Queennya Alvino

Queennya Alvino
Cemburu?


__ADS_3

...Selamat membaca......


"Vinnn!!" teriak Tania memanggil Alvino di lorong sekolahan , Alvino membalikkan badannya menatap Tania , Tania berlari menghampiri Alvino , ia menunduk memilin ujung rok nya


"Apa?" tanya Alvino karena Tania sedari tadi diam saja


"Emm guee..."


Tania menghirup udara dengan dalam dan mengeluarkan nya perlahan guna mengurangi gugupnya


"Gue minta maaf Vin sama kelakuan gue dlu , gue sadar gue bukan cinta lagi tapi obsesi , gue abis ini ngga bakal ganggu Lo lagi kok , gue minta maaf kalo gue bikin Lo risih , gue minta maaf" ucap Tania menatap Alvino dengan jantung berdegup kencang menunggu jawaban dari Alvino , ia harap ia mendapatkan maaf meskipun kesalahan nya bisa dibilang tidak kecil


"Bagus kalo Lo sadar sekarang , gue maafin Lo" ucap Alvino , Tania mengembuskan nafas kencang , ia lega sekarang


"Makasih Vin" ucap Tania , Alvino menganggukan kepalanya


"Yauda gue pergi" pamit Alvino meninggalkan Tania


"Gue harap gue ngilangin perasaan gue ke Lo secepatnya Vin " gumam Tania


...****...


Allesya berjalan santai dengan bersenandung kecil menuju kelasnya , tak sengaja ia berpas pas an dengan Alvino , Allesya hanya acuh melanjutkan jalannya namun tangannya dicekal oleh Alvino, ia berbalik dan menjauhkan tangannya dari Alvino


"Ada apa?" tanya Allesya dengan datar


"Lo masih belum maafin gue?" tanya Alvino


"Ck gue kira penting"


"Gue kemarin udah bilang dehh kalo gue udah maafin ngapain Lo nanya lagi? amnesia Lo?" sarkas Allesya


Alvino tersentak Allesya yang sekarang bukanlah Allesya yang dulu , yang selalu ceria saat dekat nya , yang selalu bawel , sekarang yang ia lihat hanyalah gadis cantik berwajah datar dan suka mengucapkan kata kata pedas


"Kenapa Lo berubah?" tanya Alvino


"Pertanyaan tergajelas yang gue denger diidup gue" Allesya terkekeh sinis


"Bukannya Lo yang nyuruh gue buat terus mundur?" lanjut Allesya lalu pergi dari hadapan Alvino


Alvino menatap punggung Allesya yang semakin menjauh dari penglihatan nya


"Oke kerja bagus Queen tetep sok kull" gumam Allesya lanjut berjalan menuju kelasnya


...****...


Allesya memasuki kelasnya yang hanya ada beberapa murid aja karena jam istirahat masih berlangsung


"Bon Lo tumben kagak jajan" ucap Allesya


"Oh dompet gue ketinggalan" jawab Bonbon yang tetap fokus bermain game online


"Kenapa ngga pinjem temen? emang Lo kagak laper?" tanya Allesya


"Kagak usah dah sungkan gue" ucap Bonbon


"Dih tolol klo Lo pingsan gimana ege" dengus Allesya mengeluarkan uang dari dompet nya


"Nih beli makanan sono" suruh Allesya menyerahkan uang tersebut


"Kagak usa"


"Ngga terima penolakan gue beli sono keburu bel"


"Makasi sya hehehe" jawab Bonbon berlari menuju kantin , Allesya yang melihat hanya menggelengkan kepalanya


...****...


"Eh main yuk" ajak Lea memasukkan buku ke tasnya


"Gue mah ngikut" timpal Vani


"Ngga deh gue males ah" tolak Allesya


"Yahh kenapa?"

__ADS_1


"Mager aja gue" ucap Allesya


"Yaudah deh kapan kapan aja" ucap Lea disetujui yang lain


...****...


"Bang jangan ini dongg gue nggatau tentang gameee" rengek Allesya ingin mengganti channel TV namun dicegah Kean


"EITSS NGGA NGGA!" Kean merebut remote tv dan menjauh dari Allesya


"CK LO NGALAHH KEK SAMA ADEKK SENDIRII"


"ABANGGG SINIIN" kesal Allesya


"Gamauu wlee gamauu"


"Kalian bisa diem ngga si pusing kepala mamahh" omel Nita


"Lo kan punya tv dikamar si masuk sono ke kamar" suruh Kean


"Kagak gue pengen nonton sama mamah papah"


"Cih manja"


"Biarinnn Lo kan juga punya ya Lo aja sana"


"Ngga gu-"


Belum selesai berbicara ponsel Kean berdering , ia kesal dan mengeluarkan ponselnya dari sakunya , terpampang nama Rey disana


"Ni bocah ngapain si" gerutu Kean


"Hal-"


"AKHIRNYA ADA YANG NGANGKATT HALO BANGG TOLONGIN GUE" selat Rey


"Lo ngagetin gue aja sihh kenapaaa?!" kesal Kean


"Hehehe sorry bangg anu motor gw mogok dijalan tolongin dongg bengkel jauhh inii"


"Ye ni bocah main matiin aja" gerutu Kean


"Kenapa bang?" tanya Allen


"Motor Rey mogok dijalan pah" jawab Kean kekamar mengambil jaketnya dan langsung berangkat


"YESSS AKHIRNYAA" girang Allesya mengganti channel TV


...****...


