Queennya Alvino

Queennya Alvino
Pertandingan basket


__ADS_3

...Selamat Membaca......


Allesya memandangi hujan lewat jendela kamarnya , dengan minum secangkir coklat panas, ia sangat suka dengan hujan , hujan membuat suasana menjadi tenang dan damai, tapi ia takut dengan petir , Allesya mengambil handphone nya yang berdigit apel untuk menelfon seseorang


"Hallo" ucap Allesya ketika sudah tersambung dengan panggilan


"hm"


"Al, besok kamu tanding basket , jangan lupa istirahat yang cukup yaa biar besok bisa lancar , semoga menangg, tapi aku yakin pasti menang sii hehehe" ucap Allesya


"Gw ngga perlu kepedulian dari Lo paham!"


tut


Alvino mematikan sambungan telepon nya , Allesya tersentak dan memandang hujan


"Udah gausa sedih , kan uda berkali kali digituin kan? semangatt" ucap nya pada diri sendiri


...****...


Suara riuh dari murid-murid Ragantara High School dan Rajasakti High School dilapangan basket Ragantara High School menonton pertandingan basket , Allesya datang dengan Vani , Rara , Dan Lea karena mereka menggunakan mobil Vani



ootd Allesya



ootd Vani



ootd Rara



ootd Lea


Mereka sampai di area RHS lima menit sebelum pertandingan dimulai , mereka langsung pergi ke lapangan dan menjadi pusat perhatian dari murid murid yang ada disana


"anjirr cantik bangett busett"


"itu inti geng peachys angkatan 11 saat ini g sii? cantik cantik banget anjir"


"Allesya izinkan aku jadi calon imammu"


"Rara cute bat pengen gue karungin rasanya"


"Always Vani si kalo gue"


"Masi cantikan juga gue"


"Halu Lo tinggi amat neng"


"gak kaget gue tiap mereka dateng pasti jadi pusat perhatian"


"Lea cantik bangett loo"


Mereka berempat tersenyum manis sambil melambaikan tangannya kearah penonton yang bersorak seakan akan itu pertunjukan mereka , agak laen emang :v


"Kita duduk dimana anjrit" tanya Lea


"Wait gue chat Freya dulu katanya dia udah ada tempat duduk buat kita" ucap Rara diangguki ketiganya


"Abis ini mulai pertandingan nya njirr" ucap Lea


"Nih nihh kata Freya dibangku ketiga dari kanan" ucap Rara menunjukan chat nya dengan Freya


Vani langsung menghitung dan mencari keberadaan Freya dan yang lainnya


"Itu mereka ayok kesana" ucap Vani dengan berjalan kearah Freya dan yang lainnya diikuti yang lain


"Uda kenyang jadi pusat perhatian nya?" tanya senja , semuanya tertawa dengan ucapan senja


Tak berselang lama suara pemberitahuan bahwa pertandingan segera dimulai, mereka bersorak mendukung tim sekolahnya masing-masing , Tim basket antara Ragantara High School dan Raja Sakti High School sudah memasuki lapangan , Tiap sekolah menyanyikan yel yel nya secara bergantian , lalu semuanya berdiri menyanyikan lagu kemerdekaan Indonesia secara serentak , dan sampai yang ditunggu tunggu pertandingan dimulai


"AYOK PASTI BISAA!!"


"ALL SEMANGATT"


"GALANG SAYANGG SEMANGATT BIAR MENANG"


"AYOK RAJASAKTI MENANGG!"


"KENN SEMANGAT GANTENGG"


Dan masih banyak lagi sorakan dari penonton sampai pertandingan selesai, Ragantara High School lagi lagi menang dan menjadi tuan rumah , antar dua tim bersalaman secara damai


"Tim Lo hebat Vin" ucap Ken menepuk pundak Alvino setelah bersalaman


"Thanks tim Lo juga" ucap Alvino dan mendapat senyuman dari Ken

__ADS_1


Allesya dan yang lainnya turun dari lapangan


"Nih minum buat kamu" Liora menyodorkan minuman ke Rio


"Makasi sayang" Rio meneguk habis minuman tersebut tak tersisa


Yang lain pun sama memberikan minuman ke pasangannya masing masing


"Al ini buat kamu" ucap Allesya, lagi dan lagi minuman tersebut tidak diambil oleh Alvino


