Queennya Alvino

Queennya Alvino
Maaf dari Tania


__ADS_3

...Selamat membaca......


Allesya sedang melangkahkan kaki mungilnya memasuki kelas 11 Ips 1 dengan riang


"ASSALAMUALAIKUM TEMEN TEMEN , ALLESYA YANG CANTIK DAN BAIK HATI INI KEMBALI MEMASUKI KELAS 11 IPS 1 , APAKAH KALIAN ADA YANG KANGENN DENGAN IDOLA KALIAN?"


"GAKK" ucap mereka serempak


"YAKIN-?! UDAH SATU MINGGU LOH NGGA KETEMU GEGARA UJIAN HARUSNYA KALEN TUH KANGEN DENGAN MANUSIA YANG BAIK HATI INI , GAUSA MALU MALU KUCING GITUU AYOK SINI SINI MINTA FOTO" pede Allesya


Rara sangat amat kesal dengan tingkah aktifnya Allesya karena bikin kepala nya pening ia menyobek kertas membentuk bulatan dan langsung melemparkan kertas kearah Allesya tepat mengenai kepala


"Ck paansi Lo Ra" ucap Allesya


"Lo mending duduk deh Sya gue pusing liat tingkah Lo" ucap Vani


Allesya terkekeh dan langsung duduk ditempatnya


"Gitu kek dari tadi " dengus Lea


"Suka suka gue dongg" jawab Allesya


Allesya meletakkan tas ransel nya di laci , dan membuka ponselnya ada nomor tak dikenal mengirim pesan


unknown :


Temui gue di belakang sekolah nanti istirahat


"Belakang sekolah? ngapain? anehh" gumam Allesya pelan matanya tetap fokus menatap layar ponselnya, Vani yang mendengarnya heran


"Maksud Lo apa?" tanya Vani


"Hah?! ngga papa" ucap Allesya sontak memasukkan ponselnya ke saku


"Ehh gue mau ke Al dulu ya" ucap Allesya mengalihkan pembicaraan langsung melenggang pergi , Vani hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Allesya dan lanjut membaca novel


Allesya memasuki kelas Alvino dan langsung disuguhi dengan keributan antara bendahara kelas dan Saka , salah satu murid yang bandel dan termasuk anggota Vegas


"LO UDA LAMA NGGA BAYAR KASS AYOK CEPET BAYAR" kesal Siska gadis itu mukanya memerah menahan emosi ingin rasanya menonjok orang yang ada didepannya ini


"Yaelahh ntar gue bayar dehh" ucap Saka santai


"Lo entar entar mulu capek gue ahh troma gue jadi bendahara gegara kelakuan Lo!" Siska dengan marah menjambak rambut Saka dengan keras membuat Saka meringis


Allesya langsung memasuki kelas 11 Ipa 1 dan bersorak mendukung Siska


"AYO SISKAA AKU DISISIMU" ucap Allesya tiba tiba membuat satu kelas kaget tak terkecuali Siska dan Saka


"AYOK YANG KENCENG!" ucap Allesya memberi semangat pada Siska , Siska menganggukkan kepalanya dan bersemangat menjambak rambut Saka


"Ahh Allesya taii" ringis Saka sementara Allesya ngakak brutal


"Bayar kas kagak lo-?!" ucap Allesya


"Ngga bawa uang guee"


"Gak percaya gue" Allesya maju menghampiri Saka sementara Saka berusaha melepaskan rambut nya dari tangan Siska


Allesya merogoh saku seragam Saka dan mengambil beberapa lembar uang berwarna merah


"ITU APAA-?! KATANYA G ADA HAH-?!" ucap Siska mengeraskan jambakannya


"ADUH ADUH IYA MAAP G LAGI DEH GUE GINI KAPOKK" ringis Saka


"Nunggak berapa dia sis?" Allesya bertanya dengan menghitung beberapa lembar uang milik Saka


"Anjir Allesya" ucap Bryan dengan tertawa


"Blm bayar tiga bulan dia 360k" jawab Siska


"OKE SEKARANG SAYA GENEPIN 400K"


"100k,200k,300k,400k" ucap Allesya meletakkan uang 400k ditangan kiri Siska


"OKE LUNAS!" ucap Allesya


"Sepupu gue gini amat" ucap Satria


Siska menjauhkan tangannya dari rambut Saka, Saka mengusap rambutnya dengan meringis


"EH KALO NUNGGAK DIDENDA G SII" tanya Allesya dikelas 11 Ipa 1


"IYAA" jawab mereka , Allesya menganggukkan kepala nya


"DENDA NYA TRAKTIR SEKELAS MIE AYAM SATU SATU SETUJU G SI?" tanya Allesya sekali lagi


