Queennya Alvino

Queennya Alvino
Dihukum bersama


__ADS_3

...Selamat membaca......


"Pak ayo lah pak bukainn , saya ngga sering telat loh pak ngga kayak kelas 10 duluu" mohon Allesya didepan gerbang sekolahan


"Ngga bisa neng ntar saya dimarahin sama Bu Dinda lagi" ucap pak satpam


"Yaelahh pakk ngga seru bapak mah takutan , nolongin orang dapet pahala pakk" ucap Allesya


"Ngga bisa , ngga bisa neng" pak satpam memasuki pos


Allesya berdecak kesal , ia berfikir ingin memanjat gerbang sekolah , namun tak lama suara deru motor membuat perhatian Allesya teralihkan


"Al?" heran Allesya


Alvino turun dari motornya dan melepaskan helm


"Tumben amat telat biasanya juga ngehukum orang kerjaannya" sindir Allesya tanpa menatap orang yang ada disebelah nya saat ini


Alvino mendengar Allesya tengah menyindir dirinya tertawa kecil , Allesya melihat sampingnya , ia melihat Alvino tersenyum sambil menatap dirinya, jantungnya berdegup kencang


"Gantengnya" gumam Allesya namun tak lama ia teringat kala ia dihina oleh cowok disamping nya itu , ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lainnya


Allesya ingin memanjat gerbang sekolahannya ia melepaskan tas dari bahunya , dan ingin memanjat gerbang namun dihentikan oleh Alvino


"Lo mau ngapain?"


"Tanpa gue jawab Lo juga pasti tau" ucap Allesya cuek


"Jangan , nanti Lo jatuh"


"Peduli apa Lo?"


"Gue ngga butuh kepedulian dari Lo" lanjut Allesya


Jawaban dari Allesya membuat Alvino sakit hati , Alvino sadar ini benar benar balasan atas apa yang ia lakukan dulu ke Allesya


"Gue dulu yang manjat baru Lo , biar ntar gue tangkep" ucap Alvino


"Gue bisa sendiri" jawab Allesya ingin bersedia memanjat


Alvino dengan cepat memanjat gerbang tersebut sebelum Allesya , membuat Allesya melongo


"Ayok naik biar gue tangkep dari sini" ucap Alvino merentangkan kedua tangan


"Ngga perlu gue bisa sendiri" ucap Allesya melemparkan tasnya dan mulai memanjat


Ia melompat menjauh dari Alvino karena tak ingin ditangkap oleh cowok itu


Srek krekk


Allesya terjatuh , Allesya berhasil memasuki sekolah , ia melihat gerbang dan terdapat kain membuat dirinya tersadar , rok yang ia pakai robek karena tersangkut , Allesya berdiri memegang pantat nya


Alvino berlari menghampiri Allesya


"Lo ngga papa?" tanya Alvino khawatir


"Jangan deket deket sama gue" ucap Allesya menahan malu , Alvino menatap Allesya heran


"Kenapa?"


Allesya tak memperdulikan pertanyaan dari cowok tersebut , ia sedang bingung saat ini , ia melihat kain yang tersangkut di gerbang , Alvino mengikuti arah pandang Allesya , Alvino mendapati ada kain yang tersangkut disana lalu beralih menatap Allesya yang sedang memegangi roknya dibelakang membuat ia mengerti


"Haduh gimana ini" gerutu Allesya yang dapat didengar Alvino


"Kenapa sya?" tanya Alvino seolah olah tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi


"Lo mending pergi sana dehh nanya nanya mulu lo" kesal Allesya membuat Alvino terkekeh , ia baru sadar ternyata cewek didepannya ini sangat lucu


"Yakin gamau minta bantuan? yauda gue pergi" ucap Alvino seolah ingin meninggalkan Allesya membuat Allesya gopoh


"Ehh ehh" panggil Allesya membuat Alvino berhenti dari langkahnya menatap Allesya


"Emm rok gue robek" cicit Allesya pelan dengan menunduk


"Malu gue AAAAAA" ucap Allesya dalam ati


Alvino melepaskan jaket Vegas nya dan mengikat jaketnya di pinggang Allesya menutupi bagian rok yang dibelakang


"Udah tau dari tadi" ucap Alvino membuat Allesya mendongak menatap wajah Alvino dengan kesal


"Terus tadi ngapain nanya coba" kesal Allesya


"HEH KALIAN!! SINII!" panggil Bu Dinda dengan nada yang tak bersahabat


"Mampus berurusan lagi sama ni orang" gerutu Allesya yang dapat didengar Alvino


Alvino dan Allesya menghampiri Bu Dinda

__ADS_1


"Maaf Bu telat dikit" ucap Allesya santai mencium punggung tangan Bu Dinda diikuti Alvino


"Telat dikit telat dikit! ini udah jam berapa Allesya pusing saya karena kamu"


"Ngga usah pusing dong Bu dibikin enjoy aja mending joget bang jali Bu" ucap Allesya asal


