
...Selamat membaca......
Saat ini, Allesya dkk sedang berkumpul bersama geng peachys membahas tentang rencana ingin pergi ke villa mereka hari sabtu dan minggu setelah ujian tengah semester , villa tersebut adalah villa yang dibeli dari uang bersama
"Nanti sebelum berangkat kita beli dulu cemilan,makanan,dan yang lainnya di supermarket buat diperjalanan dan buat divilla nya" ucap Freya selaku ketua peachys menjelaskan
"Semangat guys besok senin ujiannya , semoga lancar sampai selesai , dan selalu jaga kesehatan yakk , moga hasilnya memuaskan" lanjut Senja selaku wakil peachys
"Aamiin" jawab anggota peachys serentak
"Ini uda selesai makasi uda mau kumpul Lo pada , kalo mau pulang silahkan pulang dan yang mau masih ngumpul disini gapapa bebas" ucap Sanna , anggota peachys lainnya mengangguk
"Gue cabut dulu yak" pamit Allesya
"Ati ati sya" ucap Senja dibalas anggukan
...****...
Hari senin telah tiba , murid murid RHS sedang melaksanan ujian tengah semester hari pertama , saat ini Allesya dkk sedang melihat mading ingin mengetahui dimana kelas ujian mereka
"Mana si anjir nama gue ah" gerutu Lea
"Dicari yang bener jangan ngedumel mulu" ucap Vani tetap fokus mencari nama nya dimading
"Eh Lea Lo sekelas sama gue" ucap Rara yang tetap menatap mading
"SERIUS LO-?!" tanya Lea yang diangguki Rara , ia langsung pindah disebelah Rara
"Yess kita sekelasss" ucap Lea membaca mading
"Gue dikelas 12 Ipa 1" ucap Allesya
"Gue dikelas 11 Bahasa 2" ucap Vani
"Yahh ngga sekelas sama kita dongg" ucap Rara lesu pergi dari gerombolan murid murid dimading diikuti lainnya
"Tauu nyontek dimana kita njir , Allesya Vani pada beda kelas sama kita" ucap Lea
"Tinggal kerjain aelah ngasal" ucap Allesya enteng
"Ngasal ngasal palamu! Lo meskipun ngasal juga nilai Lo tetep bagus njir , lah gue-?!" kesal Lea
"ck, mulai dehh" ucap Vani jengah
"Inget kita itu punya kelebihan dibidang masing-masing girls jadi gausah insecure, Lo punya kelebihan dibidang ngelukis , gue sama Allesya ngga sejago Lo kalo soal ngelukis , Rara dibidang nari kita g sejago Rara pas nari" ucap Vani merangkul pundak Allesya dan Rara , diikuti dengan Rara merangkul pundak Lea dan Vani
"Nohh dengerin noh" ucap Allesya
Mereka berjalan beriringan dengan tertawa lepas
Kringg...
"Dah masuk wehh gue duluan yak" ucap Vani
"Gue sama Rara kekelas 11 ipa 3 yaa" ucap Lea diangguki Allesya
Allesya berjalan santai menuju kelas 12 Ipa 1 yang tidak lupa dengan mengunyah permen karet , suasana sepi, murid-murid RHS sudah masuk dikelas ujian masing masing , Allesya datang dan mengetok pintu kelas 12 Ipa 1
"Pagi buu" ucap Allesya menyengir kuda memasuki kelas
"Kenapa kamu terlambat Allesya, apa tidak dengar bel masuk sudah berbunyi dari tadi?" tanya Bu Salma selaku pengawas ujian
"Biar beda dari yang lain Bu" ucap Allesya menyengir kuda membuat Bu Salma menggelengkan kepalanya
"Ini soal ujiannya , dan ini kertas buat ngisi jawaban , cepet kamu duduk dibangku kamu dan kerjain" ucap Bu Salma
"Dan permen karetnya dibuang dulu disampah" lanjut Bu Salma yang dituruti Allesya
Allesya mengerjakan ujian dengan tenang dan mendengarkan musik lewat earphone nya
"Syaa nomer 4 dongg" ucap Devan pelan yang duduk didepan Allesya ketika Bu Salma fokus menulis disebuah berkas
Allesya mengangguk menyuruh Devan menghadap depan dan langsung menulis punggung Devan dengan huruf C yang dibalas jempol oleh Devan
Selesai mengerjakan ujian, ia pengen keluar karena bosan
"Buu" Allesya mengangkat tangannya
"Kenapa Allesya?" tanya Bu Salma
"Saya sudah selesai bu, apa boleh saya keluar?" tanya Allesya membuat yang ada dikelas itu terkejut , karena Allesya tadi terlambat bagaimana bisa ia mengerjakan soal secepat itu
"Udah dicek lagi takut salah jawabnya?" tanya Bu Salma
Allesya menganggukan kepalanya dan maju kedepan
"Sudah ko Bu" ucap Allesya memberikan kertas soal dan kertas mengisi jawaban kepada Bu Salma
"Yasudah kamu boleh keluar" ucap Bu Salma ketika selesai melihat kertas jawaban ujian Allesya yang sudah terisi semuanya
"Makasi Bu" ucap Allesya melenggang pergi
"Gg bat tuh anak njir" batin Devan
...****...
