Queennya Alvino

Queennya Alvino
Kopi dingin


__ADS_3

...Selamat membaca......


"Syaaa" teriak Ken dari luar kelas Allesya namun tak kunjung ada balasan , Ken langsung masuk dikelas Allesya dan melihat Allesya sedang tidur


"Ye malah ngebbo ni anak"


Ken melangkahkan kakinya menuju bangku Allesya


"Syaaa Lo kagak istirahat apa?!" tanya Ken yang tidak dijawab oleh Allesya


"Syaa" panggil Ken sekali lagi


"Ck Lo mahh turu muluu bangun anying" ucap Ken menggoyang goyangkan tubuh Allesya


"Eunghh Lo kurang ajar Ken gamau ah gue ngantuk jangan diganggu"


"Yaelahh syaa gue masa sendirian si , ayo lah ntar gue traktir deh sepuas lo"


Allesya langsung duduk dengan mata yang masih tertutup , Ken langsung menarik tangan Allesya membuat Allesya kaget dan melototkan matanya


"Kaget gue ken-!!" teriak Allesya kesal


"Kalo ngga gitu ngga bakal ke kantin Lo lelett"


Allesya berjalan bersama Ken hal itu menjadi bahan perbincangan murid murid RHS


"Si Allesya murah amat abis ngejar Alvino sekarang deket sama murid pindahan dari RJHS"


"Gatel banget tuh bocah"


"Akhirnya Allesya move on sama Alvino saingan gue berkurang ni"


"Cocok sama ini si"


"Hadehh banyak yang sok tau sama idup gue" jengah Allesya , ia bisa melabrak mereka cuman ia lagi mager aja


"Gausa diurusin dah" jawab Ken


Mereka masuk kantin berpas pasan dengan Alvino,Satria,Devan,Rey,Bryan yang ingin keluar dari kantin. Alvino menatap tangan Ken yang memegang tangan Allesya , sedangkan Allesya menatap Alvino dengan dingin


"Pindah sini bro" sapa Rey


"Yoii gu-"


"Udah ayok cepet gue dah laper , duluan ya" selat Allesya menarik paksa tangah Ken


"Ye tadi aja ngga mau Lo" dengus Ken


"Makanya sat kalo kopi masi anget itu ya diminum bukan di anggurin , pas uda dingin ngga enak kan" ucap Bryan merangkul bahu Satria keluar kantin , Alvino tau Bryan tengah menyindir dirinya


...****...


"Ken?" ucap Freya dengan heran melihat kedatangan Allesya dan Ken


"Wuih Lo kenal gue Frey?" tanya Ken


"Iyalah siapa juga yang ngga kenal kapten basket sekolahan RJHS" jawab Freya


"Seterkenal itu gue yak" pede Ken yang membuat geng peachys malas

__ADS_1


"Pede amat Lo tong" ucap Senja , Ken terkekeh


"Gue kok kagak denger ya beritanya , pindah sejak kapan Lo?" ucap Senja


"Ntar an aja lanjut ngobrol nya gue udah laper nih" ucap Allesya kesal


"Tadi gue ajak kagak mau sekarang laper" nyinyir Ken


"Kalo gratisan mah beda cerita" jawab Allesya


"Pesen apa Lo?"


"Samain sama punya Lo aja" jawab Allesya , Ken menganggukkan kepalanya dan pergi membeli makanan


Allesya duduk disebelah Lea dan meminum es doger milik Lea


"Ye lu maen nyosor aje" ucap Lea , Allesya hanya terkekeh


...****...


Satria memasuki perpustakaan bukan ingin membaca buku hanya saja dirinya ingin menyendiri di tempat yang tenang menjauh dari sahabat sahabat nya yang sedang kumpul di rooftop , Satria berjalan melihat sekitar perpustakaan yang luas itu , hening hanya beberapa murid saja yang ada di perpustakaan , ia melihat Vani yang sedang kesusahan mengambil novel diatas rak perpustakaan , Satria menghampiri nya dengan tersenyum dan membantu mengambilkan novel tersebut dan memberikan ke Vani


"Makasih" ucap Vani cuek membuka novel tersebut , ia berjalan menuju meja area membaca dengan fokus membaca novel tersebut dan duduk


Satria mengikuti nya dan duduk didepan Vani , rencana ia ingin menyendiri ia batalkan , Vani menatap Satria heran


"Lo ngapain ngikutin gue?"