"Ayok Al kamu pasti haus kan? ini" ucap Allesya membuka tutup botol minum tersebut dan ia berikan ke Alvino dan langsung ditepis oleh Alvino sampai tumpah membuat semuanya terkejut


"Gue bilang gamau ya gamau gausah dipaksa" ucap Alvino menatap tajam orang yang ada didepannya


Semuanya menatap iba ke Allesya, Allesya menatap minuman yang tumpah sekilas, lalu menghela nafas panjang dan tersenyum manis


"Yaudah kalo gamau, maaf yaa udah maksa kamu"


Alvino melihat kesana kemari seperti mencari seseorang , Allesya yang heran pun bertanya


"Nyari siapa?" ucap Allesya


"Alin" jawab Alvino singkat dan langsung pergi dari sana , Allesya menatap punggung Alvino yang semakin menjauh


Sedangkan Rara mukanya sepet , Lea yang menyadari itu heran dan ikut menatap arah tatapan Rara , terlihat Serra dan Bulan, antek antek dari Tania datang membawa sebuah minuman ke Devan


"Dev ini minuman buat kamu" ucap Serra


Bryan yang menyadari perubahan raut muka Rara sejak Serra datang pun tertawa membuat semuanya yang ada disana heran


" ANJING RAA MUKA LO SEPET AMATT" ucap Bryan terbahak bahak


Mereka menatap Rara semua tak terkecuali Devan , Rara yang ditatap oleh semuanya kaget langsung mengubah mimik wajahnya menjadi biasa aja


"Ma-maksud Lo apaan-?!" gugup Rara menatap Bryan tajam


"Kalo masi sayang balikan aja kalik gengsinya gede amat" celetuk Allesya


"Apaan ngga!" ucap Rara salting , pipinya sekarang sudah merah seperti kepiting rebus Devan yang melihat itu bergumam dalam hati "lucu"


"Ngga sayang kok , cuma tadi cemburu aja" ucap Liora tertawa


"Apaansih kalian udahlah pergi aja gue" ucap Rara pergi dari sana


"Lah ngambek tuh bocah" ucap Lea


"Ayok ini diminum pegel tangan aku nih" ucap Serra


...****...


Rara melihat Devan dikantin menelungkupkan kepalanya di kedua tangannya , Rara sebenarnya tidak pergi jauh dari sana ia melihat dari jauh , dan Devan tidak menerima minuman dari Serra entah kenapa hatinya senang melihat itu. Rara langsung membeli minuman kesukaan Devan dikantin.


Devan merasakan dingin dipipinya ia membuka mata nya dan tersenyum melihat Rara memberikan minuman untuknya


"Minum" ucap Rara datar


Devan langsung menganggukan kepalanya dan meminum sampai habis , Rara duduk disebelah Devan dan mengeluarkan tissue di tas nya memberikannya pada Devan


"Lap keringet Lo" Devan menerima nya dan mengelap keringatnya


"Makasih" ucap Devan dengan tersenyum, Rara yang melihat wajah Devan berdecak kesal dari dulu sampai sekarang Devan tidak pandai mengelap keringat nya sendiri


"Ini masih basahh" Rara dengan telaten mengelap keringat di wajah Devan dengan tissue , Devan yang melihat wajah Rara dengan jarak yang dekat tersenyum senang , Rara mengelap keringat di hidung mancung Devan , ia tersenyum karena wajah Devan sudah tidak ada keringat , ia menatap mata Devan dan terkejut karena baru sadar posisinya sangat dekat dengan Devan , Sontak ia langsung menjauhkan dirinya dari Devan


"Sorry, Gu gue pergi" gugup Rara langsung berdiri , dan Devan memegang tangan Rara , Rara langsung membalikkan badannya dengan heran


"Makasih" ucap Devan tulus dan diangguki Rara , Rara langsung pergi dari kantin


"DUNIA SERASA MILIK BERDUA KITA BERCANDA DAN TERTAWAA~~" nyanyi Rey membuat Devan kaget


"Anjing Lo" umpat Devan


Ia tak sadar , sejak kapan geng Vegas kumpul memenuhi kantin


"CIEEE BAU BAU BALIKAN NIHH KIW KIWW" ucap Revan


"Diem Lo cil" ucap Devan


"Siap kek" jawab Revan langsung ditatap tajam


"Sialan ni anak" gerutu Devan membuat semua nya tertawa


...****...