Allesya berjalan dengan mendengarkan musik di earphone nya melewati kelas ujian Alvino ia menatap sekilas jendela kelas dan melenggang pergi
"Itu Allesya kenapa udah keluar njir" ucap Rio pelan yang ada diseberang bangku Alvino , Alvino yang melihatnya menggelengkan kepalanya dan tidak mau peduli tentang itu
Allesya berjalan menuju kantin memesan mie ayam kesukaannya kantin sepi karena murid murid masih mengerjakan ujian
"Nihh nengg mie ayam nya , ko duluan keluar neng?" tanya mang Supri dengan meletakkan mie ayam dan es teh ditempat Allesya
"Uda selesai mangg" jawab Allesya
"Ngga kaget neng Allesya mah pinter dari dulu mahh" ucap Mang Supri
"Bisa aja mangg, makasi yaa" ucap Allesya dengan tertawa
"Iya sok dimakan" ucap Mang Supri lalu pergi
Allesya memakan mie ayam dengan memainkan ponselnya ia membuka apk whatsApp dan kaget banyak nomer tak dikenal chat dia , ia yakin nomornya telah bocor lagi
__ADS_1
"ck ganti nomer lagi dah gue nih" batin Allesya dengan lesu
kringgg...
Bel istirahat telah berbunyi murid murid RHS langsung berdatangan memesan makanan setelah otaknya tawuran dengan kertas ujian, Geng vegas dan peachys juga mulai keliatan memasuki kantin.
"Gercep amat kak" ucap Nisa datang dan duduk dimeja geng peachys
"Iyaa laper nihh" jawab Allesya dengan tertawa
"Anjir Lo yaa uda gue cariin ternyata uda disinii" ucap Rara tiba tiba dan duduk
"Laper gue" jawab Allesya berdiri mengembalikan mangkok dan gelas
Allesya kembali dan mencari keberadaan Alvino diantara anggota Vegas yang sudah berkumpul, ia beranjak menuju anggota Vegas
"Aduh ada neng geulis" ucap Raja
"Nyari apa Lo? Alvino? ada di rooftop dia" ucap Bryan yang tau pikiran Allesya , Allesya tertawa
"Makasii peka bener Lo, duluan yaa" ucap Allesya menuju rooftop
...****...
Allesya masuk dan melihat Alvino sedang merokok ia langsung berjalan menuju Alvino langsung membuang rokok tersebut dan menginjaknya , Alvino yang melihat tersebut kaget dan marah
"Gabole ngerokok lagi" ucap Allesya
"Apa urusannya sama lo-?! Lo bisa nggasi gausa ganggu gue-?!" bentak Alvino
"Tapi itu bahaya Al , aku gamau kamu kenapa napa" ucap Allesya duduk disebelah Alvino
"Gue udah bilang gue ga butuh kepedulian dari Lo" jawab Alvino
"Se nggasuka itu kamu sama aku?" tanya Allesya menatap wajah Alvino
"Iya dan gue harap Lo jauh jauh dari gue"
"Pliis Al" ucap Allesya
Alvino menatap Allesya jijik , ia menganggap gadis ini murah dan nggaada harga dirinya
"Oke! Kita pacaran 30 hari kalo Lo masih belum dapetin hati gue , Lo nggausa muncul dihadapan gue lagi" ucap Alvino , Allesya yang mendengar itu mengangguk
"Gue bakal jadiin Lo ngga betah Allesya" ucap Alvino dalam hati
...****...
Keesokan harinya berita Alvino dan Allesya berpacaran tersebar cepat ke penjuru RHS dan bahkan sampai diluar sekolah karena Allesya meng up di postingan Ig nya dengan caption "my bf" membuat fans Allesya dan Alvino patah hati
Allesya memasuki kelas dan langsung disambut beberapa pertanyaan
"sabar elah gue bru nyampe bego" ucap Allesya dan langsung duduk ditempatnya
"Gimana bisa Lo pacaran sama Vino?" tanya Rara penasaran dengan mengemut permen lollipop
"Ya buktinya bisa" ucap Allesya santai
"ck mksdnya ko bisa Vino mau gituloh" ucap Lea
"Kok Lo mau syaa?" tanya Vani
"Jelas dong, berhasil atau ngga nya besok gue , yang penting gue bisa ngerasain pacaran sama Al" ucap Allesya tersenyum
"Yauda serah lo deh moga berhasil" ucap Lea
...****...