Bu Dinda gemas dengan tingkah murid satu ini ia menjewer telinga Allesya membuat Allesya meringis


"Ah iya iya Bu , Alle minta maaf" ucap Allesya , Allesya melihat Alvino menahan tawa membuat dirinya kesal


Bu Dinda melepaskan jewerannya dan menatap Allesya


"Makanya gausa macem macem" ucap Bu Dinda


"Terus kamu Alvino tumben sekali nak terlambat" ucap Bu Dinda dengan lembut membuat Allesya membulatkan matanya


"Kalo sama Al aja alus banget ngomongnya huh!" gerutu Allesya pelan


"Kamu bilang apa Allesya?!" tanya Bu Dinda membuat Allesya gelagapan bisa bisa dikasi hukuman tambahan nanti


"Ah engga Bu lagi anu ehehe ya anu intinya Bu" jawab Allesya cengengesan menggaruk kupingnya yang tak gatal , Alvino hanya geleng geleng kepala melihat tingkah gadis itu


"Ona anu ona anu , cepet kalian berdua hormat tiang bendera sampai jam istirahat!" ucap Bu Dinda


"Bu ngga kelamaan ya? gimana kalo 10 menit aja Bu hehehe" tawar Allesya


"Istirahat kurang 15 menit Allesya! itu waktu sedikit , kamu baru segini aja ngeluh gimana dengan-"


"Ah iya iya Bu abis ini jalanin hukumannya bu" selat Allesya ia masih sayang dengan telinga nya


...****...


"Udah capek capek skincare an eh kena panas gini kusem pasti ni" gerutu Allesya


"Tetep cantik" ucap Alvino


Allesya tak menjawab perkataan Alvino , Alvino menatap Allesya yang hormat di tiang bendera dengan keringat yang mengucur deras , Alvino pindah dibelakang Allesya membuat Allesya heran


"Udah ngga panas kan?" ucap Alvino


"Kalo gini terus gue gimana bisa lupain Lo Al" ucap Allesya dalam hati


Kringg


Bel istirahat telah berbunyi Allesya langsung bernafas lega ia melihat kebelakang ternyata Alvino juga menatap nya , cowok itu mengeluarkan keringat yang lumayan banyak membuat Allesya tak tega , Allesya menarik tangan Alvino menuju taman


Allesya mengeluarkan sapu tangan yang bersih dari almamater nya ingin mengusap keringat Alvino , namun ia terhenti kala mengingat ia ditolak keras oleh Alvino saat ingin membersihkan keringat nya dulu , Alvino yang melihat itu heran


"Sorry" ucap Allesya memberikan sapu tangan tersebut ke Alvino membiarkan cowok itu mengusap keringat nya sendiri


Alvino tak menerima sapu tangan Allesya , ia menarik tangan Allesya dan mengarahkan ke dahi nya , Allesya yang paham mengusap keringat Alvino , Alvino melihat Allesya yang telaten membersihkan keringat nya , Ia baru sadar kalau Allesya secantik itu


"Kenapa tadi berhenti?" tanya Alvino


Allesya mengentikan aktifitas nya dan menatap Alvino sejenak, lalu ia melanjutkan aktifitas nya lagi


"Gue takut Lo marah kayak waktu itu" ucap Allesya santai


"Maaf" ucap Alvino


"Ngga perlu , gue juga salah udah lancang waktu itu" ucap Allesya


"Selesai , Gue duluan" pamit Allesya berdiri


"Makasih" ucap Alvino , Allesya hanya mengangguk dan meninggalkan Alvino


Alvino sangat senang karena mendapat sentuhan lembut dari Allesya , penyesalan yang Alvino rasakan semakin besar , mengapa ia menyia nyiakan gadis itu dulu dan selalu menyakitinya


"Maafin gue sya , sekarang waktunya gue yang ngejar lo" ucap Alvino dalam hati


...****...


Allesya berlari menuju kantin setelah mengganti rok baru yang barusan ia beli dari koperasi , ia tau anggota Peachys sudah ada di kantin , ia langsung duduk dibangku Peachys dengan nafas ngos ngosan


"Napa Lo terlambat?" tanya Vani memberikan es nya ke Allesya yang langsung diminum oleh gadis itu


"Gue kemarin maraton drakor yang direkomendasiin sama si preya sampe jam 3 , bangun bangun jam setengah delapan entah keluarga gue kemana dah , gue turun pun sepi rumah gue"


"Sayangg minta dongg" ucap Devan tiba tiba datang merangkul Rara , Rara langsung menyuapi Devan batagor miliknya , dan membersihkan mulut Devan dengan tissue


Bryan , Rey , Satria pun ikut duduk di tempat geng Peachys


Alvino melihat Allesya yang duduk disebelah Nisa dan Tania , Nisa dan Tania yang paham karena dari tadi Alvino menatap Allesya , mereka langsung pindah tempat , Alvino langsung duduk disebelah Allesya , Allesya tak memperdulikan Alvino yang saat ini berada disampingnya , ia tetap melihat Rara dan Devan dengan melongo kebingungan