Nita membuka gorden jendela kamar Allesya , cahaya matahari langsung terkena wajah Allesya membuat gadis itu terusik


"Eungh" lenguh Allesya menutupi semua tubuhnya dengan selimut


"Malah ditutupin pake selimut"


Nita menghampiri Allesya dan membuka selimut


"Queen bangun dah pagii-!!"


"Lima menit lagi ma"


"Lima menit lima menit dari tadi mama capek tau bangunin kamu molor mulu abis ini sekolah kamu tuh-"


"Iya iya maa" final Allesya bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi dengan sempoyongan , ia tidak mau kupingnya panas karena terus mendengar omelan dari mamanya


...****...


"Aelahhh pakek mogok lagii" kesal Allesya


"Lo tumben tumbenan dah mogok mogok gini biasanya ngga pernah , Lo sengaja ya pengen gue dihukum karena terlambat terus bu-"


"Udah kali ngomel sama motor Lo, ngga bakal juga dia jawab" selat seseorang


Allesya kenal suara itu ia langsung berbalik dan ternyata benar itu Ken

__ADS_1


"Gue bolos ae lahh kalo gini" ucap Allesya


"Ngadi ngadi Lo ayo bareng gue"


"Dongo kalo lo nganterin gue , Lo nya malah yang telat ke sekolah Lo"


"Udah gosa banyak omong cepet naik"


"Iyadahh" Allesya menaiki motor Ken , Ken melajukan motornya menuju RHS


...****...


Tania melangkahkan kakinya menuju RHS dengan perasaan yang senang , ia lega ketika sudah meminta maaf ke anggota peachys , ia berjalan dengan wajah yang dihiasi dengan senyuman yang manis , hal itu tak luput dari murid murid RHS ada yang heran dengan perubahan sikap Tania , dan ada juga yang senang karena Tania sudah kembali seperti dulu lagi


Tania melihat Rey yang ingin menuju anggota Vegas yang sedang berkumpul di kantin


"REYY" teriak Tania berlari menghampiri Rey , Rey langsung berhenti dan melihat siapa yang memanggilnya , ternyata itu Tania


"MAKASII BANGETT" ucap Tania langsung memeluk Rey membuat Rey kaget , Tania yang sadar langsung menjauhkan tubuhnya dari Rey


"Eh maaf maaf" ucap Tania dengan kikuk menggaruk tengkuknya yang tak gatal , Rey langsung tertawa melihat itu


"Kenapa Tan?" tanya Rey


"Makasi banget berkat bantuan papa Lo perusahaan papa ngga jadi bangkrut" ucap Tania tersenyum tulus ke Rey


"Itu pasti karena Lo kan?" tanya Tania , Rey hanya menanggapi dengan senyum


"Ngga gratis" ucap Rey , Tania yang mendengar itu membulatkan matanya dan menganga , setelah itu ia langsung tersadar


"Em okey okey apapun gue turutin kok"


"Apapun itu?" tanya Rey dengan serius melihat bibir mungil Tania membuat Tania menelan saliva nya kasar


"Iya" jawab Tania dengan gugup , Rey yang melihat itu ingin meledakkan tawanya


"Pulang sekolah beliin gue seblak" ucap Rey


Tania yang tegang langsung menghembuskan nafas nya lega


"Gue kira apaan anyink" kesal Tania mendorong dada Rey


"Lo kira apa emang-?!" Rey meledakkan tawanya


"Ya Lo tadi liat bibir gue!!"


"Idih ngga doyan gue sama Lo"


"Nyebelin banget si Lo" kesal Tania


"WAJAH LO TADI LUCU AMAT PAS TEGANG" ucap Rey dengan tertawa keras membuat murid yang lewat menatap bingung mereka


"Jangan keras keras ege malu maluin Lo ah" ucap Tania menyumpal mulut Rey dengan tangannya dan membawanya pergi dari sana


...****...


Ken dan Allesya sampai disekolah , mereka ditatap oleh murid murid RHS , Ken melajukan motornya ke parkiran RHS , Allesya turun menatap Ken heran


"Lo ngelindur apa gimana si?" tanya Allesya namun tidak dijawab , Ken melepaskan helm dan berjalan menuju lapangan


"KEN INI BUKAN RJHS ANJROT" teriak Allesya berlari menyusul Ken


"Yang bilang ini RJHS siapa dodol!" Ken menjitak kepala Allesya membuat sang empu meringis


"Gue pindah sini" lanjut Ken membuat Allesya terkejut


"BENERAN-?! CIE LO NAKSIR YA SAMA GUE SAMPE GABISA JAUH JAUH DARI GUE!" Allesya menyenggol Ken sampai Ken hampir kehilangan keseimbangan , Allesya yang melihat itu langsung lari dengan tertawa


"Geer bat Lo tolol sini Lo! gue ampir jatohh" kesal Kean mengejar Allesya


Hal itu tak luput dari pandangan murid murid RHS tak terkecuali geng vegas dan peachys


"Eh itu Ken yak pindah sini dia?" pandangan Bryan tak lepas dari Allesya dan Ken


Alvino yang melihat itu seketika emosi darahnya mendidih , mengepalkan kedua tangannya , ia bangkit dan pergi dari tempatnya , entah mengapa ia tak suka melihat kejadian itu

__ADS_1


__ADS_2