
...Selamat membaca......
Allesya berjalan dengan santai ingin memasuki kelas , namun tiba tiba rambutnya dijambak oleh seseorang , ia dengan cepat menendang dari belakang mengenai perut orang itu yang membuat mundur kesakitan, Allesya menoleh dan mendapati Tania yang sedang meringis kesakitan
"Lo lagi Lo lagi muak gue sama Lo " ucap Allesya
"Ada urusan apa si Lo segitunya sama gue"
Tania berdiri dan langsung maju menatap Allesya
"Lo uda ngerebut Alvino dari gue sialan , gitu aja pakek nanya Lo!"
"Ck, gegara itu , gue merjuangin Alvino dari setaun yang lalu mulai dari kelas 10 , dan gue juga tau berita Lo pacaran sama Dava dulu dan putus nya baru aja setengah taun"
"Dan Lo ngira gue ngerebut? ngga salah denger gue? jelas jelas gue duluan yang suka" Allesya terkekeh menatap Tania
"Jauhin Alvino bangsat!" teriak Tania membuat mereka berdua jadi pusat perhatian
"Lo siapa nyuruh nyuruh gue?"
"LO UDAH NGEREBUT SEMUANYA DARI GUE MULAI DARI ALVINO , JABATAN PEACHYS , DAN YANG LAIN LAGI LO NGGA PUAS NGEREBUT SEMUANYA HAH-?! LO NGGA DIAJARIN SAMA ORTU LO KAH SOAL NGEHARGAI PERASAAN ORANG-?! cihh mungkin ortu Lo sama juga sifatnya kek Lo"
"Anjir si Tania berani bener sama Allesya" ucap Rey yang duduk didepan kelas nya dengan sebagian anggota Vegas lainnya
Allesya yang mendengar mama papanya dibawa bawa langsung menatap tajam kearah Tania
"BANGSATT JANGAN BAWA BAWA ORANG TUA GUE BAJINGANN"
Allesya langsung menampar pipi Tania dua kali kanan dan kiri dan menendang perut Tania dengan keras lalu mendorong Tania sampai menabrak tempat sampah , Tania tersungkur sambil meringis kesakitan , Allesya langsung menjambak Tania hingga duduk dan menjambak nya lagi hingga mendongak ke atas melihat wajah Allesya yang sedang berdiri menjambak rambut nya , orang-orang yang melihat nya pun meringis ngilu tak terkecuali geng vegas yang menonton dari tadi , Alvino mengamati dengan wajah datarnya
"Anjir ngilu gue , Allesya kalo marah ngeri" ucap Devan diangguki semuanya
"Coba sekali lagi Lo ngomong b*tch!"
"GUE SURUH LO NGOMONG BAJINGAN BUKAN MALAH DIEM AJA , BUDEK LO-?!" marah Allesya , Tania hanya meringis kesakitan tidak bisa berkata apa apa
Tak lama Bu Dinda datang dan terkejut dengan apa yang dilihat nya
"Allesya sudah!" lerai Bu Dinda , Allesya langsung melepaskan rambut Tania dari tangannya
Bu Dinda membantu Tania berdiri, rambut yang acak acakan dan sudut bibir yang mengeluarkan bercak darah , sedangkan Allesya dengan santai memasukkan permen karet dimulut nya dan mengunyahnya dengan menyilangkan tangan di dada
Allesya berjalan menuju ruang BK melewati anggota Vegas yang berkumpul didepan kelas ujian Rey
"Ehh mas pacarr selamat pagi sayangg" sapa Allesya tersenyum melihat Alvino seakan akan tidak ada masalah , dan melanjutkan langkahnya
"Gilakk santuy amat tuh Allesya" ucap Bryan
"Ngga salah, ngapain juga takut" ucap Satria diangguki semuanya
Sedangkan Tania dibantu Bu Dinda berjalan menuju UKS dan langsung menyusul Allesya ke ruang BK
...****...
"Jadi masalahnya gimanaa?" tanya Bu Dinda
"Dia duluan Bu" ucap Tania cepat , Allesya hanya duduk santai menunggu ditanya
"Benar Allesya?!"
