Queennya Alvino

Queennya Alvino
Hukuman


__ADS_3

...Selamat Membaca......


"Assalamualaikum Queen pulangg" Allesya masuk kedalam rumah nya dan melihat keluarga nya sedang ada diruang keluarga, Allesya menyalimi tangan kedua orang tua nya dan abangnya , lalu mencium pipi kedua orang tuanya.


"Dihh gue kagak gitu dek?" tanya Kean


"Ogahh" jawab Allesya langsung duduk di sofa dan mengeluarkan permen karet disakunya lalu memakannya


"Gitu amat Lo" sinis Kean yang tidak dihiraukan oleh Allesya


"Lo ganti warna rambut dek?" tanya Kean


"Uda jelas iya masi nanya ni orang" jawab Allesya asal


"Adekk , ngomongnyaa" tegur Papa nya membuat Allesya menyengir kuda


Orang tua Allesya memperbolehkan Allesya mewarnai rambut nya , karena sudah lelah menasehati anak bungsunya itu, lagian Allen dan Nita dulu waktu muda tidak jauh seperti Allesya, paling utama dikeluarga Allesya adalah kejujuran


"Kamu kalo di panggil BK lagi gimana tuh? mana warnanya lumayan ngejreng gitu" ucap Nita


"Gampang mah" ucap Allesya membuat semuanya memutar bola mata malas


"Anak kamu tuh" ucap Nita


"Anak kamu juga mahh" ucap Allen


"Terus aku anak siapa?" tanya Kean


"Anak buangan" jawab Allesya asal membuat Kean kesal , orang tua Allesya tertawa terbahak-bahak


...****...


Pagi hari Allesya bangun pagi pagi, ia ingin menyiapkan bekal makanan untuk Alvino meskipun selalu ditolak keras oleh Alvino. Selesai berkutat didapur ia melihat jam diruang tamu yang menunjukkan pukul 06.45 yang artinya sepuluh menit lagi sekolah sudah masuk


"HAH ANJIR UDA MAU TELATT" teriak Allesya langsung bergegas menaiki tangga dan menuju kamar nya ia mandi dan bersiap siap pergi kesekolah.


Allesya menuruni tangga dan berteriak "Maaa paaa Queen berangkat!" tidak ada jawaban rumah sepi entah kemana semua nya ia masa bodo langsung bergegas menuju garasi


Ia melajukan mobilnya menuju sekolahan dengan mengebut , setelah sampai area sekolahan ia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran , dan menuju lapangan Allesya melihat beberapa siswa yang terlambat seperti dirinya baris memanjang, ia mencari keberadaan guru piket dan osis namun tidak ada , membuat Allesya menyunggingkan senyuman nakalnya


"Anjirr kalian ngapain disini? orang gaada osis sama guru piket" tanya Allesya


"Disuruh nunggu disini ka " ucap Kei anak kelas 10


"Kalo gaada guru+osis nya kesempatan kalian buat langsung kekelas ngapain disini ayok cepett sanaa" ucap Allesya semuanya menurut apa yang dikatakan Allesya , Allesya tersenyum senang


Allesya berjalan santai menuju kelas namun tangannya dicekal oleh Alvino


"Ehh mas pacarr" sapa Allesya menyengir kuda


"Lo kan yang nyuruh semua siswa yang terlambat buat masuk kelas?!" bentak Alvino membuat Allesya mengangguk polos


"Lo bikin orang jadi repot! ikut gue Lo diruang BK" ucap Alvino datar menarik tangan Allesya kasar mengikuti dirinya


"ALLESYAA KAMU LAGI KAMU LAGII! KAMU NGGA BOSEN APA BUAT ULAH TERUS , ITU JUGA RAMBUTNYA UDA DIBILANGIN BERKALI KALII HADUH PUSING IBU" bentak Bu Dinda selaku guru BK


"Yaampun Bu marah marah terus ntar cepet tua loh Bu" ucap Allesya santai sambil mengunyah permen karet membuat Bu Dinda naik pitam


"Sekarang kamu lari keliling lapangan 5 kali! Alvino awasi dia!" ucap Bu Dinda , Alvino menganggukkan kepalanya