"BENTAR BENTARR GUE NGELAGG INI MIMPI KAGAK SIE??!" tanya Allesya menatap tak percaya dua orang yang ada didepannya ini


"TERUSS , KALIAN KO NGGA KAGET KAYAK GUE?!" ucap Allesya

__ADS_1


"Lo yang kudett" ucap Lea


"Ni dua curut kapan balikannya si?" tanya Allesya


"ENAK AJA DUA CURUT!" kesal Rara tak terima


Vani langsung menunjukkan ponselnya postingan terbaru Devan dan Rara yang menandakan bahwa mereka balikan , Allesya melihat jam kapan postingan tersebut diupload , ternyata sekitar jam 4 sorean kemarin


"Oalah gue mah jarang buka ig sekarang" ucap Allesya cengengesan


"Kalo dulu aja 24/7 mantengin ig Alvino berharap di terima buat jadi followers nya" mendengar jawaban dari Lea , Allesya langsung menginjak sepatu Lea dengan keras


"AAKHH" pekik Lea membuat penjuru kantin melihat ke arah mereka


"SAKIT DODOL" kesal Lea


"Mampus" ucap Allesya


Alvino langsung membuka ponselnya dan mencari ig Allesya , ia langsung menerima akun ig Allesya jadi followers nya dan mengfollback ig Allesya , bunyi notif ponsel Allesya dari ig membuat semuanya tersenyum jail


"WADUH DI FOLLBACK NI IHIWW" ucap Bryan


Allesya mengabaikan semuanya dan fokus meminum minuman dari Vani , jujur Tania agak cemburu karena ia masih ada rasa sedikit ke Alvino , Tania meninggalkan kantin diam diam yang tidak disadari yang lain kecuali Rey ia langsung menyusul Tania


"SYAA EARPHONE GUE MANAA?!" ucap Ken tiba tiba datang membuat Alvino menatap datar cowo itu


"Di tass" jawab Allesya menatap Ken dengan cengengesan


"Lo kayanya hobby ngerepotin gue dah heran gue" kesal Ken melangkah menuju kelas Allesya


"KENN LO KEMARIN LUPA NGIRIMINN!" teriak Allesya berdiri


"BODO AMAT NGGA GUE KIRIMIN" teriak Ken keluar kantin


"GUE BANTING HP LO YA!"


"GUE KAYA KALO LO LUPA" sombong Ken


Allesya kesal kembali duduk meminum minumannya sampai habis lalu berlari meninggalkan kantin menyusul Ken


"Van makasi es nya ntar gue ganti uangnya" ucap Allesya tergesa gesa


Alvino mendengus melihat interaksi keduanya tadi , ia langsung pergi meninggalkan kantin


"Waduhh ribet ya masalah percintaan kali ini " ucap Baron yang duduk di tempat duduk Vegas melihat kejadian sedari tadi


"Diem! Lo kira beda agama sama Megan ngga ribet juga?" ucap Lea


Mendengar jawaban dari Lea , Baron langsung murung membuat semua nya tertawa


"Lo kalo ngomong ngga difilter dulu Le" ucap Freya


"Baru kali ini gue kena mental sama adek kelas" ucap Baron


"Maaf kalo benarr" ucap Lea


"EHH LO BERDUA JADIAN PJ NYA MANA?!" ucap Rio


"Sono pesen gue traktir" ucap Devan santai


"Waduhhh anjayy otewee massehh mesen sapuase" ucap Revan berlari memesan makanan diikuti yang lainnya


...****...


Tania menangis sambil menatap gedung gedung pencakar langit dari rooftop , Rey datang dan menghampiri Tania


"Tania" panggil Rey menyelipkan anak rambut Tania dibelakang telinga , Tania melihat kesamping mendapati Rey yang sedang menatap nya juga , Tania langsung memeluk Rey dengan tangisan pecah


"Sakit banget Rey" lirih Tania sesenggukan


"Nangis aja sampe lega , gue disini" ucap Rey mengusap bahu Tania


Tangis Tania mulai mereda ia mendongak melihat wajah Rey


"Lo kenapa baik banget si ke gue , makasi ya" ucap Tania


"Iya , gausa sedih lagi ntar pulang sekolah gue traktir seblak mau?" tanya Rey membuat mata Tania berbinar membayangkan makanan kesukaan nya itu


"IYA IYAAA" ucap Tania melepaskan pelukannya


...****...


Sementara dilain tempat ada seorang laki laki yang memandangi kompleks perumahan nya di balkon rumahnya


"Nih udah gue daftarin di sekolahan yang Lo mau" ucap seseorang datang menunjukkan bukti pendaftaran sekolah


"Thanks bro" ucapnya

__ADS_1


"Permainan akan segera dimulai" ucap Steven dengan tersenyum licik , ya benar itu Steven


__ADS_2