"Orang kek gini mana mau ngaku kalo dirinya berbuat ulah , ditanya malah playing victim dan pas uda ada bukti , langsung klarifikasi gitu terus kejadiannya" jawab Allesya menatap Tania yang duduk disebelahnya
Tiba tiba ada seorang wanita paruh baya yang sedang berjalan menghampiri Tania
"Taniaa kamu kenapa sayang?" tanya wanita itu melihat wajah dan penampilan anak nya yang tampak acak acakan , ia beralih menatap Allesya
"KAMU YANG BIKIN ANAK SAYA BEGINI-?!" marah mama nya Tania
"PUNYA NYALI SEGEDE APA KAMU BERANI BANGET GINIIN ANAK SAYA"
"Tenang Bu mohon duduk dulu tunggu penje-" Belum sempat Bu Dinda selesai ngomong tiba tiba Allen dan Nita datang
__ADS_1
"Assalamualaikum" salam kedua orang tua Allesya
"Waalaikumussalam duduk dulu pak bu" Allen dan Nita mengangguk dan duduk
"Pak Allen?!" kaget mamanya Tania membuat Tania mengernyitkan dahinya heran
"Ada masalah apa Bu Dinda?" tanya Nita
"Anak kalian uda bikin anak saya begini" selat Mama Tania sebelum Bu Dinda ngomong
"HUFT! ngga ibu, ngga anak sama aja" celetuk Allesya
"Queen gabole gitu" ucap Allen
"Sudah sudah jadi gimana masalahnya?" tanya Nita sekali lagi
"Jadi begini Bu , saya tadi dikasi tau salah satu murid saya kalau Allesya, bertengkar sama Tania , saya kesana cepat cepat dan langsung kaget Tania rambut nya dijambak sama Allesya" jelas Bu Dinda
"Jadi anak kalian berdua yang salah sudah bikin anak saya begini , saya tidak terima kalau anak saya diginiin" selat Mama Tania lagi dan lagi , Allen dan Nita kesal dengan mamanya Tania karena dari tadi menyela pembicaraan orang
"Tidak akan ada asap kalau tidak ada api , Queen ceritakan kejadiannya" tegas Allen
"JANGAN ADA YANG MENYELAT KETIKA SAYA MENJELASKAN KALAU NGGAMAU MULUT NYA BERAKHIR SOBEK" sindir Allesya
Allesya menceritakan kejadian yang sebenarnya , yang lain menyimak sedangkan Tania meremas roknya karena takut dan gugup
"Kalau mau bukti bisa cek cctv kan Bu? " ucap Allesya ketika selesai menjelaskan
"Dan asal kalian tau , diaa suka membully murid murid disini! dan Dia suka mengusik saya" ucap Allesya menunjuk Tania yang sedang menunduk
Mama Tania terkejut , Allen berdiri dan menatap Mama Tania
"Kamu istrinya Pratama kan-?! perusahaan suami mu masih ada dibawah naungan perusahaan saya jadi jangan macam macam , berani sekali putri anda mengusik kehidupan putri kesayangan saya!" ucap Allen , Nita langsung berdiri mengusap pundak suami nya
"Sudah paa , Bu saya pamit ya" pamit Nita diangguki Bu Dinda
"Allesya , Tania kalian masuk kelas" ucap Bu Dinda diangguki keduanya
...****...
Tak berselang lama bel istirahat berbunyi anggota inti Vegas angkatan 11 menuju rooftop sekolah dan mendapati Allesya yang mendengarkan musik sambil memejamkan matanya
"Lahh Allesya ada disini" ucap Bryan
Allesya yang mendengar namanya disebut langsung membuka mata nya dan menatap beberapa orang yang barusan masuk
"Kalian ngapain?" tanya Allesya
"Nyuci mobil" jawab Devan asal , Allesya hanya menyengir kuda
"Sa ae Lo , yauda gue keluar gue tau kalian mau nyebat" Allesya berjalan keluar dan ia berhenti ketika ada disebelah Alvino
"Jangan ngerokok sayang , nanti pulang nya bareng ya paipaii" bisik Allesya ditelinga Alvino
"Ck jadi nyamuk kita mahh" celetuk Rey , Allesya hanya tertawa berjalan keluar
Allesya berjalan santai , ia melihat Lino duduk dibangku taman membuka cemilan , ia tersenyum jail , Allesya mendekati Lino dan mencolek bahu Lino sebelah kiri , Lino langsung menoleh kekiri , bersamaan dengan itu Allesya mengambil cemilan ditangan kanan Lino dengan cepat dan berlari
"ALLESYA SIALANN" ucap Lino lari mengejar Allesya
Allesya berlari dan tertawa keras sesekali memakan cemilan Lino yang ada ditangannya
"Wlee" ejek Allesya menjulurkan lidahnya menatap belakang sekilas
Allesya berlari ke lapangan melihat Varo yang mengobrol dengan temannya
"VARO!! LINO NAKALL" teriak Allesya membuat Varo melihat Lino yang sedang mengejar Allesya dengan muka merah padam
"TAII NDASMU NAKAL, LO YANG JAILL" jawab Lino kesal mengejar Allesya
Diatas rooftop inti Vegas melihat kejadian itu bersama
__ADS_1
"Kalo ngga jail bukan Allesya namanya" ucap Devan
"Lo ngga cemburu Vin , liat Allesya?" tanya Satria
"Buang buang waktu gue cemburu sama cewe murahan kayak dia" jawab Alvino
"Murahan dari mana? dia bahkan menurut gw setia sii rela ngejar Lo demi dapetin Lo , padahal banyak tuh yang suka sama dia , tapi dia lebih milih Lo" jelas Bryan
"Yoii jangan sampe Lo nyesel boss gegara nyia nyiain Allesya pas pacaran" ucap Rey menyetujui
"Ngga guna" ucap Alvino keluar dari rooftop , yang lain hanya menggelengkan kepala nya dan mengikuti Alvino
...****...