"Haii mas pacarr" sapa Allesya disamping Alvino
Alvino acuh tetap berjalan menuju kantin yang masih tetap diikuti Allesya
"Ck, ishh tunggu dulu kek" ucap Allesya memegang tangan Alvino
"Ck apasih syaa?" tanya Alvino jengah menepis tangan Allesya
"Mana hp kamu?" tanya Allesya
"Buat apaan?" ucap Alvino membuat Allesya memutar bola matanya
"Ck cepetann" ucap Allesya , Alvino tidak ingin berlama lama diposisi ini ia langsung memberikan ponselnya ke Allesya
"Dah" ucap Allesya memberikan ponsel ke pemiliknya
"Ini nomer telfon aku yang baru hehehe " lanjut Allesya , Alvino melihat nama kontak Allesya dengan nama cantikku<33 memutar bola matanya
"Ngapain Lo pake namain gnian? alayy" ucap Alvino berjalan lagi
"Ishh bagus tauu gausa diganti itu awas aja kalo diganti" oceh Allesya , Alvino berhenti dan menatap Allesya sejenak
"Siapa Lo ngatur ngatur gue? Lo ngga berhak ngatur ngatur gue" ucap Alvino melanjutkan jalannya meninggalkan Allesya
"ALL MASA AKU DITINGGAL SII ISHH" teriak Allesya mengejar Alvino
Alvino datang bersama Allesya disampingnya ia langsung duduk ditempat duduk anggota Vegas tanpa memperdulikan gadis yang mengikuti nya sedari tadi
"WESSS COUPLE BARU MUNCUL NIHH" ucap Bryan
"Brisik monyet!" jawab Allesya sinis membuat semuanya tertawa
"Sialan Lo gue ganteng gini dibilang monyet" ucap Bryan kesal
"Lohh Lo nganggep monyet jelek? gaboleh gitu yan Lo jahat banget body shamming namanya, tidak berperikemonyetan" ucap Allesya
"Tau , padahal satu spesies juga" celetuk Freya yang ada dimeja anggota peachys membuat geng vegas dan peachys tertawa
"Kamu mau mesen apa?" tanya Allesya
"Ngga makan gw" ucap Alvino dingin
"Nanti kamu sakit Al , aku pesenin kamu roti sama susu ya kesukaan kamu yang penting perut kamu ngga kosong" ucap Allesya
"Lo brisik banget si, bisa ngga si Lo diem aja , muak gue dengernya" jawab Alvino sibuk memainkan ponselnya
__ADS_1
"Makanya nurut kalo mau aku diem" ucap Allesya
"Iya!" final Alvino , Allesya tersenyum dan berdiri ingin memesan makanan
"Ck , Lo bisa nggasi hargain Allesya dikitt , kasian dia" ucap Devan
"Tujuan gue bikin dia ngga betah" ucap Alvino santai
"Terserah Lo , gue harap Lo ngga nyesel" jawab Devan melanjutkan makannya
"Kak, besok minggu ada olimpiade sains , aku minta tolong ajarin bisa ngga?" tanya Alin tiba tiba datang
"Lo ngga bisa ngga ngandelin Alvino mulu ya? dia sekarang uda punya pacar jadi sadar diri lah kalo mau minta tolong juga ada batesannya" ucap Satria
"Lo apaansih ikut campur , bisa kok Lin maafin temen gue , mau kapan?" ucap Alvino
"Sekarang kak" jawab Alin
"Dia belum makan, nanti kan bisa" ucap Bryan
"Aku udah nyiapin roti sama minuman kok diruang belajar buat Ka Alvino" jawab Alin membuat yang mendengar nya malas
"Yauda ayo" Alvino berdiri , berjalan menuju ruang belajar bersama Alin
Allesya berjalan membawa nampan yang berisi makanan yang ia pesan , ia berjalan santai sesekali tersenyum ketika ada yang menyapanya
Tania berjalan berlawanan arah dan dengan sengaja menyenggol bahu Allesya dengan keras membuat Allesya kehilangan keseimbangan dan nampan yang ia pegang jatuh
Prang!
