapan olimpiade sains besok" selat seorang gadis tiba tiba datang Alin Violeta cewek imut,murah senyum,pintar,ceria kelas 10
"Gue belum selesai ngomong udah diselat ajaa huh !" kesal Allesya yang tak dihiraukan Alvino
"Yaudah ayo!" ucap Alvino yang meninggalkan kantin bersama dengan Alin membuat Allesya mendengus nafas lelah "hufft sesusah itu buat dapetin lo" lirih Allesya memerhatikan punggung Alvino dan Alin yang semakin menjauh
"Ciee gadis bar bar ternyata ada yang sad juga yaa" celetuk Lea
"Bacot! Tay lah gue gak mood gue pergi dulu aja bye!" ucap Allesya beranjak pergi meninggalkan kantin
"Makanan gue makan aja, gue gak mood makan soalnyaa!" teriak Allesya yang ada di pintu kantin.
"Assiaaapp!" teriak Rey dan langsung memakan mie ayam Allesya.
"Lo belum bayar sya!!" teriak Rara
"Dibayar Rey!!!" teriak Allesya yang membuat Rey tersedak saat makan.
"Ck gue kira gratis tai!" ucap Rey
"Heh bagong! Ga ada yang gratis yaa wc umum aja bayar" kolot Allesya
dan langsung menuju rooftop guna menenangkan pikirannya
"Sulit untuk didapatkan" lirih Allesya berjalan menuju rooftop.
__ADS_1