”Ini tempat umum kali siapa aja bisa duduk" jawab Satria , Vani tak menjawab ia kembali fokus ke novel yang ia baca saat ini


Satria menatap gadis yang ada didepannya ini , gadis yang sederhana dan hobby membaca novel , jujur Satria kagum dengan Vani , Vani yang merasa diperhatikan dari tadi merasa kesal dan menatap Satria


"Lo mau apasih?" kesal Vani menatap Satria


"Lo ngapain liatin gue dari tadi?"


"Punya mata" demi apapun Vani ingin menjambak rambut cowok yang ada didepannya ini. Vani ingin pindah di tempat duduk sebelah namun Satria mencekal tangan Vani


"Disini aja"


"Males"


"Disini aja gue ngga ganggu" ucap Satria meyakinkan , Vani menghela nafas dan kembali duduk , selang beberapa menit Vani mendengar suara dengkuran pelan ia melihat Satria ternyata cowok itu sedang tidur


"Lucu juga ni orang kalo lagi tidur" gumam Vani dengan terkekeh dan melanjutkan membaca novel nya


Tak lama bel masuk berbunyi Vani langsung beranjak namun ia berbalik lagi menghampiri Satria


"Sat bangun uda bel" ucap Vani menggoyang goyangkan tubuh Satria namun tak kunjung ada jawaban


"Sat"


"Satria!"


"Eunghh"


"Ni orang molor amat" kesal Vani


"Ck yauda lah gue tinggal aja capek gue" Vani beranjak ingin melangkahkan kakinya namun Satria menarik tangan Vani

__ADS_1


"Tungguin gue" Vani terkejut ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh di pelukan Satria , mereka bertatapan beberapa menit dengan jantung yang berdetak kencang , Vani yang sadar langsung bangkit dan merapikan seragam nya menatap datar Satria


"Sorry" ucap Satria tak enak , Vani hanya mengangguk dan menuju penjaga perpustakaan ingin izin meminjam novel setelah itu keluar diikuti dengan Satria


...****...


"Lo kok ngga ngejar ngejar Alvino kayak dulu lagi dahh tumben" ujar Ken


Saat ini Ken dan Allesya tengah berjalan menuju kelasnya masing masing setelah mendengar bunyi bell masuk


"Dah kagak" jawab Allesya santai


"Nyerah Lo?" ejek Ken dengan tertawa


"Diem monyet"


"Alvino mana mau sama modelan kek Lo bocah prik , sok sok an , pendek , ngeselin pulak" ucap Ken dan beralih menatap Allesya


Allesya melepas kedua sepatunya dan berancang ancang ingin melemparkan kearah Ken


"Lo ya-!"


Ken meneguk saliva nya kasar , ia tau ia akan mendapat serangan dari Allesya , ia langsung berlari menjauh dari Allesya


"KEN SINI LO!" teriak Allesya mengejar Ken


"Maaf Syaa gue tadi cuma becanda doangg" panik Ken


Allesya fokus dan melemparkan sepatunya , namun Ken seakan peka langsung berbelok ke kiri , sepatu tersebut mengenai kepala Pak Beno guru kelas 12 yang terkenal akan kegalakannya


"Aduh" ucap Pak Beno mengelus kepalanya


"Mampus gue" gumam Allesya berhenti berlari tepat di samping gudang


Pak Beno berbalik badan ingin melihat siapa yang bikin ulah , Allesya langsung ditarik seseorang masuk ke gudang membuat dirinya terkejut sesaat dan mengintip di jendela


"Ulah siapa ini kurang ajar!" dengus Pak Beno kesal membuang sepatu Allesya ke tempat sampah terdekat dan langsung lanjut berjalan dengan mengelus kepalanya


"Sepatu gueee" lirih Allesya pelan menatap nanar di tempat sampah


Allesya ingin membuka pintu gudang namun dengan cepat ditahan oleh seseorang


"Ngga bilang makasih dulu?"


Allesya kenal suara itu ia langsung berbalik dan menatap datar orang yang didepannya ini


"Tumben Lo nolongin gue" ucap Allesya menatap Alvino


"Ngga bilang makasih dulu" ucap Alvino sekali lagi


"Makasih" ucap Allesya dan membuka pintu


"Jangan deket deket sama Ken" ucapan Alvino membuat Allesya menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik


"Apa urusannya sama Lo?" ucap Allesya terkekeh menyilangkan kedua tangannya di depan dada


"Gue nggasuka"


"Lo nggaada hak"

__ADS_1


"Gue kangen Lo"


"Telat" ucap Allesya melanjutkan jalannya dengan kedua kaki yang tanpa dilapisi kaos kaki dan juga sepatu


__ADS_2