Queennya Alvino

Queennya Alvino
Ekskul DB


__ADS_3

...Selamat membaca......


"Sya gue duluan ya!" pamit Vani berdiri dan meninggalkan mereka , Allesya hanya mengangguk


"Gue juga nihh , sekarang kan ekskul basket juga ya kalo Lo liat Devan genit sama cewe lain bilang ke gue ya sya! Awas aja kalo masih genit" ucap Rara merapikan tas nya


"Buset ngeri amat Lo" kata Lea


"Lah katanya mau berduaan sama Devan" ucap Allesya menahan tawa


"Ngga jadi gue baru inget ternyata sekarang basket" ucap Rara dengan memasang muka masam


"Makanya Ra jangan berekspektasi tinggi , sakit kan jadinya" ucap Lea ingin memasukkan kripik ke mulutnya


"Nahh betul betul betul" ucap Allesya merebut kripik yang dipegang Lea


"Lo lama lama gue tonjok juga Lo ye" ucap Lea , Allesya hanya tertawa


"Lo kemarin katanya balapan yak kagak bilang bilang kita" sinis Lea menatap Allesya sedangkan yang di tatap hanya cengengesan


"Lah balapan? sama siapa?" tanya Rara bingung


"Tumben amat Lo kudet kids , noh si Leon gegara uda bangun dari sekaratnya langsung ngajak ketemuan sama Vegas"


"Hahh?! Terus? Yang balapan sama Allesya berarti si Leon?"


"Kagakk , si Bara" jawab Lea


"Kagak tau ah pusing gua"


"Yauda gue duluan ya syaa, ayok le" pamit Rara


Allesya berjalan keluar kelas dengan santai , ia menuju loker nya ingin mengambil seragam db nya yang sudah lumayan lama tak ia pakai


Allesya berjalan keruang ganti dan mengganti seragamnya , ia menguncir kuda rambutnya agar tak gerah dan langsung menuju ke lapangan futsal karena Bu Endah selaku guru drumband menyuruh untuk kumpul disana


"HEYYOW GAESSS" ucap Allesya tiba tiba datang


"Lah gue kira Lo keluar kak" ucap Sarah


"Mau nya si gitu tapi di suruh Bu Dinda kemarin" jawab Allesya yang lain hanya ber oh ria


"Iya si mayoret nya masih belum ada yang mateng semua soalnya" ucap Meimei cewek blasteran indo china


"Belum mateng gimana , emang digoreng yak?" tanya Allesya asal


"Ya ngga gitu konsepnya Bambang" kesal Meimei


Allesya tertawa dengan yang lainnya


"Lah ko ngamok?" ucap Allesya


"Lagi dapet dia" ucap anak lain


"Pantes"

__ADS_1


Tak lama Bu Endah datang , semua murid yang duduk langsung berdiri dan berbaris tertib


"Oke anak anak sebelum kita mulai kita baca doa terlebih dahulu supaya pertemuan kali ini berjalan dengan lancar , berdoa dimulai"


"Berdoa selesai" ucap Bu Endah


"Masuk juga kamu Allesya" lanjut Bu Endah membuat Allesya cengengesan


"Kamu masih inget yang dipelajari kan?" tanya Bu Endah


"Ntar saya coba dulu Bu saya juga lama ngga ikut db semenjak selesai lomba dulu" jawab Allesya , Bu Endah hanya mengangguk


"Oke tanpa berlama lama lagi sekarang baris sesuai yang diatur kemarin dan bawa alat musik nya masing masing!" suruh Bu Dinda membuat semua murid db menurut dan baris


1


2


3


Dalam hitungan ketiga dari Bu Endah , suara drum,pianika,balera,dll menyatu menjadi satu menghasilkan nada dan irama yang beraturan


Allesya melakukan berbagai macam aksi memutar-mutar tongkat , dan melemparkannya dengan mahir , ia tersenyum fokus ke depan sambil berjalan dengan pelan


Bu Endah yang melihat itu senang karena Allesya masih ingat semuanya yang ia ajarkan , Rey yang mendengar suara drumband langsung melihat lapangan futsal


"Lah si Allesya ikut lagi ternyata" ucap Rey membuat Satria,Devan,Bryan terutama Al langsung menatap ke sumber suara drumband


Mereka melihat Allesya dengan mahir nya memainkan tongkat mayoretnya dengan tersenyum manis , Alvino menatap Allesya dengan serius