"SETUJU GUE WOEE" ucap Bryan diikuti yang lainnya


"OKE SIP KITA POTONG LAGI , SISKA NIHH NTAR ISTIRAHAT BORONG MIE AYAMM" ucap Allesya memberikan beberapa lembar lagi , Siska mengangguk menerima uang tersebut dan bertos ria dengan Allesya


"Pasrah dahh guee" lesu Saka membuat semuanya yang ada dikelas tertawa


"AHAHAHA NIH SISA NYA ITUNG ITUNG AMAL KANN NRAKTIR TEMEN SEKELAS" ucap Allesya

__ADS_1


"Kagak usah deh ikhlas gue sisa 200k doang sekalian aja buat tambahan es teh dan cemilan ntar" ucap Saka


Kelas 11 Ipa 1 bersorak senang , suasana menjadi ramai karena Allesya


Allesya melangkahkan kaki nya menuju bangku Alvino ia duduk disebelah Alvino yang sedang fokus membaca buku dengan mendengarkan musik lewat earphone nya


"Baca apasihh serius amat" ucap Allesya menyenggol lengan Alvino , Alvino berdecak tanpa memperdulikan gadis yang ada disebelah nya , Allesya melihat Tania yang baru saja datang , Allesya mengernyit heran tumben dia tidak marah dan menganggu waktunya saat berduaan dengan Alvino? Ah entahlah Allesya tidak memusingkan hal itu


"All"


"All"


"ALL" panggil Allesya sekali lagi namun tetap saja tidak ada jawaban


Allesya mengambil buku yang dibaca Alvino


"Ayok baca bareng" Allesya tersenyum manis menatap Alvino yang menatapnya datar


"Ck gamau gue" ucap Alvino mengambil buku nya


"All ihh" rengek Allesya


"Pergi sya"


"Ngga"


"Lo ngerti bahasa manusia nggasii?!" kesal Alvino , Allesya hanya diam tidak mengganggunya


"Maaf yauda aku disini aja liatin kamu baca" ucap Allesya


"Ck budek Lo? pergi!"


"Maaf all aku ngga ganggu kok disini" ucap Allesya


"Ck Lo ganggu Allesya gue jijik gue muak liat wajah Lo" dengus Alvino , perkataan Alvino membuat sahabat sahabat Alvino terkejut , Allesya hanya tersenyum manis meskipun hatinya merasa sakit , Allesya menganggukkan kepalanya dan berdiri


"Aku pergi yaa lanjut aja baca buku nya maaf klo keganggu yaa" Allesya pergi menjauh dari kelas 11 Ipa 1


"Lo keterlaluan Al" ucap Devan


"Ga peduli gue"


Sahabat Alvino kesal dan memilih untuk diam


...****...


Kringg


Bel istirahat sudah berbunyi , Allesya dkk keluar dari kelas dan menuju kantin , namun Allesya teringat dengan pesan orang yang mengirim pesan tadi pagi


"Mau kita anter?" tanya Lea


"Nggausa lah ngapain ngga bakal nyasar gue" ucap Allesya


"Yauda kita kekantin duluan" pamit Vani diangguki Allesya


Allesya berjalan menuju belakang sekolah , ia melihat Tania yang sedang duduk dipinggiran kolam ikan tersenyum memperhatikan ikan ikan tersebut , Allesya tak memperdulikan Tania , Ia tetap berdiri menunggu orang yang mengirimnya pesan , Tania melihat Allesya berdiri dengan memainkan ponselnya , Tania langsung berdiri


"Akhirnya Lo dateng" ucap Tania


"Oh ternyata Lo , mau apa Lo?" ucap Allesya cuek


Tania hanya menggelengkan kepalanya dan tetap tersenyum


"Maafin gue sya , setelah ini gue ngga akan ganggu Lo dan Alvino , gue nyesel , sekali lagi gue minta maaf sya , gue sadar kalo kelakuan gue banyak yang bikin Lo kesel dan marah , gue rela kok ngelakuin apa aja demi dapetin maaf dari Lo" ucap Tania dengan menunduk


"Ngga perlu uda gue maafin" ucap Allesya langsung pergi dari sana


Allesya berjalan memasuki kantin menuju geng peachys yang sedang tertawa bersama


"Lagi bahas apaan nih" tanya Allesya


"Bahas nikahan gue sama jaehyun besok" ucap Freya , yang lain hanya mendengus


"Dah lah gue laper" ucap Allesya berdiri ingin membeli siomay


"Eh Lo tau nggasi memet kelas 10 tuh yang jamet?" tanya Freya


"IYA IYA TAU KENAPA?" jawab anggota peachys penasaran


"Masa kan ya gue tadi sampe sekolah tuh , nah gue sama dia tuh jalan, tapi lawan arah gitu loh , dia mau keluar nggatau dah mau kemana dan gue mau kekelas gitu , dan dia ngeliatin gue terus melongo gitu sampe kesandung sama tali sepatunya sendiri keinjek , terus kaca mata nya kepental" jelas Freya