Ia melihat susu kotak bocor , dan kemasan sari roti basah terkena kuah mie ayam yang ia pesan
"ups ngga sengaja" ucap Tania
Allesya langsung bangkit menatap Tania yang berdiri angkuh
"Lo lagi Lo lagi yang buat ulah" ucap Allesya membersihkan seragamnya yang basah
"Kan... ngga sengaja" ucap Tania dengan muka menyebalkan
"Ngga sengaja apaan bangsat! jelas jelas Lo nyenggol gue keras tadi , liat roti dan susu yang gue pesan buat Alvino jadi kek gitu gegara Lo" marah Allesya menatap tajam orang yang ada didepannya ini
"Gue udah bilang ngga sengaja , oh iya seragam Lo kena kuah yaa"
Tania mengambil gelas yang berisi air putih milik adik kelas yang duduk tak jauh dari ia dan Allesya berada , dan langsung menyiramkan ke seragam Allesya membuat semua yang ada dikantin terkejut
Allesya menahan amarahnya dan ingat ucapan kakanya
"Kalo ada yang ngusik Lo dan pengen liat Lo marah , jangan marah berusaha kalem kalo Lo marah dia malah seneng , dan jangan emosi dengan emosi Lo bakal nyerang dia ngga sesuai taktik yang gue ajarin dan ngawur , dan jangan lupa pancing emosi lawan Lo"
Allesya langsung maju selangkah menatap Tania
"Lo mau main main sama gue?" tanya Allesya mengeluarkan senyum licik dan menyilangkan tangan di dada
"Sebenarnya Lo bukan lawan gue si , cuma gue respon aja deh kasian kalo Lo gue kacangin , kan anggep aja Lo latian bertarung dengan guru , dan gue bisa ngerasain gimana jadi guru yang ngelatih muridnya" ucap Allesya santai menatap Tania
Tania yang mendengar Allesya ngomong seperti itu langsung kebawa emosi
"Ngga sudi gue punya guru kayak Lo" ucap Tania dan ingin menampar Allesya
Allesya dengan cepat menepis tangan Tania dan mencekik Tania sampai mundur menyentuh tembok
"Akhh sakitt lepasin bangsat" ucap Tania berteriak kesakitan
"Tuh kann lagi lagi gue yang menang dan Lo yang sakit bosen ahh gitu gitu mulu ceritanya" ucap Allesya yang masih mencekik Tania
Serra dan Bulan yang melihat Tania dicekik langsung maju menyerang Allesya , Allesya yang sudah tau lewat ekor matanya langsung melempar Tania ke arah Bulan dan Serra dengan kuat mengakibatkan mereka bertiga jatuh
Tania dan antek anteknya kesakitan lalu bangkit dan berlari meninggalkan kantin. Mang ujang langsung menghampiri Allesya
"Neng Allesya nggapapa?" tanya Mang Ujang
"Nggapapa mang , maaff banget karena jadi gini nanti Allesya ganti ya" ucap Allesya merasa bersalah membantu membersihkan pecahan mangkok kaca
"Allesya ngga salah kok, tadi saya uda liat semuanya" ucap Mang Ujang membersihkan pecahan mangkok kaca dibantu Allesya
"Yang bikin ulah ka Tania yang kena Ka Allesya"
"Ngga salah peachys milih dia jadi salah satu anggota inti nya"
"Baiik bangett mau bertanggung jawab padahal bukan salah dia"
dan banyak lagi omongan omongan murid-murid yang ada dikantin. Tiba tiba Rara membawa pel, disebelahnya ada Lea membawa bak yang berisi air dan pembersih lantai membantu Allesya dan Mang Ujang
"Akhirnya uda selesai huft" lega Rara setelah mengepel lantai sampai bersih
"Makasih ya neng udah dibantuin, neng Allesya mau dibikinin mie ayam lagi?" tanya Mang Ujang
"Ngga usah mang , eh iya ini buat bayar tadi" ucap Allesya menyerahkan dua lembar uang berwarna merah membuat Mang Ujang kaget
"Neng ini kebanyakan" ucap Mang Ujang gaenak
"Udalah mang itu rejeki , gabaik ditolak" ucap Lea yang diangguki Rara dan Allesya
"Makasii yaa neng" ucap Mang Ujang lalu kembali ditempat ia jualan
"Gue sama Rara mau balikin pel sama bak dulu yaa" pamit Lea mendapat anggukan
"Makasii uda bantu gue" ucap Allesya
"Yoi sans" jawab Rara meninggalkan kantin bersama Lea
Allesya teringat dengan roti dan susu kotak yang ia beli untuk Alvino , ia langsung membeli lagi dan kembali ke meja Alvino
"Lohh Al kemana?" tanya Allesya dengan heran
"Anu syaa ngajarin Alin katanya ada olimpiade besok minggu" jawab Bryan pelan dan tidak enak
Allesya menghela nafas panjang lalu tersenyum
"Yauda deh ini gue taruh meja sini dah serah dimakan siapa" ucap Allesya
"Nih seragam baru cepetan ganti diruang ganti , keburu masuk angin" ucap Vani datang tiba tiba memberikan Allesya seragam baru
__ADS_1
"Makasii vanii" ucap Allesya diangguki Vani
Allesya berjalan melewati ruang belajar melihat Alvino sedang mengajari Alin lalu ia lanjut berjalan menuju ruang ganti