"Gue tau gue tau!" ucap Rey


"Apaan?" tanya Devan


"Salah suka sama orang" ucap Rey , keempat orang tersebut langsung menatap Alvino yang sedang menatap Allesya dengan serius , Alvino yang sadar ia sedang ditatap oleh keempat sahabatnya langsung menoleh ke mereka


"Mau gue colok mata kalian?" dengus Alvino membuat semuanya tertawa termasuk yang lain yang ikut ekskul basket


"LIATIN APA LO DARI TADI TUH" ejek Devan tertawa puas


"Diem Lo!" ucap Alvino


"Vin Vin Lo ni pinter di pelajaran bego di percintaan , Allesya juga gitu cuma beda konsepnya" ucap Satria


"Nyesel ngga nyesel ngga? Nyesel lah masa ngga! AHAHAHA" ucap Rey meledakkan tawanya


Alvino yang geram dengan Rey dari tadi langsung melemparkan kacang tepat dimulut Rey membuat Rey tersedak , yang lain tertawa karena melihat Rey batuk


"Alvino sialan" umpat Rey


...****...


"Uh pegel tangan gue" ucap Allesya mengibas ibaskan tangannya dan duduk meluruskan kakinya


"Bagus Allesya kamu masih inget ternyata yang ibu ajarkan" ucap Bu Endah datang

__ADS_1


"Allesya mah jangan ditanya Bu apapun juga bisa" ucap Meimei


"Syaa apa si yang Lo g bisa? Sini jadi pacar gue!" ucap Edgar yang bertugas memainkan drum


"Tau tau gue apa yang ka Allesya gabisa!" ucap Sarah membuat semuanya menatap Sarah termasuk Bu Endah


"Ngga bisa jadi pacar Lo kak" ucapan dari Sarah membuat semuanya tertawa , sedangkan Edgar tersenyum masam


"Lo kalo ngomong jangan terlalu jujur gitulah sar" ucap Edgar


Allesya tertawa lepas sesekali melihat lapangan basket , tak sengaja tatapan Allesya bertemu dengan Alvino yang sedang menatap nya , Alvino tersenyum tipis , Allesya langsung mengalihkan pandangannya


...****...


Allesya berjalan di lorong sekolahan yang sudah sepi , ia ingin menuju lokernya


"Allesya" panggil Alvino


Allesya berbalik melihat Alvino yang sudah ada di belakang


"Eh" kaget Allesya


"Kenapa?" tanya Allesya cuek


"Gue mau ngomong sama Lo"


"Sorry gue ngga bisa" ucap Allesya ingin pergi namun dengan cepat Alvino menarik tangan Allesya ke dinding membuat Allesya terhuyung


Alvino dengan cepat mengunci dengan kedua tangannya , Allesya menatap Alvino yang begitu dekat dengan nafas yang ngos ngosan karena terkejut , jantungnya berdegup kencang sama seperti Alvino saat ini , mata mereka berpandangan satu sama lain


"Please come back to me" lirih Alvino pelan menatap dalam gadis yang ada didepannya saat ini


"Gue ngga bisa Al"


"Nama gue udah ngga ada lagi di hati Lo sya?"


"Masih ada bahkan belum hilang sama sekali , tapi setiap gue inget Lo , gue selalu keinget kejadian di kantin"


"Sakit Al" ucap Allesya menahan tangis tangannya menunjuk dadanya


"Lo boleh benci gue tapi jangan hina orang tua gue , gue yang salah bukan orang tua gue!" ucap Allesya menatap tajam cowok didepannya ini dengan mata memerah


Alvino menyelipkan anak rambut yang keluar dari kuncir Allesya dibelakang telinga


"Maaf" ucap Alvino pelan tatapan tajam nya sudah tidak ada lagi sekarang yang ada hanyalah tatapan teduh


Alvino ingin semakin mendekat dengan cepat Allesya mendorong dada Alvino sampai Alvino ingin terjatuh


Allesya berjalan dengan cepat meninggalkan Alvino


"AKHHH" teriak Alvino memukul dinding sekolah dengan menggebu gebu


"Lo goblok banget All Lo goblok!" ucap Alvino


Allesya yang belum terlalu jauh dari sana melihat apa yang Alvino lakukan dan langsung pergi menuju loker

__ADS_1


__ADS_2