Allesya berjalan santai menuju ke lapangan , kedua tangannya ia masukkan ke saku jaketnya dengan terus mengunyah permen karet


"Lari" ucap Alvino singkat


"Ck iya iya haduh kamu nurut amat si sama Bu Dinda" ucap Allesya lalu berlari mengelilingi lapangan


Putaran ketiga ia merasa lemas , kepalanya pening , ia belum sarapan tadi pagi , ia berhenti dengan nafas ngos ngosan didepan Alvino


"Udah dong all aku uda lemes nih ntar kalo aku pingsan gimana" ucap Allesya

__ADS_1


"Terus gue peduli? lanjutt" jawab Alvino


Allesya bersiap siap ingin kabur ia menghitung dalam ati , hitungan ketiga Allesya bersiap ingin berlari namun langsung dicekal oleh Alvino


"Gue tau Lo mau kabur" ucap Alvino membuat Allesya berdecak kesal


"Lanjut Allesya" ucap Alvino


"Ck iya iya" jawab Allesya dan berlari dengan lemas


Putaran ke 4 setengah ia merasa sudah sangat lemas , lapangan sekolahan RHS sangatlah luas biasanya guru guru olahraga ketika olahraga menyuruh murid-murid keliling lapangan yang putra 3 kali dan putri 2 kali dan Allesya disuruh keliling 5 kali , kali ini


Allesya terus berlari meskipun badan sudah mulai lemas dan kepala sudah sangat pusing dann


BRUG


Allesya ambruk dan pandangan mulai gelap , Alvino yang melihat itu langsung berlari menyusul Allesya dan menggendong Allesya menuju uks


...****...


"Vann gue ganti soto aja deh hehehe!!" teriak Lea yang langsung diangguki oleh Vani


"Ck jangan triak triak ogeb ntar Allesya bangun" ucap Rara


"Lah emang kita nunggu dia sadar dodolll kalo ngga bangun gimana ntar" ucap Lea


"Oiya yaa" jawab Rara , Lea memutar bola matanya malas


Allesya mulai mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling, ia merasa sedikit pusing, Rara yang melihat itu langsung memberikan air putih , Allesya langsung meminum nya


Allesya teringat akan bekal yang ia buat tadi pagi ia langsung beranjak dan berlari menuju kelas


Allesya berlari mencari Alvino dikantin dengan membawa bekal ditangannya , ia langsung ke tempat duduk anggota Vegas


"Alvino ini dimakan yaa" ucap Allesya tiba tiba datang


Alvino yang melihat itu berdecih dan menatap Allesya tajam


Allesya langsung duduk disamping Alvino dan membuka kotak makan


"Ayok makan yaa" ucap Allesya menyendokkan makanan ke mulut Alvino langsung ditepis oleh Alvino


"AKHHH SIALAN LO" teriak Allesya karena rambut nya tiba-tiba dijambak kasar oleh Tania ia langsung menyentak tangan Tania dan langsung mendorong nya ke lantai


"Maksud Lo apa?" tanya Allesya dingin , seisi kantin menatap mereka termasuk anggota Vegas


Tania bangun dibantu oleh antek anteknya dan menatap Allesya marah


"Jangan deketin Alvino anjing" teriak Tania dan ingin memukul Allesya dengan cepat Allesya menepis tangan Tania dan membalikkan tangan Tania sampai terkilir dan terduduk


"AKHHH lepas anjing" teriak Tania kesakitan


"Kalo gamau kesakitan, gausa sok sok an nyenggol gue" ucap Allesya santai dan dingin jongkok menatap wajah Tania


Allesya berdiri melepaskan tangan Tania dan menepuk kedua tangannya seakan habis menyentuh debu


Tania yang sudah malu langsung berdiri dan meninggalkan kantin diikuti antek anteknya


"BERANI BERANI NYA SAMA ALLESYA"


"MAMPUS NOHH"


"ALLESYA DILAWAN"


"NYARI MATI TUH TANIA"