"Capek anjing" ucap Lino ngos ngosan
"Iya yaa capek juga" jawab Allesya yang duduk disebelah Lino
"Lo si ngrusak waktu istirahat gue aja Lo njing" kesal Lino mengibas ibaskan seragamnya
"Yeee harusnya Lo bersyukurr diajak olahraga sama orang cantik, ya ngga var?" ucap Allesya, Varo yang mendengar nya memutar bola mata nya
"Serah lo" jawab Varo kesal
"Gaasik ah lo berdua , bentar tunggu sini kalian" ucap Allesya pergi meninggalkan Varo dan Lino
"Ditinggal sialan" dengus Varo
"Tau tuh ah bocah prik" ucap Lino
Allesya memasuki kantin dan membeli berbagai cemilan dan minuman , Rara , Vani , Dan Lea yang melihat itu langsung menghampiri Allesya
"Dicariin juga , dari mana aja Lo?" tanya Vani
"Ngga kemana mana" jawab Allesya menenteng dua plastik
"Buset banyak amat mo ngapain njir" kaget Rara
"Ke lapangan yok duduk bareng disana ada Lino sama Varo , sejuk disana , ajak anggota peachys yang mau" ajak Allesya , Rara mengangguk dan menuju anggota Peachys
Allesya dan sebagian anggota peachys menghampiri Lino dan Varo dibawah pohon yang ada dipinggir dilapangan , Varo dan Lino yang melihat terkejut
"Kalo gini mah capek gue ilang liat yang glowing glowing gini euyy" ucap Varo diangguki Lino
Allesya dan yang lainnya duduk , Vani mengeluarkan cemilan dan minuman yang dibeli Allesya , Mereka memakan cemilan dengan mengobrol sesekali tertawa karena lawakan garing yang diberikan Lino
Murid murid RHS melihat mereka , sebagian kaum adam ada yang merasa iri dengan Lino dan Varo
"Anjirr Lino sama Varo untung banyak dikelilingi cecan cecan RHS" celetuk Bryan yang duduk dikantin melihat lapangan
"HOOH EUY MANA RARA DISANA PEN JOIN GUA" ucap Devan
"Sipaling gamon dasarr" sindir Rey
"Bodo amatt"
...****...
"Al nanti anterin aku ke mall yaa" ucap Allesya memeluk Alvino
"Ogahh gue sibuk" jawab Alvino fokus menyetir motornya
"Ayo lahh all kita ngga pernah ke mall bareng"
"Ngga penting buat gue sya gausa maksa"
"Tapi penting buat aku All biar jadi kenang kenangan kalo aku tetep ngga berhasil dapetin hati kamu"
Mendengar Allesya mengatakan itu ada yang mengganjal dihati Alvino namun ia mengacuhkan itu
"Oke ntar malem gue jemput" jawab Alvino yang diangguki Allesya
__ADS_1
Allesya memeluk Alvino sambil memejamkan mata nya menikmati angin jalanan kota
Nyaman itulah yang ia rasakan, ia ingin terus di posisi ini , namun lagi lagi kenyataan membuat nya sadar kembali , Allesya bukanlah orang yang Alvino cintai