Allesya berjalan gontai seakan tak tau arah keliling sekolah , tiba tiba ada yang merangkul pundak nya membuat ia terkejut


"KIWW cewekk" goda Ken yang membuat Allesya menatap tajam


"Syialant Lo kaget ege!" marah Allesya melepas rangkulan Ken , membuat Ken ngakak


"Lo ngapain disini?" tanya Allesya

__ADS_1


"Lah dodoll gue kan ketua basket dari RSHS"


"HAH-?! kok gw g nyadar anjir" ucap Allesya melongo


"Yaiyalah Lo kan fokus ke Alvino doang , Ilvini simingitt , Ilvinii iyik bisii tapi Alvino nya ngacangin " ejek Ken membuat Allesya menyengir kuda


"Mending sama gue ngga sii , gue juga ganteng" canda Ken merangkul pundak Allesya dengan berjalan , Allesya tertawa lepas


"Eh gue mo ke peachys dulu yakk" Allesya melepas rangkulan Ken dan diangguki oleh Ken


"Mau dianterin g cantik?" canda Ken


"Sialan Lo , mau gue jotos Lo ken-?!" ucap Allesya dengan menunjukkan kepalan tangannya , membuat Ken terkekeh


Sedangkan dikantin ada yang menatap dua orang tersebut dari tadi dengan wajah yang datar


"Ngeri amat mukanya bos kalo suka bilang aja elahh" celetuk Sinyo


"Sok tau Lo" ucap Alvino lalu pergi meninggalkan kantin


"yakali gue suka sama cewek aneh itu" gumam Alvino dalam hati


Allesya mencari teman temannya , ia bertemu dengan Alvino , Allesya langsung menemui nya


"Kalo jodoh pasti ketemu ya!" ucap Allesya mensejajarkan langkah kaki Alvino


Alvino menatap Allesya dengan datar


"Berhenti jadi rendahan , gue g sudi punya cewek kayak Lo" ucap Alvino pedas membuat Allesya sakit hati


"maksud kamu apa?" tanya Allesya


"Lo ganjen sana sini , gue liat Lo tadi pelukan sama Ken , udah kebukti kan Lo rendahan?" ucap Alvino


"Tapi dia aku anggep sebatas temen Al, gausa cemburu" ucap Allesya


"Cemburu? najis gue cemburu , yang ada gue jijik" ucap Alvino meninggalkan Allesya


Allesya langsung berlari ke toilet dan menangis , ia teringat akan ucapan Alvino barusan yang membuat hatinya sakit


"Udah anjing gabole lemah" ucapnya didepan kaca lalu ia membasuh muka


Ia keluar toilet seakan tidak ada apa apa , ia menelfon Vani menanyakan keberadaan mereka dan ternyata mereka kumpul di taman , Ia langsung menyusul mereka


"Pulang yokk" ucap Allesya tiba tiba datang


Vani,Rara dan Lea menganggukkan kepala tanda setuju


"Kita balik dulu yak" pamit Lea , anggota peachys mengangguk


...****...


Dimobil mereka bernyanyi bersama memutar musik lagu lagu Inggris dengan sesekali bercanda ria


"Masa langsung pulang si njir , kemana kek dulu" ucap Lea


"Mall kuy gimana??" tawar Rara


"Yok gass , gue mau ganti warna rambut bosen coklat" ucap Allesya


"gue juga mau beli novel" ucap Vani dengan tetap fokus menyetir mobil


Vani melajukan mobilnya di salah satu mall yang biasa mereka datangi


...****...


Mereka sudah sampai di mall tujuan pertama mereka adalah salon langganan nya , setelah itu makan lalu nonton


"kalian ikut ganti warna rambut juga?" tanya Allesya dan diangguki ketiganya


Allesya dkk mengganti warna rambut sesuai keinginan mereka


setelah berjam-jam kemudian akhirnya sudah selesai



Rambut Allesya



Rambut Vani



Rambut Rara



Rambut Lea


Mereka berempat keluar salon dan menuju salah satu restoran terkenal disana , mereka memesan makanan dan langsung memakan makanan masing masing sampai habis, Setelah selesai mereka pergi nonton , terakhir mengantarkan Vani ke Gramedia untuk membeli novel dan pulang

__ADS_1


__ADS_2