Begitulah suara murid murid yang ada dikantin


"Ck rambut gue" gerutu Allesya mengusap usap rambut nya

__ADS_1


"Keren bangett lo sumpah" ucap Rey


"Oiya dong Allesya gituloh" ucap Allesya sombong


"Dih g jadi muji gue , takut kepala Lo besar ntar" ucap Rey membuat Allesya terkekeh


"Ikut gue" ucap Alvino dan menarik tangan Allesya


"Bentar" Allesya menutup kotak bekal dan membawanya , Alvino menarik lagi tangan Allesya mengikuti dirinya


"Woe mau dibawa kemana tuh anak!" teriak Galang


"Kepelaminan mungkin kak" teriak Allesya membuat semuanya tertawa


"Loh kok disini sii" tanya Allesya heran


"Kenapa ngga ditaman aja , makan bekal nya kan enak duduk disana nikmatin pemandangan gituu" lanjut Allesya menatap Alvino


"Yang mau makan bekal Lo siapa emang? gosa kepedean" jawab Alvino


"Terus ngapain bawa aku kesini Al?" tanya Allesya


"Gue mau Lo mundur ngejar ngejar gue syaa , banyak yang mau sama Lo , jujur gue risih Lo gini ke gue" jawab Alvino jujur ia muak dengan apa yang Allesya lakukan kepadanya


"Tapi aku mau nya sama kamu Al" Allesya mendongak menatap manik mata Alvino


"Gue nggak!" tolak Alvino


"Aku kalo udah capek banget bakal pergi kok Al tanpa kamu suruh , tapi izinin aku buat berjuang dulu demi dapetin cinta yang aku mau" ucap Allesya tersenyum lembut mendongak menatap Alvino dalam


"Ini dimakan yaa" ucap Allesya ingin memberikan kotak bekal ke tangan Alvino , Alvino langsung menyentak tangan Allesya


"Gausa sentuh sentuh gue , gue gamau ya gamau gausa dipaksa" ucap Alvino dingin meninggalkan Allesya


"Huft yauda deh gue makan aja" lirih Allesya berjalan ke kelas


Allesya memasuki kelas dan mendapat tatapan tajam dari Vani,Rara,dan Lea ia langsung duduk dibangkunya dengan menyengir kuda


"Maaf elahh" ucap Allesya menatap ketiganya


"Lo belum makan dari tadi ogeb" ucap Lea


"Nih gue beliin tadi" ucap Vani memberikan bubur ayam ke Allesya


Allesya menggelengkan kepalanya dan menunjukkan kotak bekal


"Gue makan ini aja Alvino gamau" lesu Allesya membuat ketiganya memutar bola matanya


"Bonn mau bubur kagak Lo?" tanya Allesya pada Bonbon siswa berbadan besar dikelas Allesya


"Mau lahh siniin" ucap Bonbon ia tengah fokus bermain game yang terkenal dikalangan masyarakat saat ini, mobile legend


Allesya menuju bangku Bonbon dan memberikan bubur ayamnya dan langsung kembali ke tempatnya


"Nih Van gue ganti uang bubur makasi ya" ucap Allesya dan mendapat gelengan dari Vani


"Ngga usah kek sama siapa aja" jawab Vani


"Hehh nyerahh napa syaa , capek gue liatnya tau ngga yang suka Lo tuh banyakk" ucap Lea


"Abisin dulu cemilan dimulut Lo ege baru ngomong" sinis Rara membuat Lea terkekeh


"Gue kalo uda capek banget bakal nyerah kok , sekarang gue masih mau merjuangin" ucap Allesya , Vani membuka tutup bekal dan memberikan bekal makanan ke Allesya


"Huft, makan dulu gihh , Lo dari tadi belum makan , lupain dulu soal Alvino" ucap Vani


"Makasi Van" jawab Allesya yang dibalas anggukan


"Wehh Lo udah buka gc peachys kagak?" tanya Rara melihat ponselnya yang mendapat respon gelengan

__ADS_1


"Hadehh seleb amat Lo pada , ntar pulang sekolah ke tempat biasa katanya" ucap Rara diangguki ketiganya


__ADS_2