"Gue nahan ketawa pas itu anjrot gue mau samperin dia tuh buat nolongin ternyata Sanna lebih dulu nolongin gitu ngasi kaca mata nya , Dia nunduk nerima kaca mata nya sambil nahan salting terus bilang "Makasih freyaa" terus Sanna langsung jawab "Freya? Ini gue tolol" Dia langsung natap wajah Sanna yang judes gitu langsung nunduk lagi terus lari , pas lari sambil nunduk nabrak pak satpam jadi jatoh berdua langsung diomelin sama pak satpam" lanjut Freya anggota peachys sontak tertawa bersama


"Kasian anjrot wah parahh" ucap Senja


"GAKUAT GUEE" ucap Nisa tertawa terbahak bahak


"Tuh anggota peachys kenapa ketawa sampe kek gitu dah" heran Revan


"Tau dah"


"Udah udah capek gue" ucap Vani

__ADS_1


"Oiya ntar jangan lupa yang ikut ekskul dance ntar abis pulang sekolah kek biasanya" ucap Rara


"Kak gue izin dulu yak? bokap gue mau balik London jadi gue mau nganterin dia " izin Nisa


"Yoi santaii"


"Eh tuh si Tania tumben tumben amat makan sendirian mana kagak bikin rusuh" heran Freya menatap Tania yang makan sendiri dengan memainkan ponselnya


"Yaudalah bagus ngga ada ribut" jawab Senja


Allesya datang membawa siomay dan memakannya sambil mencari keberadaan Alvino , namun nihil tidak ada


"Eh Ra ntar gue titip piring ini ya" ucap Allesya dan langsung menuju bangku Vegas


"Alvino mana?" tanya Allesya


"Dikelas" jawab Rey


"Oh oke thanks info"


"Yoii "


Allesya dengan segera menuju kelas Alvino mendapati Alvino menelungkupkan kepalanya dimeja . Allesya menuju bangku Alvino dan duduk disebelah nya


"Al kamu kenapaa?" tanya Allesya


Alvino bangun melihat Allesya yang duduk disebelah nya , ia mendengus


"Ck jangan ganggu gue"


"Kamu sakit?"


Allesya tak mendapati jawaban dari Alvino , ia menyentuh dahi Alvino dan langsung ditepis


"Ck uda bilang jangan ganggu gue , budek Lo?"


"Kamu panas Al"


"Gausa peduli sama gue" Alvino duduk menegakkan badannya


"Tapi aku pacar kamu Al"


"Di hati gue nggaada nama Lo" ucap Alvino


sakitt namun Allesya sebisa mungkin tetap tersenyum


"Aku ke kantin dulu ya , aku mau beli roti sama teh anget buat kamu" ucap Allesya berdiri keluar dari kelas


Allesya kembali dari kantin membawa teh hangat dan roti ditangannya menuju kelas Alvino , saat di pintu kelas ia melihat Alvino tengah mengobrol dengan Alin , Alvino melihat Allesya didepan pintu sekilas lalu lanjut mengobrol dengan Alin seolah tak peduli dengan Allesya yang datang


Devan,Rey,Bryan, dan Satria datang melihat Allesya yang ada berdiri di pintu


"Sya Lo ngapain ngga masuk?" tanya Satria


Mereka melihat Alvino tengah mengobrol dengan Alin langsung mengerti suasana


"Syaa u okey?" tanya Bryan namun Allesya mematung ditempat


Bryan menepuk pundak Allesya membuat Allesya sadar


"Ck gue kaget pea" dengus Allesya


"Lahh ni anak ya makin kesini makin kesana"


"Eh ini teh anget sama roti makan aja" ucap Allesya memberikan ke Rey


"Gue pergi dulu yakk" pamit Allesya


Satria dan yang lainnya menuju bangku mereka


"Minggir" ucap Satria dingin mengusir Alin yang duduk bangkunya


"Biasa aja napa si" kesal Alvino


"WADOHHH CANTIK CANTIK KO NIAT MAU JADI PHO SII INI PARAHH SII" heboh Rey menyindir Alin, menatap layar ponsel nya


"Maksud kak Rey apa?" tanya Alin


"Lah apaan orang gue cuma baca berita , kesindir?" tanya Rey


"Kalian apaansih" kesal Alvino


"Lah emang ngapain kita?" tanya Bryan


"Mending Lo pergi dari sini" sinis Rey melihat Alin yang menunduk dan berjalan keluar kelas


"Lo udah punya Allesya Vin harusnya Lo ngertiin" ucap Devan


"Gue ngga suka sama dia , gue cuma kasian doang makanya gue jadiin pacar , bulan depan juga uda putus gue" ucap Alvino


"Vin Allesya udah merjuangin uda ampir dua taunan gilakk"


"Dia murahan"

__ADS_1


"Ck serah lo"


__ADS_2